Skip to search.

Breaking News Visit Yahoo! News for the latest.

×Close this window

SSR-Klub · Klub Perencanaan Keuangan Safir Senduk & Rekan

The Yahoo! Groups Product Blog

Check it out!

Group Information

  • Members: 9919
  • Category: Free Stuff
  • Founded: Mar 15, 2004
  • Language: Indonesian
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Messages

Advanced
Messages Help
Messages 31780 - 31809 of 56384   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages: Show Message Summaries Sort by Date ^  
#31780 From: Dimas Yoga <dimasyoga@...>
Date: Tue Jan 5, 2010 10:55 am
Subject: Re: DPLK
dimas.yoga
Send Email Send Email
 
Dear Pak Sudiyono,

Saya akan mencoba menjelaskan semampu saya pak. 
  • Program Annuitas : Kelebihannya adalah bagi seseorang yang bertipikal safety player, maka orang tersebut akan mendapatkan kepastian pengembalian dana yang tetap setiap bulan sampai dengan batas waktu tertentu. Sedangkan kekurangannya adalah besar dana yang diterima mungkin tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari layaknya dulu ketika masih aktif bekerja, dan pihak penerima dana akan kesulitan untuk dapat berinvestasi atau memutar uangnya di bisnis karena memang dana pensiunnya habis untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Program Lumpsum : Kelebihannya adalah bagi seseorang yang bertipe businessman atau investor, dana pensiun tersebut dapat diputar untuk modal awal membuka bisnis atau untuk kembali diinvestasikan di instrumen yang menjanjikan imbal hasil yang lebih tinggi. Sedangkan kelemahannya adalah pihak penerima dana tidak akan mendapatkan dana rutin bulanan dari dana pensiun. Uang pensiun yang digunakan untuk bisnis atau investasi masih memiliki potensi rugi atau loss jika tidak dikelola dan dimaintain dengan baik.
Kenapa pemerintah seolah-olah memaksakan program ini? Maksudnya yang annuitas ya pak? Karena mungkin pemerintah adalah penganut safety player yang menganggap lebih baik pensiunan pegawai menerima sejumlah uang tertentu setiap bulan asalkan dananya tetap dan dapat untuk menyambung hidup tanpa harus bergantung kepada anak cucu.. :) 


Salam,
Dimas








Pada 3 Januari 2010 15:21, Sudiyono <yono12577@...> menulis:
 

Maaf apakah ada yg bisa menjelaskan apa kelebihan dan kekurangan dari program asuransi anuitas ini jika dibandingkan dengan sistem lumpsum yg mana pencairan dananya diberikan secara sekaligus? Kenapa pemerintah seolah2 'memaksakan' program ini?

Trims,
Sudiyono


Dari: Indra Dharmajaya <indradjy@...>
Kepada: SSR-Klub@yahoogroups.com
Terkirim: Sel, 29 Desember, 2009 17:14:34
Judul: Re: Bls: [SSR-Klub] DPLK



Diambil dari website manulife :

Bagaimana cara pembayaran Manfaat Pensiun ?
Tidak termasuk Pensiun Ditunda, cara pembayaran manfaat pensiun adalah :
  1. Apabila Manfaat Pensiun lebih kecil daribatasan yang ditentukan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia
    Seluruh (100%) Manfaat Pensiun dibayarkan Sekaligus
  2. Apabila Manfaat Pensiun sama dengan atau llebih besar dari batasan yang ditentukan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia
    Maksimum 20% dari Manfaat Pensiun dibayarkan secara sekaligus
    Sisanya (minimum 80%) dari Manfaat Pensiun dibayarkan secara bulanan dengan membeli program Anuitas dari perusahaan asuransi jiwa yang dipilih Peserta
    kecuali
    Manfaat Pensiun dibayarkan kepada Pihak Yang Ditunjuk, maka seluruh (100%) Manfaat Pensiun dibayarkan sekaligus
    Peserta meninggal dunia sebelum Usia Pensiun Dipercepat, maka seluruh (100%) Manfaat Pensiun dibayarkan sekaligus
Batasan pembayaran tersebut diatas merupakan nilai yang ditentukan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan dan akan ditentukan dari waktu ke waktu.


Peraturan Menkeu no 91/PMK.05/2005 menyatakan batasan Manfaat Pensiun adalah 100 juta.
Bila belum diperbaharui.

Semoga membantu.



Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!



#31781 From: Christianto Gouw <christgouw@...>
Date: Tue Jan 5, 2010 11:36 am
Subject: Re: Asuransi kesehatan setelah pensiun
lily_el_tj
Send Email Send Email
 
Dear rekans....
Meneruskan tentang masalah backup resiko meninggal dan sakit dengan aset - suatu alternatif juga cuma tetap harus diperhatikan kemampuan financial masing-masing ... walau saat ini sudah memiliki asuransi kesehatan yang cover dalam masa produktif dan sedang menabung untuk memiliki aset di masa pensiun yang "diharapkan" bisa membackup bila ada musibah di masa pensiun, coba dicek ulang. Kalau asuransi kesehatan Anda sd usia 65 tahun saja dan masih memiliki plafon manfaat yang dibatasi per kejadian atau per ketidakmampuan, cukup besar kemungkinan tidak cukup untuk cover biaya sakit penyakit Anda di masa sblm usia 65 th sekalipun dan belum tentu sakit tsb sudah masuk dalam kriteria sakit kritis.

Kami sekeluarga telah mengalaminya - jadi bukan menakuti ada mengada2... atau sekedar promosi produk asuransi doang, yang mana agen asuransipun itu hanya dapat paling 3 -10% real cost of insurance produk asuransi yg cover jangka panjang ini. Sebaliknya, pihak lain yang juga agen asuransi yang masih terikat dengan perusahaan yang mungkin belum memiliki produk asuransi tanpa plafon per kejadian/ketidakmampuan dan hanya cover sd 65 tahun saja, juga harap tidak sekedar mempertahankan argumen akan produk asuransinya saja dengan logika dan tindakan yang belum tentu bisa diterapkan kalangan masyarakat luas di Indonesia dan karenanya justru mengurangi penetrasi asuransi dan potensi agar perusahaan asuransi mau meningkatkan manfaat produk asuransi dan masa covernya agar lebih lama seperti yg saat ini sudah dinikmati rekan2 warga luar negeri - tempat asal perusahaan2 asuransi asing itu berpusat.

Kalau Anda berusia 40th dan masih pensiun 10 tahun lagi, dan harapan hidup hingga usia 80 tahun misalnya. Harap dihitung saat pensiun usia 50 tahun mesti punya aset likuid minimal berapa, bila sekarang saja minimal 1-2M - tentunya bila 10 tahun lagi perlu aset yang lebih besar lagi dong, apakah "nutut" bila misalnya asetnya adalah properti yang bayarnya pake KPR misalnya? Ya kecuali selalu berharap properti harganya naik - padahal belum tentu, dan hal itu salah satu penyebab ada nya krisis subprime mortgage di USA yang berimbas global awal 2008 lalu dan blm 100% pulih sd saat ini - harga2 properti di USA sempat turun hingga 20-30%-bahkan 50% di lokasi2 tertentu... kondisi financial blm benar2 real pulih dengan dasar solid, buktinya bank Sentral US saja belum berani mengembalikan suku bunganya bertahap naik seperti sblm krisis.

Jadi bagi penganut sistem backup dengan aset, baik saat sekarang ataupun saat pensiun nanti, harap sangat diperhatikan dan dihitung lagi manfaat asuransi Anda saat masa produktif ini dan nilai aset backup dan potensi perkembangan nilai aset Anda itu sebelum menggantungkan proteksi resiko kematian dan sakit kritis Anda dalam aset saja pada saat sekarang atau pensiun nanti dan memutuskan berani "mengambil resiko" dengan tidak memperhatikan kepemilikan proteksi asuransi yang baik, apalagi pada saat pensiun...

Semoga sharing ini bermanfaat....
Regards
Christianto




--- Pada Sen, 4/1/10, Peter Hermawan <peter.hermawan@...> menulis:

Dari: Peter Hermawan <peter.hermawan@...>
Judul: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun
Kepada: SSR-Klub@yahoogroups.com
Tanggal: Senin, 4 Januari, 2010, 10:37 PM

 

Hanya penasaran pak, kalau sekarang saya usia 50tahun dan akan dicover. 100juta sampai usia 76thn, diusia tersebut (26 thn dari sekarang) apakah 100jtnya masih berguna ?

Dan apakah sesuai dengan biaya asuransi yang naik terus setiap tahunnya ?

Saya kok setuju dengan pak Budi Rahmat, biarlah aset kita yang melindungi kita ketika kita tua, gunakan asuransi hanya ketika masa produktif.

But, it's your choice

peter
dikirim dari Kantor Pos terdekat®


From: Christianto Gouw <christgouw@yahoo. com>
Date: Mon, 4 Jan 2010 13:06:28 +0800 (SGT)
To: <SSR-Klub@yahoogroup s.com>
Subject: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun

 

Dear rekans,
Untuk asuransi kesehatan dr perusahaan asing saat ini yang mau cover paling lama adalah hingga usia nasabah 76tahun kurang 1 hari adalah ACElife dengan manfaat Cashless - dengan kartu AdMedika - dan semua biaya operasi, dokter, aneka biaya RS, pra dan post rawat inap dibayar sesuai tagihan tanpa dibatasi plafon per kejadian/plafon per ketidakmampuan, hanya dibatasi plafon tahunan saja.

Sehingga dengan manfaat asuransi ACE yang terendah saja yaitu plafon 100jt setahun sd usia 76th tsb, bila terjadi kondisi tiba2 nasabah sakit/mendapat musibah yang mana hanya perlu pembedahan pulang hari/rawat inap 1x24 jam dan biaya hingga 100 juta pun bisa tercover semua. Itu premi per bulannya hanya sekitar 200-500rb sebulan lho (tergantung usia)... dan bayar 10th saja, nggak tll mahal utk manfaat yg kita dapat.

Bila dengan produk yg memiliki plafon per kejadian/per ketidak mampuan, rata2 dalam satu kejadian rawat inap hanya dicover maksimal sekitar 5-15% nilai plafon tahunannya saja. Saya membeli produk ini karena sempat mengalami sendiri ayah mertua saya usia 64th sakit dan hanya 2 malam rawat inap di RS Medistra bln agustus 2009 lalu krn sakit jantung habis sd 178 juta rupiah, dan oktober 2009 ternyata msh perlu operasi lagi hanya 1 malam di Medistra habis 108juta - ironisnya krn asuransi beliau masih dengan plafon2 perkejadian / per ketidakmampuan jadi hanya asuransi membayar klaim sekitar 11 juta saja.... padahal total kami habis 330 juta-an. Tahun depan pun kalau sakit lagi krn beliau sudah lebih dari 65 tahun maka sudah tdk dicover lagi... pdhl resiko mesti operasi lagipun masih ada. Klaim sakit kritis pun hanya keluar 10% karena ini cuma angioplasty/ pasang ring jantung. Jadi saya waktu itu benar2 merasa perlu mereview asuransi2 kesehatan kami sekeluarga shg kelak tdk sampai punya asuransi tp toh tdk cukup seperti ayah mertua saya itu.

Saya ikut produk ACElife sekeluarga Oktober 2009 dan kebetulan waktu pertengahan Desember anak saya usia 3,5th sakit muntaber dan mesti rawat inap di RS Siloam, maka kartu dari ACElife (AdMedika) ini sudah saya pakai klaim dan memang betul2 dibayar sesuai tagihan dan tanpa deposit uang (cashless)  - cukup tunjukkan kartu dan keluar ambil kartunya saja di Siloam. Biaya dokter 4 hari total 1,5 juta rupiah dibayar penuh - padahal dengan manfaat asuransi anak saya di perusahaan sebelumnya (yg sdh saya tutup) hanya dijatah 150rb sehari, jadi saya bersyukur memilih asuransi dengan manfaat terbaik dan cover terlama walaupun memang produk unitlink lebih mahal. Toh premi asuransi anak saya itu di ACE hanya 250rb/bln selama 10th saja.

Saudara sepupu saya dalam waktu hampir bersamaan Desember lalu, 2 orang anaknya juga sakit diare dan dirawat di Siloam juga dengan kartu ACElife yang baru ikut 2 bulan (sama premi Rp250rb/bln) dibayar penuh semuanya - malah jadi untung krn msh dapat santunan harian 250rb per malam di RS yg bisa direimburse. Sehingga saya merasa  puas shg dengan senang hati mereferensikan kepada rekan2 yang memang membutuhkan asuransi kesehatan yg baik. Bukti2 klaim ada lengkap bagi rekans yg ingin bukti nyata.

Untuk jangka panjang dan yg benar2 aman sebaiknya beli yang tanpa plafon per kejadian/ketidakmam puan shg nantinya bila benar2 perlu bisa tercover penuh, tidak seperti kasus ayah mertua saya itu, krn biaya rawat inap RS di Indonesia saja sekarang sudah mahal dan naik tiap tahun. Sebaiknya kita scr berkala review dan buka wawasan akan produk2 asuransi yang terbaru/paling lengkap shg kita tidak ketinggalan jaman dengan memiliki manfaat asuransi yg kurang sesuai dengan kenyataan biaya2 RS sekarang ini. Itupun baru biaya RS di Indonesia, blm bila harus berobat ke luar negeri ....

Semoga sharing ini bermanfaat.. ..

Yang ingin info lebih lanjut silakan japri saja ke christgouw@yahoo. com

Regards
Christianto

--- Pada Ming, 3/1/10, Peter Hermawan <peter.hermawan@ gmail.com> menulis:

Dari: Peter Hermawan <peter.hermawan@ gmail.com>
Judul: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun
Kepada: SSR-Klub@yahoogroup s.com
Tanggal: Minggu, 3 Januari, 2010, 6:51 PM

 

Dear Bp. Robby

Yang bapak jelaskan mengenai produk asuransi lain itu bersifat Cash Plan, artinya penggantian sejumlah uang akibat kehilangan pemasukan karena nasabah tidak dapat bekerja.

Sementara yang bapak jelaskan pada Produk Allianz bersifat Hospital and Surgery. Yang mengcover biaya operasi secara detail.

Kedua produk ini mempunyai karakteristik yang jauh berbeda. Karena itu tidak dapat dibandingkan.

Saat ini hampir setiap asuransi sudah mempunyai produk Hospital and Surgery dan Cashless

Dan jangan lupa minta copy polis untuk produk ini sebelum membeli produk Hospital untuk menghindari kesalah pamahan klaim dikemudian hari.

Semoga ini menjelaskan rekan2 yang lain.

peter
dikirim dari Kantor Pos terdekat®


From: Robby Sepryansyah <robby_250979@ yahoo.co. id>
Date: Sun, 3 Jan 2010 17:11:56 +0800 (SGT)
To: <SSR-Klub@yahoogroup s.com>
Subject: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun

 

Ada...saat ini saya ikut asuransi ALLIANZ untuk ibu saya...kalau anda mau ikut sekarang saat nya karena yang saya tau ALLIANZ tidak menerima jika sudah lewat umur 55 Thn...

Nama Asuransinya SmartHealth Maxi Violet..Preminya beragam dan sistemnya cashless, jadi tidak usah menggunakan dana cash.
Pertimbangan saya ikut ini :
1. Sistemnya Cashless
2. Providernya banyak
3. Semua ditangung hingga operasi besar.

Dibandingkan dengan asuransi yang dihitung per hari :
Misal kita ikut asuransi hospital lain yang ditanggung perhari maks 500 rb...maka kalau operasi usus buntu saja menghabiskan total 10 JT dan hanya 5 hari di RS maka anda hanya di cover 2,5 JT saja

Tapi dengan Allianz maka anda akan di cover semuanya kecuali jika biaya obatnya melebihi limit...tapi yang penting masuk RS tanpa mikirin uang muka dulu...

Untuk lebih jelasnya bisa liat www.allianz. co.id...kalau anda di JKT bisa menghub Bpk.Rusdi (021-91622868) telp aja ..di agent ..nanti minta di jelaskan secara terperinci

Robby


From: kristian wibawanto <k_wibawanto@ yahoo.com>
To: SSR-Klub@yahoogroup s.com
Sent: Thursday, December 31, 2009 22:01:57
Subject: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun

 

Dear all,
 
Saya ingin tanya tentang asuransi kesehatan setelah umur 55 tahun, karena diperusahaan saya setelah pensiun nanti kesehatan tidak lagi ditanggung oleh perusahaan.
Kira-kira ada tidak asuransi yang melayani setelah umur 55 tahun ato seandainya mulai sekarang saya membayar polis setiap tahunnya dan baru digunakan setelah saya berumur 55 tahun.
Mohon sarannya...
 
Terima kasih
Kristian


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)



New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!


Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!



Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!

#31782 From: Budi Rachmat <budi_rachmat@...>
Date: Tue Jan 5, 2010 3:49 pm
Subject: Re: KPR lagi
budi_rachmat
Send Email Send Email
 

Kusuma....,

tujuan anda ber-investasi.... apa...?
... Capital Gain atau Cashflow......?

Properti anda di Bogor adalah investasi yang bertujuan CAPITAL GAIN.
Anda ber-investasi...., hasilnya anda keluar duit... berbentuk cicilan.... s/d 2012.
atau... investasi pada Liability, hasilnya Expenses.

Coba yang kali ini ..... tujuan-nya CASHFLOW....
Anda ber-investasi...., hasilnya anda terima duit...
atau... investasi pada Asset, hasilnya Cashflow.

coba dech .... dan "rasakan bedanya"...
ketika anda ber-investasi ternyata income anda bertambah banyak...

ini adalah contoh properti yang saya tawarkan... tapi sudah terjual, sebagai contoh..

>>> http://wealthstrategyalakiyosaki.com/tawaran-investasi-pada-asset-hasilnya-income-mau

semoga bermanfaat.

BUDI Rachmat
follow me @ http://twitter.com/budi_rachmat




KPR lagi

Posted by: "kusumawidya2004" kusumawidya2008@...  kusumawidya2004

Mon Jan 4, 2010 10:16 pm (PST)



Dear Rekans semua,
Kebetulan saya ada deal beli rumah seharga Rp 575 juta dengan DP sbsr 30% dan sisanya KPR menggunakan Bank Niaga dgn bunga 10%/thn. Yang menjadi masalah adalah DP yg 30% nya ini, kami hanya ada dana sktr 50% nya saja. Ada keinginan untuk ambil KTA guna menambah dana DP kami shg tercapai 30% nya, tapi saya agak ragu krn nantinya berarti ada 2 cicilan yaitu cicilan KTA dan KPR nya itu sendiri, belum lagi biaya2 yang timbul dari transaksi KPR yg cukup besar (bisa diatas 50 jt sendiri). Mohon pencerahannya bagi para suhu property di milist ini mengenai hal ini, apakah sebaiknya saya ambil property ini atau tidak?
Sebagai informasi saya juga ada property berupa rumah di daerah Bogor yg saat ini masih jalan cicilannya sbsr 750 rb/bulan s.d Th 2012 dari 2002, apakah bisa rumah ini dilunasi lalu kemudian Sertifikatnya dijadikan jaminan utk properti ke 2?
Sekali lagi terima kasih atas pencerahannya.

salam,
Kusuma


#31783 From: "Mohamad Anis" <mohamad.anis@...>
Date: Tue Jan 5, 2010 1:54 pm
Subject: Asuransi kesehatan
mohamad.anis
Send Email Send Email
 
Maaf kalo pernah dibahas, saya sedang mempertimbangkan untuk mencari/survey ttg
asuransi kesehatan yg bisa mengcover biaya kesehatan keluarga, terutama saya dan
istri, yg mana mencakup biaya konsultasi dokter, kalo bisa lab, perawatan jln
dll, apakah ada yg seperti itu? Yang bisa diterima di rs swasta,negri di seluruh
indonesia,puskesmas syukur2 sampai keluar negri, yg Perusahannya bonafide, tdk
rumit klaimnya dan terjangkau preminya. Saya usia 37 th, tdk merokok, staff
administrasi, istri, 29,tdk merokok, ibu rt. Mungkin rekan-rekan disini ada yg
bisa sharing saran/pengalaman pribadi ttg hal tsb.. Thanks.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

#31784 From: abah354@...
Date: Wed Jan 6, 2010 7:29 am
Subject: Re: Asuransi kesehatan
abah354
Send Email Send Email
 
Assalamu alaikum wr wb

Salam kenal pak anis

Sepengetahuan saya asuransi kesehatan yg mengcover khusus untuk kumpulan
(korporat), kalau untuk perorangan lebih cenderung untuk rawat inap, kalaupun
ada pasti mahal premi nya...:)


dikirim dari Komplek Peninggilan Permai@...

-----Original Message-----
From: "Mohamad Anis" <mohamad.anis@...>
Date: Tue, 5 Jan 2010 13:54:46
To: <SSR-Klub@yahoogroups.com>
Subject: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan

Maaf kalo pernah dibahas, saya sedang mempertimbangkan untuk mencari/survey ttg
asuransi kesehatan yg bisa mengcover biaya kesehatan keluarga, terutama saya dan
istri, yg mana mencakup biaya konsultasi dokter, kalo bisa lab, perawatan jln
dll, apakah ada yg seperti itu? Yang bisa diterima di rs swasta,negri di seluruh
indonesia,puskesmas syukur2 sampai keluar negri, yg Perusahannya bonafide, tdk
rumit klaimnya dan terjangkau preminya. Saya usia 37 th, tdk merokok, staff
administrasi, istri, 29,tdk merokok, ibu rt. Mungkin rekan-rekan disini ada yg
bisa sharing saran/pengalaman pribadi ttg hal tsb.. Thanks.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

------------------------------------

______________________________________________

Dapatkan buku
"KARYAWAN HARUS NABUNG BIAR MAKMUR..!"
(5 Kiat Praktis Menabung & Berinvestasi bagi Karyawan)
oleh: Safir Senduk ; Harga: Rp 39.800
Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Ingin mendapatkan Artikel & Tanya Jawab Rutin
di email Anda tentang Perencanaan Keuangan?
Kirimkan email kosong Anda ke alamat
SSR-InfodanArtikel-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi www.perencanakeuangan.com
______________________________________________Yahoo! Groups Links

#31785 From: "Peter Hermawan" <peter.hermawan@...>
Date: Wed Jan 6, 2010 7:41 am
Subject: Re: Asuransi kesehatan
petermei3905
Send Email Send Email
 
Coba Allianz pak, dia ada asuransi rawat jalan, melahirkan, gigi dan mata

Semoga bermanfaat

peter
dikirim dari Kantor Pos terdekat®

-----Original Message-----
From: "Mohamad Anis" <mohamad.anis@...>
Date: Tue, 5 Jan 2010 13:54:46
To: <SSR-Klub@yahoogroups.com>
Subject: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan

Maaf kalo pernah dibahas, saya sedang mempertimbangkan untuk mencari/survey ttg
asuransi kesehatan yg bisa mengcover biaya kesehatan keluarga, terutama saya dan
istri, yg mana mencakup biaya konsultasi dokter, kalo bisa lab, perawatan jln
dll, apakah ada yg seperti itu? Yang bisa diterima di rs swasta,negri di seluruh
indonesia,puskesmas syukur2 sampai keluar negri, yg Perusahannya bonafide, tdk
rumit klaimnya dan terjangkau preminya. Saya usia 37 th, tdk merokok, staff
administrasi, istri, 29,tdk merokok, ibu rt. Mungkin rekan-rekan disini ada yg
bisa sharing saran/pengalaman pribadi ttg hal tsb.. Thanks.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

------------------------------------

______________________________________________

Dapatkan buku
"KARYAWAN HARUS NABUNG BIAR MAKMUR..!"
(5 Kiat Praktis Menabung & Berinvestasi bagi Karyawan)
oleh: Safir Senduk ; Harga: Rp 39.800
Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Ingin mendapatkan Artikel & Tanya Jawab Rutin
di email Anda tentang Perencanaan Keuangan?
Kirimkan email kosong Anda ke alamat
SSR-InfodanArtikel-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi www.perencanakeuangan.com
______________________________________________Yahoo! Groups Links

#31786 From: Aang <aangk@...>
Date: Wed Jan 6, 2010 1:34 pm
Subject: Minta Masukannya
aangk
Send Email Send Email
 
Bapak/Ibu,
Saya bebrencana untuk mangambil waralaba makanan, dalam hal ini mie bakso dan telah mengantungi 3 franchise untuk dipilih yaitu Bakso Malang Cak Eko, Bakso Iga Sapi dan Bakmi Gila.

Saya minta masukannya untuk ke tiga waralaba di atas dari segi rasa, harga produknya dan juga kalo ada yang sudah pengalaman minta juga info untuk franchisor support-nya, bagus gak?

Terima kasih.


Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.

#31787 From: garabosi@...
Date: Wed Jan 6, 2010 7:51 am
Subject: Re: Asuransi kesehatan
om_alo
Send Email Send Email
 
Sama saya jg mencari seperti disebutkan dibawah....

Thanks,
Garbo



Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: "Mohamad Anis" <mohamad.anis@...>
Date: Tue, 5 Jan 2010 13:54:46
To: <SSR-Klub@yahoogroups.com>
Subject: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan

Maaf kalo pernah dibahas, saya sedang mempertimbangkan untuk mencari/survey ttg
asuransi kesehatan yg bisa mengcover biaya kesehatan keluarga, terutama saya dan
istri, yg mana mencakup biaya konsultasi dokter, kalo bisa lab, perawatan jln
dll, apakah ada yg seperti itu? Yang bisa diterima di rs swasta,negri di seluruh
indonesia,puskesmas syukur2 sampai keluar negri, yg Perusahannya bonafide, tdk
rumit klaimnya dan terjangkau preminya. Saya usia 37 th, tdk merokok, staff
administrasi, istri, 29,tdk merokok, ibu rt. Mungkin rekan-rekan disini ada yg
bisa sharing saran/pengalaman pribadi ttg hal tsb.. Thanks.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

------------------------------------

______________________________________________

Dapatkan buku
"KARYAWAN HARUS NABUNG BIAR MAKMUR..!"
(5 Kiat Praktis Menabung & Berinvestasi bagi Karyawan)
oleh: Safir Senduk ; Harga: Rp 39.800
Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Ingin mendapatkan Artikel & Tanya Jawab Rutin
di email Anda tentang Perencanaan Keuangan?
Kirimkan email kosong Anda ke alamat
SSR-InfodanArtikel-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi www.perencanakeuangan.com
______________________________________________Yahoo! Groups Links

#31788 From: irwan_arief@...
Date: Thu Jan 7, 2010 1:06 am
Subject: MOHON INFO
irwan_arief@...
Send Email Send Email
 

Mohon info as jiwa konvensional (term life & whole life) yg tidak mempunyai nilai tunai dan yg memiliki nilai tunai serta dgn premi tahunan yg terjangkau cth dgn UP 500 - 1 M kira2 brpa hrga premi thnan nya dan mohon info nama perusahaan asuransi nya. Lbh baik Japri saja utk nama perusahaan asuransinya.

Selanjutnya yg ingin saya tanyakan mgenai as kesehatan utk orang tua yg telah berumur diatas 55thn, as kesehatan spt apa yg sebaiknya diambil, sy masih bingung dgn beberapa penjelasan mgenai as kesehatan tsb krn ada mengcover seluruh biaya dr rs sesuai dgn platform thnan nya dan ada juga yg mengcover hnya scr platform harian saja. Bukannkah utk as kesehatan itu biasanya mengcover smua biaya yg timbul slm sesuai dgn platform yg kita miliki?
 artinya bkn dibatasi scr harian spt biaya dktr per hari mis hnya 150rb saja? tetapi smw biaya dktr yg timbul akan dicover oleh asuransi dlm hari tsb, cth biaya dktr per kunjungan mis 150rb, artinya brpapun jmlh dktr yg mlakukan kunjungan visit mis dktr spesialis lbh dr 1 dktr akan tetap di cover tetapi apabila platform dokter spesialis tsb lbh dari 150rb mk hnya akan timbul excess claim?

#31789 From: david.oktavian2@...
Date: Wed Jan 6, 2010 10:44 am
Subject: Re: Asuransi kesehatan
davidoktavian
Send Email Send Email
 
Dear all,
Saya juga mau kalo ada yg bisa bikinin simulasinya. Saya umur 30 thn, tidak
merokok, dan pekerjaan dlm ruangan. Nanti japri aja kalo ada yg mau nawarin
proposal
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: "Mohamad Anis" <mohamad.anis@...>
Date: Tue, 5 Jan 2010 13:54:46
To: <SSR-Klub@yahoogroups.com>
Subject: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan

Maaf kalo pernah dibahas, saya sedang mempertimbangkan untuk mencari/survey ttg
asuransi kesehatan yg bisa mengcover biaya kesehatan keluarga, terutama saya dan
istri, yg mana mencakup biaya konsultasi dokter, kalo bisa lab, perawatan jln
dll, apakah ada yg seperti itu? Yang bisa diterima di rs swasta,negri di seluruh
indonesia,puskesmas syukur2 sampai keluar negri, yg Perusahannya bonafide, tdk
rumit klaimnya dan terjangkau preminya. Saya usia 37 th, tdk merokok, staff
administrasi, istri, 29,tdk merokok, ibu rt. Mungkin rekan-rekan disini ada yg
bisa sharing saran/pengalaman pribadi ttg hal tsb.. Thanks.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

------------------------------------

______________________________________________

Dapatkan buku
"KARYAWAN HARUS NABUNG BIAR MAKMUR..!"
(5 Kiat Praktis Menabung & Berinvestasi bagi Karyawan)
oleh: Safir Senduk ; Harga: Rp 39.800
Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Ingin mendapatkan Artikel & Tanya Jawab Rutin
di email Anda tentang Perencanaan Keuangan?
Kirimkan email kosong Anda ke alamat
SSR-InfodanArtikel-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi www.perencanakeuangan.com
______________________________________________Yahoo! Groups Links

#31790 From: "Peter Hermawan" <peter.hermawan@...>
Date: Wed Jan 6, 2010 7:40 am
Subject: Re: Asuransi kesehatan setelah pensiun
petermei3905
Send Email Send Email
 
Maaf sebelumnya kalau saya salah pak,

Saya gak ngomong mengenai asuransi kematiannya. Saya penganut asuransi untuk proteksi (saja) kok :-)

Saya hanya membandingkan biaya yang dibayarkan dengan manfaat yang didapat ketika usia nasabah lebih dari 60 tahun (dan masih membayar asuransi kesehatan). Dan membandingkan manfaat kamar 1.5juta (seingat saya manfaat kamar hospital dan surgery terbesar itu kan ?) di 20 tahun lagi.

Setiap orang dapat memasak nasi goreng, tapi rasanya tentu berbeda. Ini nasi goreng ala saya. Saya gak memaksakan kehendak kok :-)

Oh satu lagi, silahkan cek dipasal2 asuransi kesehatan. Kalau gak salah ada pasal tentang "Penanggung berhak menolak perpanjangan asuransi jika dirasa dirasa perlu" bahasa detailnya saya gak apal. Artinya perusahaan asuransi dapat tidak memperpanjang asuransi kesehatan karena nasabah memang mempunyai resiko terus menerus kedepannya.

Terima kasih sharingnya.
Saya mendapat banyak informasi dari anda.

peter
dikirim dari Kantor Pos terdekat®


From: Christianto Gouw <christgouw@...>
Date: Tue, 5 Jan 2010 19:01:09 +0800 (SGT)
To: <SSR-Klub@yahoogroups.com>
Subject: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun

 

Boleh saja Pak kalau mau back up financial terhadap resiko sakit dan meninggal hanya pakai aset, silakan saja - tapi apakah siap bila misal 2-3 bulan lagi meninggal  atau sakit kritis (maaf- ini cuman misalnya saja krn memang ini sudah resiko kehidupan) sudah punya asset tanpa hutang yang bila didepositokan bunganya saja cukup untuk membiayai hidup anak istri seumur hidup, biaya pendidikan, dana darurat dan cadangan bila keluarga yg ditinggalkan itu ternyata juga sakit, plus nilai perkembangannya sudah diperhitungkan dengan nilai inflasi tahunan scr real ?

Apalagi bila sakit yang butuh biaya ratusan juta dan pengobatan berkala seumur hidup spt ayah mertua saya itu baru meninggal, bisa2 asetnya sudah habis dulu buat berobat Pak - sedangkan obatnya saja seumur hidup sebulan minimal 2,5 juta lho. Dan sebelum beliau disarankan operasi ini, sejak 2005 utk maintenance saja sudah konsumsi obat jantung setidaknya 1 jt sebulan, plus cek up 3bln sekali dan ke dokter specialist 1 bln sekali - itu semua rawat jalan saja. Sekarang, walau sudah operasi ring jantung habis 330 juta lebih di RS Medistra tetap mesti maintenance obat saja 2,5jt sebulan juga mesti terapi yang harus di Jakarta dengan biaya 5-6juta satu seri sesi, dokter dan medical cek up rutin, dan ini semua blm termasuk ongkos2 transpor, penginapan. biaya bagi pengantar/penjaga dll.... Jadi rata2 ya sekitar 4 juta -an sebulan seumur hidup blm lagi bila harga obat/dokter naik krn inflasi kan. Terus terang saya justru sayang dengan aset saya nantinya kalau sampai kepake buat hal2 seperti ini lagi nantinya. Karena kejadian ini dana darurat kita  terkuras dan mungkin harus jual salah satu rumah simpanan yang masih dalam proses KPR tahun ke-4 karena hal ini, mengingat kebutuhan biaya ke depan bisa lebih besar lagi dan bisa jadi mendadak sdgkan properti sifatnya tidak likuid. 

Bila "berani" menyatakan diri siap memback up dengan aset, silakan berhitung dengan cermat dulu - apalagi bila Anda memang seorang financial consultant yang cermat. Bila dihitung2 aset likuid 1 milyar saja saat ini didepositokan paling sebulan cuma dapat 0,5 persen bersihnya stlh potongan pajak, yaitu hanya 5 juta saja per bulan, kalau dalam bentuk properti malah belum tentu bisa langsung dijual bila perlu biaya mendadak krn sakit kritis. Itupun bila deposan tiba2 meninggal ngurus keluarnya deposito butuh waktu dan biaya lagi, tdk spt bila punya UP jiwa atau unitlink misalnya sdh ditentukan dari awal siapa ahli warisnya. Kan sudah pernah ada yg bahas di forum ini toh?

Itupun 5 juta per bulannya misal dari bunga deposito ya cuma buat hidup sehari2 kalau pencari nafkah sudah meninggal, istri anak hidup dari asset back up kita tapi tahu2 sakit siapa yang membiayai? Atau mungkin asset likuidnya sudah di atas 5 milyar ya lain cerita, itu bukan kategori financial yang dimiliki kalangan masyarakat biasa.  apa juga bisa mengalahkan nilai inflasi seperti yang anda kuatirkan dengan membeli asuransi kesehatan?

Memang 100 juta pada 10-20 tahun lagi ya jadi tdk bermanfaat spt sekarang  - nggak cuma utk kesehatan saja, utk beli apapun dengan duit cuman 100juta nanti 10-20th lagi ya sudah beda nilainya, makanya mestinya kitapun juga sadar bahwa asuransi pun harus ditambah setidaknya setiap 5-10th sekali, bukan cuman nambah aset saja, drpd beli aset baru KPR bbrp tahun bila sakit kritis eh propertinya mesti dijual plus tambah kena penalti besar bila belum siap. Ya kecuali sudah ada aset warisan milyaran rupiah .... itu lain lagi dan berapa orang Indonesia yg punya warisan dan aset miliaran rupiah saat ini.

Bagi para penganut "back up" resiko meninggal dan sakit hanya dengan aset saja, yang mana aset yang diperlukan untuk "back up" itu harus dihitung yang cermat dulu berapa perlunya, pertanyaan saya adalah:
Apakah sekarang Anda setidaknya sudah punya aset likuid minimal 1-2 Milyar (tergantung jml keluarga/anak yg ditinggalkan) tanpa utang2 lain, sehingga bila 2-3 bulan lagi tahu2 sbg pencari nafkah meninggal / sakit kritis siap scr financial dan tidak sayang dengan aset Anda itu bila dijual/habis atau mending mana pilih beli asuransi jiwa whole life dng UP 1 milyar yang paling setahunnya premi cuma antara 1-5 juta rupiah saja tergantung usia dan bila toh meninggal krn musibah setidaknya keluarga Anda terbackup financial dan aset Anda tidak sampai harus dijual/berkurang karenanya?

Yang jelas saya cukup yakin bahkan 90% lebih rakyat Indonesia saat ini juga bila ditanyai pasti tidak memiliki aset likuid (atau bahkan aset real) 1 milyar per jiwa dan bahkan belum tentu dalam 10 tahun lagi sudah sanggup memiliki aset dng nilai segitu - padahal 10 tahun lagi sudah inflasinya berapa? Bahkan properti dan emas pun blm tentu harganya selalu naik. Depositopun walau dijamin pemerintah tapi juga tidak dijamin terhadap potensi penurunan nilai mata uang -shg bisa saja nilai riil nya merosot walau modalnya dijamin 100%. Jadi pernyataan back up dengan aset ini kenyataannya saya pikir agak sulit diterapkan bagi rakyat Indonesia pada umumnya, dan mungkin dilontarkan tanpa mengerti jelas berapa sebetulnya nilai asset backup likuid dan real yang diperlukan bila benar2 sakit kritis atau ada musibah pada saat ini.

Semoga saja para pengikut backup dengan aset benar2 sudah memiliki aset likuid dan real minimal 1-2 milyar per orang di instrumen yang tahan inflasi (instrumen apa ya?) sehingga bila ada musibah mendadak dlm waktu dekatpun tidak membebani dan mengorbankan masa depan keluarga yang dicintainya. Dan para financial consultant yang menyarankan keluarga Indonesia melakukan backup resiko meninggal/sakit kritis dengan aset menyadari betul berapa nilai aset yang diperlukan untuk itu dan sadar kondisi financial nasabahnya itu sehingga "nasihatnya" tidak membawa orang lain ke dalam situasi yg jauh lebih sulit bila dalam waktu dekat mereka tertimpa musibah karena kita sebagai manusia tidak akan pernah tahu kapan ada musibah walau sudah banyak berdoa dan berusaha.

Thanks and regards
Christianto



--- Pada Sen, 4/1/10, Peter Hermawan <peter.hermawan@gmail.com> menulis:

Dari: Peter Hermawan <peter.hermawan@gmail.com>
Judul: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun
Kepada: SSR-Klub@yahoogroups.com
Tanggal: Senin, 4 Januari, 2010, 10:37 PM

 

Hanya penasaran pak, kalau sekarang saya usia 50tahun dan akan dicover. 100juta sampai usia 76thn, diusia tersebut (26 thn dari sekarang) apakah 100jtnya masih berguna ?

Dan apakah sesuai dengan biaya asuransi yang naik terus setiap tahunnya ?

Saya kok setuju dengan pak Budi Rahmat, biarlah aset kita yang melindungi kita ketika kita tua, gunakan asuransi hanya ketika masa produktif.

But, it's your choice

peter
dikirim dari Kantor Pos terdekat®


From: Christianto Gouw <christgouw@yahoo. com>
Date: Mon, 4 Jan 2010 13:06:28 +0800 (SGT)
To: <SSR-Klub@yahoogroup s.com>
Subject: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun

 

Dear rekans,
Untuk asuransi kesehatan dr perusahaan asing saat ini yang mau cover paling lama adalah hingga usia nasabah 76tahun kurang 1 hari adalah ACElife dengan manfaat Cashless - dengan kartu AdMedika - dan semua biaya operasi, dokter, aneka biaya RS, pra dan post rawat inap dibayar sesuai tagihan tanpa dibatasi plafon per kejadian/plafon per ketidakmampuan, hanya dibatasi plafon tahunan saja.

Sehingga dengan manfaat asuransi ACE yang terendah saja yaitu plafon 100jt setahun sd usia 76th tsb, bila terjadi kondisi tiba2 nasabah sakit/mendapat musibah yang mana hanya perlu pembedahan pulang hari/rawat inap 1x24 jam dan biaya hingga 100 juta pun bisa tercover semua. Itu premi per bulannya hanya sekitar 200-500rb sebulan lho (tergantung usia)... dan bayar 10th saja, nggak tll mahal utk manfaat yg kita dapat.

Bila dengan produk yg memiliki plafon per kejadian/per ketidak mampuan, rata2 dalam satu kejadian rawat inap hanya dicover maksimal sekitar 5-15% nilai plafon tahunannya saja. Saya membeli produk ini karena sempat mengalami sendiri ayah mertua saya usia 64th sakit dan hanya 2 malam rawat inap di RS Medistra bln agustus 2009 lalu krn sakit jantung habis sd 178 juta rupiah, dan oktober 2009 ternyata msh perlu operasi lagi hanya 1 malam di Medistra habis 108juta - ironisnya krn asuransi beliau masih dengan plafon2 perkejadian / per ketidakmampuan jadi hanya asuransi membayar klaim sekitar 11 juta saja.... padahal total kami habis 330 juta-an. Tahun depan pun kalau sakit lagi krn beliau sudah lebih dari 65 tahun maka sudah tdk dicover lagi... pdhl resiko mesti operasi lagipun masih ada. Klaim sakit kritis pun hanya keluar 10% karena ini cuma angioplasty/ pasang ring jantung. Jadi saya waktu itu benar2 merasa perlu mereview asuransi2 kesehatan kami sekeluarga shg kelak tdk sampai punya asuransi tp toh tdk cukup seperti ayah mertua saya itu.

Saya ikut produk ACElife sekeluarga Oktober 2009 dan kebetulan waktu pertengahan Desember anak saya usia 3,5th sakit muntaber dan mesti rawat inap di RS Siloam, maka kartu dari ACElife (AdMedika) ini sudah saya pakai klaim dan memang betul2 dibayar sesuai tagihan dan tanpa deposit uang (cashless)  - cukup tunjukkan kartu dan keluar ambil kartunya saja di Siloam. Biaya dokter 4 hari total 1,5 juta rupiah dibayar penuh - padahal dengan manfaat asuransi anak saya di perusahaan sebelumnya (yg sdh saya tutup) hanya dijatah 150rb sehari, jadi saya bersyukur memilih asuransi dengan manfaat terbaik dan cover terlama walaupun memang produk unitlink lebih mahal. Toh premi asuransi anak saya itu di ACE hanya 250rb/bln selama 10th saja.

Saudara sepupu saya dalam waktu hampir bersamaan Desember lalu, 2 orang anaknya juga sakit diare dan dirawat di Siloam juga dengan kartu ACElife yang baru ikut 2 bulan (sama premi Rp250rb/bln) dibayar penuh semuanya - malah jadi untung krn msh dapat santunan harian 250rb per malam di RS yg bisa direimburse. Sehingga saya merasa  puas shg dengan senang hati mereferensikan kepada rekan2 yang memang membutuhkan asuransi kesehatan yg baik. Bukti2 klaim ada lengkap bagi rekans yg ingin bukti nyata.

Untuk jangka panjang dan yg benar2 aman sebaiknya beli yang tanpa plafon per kejadian/ketidakmam puan shg nantinya bila benar2 perlu bisa tercover penuh, tidak seperti kasus ayah mertua saya itu, krn biaya rawat inap RS di Indonesia saja sekarang sudah mahal dan naik tiap tahun. Sebaiknya kita scr berkala review dan buka wawasan akan produk2 asuransi yang terbaru/paling lengkap shg kita tidak ketinggalan jaman dengan memiliki manfaat asuransi yg kurang sesuai dengan kenyataan biaya2 RS sekarang ini. Itupun baru biaya RS di Indonesia, blm bila harus berobat ke luar negeri ....

Semoga sharing ini bermanfaat.. ..

Yang ingin info lebih lanjut silakan japri saja ke christgouw@yahoo. com

Regards
Christianto

--- Pada Ming, 3/1/10, Peter Hermawan <peter.hermawan@ gmail.com> menulis:

Dari: Peter Hermawan <peter.hermawan@ gmail.com>
Judul: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun
Kepada: SSR-Klub@yahoogroup s.com
Tanggal: Minggu, 3 Januari, 2010, 6:51 PM

 

Dear Bp. Robby

Yang bapak jelaskan mengenai produk asuransi lain itu bersifat Cash Plan, artinya penggantian sejumlah uang akibat kehilangan pemasukan karena nasabah tidak dapat bekerja.

Sementara yang bapak jelaskan pada Produk Allianz bersifat Hospital and Surgery. Yang mengcover biaya operasi secara detail.

Kedua produk ini mempunyai karakteristik yang jauh berbeda. Karena itu tidak dapat dibandingkan.

Saat ini hampir setiap asuransi sudah mempunyai produk Hospital and Surgery dan Cashless

Dan jangan lupa minta copy polis untuk produk ini sebelum membeli produk Hospital untuk menghindari kesalah pamahan klaim dikemudian hari.

Semoga ini menjelaskan rekan2 yang lain.

peter
dikirim dari Kantor Pos terdekat®


From: Robby Sepryansyah <robby_250979@ yahoo.co. id>
Date: Sun, 3 Jan 2010 17:11:56 +0800 (SGT)
To: <SSR-Klub@yahoogroup s.com>
Subject: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun

 

Ada...saat ini saya ikut asuransi ALLIANZ untuk ibu saya...kalau anda mau ikut sekarang saat nya karena yang saya tau ALLIANZ tidak menerima jika sudah lewat umur 55 Thn...

Nama Asuransinya SmartHealth Maxi Violet..Preminya beragam dan sistemnya cashless, jadi tidak usah menggunakan dana cash.
Pertimbangan saya ikut ini :
1. Sistemnya Cashless
2. Providernya banyak
3. Semua ditangung hingga operasi besar.

Dibandingkan dengan asuransi yang dihitung per hari :
Misal kita ikut asuransi hospital lain yang ditanggung perhari maks 500 rb...maka kalau operasi usus buntu saja menghabiskan total 10 JT dan hanya 5 hari di RS maka anda hanya di cover 2,5 JT saja

Tapi dengan Allianz maka anda akan di cover semuanya kecuali jika biaya obatnya melebihi limit...tapi yang penting masuk RS tanpa mikirin uang muka dulu...

Untuk lebih jelasnya bisa liat www.allianz. co.id...kalau anda di JKT bisa menghub Bpk.Rusdi (021-91622868) telp aja ..di agent ..nanti minta di jelaskan secara terperinci

Robby


From: kristian wibawanto <k_wibawanto@ yahoo.com>
To: SSR-Klub@yahoogroup s.com
Sent: Thursday, December 31, 2009 22:01:57
Subject: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun

 

Dear all,
 
Saya ingin tanya tentang asuransi kesehatan setelah umur 55 tahun, karena diperusahaan saya setelah pensiun nanti kesehatan tidak lagi ditanggung oleh perusahaan.
Kira-kira ada tidak asuransi yang melayani setelah umur 55 tahun ato seandainya mulai sekarang saya membayar polis setiap tahunnya dan baru digunakan setelah saya berumur 55 tahun.
Mohon sarannya...
 
Terima kasih
Kristian


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)



New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!


Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!



Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!


#31791 From: "Ca'enk" <qapthit@...>
Date: Thu Jan 7, 2010 4:13 am
Subject: Tanya cara menyelesaikan tunggakan hutang bank
cengagus
Send Email Send Email
 
dear rekan semua,
selamat siang...
mohon sarannya perihal penyelesaian tunggakan hutang ke bank.
saat saya masih bekeja diperusahaan yang lama, sy pinjam uang 15 jt ke bank yang bekerja sama dengan koperasi perusahaan tsb tgl 19 october 2006.
kemudian sy terkena PHK tgl 28 november 2006 karena ada pengurangan karyawan.
sy mendapatkan pesangon sebagai kewajiban perusahaan dan langsung di potong oleh pihak koperasi sebesar 14 jt, dengan asumsi waktu itu untuk melunasi seluruh hutang saya tsb dengan ditambah cicilan pertama ± 600 rb dan Saldo Tabungan dibank 600 rb.
saat itu sy beranggapan sudah selesai urusan utang piutang tersebut. hanya saja tidak ada bukti secara administrasi karena sy pikir pihak koperasi sudah mengurusnya dan saya sudah tidak ada hubungan lagi dengan koperasi dan perusahaan tsb.
sampai tiba hari kemarin tgl 05 januari 2010 saya dihubungi oleh pihak bank pusat untuk segera melunasi tunggakan hutang saya dibank tsb.
dengan jangka waktu 3 tahun tunggakan dan bunga serta dendanya sangat besar yaitu sekitar 4.5 jt an.
yang saya mau tanyakan adalah :
1. Apakah sy masih harus membayar tunggakan tersebut? padahal sudah ada potongan 14 jt dari pesangon
2. Jika sy mendatangi bank tersebut apakah bisa diselesaikan tanpa membayar lagi sepeserpun? dengan harapan pihak asuransi bisa mengcover tunggakan tsb.
3. Jika sy harus tetap membayar tunggakan itu tetapi sy tidak mampu membayarnya karena akhir kontrak kerja di perusahaan yang baru sudah dekat, apa yang harus sy lakukan?
 
sebelumnya sy ucapkan terimakasih, mohon ma'af jika pertanyaannya terlalu banyak.
 
salam,
ca'enk    

#31792 From: Sudiyono <yono12577@...>
Date: Thu Jan 7, 2010 4:27 am
Subject: Bls: Re: DPLK
yono12577
Send Email Send Email
 
Oke Bp. Dimas terima kasih atas penjelasannya yg begitu praktis... Terus terang, saya pribadi lebih suka yg program lumpsum sih, tapi ya apa boleh buat sudah keputusan pemerintah seperti itu... hehehe... Berarti memang kudu cepet2 pindah ke kuadran kanan nih biar hidup di masa tua bisa nyaman...

Salam,
Sudiyono


Dari: Dimas Yoga <dimasyoga@...>
Kepada: SSR-Klub@yahoogroups.com
Terkirim: Sel, 5 Januari, 2010 17:55:04
Judul: [SSR-Klub] Re: DPLK



Dear Pak Sudiyono,

Saya akan mencoba menjelaskan semampu saya pak. 
  • Program Annuitas : Kelebihannya adalah bagi seseorang yang bertipikal safety player, maka orang tersebut akan mendapatkan kepastian pengembalian dana yang tetap setiap bulan sampai dengan batas waktu tertentu. Sedangkan kekurangannya adalah besar dana yang diterima mungkin tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari layaknya dulu ketika masih aktif bekerja, dan pihak penerima dana akan kesulitan untuk dapat berinvestasi atau memutar uangnya di bisnis karena memang dana pensiunnya habis untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Program Lumpsum : Kelebihannya adalah bagi seseorang yang bertipe businessman atau investor, dana pensiun tersebut dapat diputar untuk modal awal membuka bisnis atau untuk kembali diinvestasikan di instrumen yang menjanjikan imbal hasil yang lebih tinggi. Sedangkan kelemahannya adalah pihak penerima dana tidak akan mendapatkan dana rutin bulanan dari dana pensiun. Uang pensiun yang digunakan untuk bisnis atau investasi masih memiliki potensi rugi atau loss jika tidak dikelola dan dimaintain dengan baik.
Kenapa pemerintah seolah-olah memaksakan program ini? Maksudnya yang annuitas ya pak? Karena mungkin pemerintah adalah penganut safety player yang menganggap lebih baik pensiunan pegawai menerima sejumlah uang tertentu setiap bulan asalkan dananya tetap dan dapat untuk menyambung hidup tanpa harus bergantung kepada anak cucu.. :) 


Salam,
Dimas



Pemerintahan yang jujur bersih? Mungkin nggak ya?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

#31793 From: SSR-Klub@yahoogroups.com
Date: Thu Jan 7, 2010 5:05 am
Subject: Acara Radio, 1/7/2010, 3:00 pm
SSR-Klub@yahoogroups.com
Send Email Send Email
 
Reminder from:   SSR-Klub Yahoo! Group
 
Title:   Acara Radio
 
Date:   Thursday January 7, 2010
Time:   3:00 pm - 4:00 pm
Repeats:   This event repeats every week.
Location:   Jakarta
Notes:   Kantong Belanja
Bersama: Ahmad Gozali
Woman Radio 94,3 FM
Jakarta
 
Copyright © 2010  Yahoo! Inc. All Rights Reserved | Terms of Service | Privacy Policy

#31794 From: "ikadidi88" <ika_riyanti@...>
Date: Thu Jan 7, 2010 4:52 am
Subject: Re: KPR lagi
ikadidi88
Send Email Send Email
 
Dear temans,

Jika ada temans yang mempunyai info, apakah benar harga property dari sitaan
bank  dikarenakan tidak sanggup membayar KPR lagi  maka harganya dibawah pasar
..?? Jika benar kemana saya harus mendapatkan  informasinya dan bagaimana sistem
jual belinya apakah menggunakan lelang atau bagaimana, dan apakah orang luar
bisa membelinya??

Terimakasih.

salam--ika


--- In SSR-Klub@yahoogroups.com, "david kesuma" <david.kesuma@...> wrote:
>
> Salam Pak/Bu Kusuma,
>
> Meskipun saya bukan suhu properti dan saat ini baru berencana mengambil
property.
> Saya coba memberikan ide saja :
>
> Pertama :
> Perihal Bank pemberi KPR
> Bank bisa memberikan DP minimum 20 %,
> cari saja bank yang mau kasih jangan terpaku satu bank
> selain DP perlu juga mempertimbangkan fleksibilitas pembayaran
> apakah bisa pelunasan pokok apabila punya uang lebih tanpa dikenai bunga
> Bunga KPR yang ditawarkan ada yang flat dan floating
> Masing-masing adalah kelebihan dan kekurangannya
>
> Kedua :
> Negosiasi sama pemilik rumah masalah pembayaran DP
> apakah boleh dicicil selama beberapa waktu tertentu
> (kalau dikasih kan lumayan tak perlu bayar bunga peminjaman
> tanpa perlu ambil KTA yang dikenakan bunga peminjaman)
> Toh yang punya rumah sudah mendapatkan 70% - 80% dari Bank
> secara kontan pula yang ditransfer ke rekening pemiliknya.
> Bisa juga minta cash diskon kalo pemilik menjual ke pembeli
> langsung karena pemilik tak perlu mengeluarkan
> biaya perantara / makelar.
> ( saya pernah cari sewa ruko buat kantor saya karena via
> broker maka sang pemilik tak mau diskon biaya sewa
> karena harus bayar jasa broker tersebut)
>
> Ketiga :
> Refinacing perumahan di Bogor.
> Bisa ke bank pemberi kredit atau ke bank lain.
> Tergantung bank mana yang mau memberikan penawaran terbaik.
>
> Sebaiknya Anda pikirkan lebih lanjut untuk mengambil properti yang
> baru. Apabila menghasilkan dalam artian bisa disewakan atau dijadikan
> tempat usaha bisa menutupi biaya angsuran properti tersebut silahkan
> diambil. Karena saat ini untuk pembayaran DP 30 % saja Anda kewalahan.
> Amat disayangkan apabila (maaf) kalau terjadi sesuatu yang mengakibatkan
> Anda tak bisa melanjutkan angsuran maka properti ini terpaksa
> Anda jual over kredit nilainya turun atau disita Bank yang akan membuat rumit
> bukan buat Anda pribadi tapi bisa sampai merembet ke keluarga.
> Lebih baik Anda mengambil properti yang prospektif dan tidak memberatkan
> arus kas keuangan Anda dari pada menuruti keinginan memiliki properti
> tapi malah memberatkan Anda.
>
> Untuk lebih jelasnya Anda bisa bisa membaca buku tentang investasi
> di properti yaitu Property Cash Machine karangan Joe Hartanto
> yang bisa didapat di TB Gramedia. (Maaf bukan Promosi).
>
> Semoga Sukses,
>
> David Kesuma
>
>
>   ----- Original Message -----
>   From: kusumawidya2004
>   To: SSR-Klub@yahoogroups.com
>   Sent: Monday, January 04, 2010 2:16 PM
>   Subject: [SSR-Klub] KPR lagi
>
>
>
>   Dear Rekans semua,
>   Kebetulan saya ada deal beli rumah seharga Rp 575 juta dengan DP sbsr 30%
dan sisanya KPR menggunakan Bank Niaga dgn bunga 10%/thn. Yang menjadi masalah
adalah DP yg 30% nya ini, kami hanya ada dana sktr 50% nya saja. Ada keinginan
untuk ambil KTA guna menambah dana DP kami shg tercapai 30% nya, tapi saya agak
ragu krn nantinya berarti ada 2 cicilan yaitu cicilan KTA dan KPR nya itu
sendiri, belum lagi biaya2 yang timbul dari transaksi KPR yg cukup besar (bisa
diatas 50 jt sendiri). Mohon pencerahannya bagi para suhu property di milist ini
mengenai hal ini, apakah sebaiknya saya ambil property ini atau tidak?
>   Sebagai informasi saya juga ada property berupa rumah di daerah Bogor yg
saat ini masih jalan cicilannya sbsr 750 rb/bulan s.d Th 2012 dari 2002, apakah
bisa rumah ini dilunasi lalu kemudian Sertifikatnya dijadikan jaminan utk
properti ke 2?
>   Sekali lagi terima kasih atas pencerahannya.
>
>   salam,
>   Kusuma
>

#31795 From: rolan_napitupulu@...
Date: Thu Jan 7, 2010 6:41 am
Subject: Re: Bls: Re: DPLK
rolan_napitu...
Send Email Send Email
 
Menanggapi program lumpsump pemerintah

Menurut saya, pemerintah dalam hal ini sangat bijak. Karena pada kenyataannya, (saya pernah mendengar suatu survey) bahwa hanya 10% saja dari jumlah pensiunan di salah satu perusahaan besar di indonesia (katakanlah perusahaan x) yang para pensiunannya dalam jangka waktu 3 tahun setelah pensiun masih dapat menjalani gaya hidup yg sama ketika dia belum pensiun (atau dengan kata lain, pensiun dengan bahagia). Sisanya ternyata harus menjalani gaya hidup yg amat berbeda, dalam artian harus melakukan penghematan sana sini dan tak sedikit yg terlilit hutang dan terjebak dalam investasi bodong (atau pensiun dengan tidak bahagia)

Ternyata, hampir dari seluruh pensiunan dari perusahaan itu mengambil pilihan terima dana pensiun dimuka alias lumpsum..

Nah, nampaknya ketika mereka para pensiunan baru ini mendapatkan dana "segar" dan "besar" dimuka, banyak dari mereka yang kurang bijak dan terpancing emosi untuk mengembangbiakkan dananya tanpa/ kurang dibekali pengetahuan mengenai perencanaan keuangan yang tepat. Akibatnya, seperti tadi, investasi gagal atau usaha baru gagal, gaya hidup berlebihan (baru dapet duit sih, jd langsung belanja macem2) dan tanpa sadar dana pensiun tergerus.

Nampaknya pemerintah sudah mempelajari dan menyadari faktor psikologis dari masyarakat indonesia dalam memegang uang. Banyak dari kita yg tidak bisa mengontrol emosi dan berpikir bijak dalam mengelola keuangan, dan menyesal kemudian.

Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: Sudiyono <yono12577@...>
Date: Wed, 6 Jan 2010 20:27:59 -0800 (PST)
To: <SSR-Klub@yahoogroups.com>
Subject: Bls: [SSR-Klub] Re: DPLK

 

Oke Bp. Dimas terima kasih atas penjelasannya yg begitu praktis... Terus terang, saya pribadi lebih suka yg program lumpsum sih, tapi ya apa boleh buat sudah keputusan pemerintah seperti itu... hehehe... Berarti memang kudu cepet2 pindah ke kuadran kanan nih biar hidup di masa tua bisa nyaman...

Salam,
Sudiyono


Dari: Dimas Yoga <dimasyoga@gmail.com>
Kepada: SSR-Klub@yahoogroups.com
Terkirim: Sel, 5 Januari, 2010 17:55:04
Judul: [SSR-Klub] Re: DPLK



Dear Pak Sudiyono,

Saya akan mencoba menjelaskan semampu saya pak. 
  • Program Annuitas : Kelebihannya adalah bagi seseorang yang bertipikal safety player, maka orang tersebut akan mendapatkan kepastian pengembalian dana yang tetap setiap bulan sampai dengan batas waktu tertentu. Sedangkan kekurangannya adalah besar dana yang diterima mungkin tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari layaknya dulu ketika masih aktif bekerja, dan pihak penerima dana akan kesulitan untuk dapat berinvestasi atau memutar uangnya di bisnis karena memang dana pensiunnya habis untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Program Lumpsum : Kelebihannya adalah bagi seseorang yang bertipe businessman atau investor, dana pensiun tersebut dapat diputar untuk modal awal membuka bisnis atau untuk kembali diinvestasikan di instrumen yang menjanjikan imbal hasil yang lebih tinggi. Sedangkan kelemahannya adalah pihak penerima dana tidak akan mendapatkan dana rutin bulanan dari dana pensiun. Uang pensiun yang digunakan untuk bisnis atau investasi masih memiliki potensi rugi atau loss jika tidak dikelola dan dimaintain dengan baik.
Kenapa pemerintah seolah-olah memaksakan program ini? Maksudnya yang annuitas ya pak? Karena mungkin pemerintah adalah penganut safety player yang menganggap lebih baik pensiunan pegawai menerima sejumlah uang tertentu setiap bulan asalkan dananya tetap dan dapat untuk menyambung hidup tanpa harus bergantung kepada anak cucu.. :) 


Salam,
Dimas



Pemerintahan yang jujur bersih? Mungkin nggak ya?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!


#31796 From: Christianto Gouw <christgouw@...>
Date: Thu Jan 7, 2010 7:26 am
Subject: Bls: MOHON INFO
lily_el_tj
Send Email Send Email
 
Sekedar menjawab info yg diminta:
- Bukannkah utk as kesehatan itu biasanya mengcover smua biaya yg timbul slm sesuai dgn platform yg kita miliki?

Asuransi kesehatan mana yang dibilang "biasanya" cover semua biaya yg timbul tsb? Setahu saya justru asuransi kesehatan yg ditawarkan oleh Prudential, Allianz, Manulife dan semua perusahaan asuransi di Indonesia selain di Ace (asing company) dan Sequis (lokal company) tetap ada plafon (bukan platform) per kejadian/ketidakmampuan. Justru baru di ACElife saya nemu yang mau nanggung semua biaya2 sesuai tagihan tanpa plafon per kejadian/ketidakmampuan hanya berdasar plafon tahunan saja.

- artinya bkn dibatasi scr harian spt biaya dktr per hari mis hnya 150rb saja? tetapi smw biaya dktr yg timbul akan dicover oleh asuransi dlm hari tsb, cth biaya dktr per kunjungan mis 150rb, artinya brpapun jmlh dktr yg mlakukan kunjungan visit mis dktr spesialis lbh dr 1 dktr akan tetap di cover tetapi apabila platform dokter spesialis tsb lbh dari 150rb mk hnya akan timbul excess claim?

Setahu saya untuk manfaat "semua biaya dokter yang timbul akan dicover asuransi dalam hari tsb" ya hanya di produk asuransi yang membayar sesuai tagihan dan tanpa plafon kejadian/ketidakmampuan Pak. Setahu saya spt produk P, A dan M masih ada itu plafon2 gitu, jadi misal ikut asuransi manfaat yang kamar 200rb, nah pasti di mereka ada plafon sehari max biaya dokter ditanggung berapa, plafon pembedahan berapa, plafon aneka biaya RS berapa.... gitu, gak bakal dibayar sesuai tagihan kalau melebihi batasan yg ditentukan itu - kan sudah jelas di polis ada plafon batasan manfaat itu. Kalau dr spesialis plafon hariannya di P adalah  150rb - dan max 1 kunjungan sehari. Ada tuh di polisnya.... di A dan M juga ada plafon biaya dokter per hari. Kalau sampai lebih atau timbul excess claim ya artinya itu harus kita tekori sendiri Pak.

Jadi misal anak saya 4 hari di Siloam kalau pake kartu P hanya max dapat cover biaya dokter 4xRp 150rb=600rb - sedangkan karena total habisnya 1,5 juta - kalau Anda pake kartu P otomatis yang 900rb excess klaim ya bayar sendiri dong pas keluar RS. Kalau kita pake asuransi yang dibayar sesuai tagihan spt di ACE baru dicover penuh 1,5juta-nya. Itupun baru biaya dokter, belum lagi kalau sampai perlu pembedahan.

Yang kasus ayah saya itu dengan kartu AIG kelompok, tagihan operasi pertama yg cuma 2 malam di Medistra total 178juta - kamarnya sih murah, yg mahal biaya pembedahan dan aneka biaya RS (spt obat, ring jantungnya dll), hanya ditanggung asuransi 11 juta-an jadi excess klaim yang 167juta ya ditanggung sendiri dan keluarga Pak - syukur2 kalau ada banyak yang mau nyumbang secara sosial, tapi yang jelas bukan ditanggung asuransinya - krn di polis ayah saya itu plafon utk pembedahan angioplasty ring jantung plafon per kejadiannya kecil.

Kalau misal seperti Gus Dur yang sudah jadi pahlawan nasional itu sakitnya - beliau salah seorang yang cukup saya kagumi di Indonesia, dimana waktu sakit bisa pakai 25orang tim dokter, sekali kunjungan 1 orang dr specialist ke pasien di kamar VIP bisa hingga 400-750rb lho kalau di Jakarta - pas hari saat beliau meninggal saja lah anggap saja sehari itu dikunjungi 25 dokter semua full team utk membantu kelangsungan hidup beliau, sudah berapa biaya dokternya? Belum lagi ternyata mesti USG, mesti bedah angiografi, dan prosedur2 penyelamatan darurat medis lain semaksimal mungkin - namanya utk menolong nyawa lho kan harus maksimal. Nah, sehari itu saja dengan sekian banyak dokter, prosedur dan obat/alat yang dipakai pasti puluhan sd ratusan juta kalau dirupiahkan biayanya-dan blm tentu bisa tertolong jiwanya, namanya juga takdir Tuhan. Tapi kan ditanggung negara-ya maklum dong kan mantan presiden, lha kalau kita.... siapa yang nanggung "excess claim" kalau asuransinya sehari cuman kasih plafon max 150-500rb doang utk biaya dokter saja misalnya :)

Jadi bukan salah agen2 asuransi juga lho, karena produk yang bayar sesuai tagihan ini masih baru beredar beberapa bulan saja di Indonesia. Jadi ya sebelum ini tidak ada agen asuransi yang bisa jual asuransi kesehatan dng manfaat spt ini- krn memang belum ada. Sulitnya juga di Indo sistem distribusi asuransi itu - agen diikat di satu perusahaan asuransi saja, sehingga belum tentu mereka tahu dan mau memberikan info produk asuransi yang tercanggih di pasaran kepada calon nasabah. Nggak seperti orang yg punya toko HP atau komputer, ada model dan merk baru yang lebih canggih, dia langsung bisa jual/tawarkan juga yg terbaik utk pembelinya.  Sedangkan asuransi itu macam teknologi juga, makin lama makin canggih juga - tinggal kita aja sbg nasabah milih mau nambah wawasan nggak dan mau nambah canggihnya asuransi kita utk masa depan atau justru milih nambah canggihnya HP dan Blackberry kita saja .... Good luck

Thanks and regards
Christianto

--- Pada Rab, 6/1/10, irwan_arief@... <irwan_arief@...> menulis:

Dari: irwan_arief@... <irwan_arief@...>
Judul: [SSR-Klub] MOHON INFO
Kepada: SSR-Klub@yahoogroups.com
Tanggal: Rabu, 6 Januari, 2010, 5:06 PM

 


Mohon info as jiwa konvensional (term life & whole life) yg tidak mempunyai nilai tunai dan yg memiliki nilai tunai serta dgn premi tahunan yg terjangkau cth dgn UP 500 - 1 M kira2 brpa hrga premi thnan nya dan mohon info nama perusahaan asuransi nya. Lbh baik Japri saja utk nama perusahaan asuransinya.

Selanjutnya yg ingin saya tanyakan mgenai as kesehatan utk orang tua yg telah berumur diatas 55thn, as kesehatan spt apa yg sebaiknya diambil, sy masih bingung dgn beberapa penjelasan mgenai as kesehatan tsb krn ada mengcover seluruh biaya dr rs sesuai dgn platform thnan nya dan ada juga yg mengcover hnya scr platform harian saja. Bukannkah utk as kesehatan itu biasanya mengcover smua biaya yg timbul slm sesuai dgn platform yg kita miliki?
 artinya bkn dibatasi scr harian spt biaya dktr per hari mis hnya 150rb saja? tetapi smw biaya dktr yg timbul akan dicover oleh asuransi dlm hari tsb, cth biaya dktr per kunjungan mis 150rb, artinya brpapun jmlh dktr yg mlakukan kunjungan visit mis dktr spesialis lbh dr 1 dktr akan tetap di cover tetapi apabila platform dokter spesialis tsb lbh dari 150rb mk hnya akan timbul excess claim?



Coba Yahoo! Messenger 10 Beta yang baru
Kini dengan update real-time, panggilan video, dan banyak lagi!

#31797 From: Dimas Yoga <dimasyoga@...>
Date: Thu Jan 7, 2010 7:30 am
Subject: Re: DPLK
dimas.yoga
Send Email Send Email
 
Dear Pak Rolan,

Very nice view pak.. :)
Thanks untuk masukannya.


Salam,
Dimas




Pada 7 Januari 2010 13:41, <rolan_napitupulu@...> menulis:
 

Menanggapi program lumpsump pemerintah

Menurut saya, pemerintah dalam hal ini sangat bijak. Karena pada kenyataannya, (saya pernah mendengar suatu survey) bahwa hanya 10% saja dari jumlah pensiunan di salah satu perusahaan besar di indonesia (katakanlah perusahaan x) yang para pensiunannya dalam jangka waktu 3 tahun setelah pensiun masih dapat menjalani gaya hidup yg sama ketika dia belum pensiun (atau dengan kata lain, pensiun dengan bahagia). Sisanya ternyata harus menjalani gaya hidup yg amat berbeda, dalam artian harus melakukan penghematan sana sini dan tak sedikit yg terlilit hutang dan terjebak dalam investasi bodong (atau pensiun dengan tidak bahagia)

Ternyata, hampir dari seluruh pensiunan dari perusahaan itu mengambil pilihan terima dana pensiun dimuka alias lumpsum..

Nah, nampaknya ketika mereka para pensiunan baru ini mendapatkan dana "segar" dan "besar" dimuka, banyak dari mereka yang kurang bijak dan terpancing emosi untuk mengembangbiakkan dananya tanpa/ kurang dibekali pengetahuan mengenai perencanaan keuangan yang tepat. Akibatnya, seperti tadi, investasi gagal atau usaha baru gagal, gaya hidup berlebihan (baru dapet duit sih, jd langsung belanja macem2) dan tanpa sadar dana pensiun tergerus.

Nampaknya pemerintah sudah mempelajari dan menyadari faktor psikologis dari masyarakat indonesia dalam memegang uang. Banyak dari kita yg tidak bisa mengontrol emosi dan berpikir bijak dalam mengelola keuangan, dan menyesal kemudian.

Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: Sudiyono <yono12577@...>
Date: Wed, 6 Jan 2010 20:27:59 -0800 (PST)
Subject: Bls: [SSR-Klub] Re: DPLK

 

Oke Bp. Dimas terima kasih atas penjelasannya yg begitu praktis... Terus terang, saya pribadi lebih suka yg program lumpsum sih, tapi ya apa boleh buat sudah keputusan pemerintah seperti itu... hehehe... Berarti memang kudu cepet2 pindah ke kuadran kanan nih biar hidup di masa tua bisa nyaman...

Salam,
Sudiyono


Dari: Dimas Yoga <dimasyoga@...>
Kepada: SSR-Klub@yahoogroups.com
Terkirim: Sel, 5 Januari, 2010 17:55:04
Judul: [SSR-Klub] Re: DPLK



Dear Pak Sudiyono,

Saya akan mencoba menjelaskan semampu saya pak. 
  • Program Annuitas : Kelebihannya adalah bagi seseorang yang bertipikal safety player, maka orang tersebut akan mendapatkan kepastian pengembalian dana yang tetap setiap bulan sampai dengan batas waktu tertentu. Sedangkan kekurangannya adalah besar dana yang diterima mungkin tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari layaknya dulu ketika masih aktif bekerja, dan pihak penerima dana akan kesulitan untuk dapat berinvestasi atau memutar uangnya di bisnis karena memang dana pensiunnya habis untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Program Lumpsum : Kelebihannya adalah bagi seseorang yang bertipe businessman atau investor, dana pensiun tersebut dapat diputar untuk modal awal membuka bisnis atau untuk kembali diinvestasikan di instrumen yang menjanjikan imbal hasil yang lebih tinggi. Sedangkan kelemahannya adalah pihak penerima dana tidak akan mendapatkan dana rutin bulanan dari dana pensiun. Uang pensiun yang digunakan untuk bisnis atau investasi masih memiliki potensi rugi atau loss jika tidak dikelola dan dimaintain dengan baik.
Kenapa pemerintah seolah-olah memaksakan program ini? Maksudnya yang annuitas ya pak? Karena mungkin pemerintah adalah penganut safety player yang menganggap lebih baik pensiunan pegawai menerima sejumlah uang tertentu setiap bulan asalkan dananya tetap dan dapat untuk menyambung hidup tanpa harus bergantung kepada anak cucu.. :) 


Salam,
Dimas



Pemerintahan yang jujur bersih? Mungkin nggak ya?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!



#31798 From: asep allifa <aseptuh@...>
Date: Thu Jan 7, 2010 10:18 am
Subject: BC@ need info KPR
aseptuh
Send Email Send Email
 
dear all

teruntuk yang memahami bidang per-KPR-an, mohon bantuannya.

saya rencana mau beli rumah secondary via KPR Mandiri, namun rumah tersbut sudah ada yng lbih dahulu diajukan KPR oleh orng lain melalui BTN. info terakhir dari pmilik rumah bahwa proses rumah yng diajukan via BTN sudah di setujui bulan desember tinggal pencairan, namun pencairan tidak bisa dilakukan oleh BTN karena ini bulan "JANUARY", jadi dibulan february baru bisa cair.

pemilik rumah kembali menawarkan kepada saya, jika saya mengajukan KPR via mandiri, dari proses sampai dengan pencairan bisa di bulan january, maka yang via BTN dibatalkan.

1. Apakah benar BTN tidak bisa melakukan pencairan dibulan January ?
2. Apakah yng namanya pencairan kredit sudah masuk 90% tersetujui oleh bank ?
3. Berapa lama Pencairan kredit setelah akad kredit ?
4. Bolehkan mengajukan KPR dari beberapa bank ? positip dan negatifnya ??

terima kasih untuk pencerahannya...

as3p


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

#31799 From: andi suhandi <suhandi_01@...>
Date: Fri Jan 8, 2010 6:41 am
Subject: Re: Minta Masukannya
suhandi_01
Send Email Send Email
 
Yang saya tahu ketiganya bagus, Pak.
Tapi mungkin yang lebih sudah berpengalaman adalah Bakso Malang Cak Eko.
 
BTW, saya punya franchisenya Bakmie Raos yang akan saya jual.  Harga biasa sekarang sekitar 25 Juta.
Saya akan jual 10 juta saja lengkap semua peralatannya.
 
Kalau tertarik silakan hubungi saya di 081385753841.
 
Terima kasih.
Andi

 


From: Aang <aangk@...>
To: SSR-Klub@yahoogroups.com
Sent: Wed, January 6, 2010 8:34:23 PM
Subject: [SSR-Klub] Minta Masukannya

 

Bapak/Ibu,
Saya bebrencana untuk mangambil waralaba makanan, dalam hal ini mie bakso dan telah mengantungi 3 franchise untuk dipilih yaitu Bakso Malang Cak Eko, Bakso Iga Sapi dan Bakmi Gila.

Saya minta masukannya untuk ke tiga waralaba di atas dari segi rasa, harga produknya dan juga kalo ada yang sudah pengalaman minta juga info untuk franchisor support-nya, bagus gak?

Terima kasih.


Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com.



#31800 From: Christianto Gouw <christgouw@...>
Date: Thu Jan 7, 2010 12:01 pm
Subject: Re: Asuransi kesehatan setelah pensiun
lily_el_tj
Send Email Send Email
 
Saya menghargai kebesaran hati orang yang mau minta maaf - padahal belum tentu yang salah yg minta maaf lho, bisa jadi saya jg yang salah paham. Saya juga penganut idealisme asuransi untuk proteksi dan sebaiknya semaksimal mungkin dipisah dengan investasi. Tapi sebagai anggota masyarakat Indonesia yg "unik" ini, saya jadi sangat menyadari sulitnya penetrasi asuransi (dan banyak hal lain yg sebenarnya perlu) di Indonesia bila tanpa kemasan lain yg memenuhi kebutuhan emosi masyarakat sini, misal asuransi dikemas dengan investasi yg memungkinkan emosi "potensi uang kembali" cukup terpuaskan - saya bilang emosi krn memang semua sudah ditulis jelas di proposal bhw kinerja investasi tidak dijamin - jadi nggak salah agen dan perusahaan asuransinya juga.

Tapi kenyataan yg tdk bisa dipungkiri, dengan tambahan unsur potensi pemuasan emosi yg jadi dasar keinginan masyarakat itu, maka unitlink ini besar di pasaran. Jadi justru saya salut dengan jenius nya perancang produk unitlink yg memang sasarannya adl negara2 dng insurance minded rendah spt negara kita. Sehingga walau sempat juga dulu mikir, kok jadi mahal ya ...  tapi dengan pemahaman tadi itu saya akhirnya bisa menerima kenyataan produk unitlink asuransi sebagai suatu realita yang masih cukup bisa diterima karena toh walau dikemas dengan investasi  paling kenaikan biaya2nya cuman sekitar 10-15% dari produk dasarnya yang term-insurance, dan justru efek sampingnya yang baik adalah bisa meningkatkan penetrasi asuransi dengan cukup signifikan di Indonesia & emerging market lainnya.

Daripada karena kita berusaha dng maksud baik menyadarkan masyarakat tapi ternyata kenyataannya toh masyarakat yang menerima maksud itu hanya "separuh jalan nyantolnya" sehingga jadinya malah terlalu fokus justru ke biaya2nya bukan fokus manfaat2 & pentingnya asuransinya dulu plus wawasan mengenal produk2 asuransi yg ada di pasaran scr real. Malah skrg jadi ada orang2 yg "pokoknya gak mau yang unitlink krn katanya kan mahal... tuh ada bukunya Jangan beli unitlink gitu...", walau sekarang ada unitlink yg manfaatnya beda dng term insurance. Semua produk asuransi term insurance kesehatan pakai plafon2 per kejadian/per ketidakmampuan plus sd usia 65 saja covernya misalnya sehingga probabilitas bisa cover penyakit yang butuh biaya tinggi & blm masuk kriteria sakit kritis justru kecil.

Menjawab pertanyaan atau pernyataan... ttg manfaat nilai asuransi kesehatan dibanding dng inflasi saat usia nasabah 60th nanti (kemungkinan skrg nasabah baru 35-40th) .... saya pikir, ini pendapat  lho - bukan memaksa juga .... manfaat hospital surgery tidak bisa dilihat dari manfaat harga kamarnya saja. Bila benar2 pernah mengalami atau mengurus klaim nasabah yg sakit dng biaya tinggi dan hanya memiliki produk asuransi dengan plafon per kejadian/ketidakmampuan pasti tahu jelas hal ini. Kasus real ayah mertua sy itu - 2 malam di Medistra kamarnya cuma kelas 3 - saya sampai lupa, mungkin ya hanya 150-200rb semalam lah - padahal total biaya habis 178juta. Manfaat hospital surgery (bukan santunan harian) itu jelas lebih ditekankan pada cover biaya dokter, aneka biaya RS (obat2, alat2 dsb), pembedahan, pre-post rawat inap - bukan biaya kamarnya yang cuman sangat kecil itu. Mari coba dibandingkan spt ini....

Kalau di asuransi Ace dengan kamar 1,5juta maka plafon tahunannya adalah 750juta dan bisa diklaim bahkan bila pembedahan pulang hari atau rawat inap 1x24jam saja sd 750jt juga. Sedangkan bila di produk dengan manfaat kamar yang sama (1,5jt)  di perusahaan P,M atau A yang penuh dengan plafon2 kejadian itu - paling2 satu kejadian hanya terbayar 10-30% total plafon tahunannya saja. Jadi walau sama2 dng manfaat kamar 1,5jt/hari dan plafon tahunan sama 750jt pun tapi bila dibanding yg ada plafon2 per kejadian itu maka bila sakitnya perlu 750 juta sekali kejadian di Ace bisa terbayar full, di asuransi lain paling keluar Rp 75-200 juta saja - sehingga yang 550 juta ya "excess claim" alias harus bayar sendiri. Padahal manfaat kamarnya sama, plafon tahunan sama. Walau ada plus asuransi santunan harian 1juta sehari sekalipun lah wong di RS cuman 2 hari, ya nggak banyak mbantu juga.

Memang sekarang manfaat asuransi kesehatan 750juta cukup besar, tp sudah pasti krn inflasi 20 tahun lagi "gak berasa" - ya iyalah semua barang/jasa juga naik 20th lagi, bukan cuma biaya RS saja ... justru karena itu, logikanya ya dalam 5-10 tahun lagi silakan nambah manfaat asuransinya sesuai inflasi kalau mau cukup, bukan justru menghindari beli manfaat  asuransi yang ada sekarang krn "cuma" 750 juta misalnya hanya karena mikirin manfaatnya 20th lagi sudah berkurang-shg nyari yg mau cover kesehatan sd 5milyar misalnya - hanya karena mikir agar bisa cukup utk 20th lagi - pdhl blm ada itu produknya sekarang ini. Ya beli aja yang segitu dulu, nanti 5-10 tahun lagi kalo biaya2 RS sudah berlipat baru nambah, sekarang beli asuransi kegedean buat ngatasi inflasi 20-30th lagi juga buat apa?

Oh ya, semua asuransi di Indonesia yg jiwa dan kesehatan baik unitlink maupun term insurance kelihatannya memang blm ada itu guarantee renewability. Baik dengan ada tulisan bisa saja tidak diperpanjang dng jelas, atau dengan berbagai bahasa lbh halus lainnya. Why? Karena yg guarantee renewability seperti di luar negeri itu, preminya sangat mahal utk ukuran rakyat Indonesia yg penetrasi asuransinya kecil & pendapatan per kapita kecil. So, kalau asuransi yang non guarantee aja sudah susah jualnya apalagi yang mau pake guarantee renewability segala. Ibarat di sini minta mobil yang full airbag di setir, bodi kiri kanan, alarm, bodi titanium, kaca antipeluru, mesin kuat, speed tinggi dll agar jauh lbh tahan semua "resiko" plus keren macam mobil balap Ferari yg seri tinggi - padahal rata2 org sini paling naiknya ya toyota, honda aja - paling2 ya alphard deh... siapa yang bisa beli ferari? Jelas naik avanza beda dng ferari yang kelas tinggi - beda "kekuatannya" bahkan bila nabrak sekalipun tapi... siapa yang mau&mampu beli di Indonesia. Yah, kita realistis ajalah yg mau beli asuransi sekelas ferari itu silakan beli ke luar negeri saja  impor langsung, termasuk asuransi-mau yg full guarantee renewability, ya beli aja langsung ke pusatnya di Eropa/negara maju lainnya  dan siap saja dana yang besar dulu tentunya.

Maunya sih saya juga idealis -semua orang Indo kaya raya bisa beli ini itu, dulunya sih saya juga lebih sangat idealis - jengkel banget bila ada orang "dibodohi" seperti... kok mau2nya sih beli produk unitlink yg mahal itu misalnya, maunya juga sih .... perusahaan asuransi jual produk yang manfaatnya bagus, gak usah dikemas unitlink biar kita bisa beli barang bagus dengan murah, tapi lah kenyataannya nggak ada di Indo - kalo mereka jual dng bentuk term insurance tanpa link dng investasi, bisa2 yang beli cuma yang ngerti masalah term insurance aja, ya kita2 yg ngerti yang senang krn bisa beli dengan murah, tapi bisa jadi efek sampingnya rekan2 di daerah yang nggak ngerti, yg awam, yg asalnya anti asuransi, yg nggak baca buku financial (ini bisa 70% lebih penduduk Indonesia) justru gak mau beli asuransi bila gak ada "potensi uang kembali"nya itu -  yang padahal jelas ditulis dari di proposal bahwa tidak dijamin dan cuma ilustrasi itu. Kalau gitu realita efek sampingnya di negara kita ini yang penetrasi asuransi paling baru 5% penduduk, maka apa justru bukan kita yang salah jadinya hanya karena idealisme agar produk asuransi harus selalu dijual dengan real costnya alias "naked" hanya agar kita2 yang ngerti bisa membeli dengan harga lebih murah? Sedangkan yg nggak ngerti justru gak mau beli karenanya.

Saya yakin bila nanti penetrasi asuransi sudah setidaknya 30-50% penduduk, pasti jauh lebih gampang dan realistis bila mau "menyingkirkan" produk unitlink yang berbiaya mahal krn demandnya akan turun sendiri dng meningkatnya kesadaran akan asuransi. Kita harus akui biaya mahal itu di produk asuransi muncul krn sulitnya jualan asuransi di sini - tingkat mobilitas dan tingkat tertolaknya agen cukup besar, shg bila tidak dengan biaya marketing (komisi) tinggi dan "dibayar di depan" - ya pasti  tidak banyak yang mau jual asuransi. Dari segi  bisnis, bagi yg mau full time -  repotnya sama tapi profitnya  masih mending jual produk MLM yang bisa cwan hingga 50-70% lebih dari real cost produknya & jual putus sifatnya - lha jual asuransi profit paling antara 3-10% dr real cost of product, plus msh mesti urus klaim seumur hidup nasabah, sdgkan di MLM gak perlu sertifikasi lah, gak diikat di satu perusahaan, gak dipotong pajak langsung dll ... :)

Welcome to the real world.... saya sih gak fanatik harus di perusahaan ini atau itu-yg mana yg sy pikir bagus ya boleh lah kita sharing kan-mau beli syukur gak mau ya udah, toh bkn income utama. Biar mau belinya lewat broker asuransi pun tidak semua perusahaan asuransi mau menjual produk melalui kanal broker. Jadi walau kita mau konsultasi ke broker asuransi pun blm tentu dia mau/bisa tawarkan produk yg terbaik juga kpd nasabah, dan pihak brokerpun blm tentu rela bila para agen asuransi bisa jual banyak produk spt mereka krn para broker diminta jaminan uang yg cukup besar oleh pemerintah utk dapat status broker asuransi. Jadi sistem distribusi asuransi di Indonesiapun jg kurang menguntungkan nasabah pada umumnya shg tetap sbg nasabah justru kita harus lbh mau aktif cari tahu sendiri mana yg terbaik, bukannya sekedar tergantung siapa agen kenalan yg mampir menawarkan produknya duluan - yah, itu sih idealnya :) tp msh mending punya daripada nggak punya asuransi sama sekali tapi duitnya dipake buat keperluan ganti2 HP atau konsumtif yg lain.

Regards
Chris




--- Pada Sel, 5/1/10, Peter Hermawan <peter.hermawan@...> menulis:

Dari: Peter Hermawan <peter.hermawan@...>
Judul: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun
Kepada: SSR-Klub@yahoogroups.com
Tanggal: Selasa, 5 Januari, 2010, 11:40 PM

 

Maaf sebelumnya kalau saya salah pak,

Saya gak ngomong mengenai asuransi kematiannya. Saya penganut asuransi untuk proteksi (saja) kok :-)

Saya hanya membandingkan biaya yang dibayarkan dengan manfaat yang didapat ketika usia nasabah lebih dari 60 tahun (dan masih membayar asuransi kesehatan). Dan membandingkan manfaat kamar 1.5juta (seingat saya manfaat kamar hospital dan surgery terbesar itu kan ?) di 20 tahun lagi.

Setiap orang dapat memasak nasi goreng, tapi rasanya tentu berbeda. Ini nasi goreng ala saya. Saya gak memaksakan kehendak kok :-)

Oh satu lagi, silahkan cek dipasal2 asuransi kesehatan. Kalau gak salah ada pasal tentang "Penanggung berhak menolak perpanjangan asuransi jika dirasa dirasa perlu" bahasa detailnya saya gak apal. Artinya perusahaan asuransi dapat tidak memperpanjang asuransi kesehatan karena nasabah memang mempunyai resiko terus menerus kedepannya.

Terima kasih sharingnya.
Saya mendapat banyak informasi dari anda.

peter
dikirim dari Kantor Pos terdekat®


From: Christianto Gouw <christgouw@yahoo. com>
Date: Tue, 5 Jan 2010 19:01:09 +0800 (SGT)
To: <SSR-Klub@yahoogroup s.com>
Subject: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun

 

Boleh saja Pak kalau mau back up financial terhadap resiko sakit dan meninggal hanya pakai aset, silakan saja - tapi apakah siap bila misal 2-3 bulan lagi meninggal  atau sakit kritis (maaf- ini cuman misalnya saja krn memang ini sudah resiko kehidupan) sudah punya asset tanpa hutang yang bila didepositokan bunganya saja cukup untuk membiayai hidup anak istri seumur hidup, biaya pendidikan, dana darurat dan cadangan bila keluarga yg ditinggalkan itu ternyata juga sakit, plus nilai perkembangannya sudah diperhitungkan dengan nilai inflasi tahunan scr real ?

Apalagi bila sakit yang butuh biaya ratusan juta dan pengobatan berkala seumur hidup spt ayah mertua saya itu baru meninggal, bisa2 asetnya sudah habis dulu buat berobat Pak - sedangkan obatnya saja seumur hidup sebulan minimal 2,5 juta lho. Dan sebelum beliau disarankan operasi ini, sejak 2005 utk maintenance saja sudah konsumsi obat jantung setidaknya 1 jt sebulan, plus cek up 3bln sekali dan ke dokter specialist 1 bln sekali - itu semua rawat jalan saja. Sekarang, walau sudah operasi ring jantung habis 330 juta lebih di RS Medistra tetap mesti maintenance obat saja 2,5jt sebulan juga mesti terapi yang harus di Jakarta dengan biaya 5-6juta satu seri sesi, dokter dan medical cek up rutin, dan ini semua blm termasuk ongkos2 transpor, penginapan. biaya bagi pengantar/penjaga dll.... Jadi rata2 ya sekitar 4 juta -an sebulan seumur hidup blm lagi bila harga obat/dokter naik krn inflasi kan. Terus terang saya justru sayang dengan aset saya nantinya kalau sampai kepake buat hal2 seperti ini lagi nantinya. Karena kejadian ini dana darurat kita  terkuras dan mungkin harus jual salah satu rumah simpanan yang masih dalam proses KPR tahun ke-4 karena hal ini, mengingat kebutuhan biaya ke depan bisa lebih besar lagi dan bisa jadi mendadak sdgkan properti sifatnya tidak likuid. 

Bila "berani" menyatakan diri siap memback up dengan aset, silakan berhitung dengan cermat dulu - apalagi bila Anda memang seorang financial consultant yang cermat. Bila dihitung2 aset likuid 1 milyar saja saat ini didepositokan paling sebulan cuma dapat 0,5 persen bersihnya stlh potongan pajak, yaitu hanya 5 juta saja per bulan, kalau dalam bentuk properti malah belum tentu bisa langsung dijual bila perlu biaya mendadak krn sakit kritis. Itupun bila deposan tiba2 meninggal ngurus keluarnya deposito butuh waktu dan biaya lagi, tdk spt bila punya UP jiwa atau unitlink misalnya sdh ditentukan dari awal siapa ahli warisnya. Kan sudah pernah ada yg bahas di forum ini toh?

Itupun 5 juta per bulannya misal dari bunga deposito ya cuma buat hidup sehari2 kalau pencari nafkah sudah meninggal, istri anak hidup dari asset back up kita tapi tahu2 sakit siapa yang membiayai? Atau mungkin asset likuidnya sudah di atas 5 milyar ya lain cerita, itu bukan kategori financial yang dimiliki kalangan masyarakat biasa.  apa juga bisa mengalahkan nilai inflasi seperti yang anda kuatirkan dengan membeli asuransi kesehatan?

Memang 100 juta pada 10-20 tahun lagi ya jadi tdk bermanfaat spt sekarang  - nggak cuma utk kesehatan saja, utk beli apapun dengan duit cuman 100juta nanti 10-20th lagi ya sudah beda nilainya, makanya mestinya kitapun juga sadar bahwa asuransi pun harus ditambah setidaknya setiap 5-10th sekali, bukan cuman nambah aset saja, drpd beli aset baru KPR bbrp tahun bila sakit kritis eh propertinya mesti dijual plus tambah kena penalti besar bila belum siap. Ya kecuali sudah ada aset warisan milyaran rupiah .... itu lain lagi dan berapa orang Indonesia yg punya warisan dan aset miliaran rupiah saat ini.

Bagi para penganut "back up" resiko meninggal dan sakit hanya dengan aset saja, yang mana aset yang diperlukan untuk "back up" itu harus dihitung yang cermat dulu berapa perlunya, pertanyaan saya adalah:
Apakah sekarang Anda setidaknya sudah punya aset likuid minimal 1-2 Milyar (tergantung jml keluarga/anak yg ditinggalkan) tanpa utang2 lain, sehingga bila 2-3 bulan lagi tahu2 sbg pencari nafkah meninggal / sakit kritis siap scr financial dan tidak sayang dengan aset Anda itu bila dijual/habis atau mending mana pilih beli asuransi jiwa whole life dng UP 1 milyar yang paling setahunnya premi cuma antara 1-5 juta rupiah saja tergantung usia dan bila toh meninggal krn musibah setidaknya keluarga Anda terbackup financial dan aset Anda tidak sampai harus dijual/berkurang karenanya?

Yang jelas saya cukup yakin bahkan 90% lebih rakyat Indonesia saat ini juga bila ditanyai pasti tidak memiliki aset likuid (atau bahkan aset real) 1 milyar per jiwa dan bahkan belum tentu dalam 10 tahun lagi sudah sanggup memiliki aset dng nilai segitu - padahal 10 tahun lagi sudah inflasinya berapa? Bahkan properti dan emas pun blm tentu harganya selalu naik. Depositopun walau dijamin pemerintah tapi juga tidak dijamin terhadap potensi penurunan nilai mata uang -shg bisa saja nilai riil nya merosot walau modalnya dijamin 100%. Jadi pernyataan back up dengan aset ini kenyataannya saya pikir agak sulit diterapkan bagi rakyat Indonesia pada umumnya, dan mungkin dilontarkan tanpa mengerti jelas berapa sebetulnya nilai asset backup likuid dan real yang diperlukan bila benar2 sakit kritis atau ada musibah pada saat ini.

Semoga saja para pengikut backup dengan aset benar2 sudah memiliki aset likuid dan real minimal 1-2 milyar per orang di instrumen yang tahan inflasi (instrumen apa ya?) sehingga bila ada musibah mendadak dlm waktu dekatpun tidak membebani dan mengorbankan masa depan keluarga yang dicintainya. Dan para financial consultant yang menyarankan keluarga Indonesia melakukan backup resiko meninggal/sakit kritis dengan aset menyadari betul berapa nilai aset yang diperlukan untuk itu dan sadar kondisi financial nasabahnya itu sehingga "nasihatnya" tidak membawa orang lain ke dalam situasi yg jauh lebih sulit bila dalam waktu dekat mereka tertimpa musibah karena kita sebagai manusia tidak akan pernah tahu kapan ada musibah walau sudah banyak berdoa dan berusaha.

Thanks and regards
Christianto



--- Pada Sen, 4/1/10, Peter Hermawan <peter.hermawan@ gmail.com> menulis:

Dari: Peter Hermawan <peter.hermawan@ gmail.com>
Judul: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun
Kepada: SSR-Klub@yahoogroup s.com
Tanggal: Senin, 4 Januari, 2010, 10:37 PM

 

Hanya penasaran pak, kalau sekarang saya usia 50tahun dan akan dicover. 100juta sampai usia 76thn, diusia tersebut (26 thn dari sekarang) apakah 100jtnya masih berguna ?

Dan apakah sesuai dengan biaya asuransi yang naik terus setiap tahunnya ?

Saya kok setuju dengan pak Budi Rahmat, biarlah aset kita yang melindungi kita ketika kita tua, gunakan asuransi hanya ketika masa produktif.

But, it's your choice

peter
dikirim dari Kantor Pos terdekat®


From: Christianto Gouw <christgouw@yahoo. com>
Date: Mon, 4 Jan 2010 13:06:28 +0800 (SGT)
To: <SSR-Klub@yahoogroup s.com>
Subject: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun

 

Dear rekans,
Untuk asuransi kesehatan dr perusahaan asing saat ini yang mau cover paling lama adalah hingga usia nasabah 76tahun kurang 1 hari adalah ACElife dengan manfaat Cashless - dengan kartu AdMedika - dan semua biaya operasi, dokter, aneka biaya RS, pra dan post rawat inap dibayar sesuai tagihan tanpa dibatasi plafon per kejadian/plafon per ketidakmampuan, hanya dibatasi plafon tahunan saja.

Sehingga dengan manfaat asuransi ACE yang terendah saja yaitu plafon 100jt setahun sd usia 76th tsb, bila terjadi kondisi tiba2 nasabah sakit/mendapat musibah yang mana hanya perlu pembedahan pulang hari/rawat inap 1x24 jam dan biaya hingga 100 juta pun bisa tercover semua. Itu premi per bulannya hanya sekitar 200-500rb sebulan lho (tergantung usia)... dan bayar 10th saja, nggak tll mahal utk manfaat yg kita dapat.

Bila dengan produk yg memiliki plafon per kejadian/per ketidak mampuan, rata2 dalam satu kejadian rawat inap hanya dicover maksimal sekitar 5-15% nilai plafon tahunannya saja. Saya membeli produk ini karena sempat mengalami sendiri ayah mertua saya usia 64th sakit dan hanya 2 malam rawat inap di RS Medistra bln agustus 2009 lalu krn sakit jantung habis sd 178 juta rupiah, dan oktober 2009 ternyata msh perlu operasi lagi hanya 1 malam di Medistra habis 108juta - ironisnya krn asuransi beliau masih dengan plafon2 perkejadian / per ketidakmampuan jadi hanya asuransi membayar klaim sekitar 11 juta saja.... padahal total kami habis 330 juta-an. Tahun depan pun kalau sakit lagi krn beliau sudah lebih dari 65 tahun maka sudah tdk dicover lagi... pdhl resiko mesti operasi lagipun masih ada. Klaim sakit kritis pun hanya keluar 10% karena ini cuma angioplasty/ pasang ring jantung. Jadi saya waktu itu benar2 merasa perlu mereview asuransi2 kesehatan kami sekeluarga shg kelak tdk sampai punya asuransi tp toh tdk cukup seperti ayah mertua saya itu.

Saya ikut produk ACElife sekeluarga Oktober 2009 dan kebetulan waktu pertengahan Desember anak saya usia 3,5th sakit muntaber dan mesti rawat inap di RS Siloam, maka kartu dari ACElife (AdMedika) ini sudah saya pakai klaim dan memang betul2 dibayar sesuai tagihan dan tanpa deposit uang (cashless)  - cukup tunjukkan kartu dan keluar ambil kartunya saja di Siloam. Biaya dokter 4 hari total 1,5 juta rupiah dibayar penuh - padahal dengan manfaat asuransi anak saya di perusahaan sebelumnya (yg sdh saya tutup) hanya dijatah 150rb sehari, jadi saya bersyukur memilih asuransi dengan manfaat terbaik dan cover terlama walaupun memang produk unitlink lebih mahal. Toh premi asuransi anak saya itu di ACE hanya 250rb/bln selama 10th saja.

Saudara sepupu saya dalam waktu hampir bersamaan Desember lalu, 2 orang anaknya juga sakit diare dan dirawat di Siloam juga dengan kartu ACElife yang baru ikut 2 bulan (sama premi Rp250rb/bln) dibayar penuh semuanya - malah jadi untung krn msh dapat santunan harian 250rb per malam di RS yg bisa direimburse. Sehingga saya merasa  puas shg dengan senang hati mereferensikan kepada rekan2 yang memang membutuhkan asuransi kesehatan yg baik. Bukti2 klaim ada lengkap bagi rekans yg ingin bukti nyata.

Untuk jangka panjang dan yg benar2 aman sebaiknya beli yang tanpa plafon per kejadian/ketidakmam puan shg nantinya bila benar2 perlu bisa tercover penuh, tidak seperti kasus ayah mertua saya itu, krn biaya rawat inap RS di Indonesia saja sekarang sudah mahal dan naik tiap tahun. Sebaiknya kita scr berkala review dan buka wawasan akan produk2 asuransi yang terbaru/paling lengkap shg kita tidak ketinggalan jaman dengan memiliki manfaat asuransi yg kurang sesuai dengan kenyataan biaya2 RS sekarang ini. Itupun baru biaya RS di Indonesia, blm bila harus berobat ke luar negeri ....

Semoga sharing ini bermanfaat.. ..

Yang ingin info lebih lanjut silakan japri saja ke christgouw@yahoo. com

Regards
Christianto

--- Pada Ming, 3/1/10, Peter Hermawan <peter.hermawan@ gmail.com> menulis:

Dari: Peter Hermawan <peter.hermawan@ gmail.com>
Judul: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun
Kepada: SSR-Klub@yahoogroup s.com
Tanggal: Minggu, 3 Januari, 2010, 6:51 PM

 

Dear Bp. Robby

Yang bapak jelaskan mengenai produk asuransi lain itu bersifat Cash Plan, artinya penggantian sejumlah uang akibat kehilangan pemasukan karena nasabah tidak dapat bekerja.

Sementara yang bapak jelaskan pada Produk Allianz bersifat Hospital and Surgery. Yang mengcover biaya operasi secara detail.

Kedua produk ini mempunyai karakteristik yang jauh berbeda. Karena itu tidak dapat dibandingkan.

Saat ini hampir setiap asuransi sudah mempunyai produk Hospital and Surgery dan Cashless

Dan jangan lupa minta copy polis untuk produk ini sebelum membeli produk Hospital untuk menghindari kesalah pamahan klaim dikemudian hari.

Semoga ini menjelaskan rekan2 yang lain.

peter
dikirim dari Kantor Pos terdekat®


From: Robby Sepryansyah <robby_250979@ yahoo.co. id>
Date: Sun, 3 Jan 2010 17:11:56 +0800 (SGT)
To: <SSR-Klub@yahoogroup s.com>
Subject: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun

 

Ada...saat ini saya ikut asuransi ALLIANZ untuk ibu saya...kalau anda mau ikut sekarang saat nya karena yang saya tau ALLIANZ tidak menerima jika sudah lewat umur 55 Thn...

Nama Asuransinya SmartHealth Maxi Violet..Preminya beragam dan sistemnya cashless, jadi tidak usah menggunakan dana cash.
Pertimbangan saya ikut ini :
1. Sistemnya Cashless
2. Providernya banyak
3. Semua ditangung hingga operasi besar.

Dibandingkan dengan asuransi yang dihitung per hari :
Misal kita ikut asuransi hospital lain yang ditanggung perhari maks 500 rb...maka kalau operasi usus buntu saja menghabiskan total 10 JT dan hanya 5 hari di RS maka anda hanya di cover 2,5 JT saja

Tapi dengan Allianz maka anda akan di cover semuanya kecuali jika biaya obatnya melebihi limit...tapi yang penting masuk RS tanpa mikirin uang muka dulu...

Untuk lebih jelasnya bisa liat www.allianz. co.id...kalau anda di JKT bisa menghub Bpk.Rusdi (021-91622868) telp aja ..di agent ..nanti minta di jelaskan secara terperinci

Robby


From: kristian wibawanto <k_wibawanto@ yahoo.com>
To: SSR-Klub@yahoogroup s.com
Sent: Thursday, December 31, 2009 22:01:57
Subject: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun

 

Dear all,
 
Saya ingin tanya tentang asuransi kesehatan setelah umur 55 tahun, karena diperusahaan saya setelah pensiun nanti kesehatan tidak lagi ditanggung oleh perusahaan.
Kira-kira ada tidak asuransi yang melayani setelah umur 55 tahun ato seandainya mulai sekarang saya membayar polis setiap tahunnya dan baru digunakan setelah saya berumur 55 tahun.
Mohon sarannya...
 
Terima kasih
Kristian


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)



New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!


Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!



Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!



Apakah wajar artis ikut Pemilu?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

#31801 From: priambudi <prietea@...>
Date: Fri Jan 8, 2010 4:42 am
Subject: Bls: Re: KPR lagi
prietea
Send Email Send Email
 
benar, hanya saja informasinya tidak selalu dipublikasikan ke masyarakat
bank hanya memberi kabar pada yg menurut dia bisa membantu menjualkan

begitu ditetapkan agunan disita, bank tidak langsung mengambilnya
tapi si pemilik diberi waktu u menjualnya...
apabila si pemilik tidak bisa menjualnya sampai jangka waktu tertentu, bank yg mengambil alih
oleh bank ditawarkan dalam lelang tertutup...
apabila belum terjual juga, bank menawarkannya dalam lelang terbuka

kapan saatnya kita masuk?
saat masih dipengang pemilik, lelang tertutup, lelang terbuka
hanya saja masalahnya informasi setiap tahap diketahui oleh orang2 yg berbeda

bank biasanya menghubungi investor properti, agen, nasabahnya, atau orang2 yg menurut bank tertarik membeli
setiap tahap perlu strategi yg berbeda2... karena yg 'pegang' barang punya kepentingan berlainan

Gimana caranya kita sebagai orang awam mengetahui informasi tersebut?
pertama dari marketing kpr... tidak smua marketing kpr peduli dengan nasib kpr2nya,
tapi ada jg yg peduli.... mereka ini biasanya mau membantu nasabahnya kalo kprnya kesulitan bayar
kedua dari administrasi kredit di bank... smua informasi ttg kredit di bank pasti masuk ke dia ini
hanya cari orang yg kedudukannya admin kredit ni ga gampang...
ketiga dari agen properti... ada beberapa agen properti yg spesialisasinya di properti tarikan bank

lho agen properti juga beda2 ya... iya agen properti profesional biasanya terspesialisasi
bisa berdasarkan asal barang, sperti rumah baru, second, sitaan
berdasarkan lokasi, berdasarkan nilai rumah... milyaran, di bawah 1 M, rumah kecil, dsb
tipe properti... ruko, pabrik, gudang, dsb

untuk sitaan bank, coba hubungi agen properti yg spesialisasinya di sana


bu ika tertariknya properti di kota mana?


prie



Dari: ikadidi88 <ika_riyanti@...>
Kepada: SSR-Klub@yahoogroups.com
Terkirim: Kam, 7 Januari, 2010 11:52:00
Judul: [SSR-Klub] Re: KPR lagi

 


Dear temans,

Jika ada temans yang mempunyai info, apakah benar harga property dari sitaan bank dikarenakan tidak sanggup membayar KPR lagi maka harganya dibawah pasar ..?? Jika benar kemana saya harus mendapatkan informasinya dan bagaimana sistem jual belinya apakah menggunakan lelang atau bagaimana, dan apakah orang luar bisa membelinya??

Terimakasih.

salam--ika

--- In SSR-Klub@yahoogroup s.com, "david kesuma" <david.kesuma@ ...> wrote:
>
> Salam Pak/Bu Kusuma,
>
> Meskipun saya bukan suhu properti dan saat ini baru berencana mengambil property.
> Saya coba memberikan ide saja :
>
> Pertama :
> Perihal Bank pemberi KPR
> Bank bisa memberikan DP minimum 20 %,
> cari saja bank yang mau kasih jangan terpaku satu bank
> selain DP perlu juga mempertimbangkan fleksibilitas pembayaran
> apakah bisa pelunasan pokok apabila punya uang lebih tanpa dikenai bunga
> Bunga KPR yang ditawarkan ada yang flat dan floating
> Masing-masing adalah kelebihan dan kekurangannya
>
> Kedua :
> Negosiasi sama pemilik rumah masalah pembayaran DP
> apakah boleh dicicil selama beberapa waktu tertentu
> (kalau dikasih kan lumayan tak perlu bayar bunga peminjaman
> tanpa perlu ambil KTA yang dikenakan bunga peminjaman)
> Toh yang punya rumah sudah mendapatkan 70% - 80% dari Bank
> secara kontan pula yang ditransfer ke rekening pemiliknya.
> Bisa juga minta cash diskon kalo pemilik menjual ke pembeli
> langsung karena pemilik tak perlu mengeluarkan
> biaya perantara / makelar.
> ( saya pernah cari sewa ruko buat kantor saya karena via
> broker maka sang pemilik tak mau diskon biaya sewa
> karena harus bayar jasa broker tersebut)
>
> Ketiga :
> Refinacing perumahan di Bogor.
> Bisa ke bank pemberi kredit atau ke bank lain.
> Tergantung bank mana yang mau memberikan penawaran terbaik.
>
> Sebaiknya Anda pikirkan lebih lanjut untuk mengambil properti yang
> baru. Apabila menghasilkan dalam artian bisa disewakan atau dijadikan
> tempat usaha bisa menutupi biaya angsuran properti tersebut silahkan
> diambil. Karena saat ini untuk pembayaran DP 30 % saja Anda kewalahan.
> Amat disayangkan apabila (maaf) kalau terjadi sesuatu yang mengakibatkan
> Anda tak bisa melanjutkan angsuran maka properti ini terpaksa
> Anda jual over kredit nilainya turun atau disita Bank yang akan membuat rumit
> bukan buat Anda pribadi tapi bisa sampai merembet ke keluarga.
> Lebih baik Anda mengambil properti yang prospektif dan tidak memberatkan
> arus kas keuangan Anda dari pada menuruti keinginan memiliki properti
> tapi malah memberatkan Anda.
>
> Untuk lebih jelasnya Anda bisa bisa membaca buku tentang investasi
> di properti yaitu Property Cash Machine karangan Joe Hartanto
> yang bisa didapat di TB Gramedia. (Maaf bukan Promosi).
>
> Semoga Sukses,
>
> David Kesuma
>
>
> ----- Original Message -----
> From: kusumawidya2004
> To: SSR-Klub@yahoogroup s.com
> Sent: Monday, January 04, 2010 2:16 PM
> Subject: [SSR-Klub] KPR lagi
>
>
>
> Dear Rekans semua,
> Kebetulan saya ada deal beli rumah seharga Rp 575 juta dengan DP sbsr 30% dan sisanya KPR menggunakan Bank Niaga dgn bunga 10%/thn. Yang menjadi masalah adalah DP yg 30% nya ini, kami hanya ada dana sktr 50% nya saja. Ada keinginan untuk ambil KTA guna menambah dana DP kami shg tercapai 30% nya, tapi saya agak ragu krn nantinya berarti ada 2 cicilan yaitu cicilan KTA dan KPR nya itu sendiri, belum lagi biaya2 yang timbul dari transaksi KPR yg cukup besar (bisa diatas 50 jt sendiri). Mohon pencerahannya bagi para suhu property di milist ini mengenai hal ini, apakah sebaiknya saya ambil property ini atau tidak?
> Sebagai informasi saya juga ada property berupa rumah di daerah Bogor yg saat ini masih jalan cicilannya sbsr 750 rb/bulan s.d Th 2012 dari 2002, apakah bisa rumah ini dilunasi lalu kemudian Sertifikatnya dijadikan jaminan utk properti ke 2?
> Sekali lagi terima kasih atas pencerahannya.
>
> salam,
> Kusuma
>



Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!!
Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah

#31802 From: hardekman jasur <udahardek80@...>
Date: Fri Jan 8, 2010 6:37 am
Subject: Bls: apakah sekarang timing yg tepat utk beli reksadana?
udahardek80
Send Email Send Email
 
Bu'Ninik , untuk subfee 0,75% tsb ,apa ada minimum pembelian RDS fortisnya, mohon info !
thanks,
Hardekman


Dari: ninik dwi astuti <Ninikda@...>
Kepada: SSR-Klub@yahoogroups.com
Terkirim: Sel, 5 Januari, 2010 17:04:08
Judul: Re: [SSR-Klub] apakah sekarang timing yg tepat utk beli reksadana?

 

akhirnya kmrn hbis libur natalan jadi beli RDS fortis ekuitas. Tnyta
lwat agen bank mandiri subfeeny tdk sperti yg tcantum di brosur(3%) tp
cm 0,75% aja.
Senang....ihsg sdh naik lg niy
--
best regards,
Ninik Dwiastuti, dr.



Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

#31803 From: anwar sulaiman <nwr_slmn@...>
Date: Fri Jan 8, 2010 3:49 am
Subject: Usaha garment.
nwr_slmn
Send Email Send Email
 
Selamat pagi,
Dear rekan-rekan milist,
saya bermaksud membuka usaha konveksi, dimana kira-kira saya bisa mendapatkan mesin2 garment bekas tapi kualitasnya masih bagus, serta software untuk membuat pola/pattern, saya dapet rekomendasi untuk pakai software optitek, hanya saja harganya lumayan tinggi, mungkin ada dari rekan milist yang bisa berbagi atau merekomendasikan software lain dengan kemampuan yang sama!

Terima kasih,


Salam sejahtera
Anwar






#31804 From: Dongsuh Securities <dongsuhsecurities@...>
Date: Sat Jan 9, 2010 4:16 am
Subject: Woww invest RDS januari 2009-2010 bisa 100%
dongsuhsecur...
Send Email Send Email
 
Namun itu bukan sesuatu yg fix, tapi bisa anda pertimbangkan peluangnya.


Reksa DanaNAB / UP1 hr (%)1 mgg (%)1 bln (%)1 thn (%)3 thn (%)5 thn (%)
AAA Blue Chip Value Fund1,226.520.132.413.6980.53--
Bahana Dana Prima9,363.231.113.774.99105.6569.28187.90
Batasa Equity Syariah857.132.089.267.57113.68--
BIG BHAKTI EKUITAS1,570.140.564.014.8761.30--
BNI Dana Berkembang1,773.872.106.344.7097.85-25.9714.13
Capital Equity Fund811.842.206.906.1596.09--
CIMB-Principal Equity Aggressive2,315.621.024.014.6394.4249.83-
CIMB-Principal Islamic Equity Growth Syariah1,184.321.565.616.6690.20--
Dana Ekuitas Andalan2,729.371.013.674.37100.4671.86-
Dana Ekuitas Prima2,631.231.143.924.70104.3973.05-
Dana Pratama Ekuitas4,753.971.365.376.15140.7739.94222.49
Danareksa Mawar5,089.741.024.764.7695.7355.54174.95
Danareksa Mawar Agresif892.991.587.154.4887.74--


source: http://www.infovesta.com/

Regards,

Tigor

DONGSUH SECURITIES
JL HR Rasuna Said Kav 1,2
Gedung Graha Irama Unit 6-D
Jakarta 12950
021-520-1326/520-1318


 
Safe Trade & Investment


#31805 From: "ikadidi88" <ika_riyanti@...>
Date: Sat Jan 9, 2010 2:20 pm
Subject: Bls: Re: KPR lagi
ikadidi88
Send Email Send Email
 
Dear temans,

Terimakasih atas sharing informasinya, saat ini saya sedang mencari property
dijakarta, hanya saja karena saya tidak tinggal dijakarta jadi setiap hari harus
browsing2 internet.

salam--ika





--- In SSR-Klub@yahoogroups.com, priambudi <prietea@...> wrote:
>
> benar, hanya saja informasinya tidak selalu dipublikasikan ke masyarakat
> bank hanya memberi kabar pada yg menurut dia bisa membantu menjualkan
>
> begitu ditetapkan agunan disita, bank tidak langsung mengambilnya
> tapi si pemilik diberi waktu u menjualnya...
> apabila si pemilik tidak bisa menjualnya sampai jangka waktu tertentu, bank yg
mengambil alih
> oleh bank ditawarkan dalam lelang tertutup...
> apabila belum terjual juga, bank menawarkannya dalam lelang terbuka
>
> kapan saatnya kita masuk?
> saat masih dipengang pemilik, lelang tertutup, lelang terbuka
> hanya saja masalahnya informasi setiap tahap diketahui oleh orang2 yg berbeda
>
> bank biasanya menghubungi investor properti, agen, nasabahnya, atau orang2 yg
menurut bank tertarik membeli
> setiap tahap perlu strategi yg berbeda2... karena yg 'pegang' barang punya
kepentingan berlainan
>
> Gimana caranya kita sebagai orang awam mengetahui informasi tersebut?
> pertama dari marketing kpr... tidak smua marketing kpr peduli dengan nasib
kpr2nya,
> tapi ada jg yg peduli.... mereka ini biasanya mau membantu nasabahnya kalo
kprnya kesulitan bayar
> kedua dari administrasi kredit di bank... smua informasi ttg kredit di bank
pasti masuk ke dia ini
> hanya cari orang yg kedudukannya admin kredit ni ga gampang...
> ketiga dari agen properti... ada beberapa agen properti yg spesialisasinya di
properti tarikan bank
>
> lho agen properti juga beda2 ya... iya agen properti profesional biasanya
terspesialisasi
> bisa berdasarkan asal barang, sperti rumah baru, second, sitaan
> berdasarkan lokasi, berdasarkan nilai rumah... milyaran, di bawah 1 M, rumah
kecil, dsb
> tipe properti... ruko, pabrik, gudang, dsb
>
> untuk sitaan bank, coba hubungi agen properti yg spesialisasinya di sana
>
>
> bu ika tertariknya properti di kota mana?
>
>
> prie
>
>
>
>
> ________________________________
> Dari: ikadidi88 <ika_riyanti@...>
> Kepada: SSR-Klub@yahoogroups.com
> Terkirim: Kam, 7 Januari, 2010 11:52:00
> Judul: [SSR-Klub] Re: KPR lagi
>
>
>
> Dear temans,
>
> Jika ada temans yang mempunyai info, apakah benar harga property dari sitaan
bank  dikarenakan tidak sanggup membayar KPR lagi  maka harganya dibawah pasar
..?? Jika benar kemana saya harus mendapatkan  informasinya dan bagaimana sistem
jual belinya apakah menggunakan lelang atau bagaimana, dan apakah orang luar
bisa membelinya??
>
> Terimakasih.
>
> salam--ika
>
> --- In SSR-Klub@yahoogroup s.com, "david kesuma" <david.kesuma@ ...> wrote:
> >
> > Salam Pak/Bu Kusuma,
> >
> > Meskipun saya bukan suhu properti dan saat ini baru berencana mengambil
property.
> > Saya coba memberikan ide saja :
> >
> > Pertama :
> > Perihal Bank pemberi KPR
> > Bank bisa memberikan DP minimum 20 %,
> > cari saja bank yang mau kasih jangan terpaku satu bank
> > selain DP perlu juga mempertimbangkan fleksibilitas pembayaran
> > apakah bisa pelunasan pokok apabila punya uang lebih tanpa dikenai bunga
> > Bunga KPR yang ditawarkan ada yang flat dan floating
> > Masing-masing adalah kelebihan dan kekurangannya
> >
> > Kedua :
> > Negosiasi sama pemilik rumah masalah pembayaran DP
> > apakah boleh dicicil selama beberapa waktu tertentu
> > (kalau dikasih kan lumayan tak perlu bayar bunga peminjaman
> > tanpa perlu ambil KTA yang dikenakan bunga peminjaman)
> > Toh yang punya rumah sudah mendapatkan 70% - 80% dari Bank
> > secara kontan pula yang ditransfer ke rekening pemiliknya.
> > Bisa juga minta cash diskon kalo pemilik menjual ke pembeli
> > langsung karena pemilik tak perlu mengeluarkan
> > biaya perantara / makelar.
> > ( saya pernah cari sewa ruko buat kantor saya karena via
> > broker maka sang pemilik tak mau diskon biaya sewa
> > karena harus bayar jasa broker tersebut)
> >
> > Ketiga :
> > Refinacing perumahan di Bogor.
> > Bisa ke bank pemberi kredit atau ke bank lain.
> > Tergantung bank mana yang mau memberikan penawaran terbaik.
> >
> > Sebaiknya Anda pikirkan lebih lanjut untuk mengambil properti yang
> > baru. Apabila menghasilkan dalam artian bisa disewakan atau dijadikan
> > tempat usaha bisa menutupi biaya angsuran properti tersebut silahkan
> > diambil. Karena saat ini untuk pembayaran DP 30 % saja Anda kewalahan.
> > Amat disayangkan apabila (maaf) kalau terjadi sesuatu yang mengakibatkan
> > Anda tak bisa melanjutkan angsuran maka properti ini terpaksa
> > Anda jual over kredit nilainya turun atau disita Bank yang akan membuat
rumit
> > bukan buat Anda pribadi tapi bisa sampai merembet ke keluarga.
> > Lebih baik Anda mengambil properti yang prospektif dan tidak memberatkan
> > arus kas keuangan Anda dari pada menuruti keinginan memiliki properti
> > tapi malah memberatkan Anda.
> >
> > Untuk lebih jelasnya Anda bisa bisa membaca buku tentang investasi
> > di properti yaitu Property Cash Machine karangan Joe Hartanto
> > yang bisa didapat di TB Gramedia. (Maaf bukan Promosi).
> >
> > Semoga Sukses,
> >
> > David Kesuma
> >
> >
> >   ----- Original Message -----
> >   From: kusumawidya2004
> >   To: SSR-Klub@yahoogroup s.com
> >   Sent: Monday, January 04, 2010 2:16 PM
> >   Subject: [SSR-Klub] KPR lagi
> >
> >
> >
> >   Dear Rekans semua,
> >   Kebetulan saya ada deal beli rumah seharga Rp 575 juta dengan DP sbsr 30%
dan sisanya KPR menggunakan Bank Niaga dgn bunga 10%/thn. Yang menjadi masalah
adalah DP yg 30% nya ini, kami hanya ada dana sktr 50% nya saja. Ada keinginan
untuk ambil KTA guna menambah dana DP kami shg tercapai 30% nya, tapi saya agak
ragu krn nantinya berarti ada 2 cicilan yaitu cicilan KTA dan KPR nya itu
sendiri, belum lagi biaya2 yang timbul dari transaksi KPR yg cukup besar (bisa
diatas 50 jt sendiri). Mohon pencerahannya bagi para suhu property di milist ini
mengenai hal ini, apakah sebaiknya saya ambil property ini atau tidak?
> >   Sebagai informasi saya juga ada property berupa rumah di daerah Bogor yg
saat ini masih jalan cicilannya sbsr 750 rb/bulan s.d Th 2012 dari 2002, apakah
bisa rumah ini dilunasi lalu kemudian Sertifikatnya dijadikan jaminan utk
properti ke 2?
> >   Sekali lagi terima kasih atas pencerahannya.
> >
> >   salam,
> >   Kusuma
> >
>
>
>
>
>
>       Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!
http://id.messenger.yahoo.com/invite/
>

#31806 From: "Peter Hermawan" <peter.hermawan@...>
Date: Sat Jan 9, 2010 12:09 pm
Subject: Re: Asuransi kesehatan setelah pensiun
petermei3905
Send Email Send Email
 
"Kalau di asuransi Ace dengan kamar 1,5juta maka plafon tahunannya adalah 750juta dan bisa diklaim bahkan bila pembedahan pulang hari atau rawat inap 1x24jam saja sd 750jt juga. "

Loh katanya tanpa limit (baca : plafon) tahunan pak ? :p

Jadi misalnya abis operasi jantung dengan biaya 750jt, 2 bulan berikutnya dia sakit ginjal dengan biaya 200juta apakah masih bisa klaim pak ?

Mengenai plafon, silahkan brosing2 pak. Asuransi2 yang bapak katakan sebelumnya gak ada, sebenernya ada kok. Saya yakin rekan2 agen asuransi dari Pru, Allianz dan Manulife bisa ikut bantu jelaskan.

Sepengetahuan saya kalau kamar 1,5juta, diantara 3 asuransi diatas bisa lebih dari 750jt. Bahkan tanpa limit tahunan dan dihitung perkejadian.

Buat yang bingung maksud perkejadian.
Misalnya abis operasi jantung dengan biaya 750jt, 2 bulan berikutnya dia sakit ginjal dengan biaya 200juta. Maka biaya atas sakit ginjalnya akan diganti. Karena merupakan kejadian (baca : penyakit)yang berbeda. Dan misal 4 bulan kemudian nasabah operasi lagi jantung menghabiskan 750jt, maka asuransi akan mengcover lagi. Karena beberapa asuransi yang menggunakan perkejadian menerapkan "masa tunggu" untuk penyakit yang sama, biasanya hanya 3 bulan.


Semoga bermanfaat buat rekan2 lain yang mencari asuransi kesehatan juga.


peter
dikirim dari Kantor Pos terdekat®


From: Christianto Gouw <christgouw@...>
Date: Thu, 7 Jan 2010 20:01:23 +0800 (SGT)
To: <SSR-Klub@yahoogroups.com>
Subject: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun

 

Saya menghargai kebesaran hati orang yang mau minta maaf - padahal belum tentu yang salah yg minta maaf lho, bisa jadi saya jg yang salah paham. Saya juga penganut idealisme asuransi untuk proteksi dan sebaiknya semaksimal mungkin dipisah dengan investasi. Tapi sebagai anggota masyarakat Indonesia yg "unik" ini, saya jadi sangat menyadari sulitnya penetrasi asuransi (dan banyak hal lain yg sebenarnya perlu) di Indonesia bila tanpa kemasan lain yg memenuhi kebutuhan emosi masyarakat sini, misal asuransi dikemas dengan investasi yg memungkinkan emosi "potensi uang kembali" cukup terpuaskan - saya bilang emosi krn memang semua sudah ditulis jelas di proposal bhw kinerja investasi tidak dijamin - jadi nggak salah agen dan perusahaan asuransinya juga.

Tapi kenyataan yg tdk bisa dipungkiri, dengan tambahan unsur potensi pemuasan emosi yg jadi dasar keinginan masyarakat itu, maka unitlink ini besar di pasaran. Jadi justru saya salut dengan jenius nya perancang produk unitlink yg memang sasarannya adl negara2 dng insurance minded rendah spt negara kita. Sehingga walau sempat juga dulu mikir, kok jadi mahal ya ...  tapi dengan pemahaman tadi itu saya akhirnya bisa menerima kenyataan produk unitlink asuransi sebagai suatu realita yang masih cukup bisa diterima karena toh walau dikemas dengan investasi  paling kenaikan biaya2nya cuman sekitar 10-15% dari produk dasarnya yang term-insurance, dan justru efek sampingnya yang baik adalah bisa meningkatkan penetrasi asuransi dengan cukup signifikan di Indonesia & emerging market lainnya.

Daripada karena kita berusaha dng maksud baik menyadarkan masyarakat tapi ternyata kenyataannya toh masyarakat yang menerima maksud itu hanya "separuh jalan nyantolnya" sehingga jadinya malah terlalu fokus justru ke biaya2nya bukan fokus manfaat2 & pentingnya asuransinya dulu plus wawasan mengenal produk2 asuransi yg ada di pasaran scr real. Malah skrg jadi ada orang2 yg "pokoknya gak mau yang unitlink krn katanya kan mahal... tuh ada bukunya Jangan beli unitlink gitu...", walau sekarang ada unitlink yg manfaatnya beda dng term insurance. Semua produk asuransi term insurance kesehatan pakai plafon2 per kejadian/per ketidakmampuan plus sd usia 65 saja covernya misalnya sehingga probabilitas bisa cover penyakit yang butuh biaya tinggi & blm masuk kriteria sakit kritis justru kecil.

Menjawab pertanyaan atau pernyataan... ttg manfaat nilai asuransi kesehatan dibanding dng inflasi saat usia nasabah 60th nanti (kemungkinan skrg nasabah baru 35-40th) .... saya pikir, ini pendapat  lho - bukan memaksa juga .... manfaat hospital surgery tidak bisa dilihat dari manfaat harga kamarnya saja. Bila benar2 pernah mengalami atau mengurus klaim nasabah yg sakit dng biaya tinggi dan hanya memiliki produk asuransi dengan plafon per kejadian/ketidakmampuan pasti tahu jelas hal ini. Kasus real ayah mertua sy itu - 2 malam di Medistra kamarnya cuma kelas 3 - saya sampai lupa, mungkin ya hanya 150-200rb semalam lah - padahal total biaya habis 178juta. Manfaat hospital surgery (bukan santunan harian) itu jelas lebih ditekankan pada cover biaya dokter, aneka biaya RS (obat2, alat2 dsb), pembedahan, pre-post rawat inap - bukan biaya kamarnya yang cuman sangat kecil itu. Mari coba dibandingkan spt ini....

Kalau di asuransi Ace dengan kamar 1,5juta maka plafon tahunannya adalah 750juta dan bisa diklaim bahkan bila pembedahan pulang hari atau rawat inap 1x24jam saja sd 750jt juga. Sedangkan bila di produk dengan manfaat kamar yang sama (1,5jt)  di perusahaan P,M atau A yang penuh dengan plafon2 kejadian itu - paling2 satu kejadian hanya terbayar 10-30% total plafon tahunannya saja. Jadi walau sama2 dng manfaat kamar 1,5jt/hari dan plafon tahunan sama 750jt pun tapi bila dibanding yg ada plafon2 per kejadian itu maka bila sakitnya perlu 750 juta sekali kejadian di Ace bisa terbayar full, di asuransi lain paling keluar Rp 75-200 juta saja - sehingga yang 550 juta ya "excess claim" alias harus bayar sendiri. Padahal manfaat kamarnya sama, plafon tahunan sama. Walau ada plus asuransi santunan harian 1juta sehari sekalipun lah wong di RS cuman 2 hari, ya nggak banyak mbantu juga.

Memang sekarang manfaat asuransi kesehatan 750juta cukup besar, tp sudah pasti krn inflasi 20 tahun lagi "gak berasa" - ya iyalah semua barang/jasa juga naik 20th lagi, bukan cuma biaya RS saja ... justru karena itu, logikanya ya dalam 5-10 tahun lagi silakan nambah manfaat asuransinya sesuai inflasi kalau mau cukup, bukan justru menghindari beli manfaat  asuransi yang ada sekarang krn "cuma" 750 juta misalnya hanya karena mikirin manfaatnya 20th lagi sudah berkurang-shg nyari yg mau cover kesehatan sd 5milyar misalnya - hanya karena mikir agar bisa cukup utk 20th lagi - pdhl blm ada itu produknya sekarang ini. Ya beli aja yang segitu dulu, nanti 5-10 tahun lagi kalo biaya2 RS sudah berlipat baru nambah, sekarang beli asuransi kegedean buat ngatasi inflasi 20-30th lagi juga buat apa?

Oh ya, semua asuransi di Indonesia yg jiwa dan kesehatan baik unitlink maupun term insurance kelihatannya memang blm ada itu guarantee renewability. Baik dengan ada tulisan bisa saja tidak diperpanjang dng jelas, atau dengan berbagai bahasa lbh halus lainnya. Why? Karena yg guarantee renewability seperti di luar negeri itu, preminya sangat mahal utk ukuran rakyat Indonesia yg penetrasi asuransinya kecil & pendapatan per kapita kecil. So, kalau asuransi yang non guarantee aja sudah susah jualnya apalagi yang mau pake guarantee renewability segala. Ibarat di sini minta mobil yang full airbag di setir, bodi kiri kanan, alarm, bodi titanium, kaca antipeluru, mesin kuat, speed tinggi dll agar jauh lbh tahan semua "resiko" plus keren macam mobil balap Ferari yg seri tinggi - padahal rata2 org sini paling naiknya ya toyota, honda aja - paling2 ya alphard deh... siapa yang bisa beli ferari? Jelas naik avanza beda dng ferari yang kelas tinggi - beda "kekuatannya" bahkan bila nabrak sekalipun tapi... siapa yang mau&mampu beli di Indonesia. Yah, kita realistis ajalah yg mau beli asuransi sekelas ferari itu silakan beli ke luar negeri saja  impor langsung, termasuk asuransi-mau yg full guarantee renewability, ya beli aja langsung ke pusatnya di Eropa/negara maju lainnya  dan siap saja dana yang besar dulu tentunya.

Maunya sih saya juga idealis -semua orang Indo kaya raya bisa beli ini itu, dulunya sih saya juga lebih sangat idealis - jengkel banget bila ada orang "dibodohi" seperti... kok mau2nya sih beli produk unitlink yg mahal itu misalnya, maunya juga sih .... perusahaan asuransi jual produk yang manfaatnya bagus, gak usah dikemas unitlink biar kita bisa beli barang bagus dengan murah, tapi lah kenyataannya nggak ada di Indo - kalo mereka jual dng bentuk term insurance tanpa link dng investasi, bisa2 yang beli cuma yang ngerti masalah term insurance aja, ya kita2 yg ngerti yang senang krn bisa beli dengan murah, tapi bisa jadi efek sampingnya rekan2 di daerah yang nggak ngerti, yg awam, yg asalnya anti asuransi, yg nggak baca buku financial (ini bisa 70% lebih penduduk Indonesia) justru gak mau beli asuransi bila gak ada "potensi uang kembali"nya itu -  yang padahal jelas ditulis dari di proposal bahwa tidak dijamin dan cuma ilustrasi itu. Kalau gitu realita efek sampingnya di negara kita ini yang penetrasi asuransi paling baru 5% penduduk, maka apa justru bukan kita yang salah jadinya hanya karena idealisme agar produk asuransi harus selalu dijual dengan real costnya alias "naked" hanya agar kita2 yang ngerti bisa membeli dengan harga lebih murah? Sedangkan yg nggak ngerti justru gak mau beli karenanya.

Saya yakin bila nanti penetrasi asuransi sudah setidaknya 30-50% penduduk, pasti jauh lebih gampang dan realistis bila mau "menyingkirkan" produk unitlink yang berbiaya mahal krn demandnya akan turun sendiri dng meningkatnya kesadaran akan asuransi. Kita harus akui biaya mahal itu di produk asuransi muncul krn sulitnya jualan asuransi di sini - tingkat mobilitas dan tingkat tertolaknya agen cukup besar, shg bila tidak dengan biaya marketing (komisi) tinggi dan "dibayar di depan" - ya pasti  tidak banyak yang mau jual asuransi. Dari segi  bisnis, bagi yg mau full time -  repotnya sama tapi profitnya  masih mending jual produk MLM yang bisa cwan hingga 50-70% lebih dari real cost produknya & jual putus sifatnya - lha jual asuransi profit paling antara 3-10% dr real cost of product, plus msh mesti urus klaim seumur hidup nasabah, sdgkan di MLM gak perlu sertifikasi lah, gak diikat di satu perusahaan, gak dipotong pajak langsung dll ... :)

Welcome to the real world.... saya sih gak fanatik harus di perusahaan ini atau itu-yg mana yg sy pikir bagus ya boleh lah kita sharing kan-mau beli syukur gak mau ya udah, toh bkn income utama. Biar mau belinya lewat broker asuransi pun tidak semua perusahaan asuransi mau menjual produk melalui kanal broker. Jadi walau kita mau konsultasi ke broker asuransi pun blm tentu dia mau/bisa tawarkan produk yg terbaik juga kpd nasabah, dan pihak brokerpun blm tentu rela bila para agen asuransi bisa jual banyak produk spt mereka krn para broker diminta jaminan uang yg cukup besar oleh pemerintah utk dapat status broker asuransi. Jadi sistem distribusi asuransi di Indonesiapun jg kurang menguntungkan nasabah pada umumnya shg tetap sbg nasabah justru kita harus lbh mau aktif cari tahu sendiri mana yg terbaik, bukannya sekedar tergantung siapa agen kenalan yg mampir menawarkan produknya duluan - yah, itu sih idealnya :) tp msh mending punya daripada nggak punya asuransi sama sekali tapi duitnya dipake buat keperluan ganti2 HP atau konsumtif yg lain.

Regards
Chris




--- Pada Sel, 5/1/10, Peter Hermawan <peter.hermawan@gmail.com> menulis:

Dari: Peter Hermawan <peter.hermawan@gmail.com>
Judul: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun
Kepada: SSR-Klub@yahoogroups.com
Tanggal: Selasa, 5 Januari, 2010, 11:40 PM

 

Maaf sebelumnya kalau saya salah pak,

Saya gak ngomong mengenai asuransi kematiannya. Saya penganut asuransi untuk proteksi (saja) kok :-)

Saya hanya membandingkan biaya yang dibayarkan dengan manfaat yang didapat ketika usia nasabah lebih dari 60 tahun (dan masih membayar asuransi kesehatan). Dan membandingkan manfaat kamar 1.5juta (seingat saya manfaat kamar hospital dan surgery terbesar itu kan ?) di 20 tahun lagi.

Setiap orang dapat memasak nasi goreng, tapi rasanya tentu berbeda. Ini nasi goreng ala saya. Saya gak memaksakan kehendak kok :-)

Oh satu lagi, silahkan cek dipasal2 asuransi kesehatan. Kalau gak salah ada pasal tentang "Penanggung berhak menolak perpanjangan asuransi jika dirasa dirasa perlu" bahasa detailnya saya gak apal. Artinya perusahaan asuransi dapat tidak memperpanjang asuransi kesehatan karena nasabah memang mempunyai resiko terus menerus kedepannya.

Terima kasih sharingnya.
Saya mendapat banyak informasi dari anda.

peter
dikirim dari Kantor Pos terdekat®


From: Christianto Gouw <christgouw@yahoo. com>
Date: Tue, 5 Jan 2010 19:01:09 +0800 (SGT)
To: <SSR-Klub@yahoogroup s.com>
Subject: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun

 

Boleh saja Pak kalau mau back up financial terhadap resiko sakit dan meninggal hanya pakai aset, silakan saja - tapi apakah siap bila misal 2-3 bulan lagi meninggal  atau sakit kritis (maaf- ini cuman misalnya saja krn memang ini sudah resiko kehidupan) sudah punya asset tanpa hutang yang bila didepositokan bunganya saja cukup untuk membiayai hidup anak istri seumur hidup, biaya pendidikan, dana darurat dan cadangan bila keluarga yg ditinggalkan itu ternyata juga sakit, plus nilai perkembangannya sudah diperhitungkan dengan nilai inflasi tahunan scr real ?

Apalagi bila sakit yang butuh biaya ratusan juta dan pengobatan berkala seumur hidup spt ayah mertua saya itu baru meninggal, bisa2 asetnya sudah habis dulu buat berobat Pak - sedangkan obatnya saja seumur hidup sebulan minimal 2,5 juta lho. Dan sebelum beliau disarankan operasi ini, sejak 2005 utk maintenance saja sudah konsumsi obat jantung setidaknya 1 jt sebulan, plus cek up 3bln sekali dan ke dokter specialist 1 bln sekali - itu semua rawat jalan saja. Sekarang, walau sudah operasi ring jantung habis 330 juta lebih di RS Medistra tetap mesti maintenance obat saja 2,5jt sebulan juga mesti terapi yang harus di Jakarta dengan biaya 5-6juta satu seri sesi, dokter dan medical cek up rutin, dan ini semua blm termasuk ongkos2 transpor, penginapan. biaya bagi pengantar/penjaga dll.... Jadi rata2 ya sekitar 4 juta -an sebulan seumur hidup blm lagi bila harga obat/dokter naik krn inflasi kan. Terus terang saya justru sayang dengan aset saya nantinya kalau sampai kepake buat hal2 seperti ini lagi nantinya. Karena kejadian ini dana darurat kita  terkuras dan mungkin harus jual salah satu rumah simpanan yang masih dalam proses KPR tahun ke-4 karena hal ini, mengingat kebutuhan biaya ke depan bisa lebih besar lagi dan bisa jadi mendadak sdgkan properti sifatnya tidak likuid. 

Bila "berani" menyatakan diri siap memback up dengan aset, silakan berhitung dengan cermat dulu - apalagi bila Anda memang seorang financial consultant yang cermat. Bila dihitung2 aset likuid 1 milyar saja saat ini didepositokan paling sebulan cuma dapat 0,5 persen bersihnya stlh potongan pajak, yaitu hanya 5 juta saja per bulan, kalau dalam bentuk properti malah belum tentu bisa langsung dijual bila perlu biaya mendadak krn sakit kritis. Itupun bila deposan tiba2 meninggal ngurus keluarnya deposito butuh waktu dan biaya lagi, tdk spt bila punya UP jiwa atau unitlink misalnya sdh ditentukan dari awal siapa ahli warisnya. Kan sudah pernah ada yg bahas di forum ini toh?

Itupun 5 juta per bulannya misal dari bunga deposito ya cuma buat hidup sehari2 kalau pencari nafkah sudah meninggal, istri anak hidup dari asset back up kita tapi tahu2 sakit siapa yang membiayai? Atau mungkin asset likuidnya sudah di atas 5 milyar ya lain cerita, itu bukan kategori financial yang dimiliki kalangan masyarakat biasa.  apa juga bisa mengalahkan nilai inflasi seperti yang anda kuatirkan dengan membeli asuransi kesehatan?

Memang 100 juta pada 10-20 tahun lagi ya jadi tdk bermanfaat spt sekarang  - nggak cuma utk kesehatan saja, utk beli apapun dengan duit cuman 100juta nanti 10-20th lagi ya sudah beda nilainya, makanya mestinya kitapun juga sadar bahwa asuransi pun harus ditambah setidaknya setiap 5-10th sekali, bukan cuman nambah aset saja, drpd beli aset baru KPR bbrp tahun bila sakit kritis eh propertinya mesti dijual plus tambah kena penalti besar bila belum siap. Ya kecuali sudah ada aset warisan milyaran rupiah .... itu lain lagi dan berapa orang Indonesia yg punya warisan dan aset miliaran rupiah saat ini.

Bagi para penganut "back up" resiko meninggal dan sakit hanya dengan aset saja, yang mana aset yang diperlukan untuk "back up" itu harus dihitung yang cermat dulu berapa perlunya, pertanyaan saya adalah:
Apakah sekarang Anda setidaknya sudah punya aset likuid minimal 1-2 Milyar (tergantung jml keluarga/anak yg ditinggalkan) tanpa utang2 lain, sehingga bila 2-3 bulan lagi tahu2 sbg pencari nafkah meninggal / sakit kritis siap scr financial dan tidak sayang dengan aset Anda itu bila dijual/habis atau mending mana pilih beli asuransi jiwa whole life dng UP 1 milyar yang paling setahunnya premi cuma antara 1-5 juta rupiah saja tergantung usia dan bila toh meninggal krn musibah setidaknya keluarga Anda terbackup financial dan aset Anda tidak sampai harus dijual/berkurang karenanya?

Yang jelas saya cukup yakin bahkan 90% lebih rakyat Indonesia saat ini juga bila ditanyai pasti tidak memiliki aset likuid (atau bahkan aset real) 1 milyar per jiwa dan bahkan belum tentu dalam 10 tahun lagi sudah sanggup memiliki aset dng nilai segitu - padahal 10 tahun lagi sudah inflasinya berapa? Bahkan properti dan emas pun blm tentu harganya selalu naik. Depositopun walau dijamin pemerintah tapi juga tidak dijamin terhadap potensi penurunan nilai mata uang -shg bisa saja nilai riil nya merosot walau modalnya dijamin 100%. Jadi pernyataan back up dengan aset ini kenyataannya saya pikir agak sulit diterapkan bagi rakyat Indonesia pada umumnya, dan mungkin dilontarkan tanpa mengerti jelas berapa sebetulnya nilai asset backup likuid dan real yang diperlukan bila benar2 sakit kritis atau ada musibah pada saat ini.

Semoga saja para pengikut backup dengan aset benar2 sudah memiliki aset likuid dan real minimal 1-2 milyar per orang di instrumen yang tahan inflasi (instrumen apa ya?) sehingga bila ada musibah mendadak dlm waktu dekatpun tidak membebani dan mengorbankan masa depan keluarga yang dicintainya. Dan para financial consultant yang menyarankan keluarga Indonesia melakukan backup resiko meninggal/sakit kritis dengan aset menyadari betul berapa nilai aset yang diperlukan untuk itu dan sadar kondisi financial nasabahnya itu sehingga "nasihatnya" tidak membawa orang lain ke dalam situasi yg jauh lebih sulit bila dalam waktu dekat mereka tertimpa musibah karena kita sebagai manusia tidak akan pernah tahu kapan ada musibah walau sudah banyak berdoa dan berusaha.

Thanks and regards
Christianto



--- Pada Sen, 4/1/10, Peter Hermawan <peter.hermawan@ gmail.com> menulis:

Dari: Peter Hermawan <peter.hermawan@ gmail.com>
Judul: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun
Kepada: SSR-Klub@yahoogroup s.com
Tanggal: Senin, 4 Januari, 2010, 10:37 PM

 

Hanya penasaran pak, kalau sekarang saya usia 50tahun dan akan dicover. 100juta sampai usia 76thn, diusia tersebut (26 thn dari sekarang) apakah 100jtnya masih berguna ?

Dan apakah sesuai dengan biaya asuransi yang naik terus setiap tahunnya ?

Saya kok setuju dengan pak Budi Rahmat, biarlah aset kita yang melindungi kita ketika kita tua, gunakan asuransi hanya ketika masa produktif.

But, it's your choice

peter
dikirim dari Kantor Pos terdekat®


From: Christianto Gouw <christgouw@yahoo. com>
Date: Mon, 4 Jan 2010 13:06:28 +0800 (SGT)
To: <SSR-Klub@yahoogroup s.com>
Subject: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun

 

Dear rekans,
Untuk asuransi kesehatan dr perusahaan asing saat ini yang mau cover paling lama adalah hingga usia nasabah 76tahun kurang 1 hari adalah ACElife dengan manfaat Cashless - dengan kartu AdMedika - dan semua biaya operasi, dokter, aneka biaya RS, pra dan post rawat inap dibayar sesuai tagihan tanpa dibatasi plafon per kejadian/plafon per ketidakmampuan, hanya dibatasi plafon tahunan saja.

Sehingga dengan manfaat asuransi ACE yang terendah saja yaitu plafon 100jt setahun sd usia 76th tsb, bila terjadi kondisi tiba2 nasabah sakit/mendapat musibah yang mana hanya perlu pembedahan pulang hari/rawat inap 1x24 jam dan biaya hingga 100 juta pun bisa tercover semua. Itu premi per bulannya hanya sekitar 200-500rb sebulan lho (tergantung usia)... dan bayar 10th saja, nggak tll mahal utk manfaat yg kita dapat.

Bila dengan produk yg memiliki plafon per kejadian/per ketidak mampuan, rata2 dalam satu kejadian rawat inap hanya dicover maksimal sekitar 5-15% nilai plafon tahunannya saja. Saya membeli produk ini karena sempat mengalami sendiri ayah mertua saya usia 64th sakit dan hanya 2 malam rawat inap di RS Medistra bln agustus 2009 lalu krn sakit jantung habis sd 178 juta rupiah, dan oktober 2009 ternyata msh perlu operasi lagi hanya 1 malam di Medistra habis 108juta - ironisnya krn asuransi beliau masih dengan plafon2 perkejadian / per ketidakmampuan jadi hanya asuransi membayar klaim sekitar 11 juta saja.... padahal total kami habis 330 juta-an. Tahun depan pun kalau sakit lagi krn beliau sudah lebih dari 65 tahun maka sudah tdk dicover lagi... pdhl resiko mesti operasi lagipun masih ada. Klaim sakit kritis pun hanya keluar 10% karena ini cuma angioplasty/ pasang ring jantung. Jadi saya waktu itu benar2 merasa perlu mereview asuransi2 kesehatan kami sekeluarga shg kelak tdk sampai punya asuransi tp toh tdk cukup seperti ayah mertua saya itu.

Saya ikut produk ACElife sekeluarga Oktober 2009 dan kebetulan waktu pertengahan Desember anak saya usia 3,5th sakit muntaber dan mesti rawat inap di RS Siloam, maka kartu dari ACElife (AdMedika) ini sudah saya pakai klaim dan memang betul2 dibayar sesuai tagihan dan tanpa deposit uang (cashless)  - cukup tunjukkan kartu dan keluar ambil kartunya saja di Siloam. Biaya dokter 4 hari total 1,5 juta rupiah dibayar penuh - padahal dengan manfaat asuransi anak saya di perusahaan sebelumnya (yg sdh saya tutup) hanya dijatah 150rb sehari, jadi saya bersyukur memilih asuransi dengan manfaat terbaik dan cover terlama walaupun memang produk unitlink lebih mahal. Toh premi asuransi anak saya itu di ACE hanya 250rb/bln selama 10th saja.

Saudara sepupu saya dalam waktu hampir bersamaan Desember lalu, 2 orang anaknya juga sakit diare dan dirawat di Siloam juga dengan kartu ACElife yang baru ikut 2 bulan (sama premi Rp250rb/bln) dibayar penuh semuanya - malah jadi untung krn msh dapat santunan harian 250rb per malam di RS yg bisa direimburse. Sehingga saya merasa  puas shg dengan senang hati mereferensikan kepada rekan2 yang memang membutuhkan asuransi kesehatan yg baik. Bukti2 klaim ada lengkap bagi rekans yg ingin bukti nyata.

Untuk jangka panjang dan yg benar2 aman sebaiknya beli yang tanpa plafon per kejadian/ketidakmam puan shg nantinya bila benar2 perlu bisa tercover penuh, tidak seperti kasus ayah mertua saya itu, krn biaya rawat inap RS di Indonesia saja sekarang sudah mahal dan naik tiap tahun. Sebaiknya kita scr berkala review dan buka wawasan akan produk2 asuransi yang terbaru/paling lengkap shg kita tidak ketinggalan jaman dengan memiliki manfaat asuransi yg kurang sesuai dengan kenyataan biaya2 RS sekarang ini. Itupun baru biaya RS di Indonesia, blm bila harus berobat ke luar negeri ....

Semoga sharing ini bermanfaat.. ..

Yang ingin info lebih lanjut silakan japri saja ke christgouw@yahoo. com

Regards
Christianto

--- Pada Ming, 3/1/10, Peter Hermawan <peter.hermawan@ gmail.com> menulis:

Dari: Peter Hermawan <peter.hermawan@ gmail.com>
Judul: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun
Kepada: SSR-Klub@yahoogroup s.com
Tanggal: Minggu, 3 Januari, 2010, 6:51 PM

 

Dear Bp. Robby

Yang bapak jelaskan mengenai produk asuransi lain itu bersifat Cash Plan, artinya penggantian sejumlah uang akibat kehilangan pemasukan karena nasabah tidak dapat bekerja.

Sementara yang bapak jelaskan pada Produk Allianz bersifat Hospital and Surgery. Yang mengcover biaya operasi secara detail.

Kedua produk ini mempunyai karakteristik yang jauh berbeda. Karena itu tidak dapat dibandingkan.

Saat ini hampir setiap asuransi sudah mempunyai produk Hospital and Surgery dan Cashless

Dan jangan lupa minta copy polis untuk produk ini sebelum membeli produk Hospital untuk menghindari kesalah pamahan klaim dikemudian hari.

Semoga ini menjelaskan rekan2 yang lain.

peter
dikirim dari Kantor Pos terdekat®


From: Robby Sepryansyah <robby_250979@ yahoo.co. id>
Date: Sun, 3 Jan 2010 17:11:56 +0800 (SGT)
To: <SSR-Klub@yahoogroup s.com>
Subject: Re: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun

 

Ada...saat ini saya ikut asuransi ALLIANZ untuk ibu saya...kalau anda mau ikut sekarang saat nya karena yang saya tau ALLIANZ tidak menerima jika sudah lewat umur 55 Thn...

Nama Asuransinya SmartHealth Maxi Violet..Preminya beragam dan sistemnya cashless, jadi tidak usah menggunakan dana cash.
Pertimbangan saya ikut ini :
1. Sistemnya Cashless
2. Providernya banyak
3. Semua ditangung hingga operasi besar.

Dibandingkan dengan asuransi yang dihitung per hari :
Misal kita ikut asuransi hospital lain yang ditanggung perhari maks 500 rb...maka kalau operasi usus buntu saja menghabiskan total 10 JT dan hanya 5 hari di RS maka anda hanya di cover 2,5 JT saja

Tapi dengan Allianz maka anda akan di cover semuanya kecuali jika biaya obatnya melebihi limit...tapi yang penting masuk RS tanpa mikirin uang muka dulu...

Untuk lebih jelasnya bisa liat www.allianz. co.id...kalau anda di JKT bisa menghub Bpk.Rusdi (021-91622868) telp aja ..di agent ..nanti minta di jelaskan secara terperinci

Robby


From: kristian wibawanto <k_wibawanto@ yahoo.com>
To: SSR-Klub@yahoogroup s.com
Sent: Thursday, December 31, 2009 22:01:57
Subject: [SSR-Klub] Asuransi kesehatan setelah pensiun

 

Dear all,
 
Saya ingin tanya tentang asuransi kesehatan setelah umur 55 tahun, karena diperusahaan saya setelah pensiun nanti kesehatan tidak lagi ditanggung oleh perusahaan.
Kira-kira ada tidak asuransi yang melayani setelah umur 55 tahun ato seandainya mulai sekarang saya membayar polis setiap tahunnya dan baru digunakan setelah saya berumur 55 tahun.
Mohon sarannya...
 
Terima kasih
Kristian


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)



New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!


Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!



Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!



Apakah wajar artis ikut Pemilu?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!


#31807 From: "Suci Purwati" <sucipurwati@...>
Date: Sat Jan 9, 2010 2:32 pm
Subject: RE: Re: DPLK
suci97
Send Email Send Email
 

 

Sekedar tambahan…sekarang perusahaan asuransi juga sudah semakin ahli membuat produk anuitas jiwa.

Saat ini sudah ada perusahaan asuransi yang menawarkan pengembalian seluruh dana DPLK yang telah dimasukkan ke anuitas jiwa pada tahun ke-10 (usia 65 jika pensiun usia 55) namun peserta tetap bisa menerima manfaat bulanan sepert saat masuk hingga dia meninggal. Dan bila peserta meninggal dunia, manfaat bulanannya (walaupun jumlahnya berkurang) tetap bisa diteruskan ke janda/duda atau anak hingga usia 25 tahun.

Jadi tidak perlu khawatir bila 80% DPLK kita nantinya harus dimasukkan ke anuitas jiwa…tinggal pintar-pintar saja memilih produk anuitas jiwa yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi.

 

-suci-

 


From: SSR-Klub@yahoogroups.com [mailto:SSR-Klub@yahoogroups.com] On Behalf Of Dimas Yoga
Sent: 07 Januari 2010 14:31
To: SSR-Klub@yahoogroups.com
Subject: [SSR-Klub] Re: DPLK

 

 

Dear Pak Rolan,

 

Very nice view pak.. :)

Thanks untuk masukannya.

 

 

Salam,

Dimas

 

 

 

Pada 7 Januari 2010 13:41, <rolan_napitupulu@yahoo.com> menulis:

 

Menanggapi program lumpsump pemerintah

Menurut saya, pemerintah dalam hal ini sangat bijak. Karena pada kenyataannya, (saya pernah mendengar suatu survey) bahwa hanya 10% saja dari jumlah pensiunan di salah satu perusahaan besar di indonesia (katakanlah perusahaan x) yang para pensiunannya dalam jangka waktu 3 tahun setelah pensiun masih dapat menjalani gaya hidup yg sama ketika dia belum pensiun (atau dengan kata lain, pensiun dengan bahagia). Sisanya ternyata harus menjalani gaya hidup yg amat berbeda, dalam artian harus melakukan penghematan sana sini dan tak sedikit yg terlilit hutang dan terjebak dalam investasi bodong (atau pensiun dengan tidak bahagia)

Ternyata, hampir dari seluruh pensiunan dari perusahaan itu mengambil pilihan terima dana pensiun dimuka alias lumpsum..

Nah, nampaknya ketika mereka para pensiunan baru ini mendapatkan dana "segar" dan "besar" dimuka, banyak dari mereka yang kurang bijak dan terpancing emosi untuk mengembangbiakkan dananya tanpa/ kurang dibekali pengetahuan mengenai perencanaan keuangan yang tepat. Akibatnya, seperti tadi, investasi gagal atau usaha baru gagal, gaya hidup berlebihan (baru dapet duit sih, jd langsung belanja macem2) dan tanpa sadar dana pensiun tergerus.

Nampaknya pemerintah sudah mempelajari dan menyadari faktor psikologis dari masyarakat indonesia dalam memegang uang. Banyak dari kita yg tidak bisa mengontrol emosi dan berpikir bijak dalam mengelola keuangan, dan menyesal kemudian.

Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: Sudiyono <yono12577@yahoo.com>

Date: Wed, 6 Jan 2010 20:27:59 -0800 (PST)

Subject: Bls: [SSR-Klub] Re: DPLK

 

 

Oke Bp. Dimas terima kasih atas penjelasannya yg begitu praktis... Terus terang, saya pribadi lebih suka yg program lumpsum sih, tapi ya apa boleh buat sudah keputusan pemerintah seperti itu... hehehe... Berarti memang kudu cepet2 pindah ke kuadran kanan nih biar hidup di masa tua bisa nyaman...

Salam,
Sudiyono

Internal Virus Database is out of date.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 8.5.431 / Virus Database: 270.14.124/2597 - Release Date: 01/02/10 08:22:00


#31808 From: ninik dwi astuti <Ninikda@...>
Date: Sat Jan 9, 2010 9:42 pm
Subject: Re: Bls: apakah sekarang timing yg tepat utk beli reksadana?
Ninikda@...
Send Email Send Email
 
sepertinya berlaku untuk pembelian jumlah berapapun pak. karena habis
itu saya top up cm 500rb tetap dapat subfee 0,75%.
kl di bank mandiri untuk fortis ekuitas minimum pembelian pertama
500rb, top up minimum 100rb.
On 1/8/10, hardekman jasur <udahardek80@...> wrote:
> Bu'Ninik , untuk subfee 0,75% tsb ,apa ada minimum pembelian RDS fortisnya,
> mohon info !
> thanks,
> Hardekman
>
>
>
>
> ________________________________
> Dari: ninik dwi astuti <Ninikda@...>
> Kepada: SSR-Klub@yahoogroups.com
> Terkirim: Sel, 5 Januari, 2010 17:04:08
> Judul: Re: [SSR-Klub] apakah sekarang timing yg tepat utk beli reksadana?
>
>
> akhirnya kmrn hbis libur natalan jadi beli RDS fortis ekuitas. Tnyta
> lwat agen bank mandiri subfeeny tdk sperti yg tcantum di brosur(3%) tp
> cm 0,75% aja.
> Senang....ihsg sdh naik lg niy
> --
> best regards,
> Ninik Dwiastuti, dr.
>
>
>
>
>       Pemerintahan yang jujur & bersih? Mungkin nggak ya? Temukan jawabannya
> di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com


--
best regards,
Ninik Dwiastuti, dr.

#31809 From: yhogaswara <yhogaswara@...>
Date: Sat Jan 9, 2010 7:23 pm
Subject: Re: Re: Bedanya Jamsostek dan DPLK
yhogaswara@...
Send Email Send Email
 
Dear Pak Dimas

terima kasih atas sarannya
berarti saya tidak perlu memikirkan untuk ikut DPLK lagi


Dimas Yoga wrote:
>
>
> *Dear Pak Yhogaswara,*
>
>
> Pada dasarnya Jamsostek adalah produk DPLK, karena bertujuan untuk
> mempersiapkan Jaminan Hari Tua (JHT) dimasa pensiun kita. Jika bapak
> sudah ikut Jamsostek, saran saya (boleh diikuti boleh tidak, karena
> hanya sekedar saran) sebaiknya bapak tidak perlu ikut DPLK individual
> lain diluar.
>
> Jika bapak merasa bahwa kebutuhan pensiun bapak tidak akan dapat
> tercover oleh JHT dari Jamsostek, maka ada baiknya bapak tidak
> menggunakan instrumen DPLK untuk berinvestasi jangka panjang tetapi
> menggunakan sarana investasi yang memang "dipersiapkan" untuk
> investasi jangka panjang seperti pembelian saham atau reksadana dengan
> komposisi portofolio yang terdiri dari perusahaan berfundamental baik.
>
> Dalam jangka panjang (diatas 10 tahun), return saham atau reksadana
> saham akan lebih baik dari DPLK, dengan catatan tidak ada perubahan
> yang signifikan pada kondisi makro ekonomi (misal: krisis) atau
> kondisi fundamental perusahaan (misal: bangkrut). Kira-kira demikian,
> semoga mencerahkan.
>
>
> Salam,
> *Dimas*
>
>
>
> Pada 26 Desember 2009 02:23, yhogaswara <yhogaswara@...
> <mailto:yhogaswara@...>> menulis:
>
>
>
>     Dear rekans
>
>     Mau tanya, apakah sama program pensiun dari Jamsostek dan dari DPLK ?
>     Soalnya di kantor otomatis diikut-sertakan ke Jamsostek
>
>     Apakah perlu ikut Jamsostek dan DPLK juga ?
>     Atau hanya Jamsostek dan sisa uangnya untuk investasi, misal ke
>     Reksadana ?
>
>     TQ sebelumnya
>     Yhoga
>
>
>

Messages 31780 - 31809 of 56384   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help