Skip to search.

Breaking News Visit Yahoo! News for the latest.

×Close this window

SSR-Klub · Klub Perencanaan Keuangan Safir Senduk & Rekan

The Yahoo! Groups Product Blog

Check it out!

Group Information

  • Members: 9923
  • Category: Free Stuff
  • Founded: Mar 15, 2004
  • Language: Indonesian
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Messages

Advanced
Messages Help
Messages 494 - 523 of 56691   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages: Show Message Summaries Sort by Date ^  
#494 From: muhammad prabowo <cutedade@...>
Date: Sun May 2, 2004 6:26 am
Subject: FREE INVITATION + LUNCH - BOS
cutedade
Send Email Send Email
 

PENGUMUMAN !!!

SUBJEK : FREE INVITATION + LUNCH - BOS


Kawan-kawan SSR-KLUB semua, kami dari PT.AJ. SEQUISLIFE Cab. Kb.Jeruk ingin
mengundang kawan semua untuk hadir dalam acara Business Opportunity seminar (BOS).
Dimana acara ini diperuntukkan bagi kawan-kawan yang  :

1.Sekedar ingin tahu tentang perkembangan dan informasi seputar dunia asuransi jiwa di Indonesia

2.Sekedar ingin tahu apa itu tugas dan keuntungan menjadi seorang Financial Consultan (baca : agent) di Sequislife

3.Sekedar ingin tahu apa persyaratan menjadi seorang Financial Consultan di AJ.Sequislife

4.Sekedar ingin tahu mengapa seorang Financial Consultan bisa berpenghasilan puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan ?

5.Sekedar ingin tahu mengapa saat ini banyak sekali kalangan professional ataupun pekerja yang turut meniti karir dalam bidang asuransi dengan menjadi Financial Consultant diluar bidang pekerjaan utamanya ?

6.Atau memang anda benar-benar ingin mempelajari tentang dunia asuransi jiwa dan berkarir di dalamnya


Maka, anda semua patut hadir dalam acara BOS ini yang sedianya akan diadakan di :

-Tanggal                  :08 Mei 2004,
-Tempat                  :PT.AJ.SEQUISLIFE, Gd.Sastra Graha (Gd.CITIBANK). Lt.7- Kebon Jeruk (Pas Di sebelahnya RCTI)
-Waktu                   :Pkl.09.30 - 12.15 WIB


Dan jangan khawatir, undangan ini "FREE" alias "GRATIS", ALIAS "TIDAK BAYAR" !!!

N nanti juga akan disediakan MAKAN SIANG bersama, lumayan lho...hitung2 makan siang gratis juga ...   :-)

Tapi......karena tempatnya terbatas, maka kawan2 yang memang benar-benar ingin hadir, maka kami harapkan untuk
memberikan konfirmasi tentang kepastian kehadirannya paling lambat Tanggal 06 Mei 2004 Pkl. 10.00 WIB.
Konfirmasi yang diberikan adalah , :

1.Nama lengkap anda
2.umur
3.dan anda dapat informasi ini darimana (dari milis apa, atau dari teman..)
4.No.telphone yang dapat dihubungi

Konfirmasi dapat anda kirimkan via email ke cutedade@... atau via sms ke 0817 732 432


Demikian Informasinya, atas kerjasamanya saya ucapkan terima kasih dan Mohon Maaf bagi kawan-kawan yang memberikan konfirmasi
Setelah waktu yang ditetapkan, maka anda tidak kami perkenankan untuk hadir.

Sekali lagi.


Terima Kasih.

 

MUhammad Prabowo

 

NB : Please Forward To your friends...


 



Regards:
Muhammad Prabowo


Do you Yahoo!?
Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs

#495 From: Azret Batseba Lutaporu <Azret.Lutaporu@...>
Date: Tue May 4, 2004 2:21 am
Subject: Need Info: UMR untuk Daerah Jawa Timur ( Surabaya )
Azret.Lutaporu@...
Send Email Send Email
 
> Rekan Millis Yth,
>
> Saat ini saudara saya sedang butuh informasi mengenai UMR di daerah Jatim,
> khususnya daerah Surabaya.
> Bila ada rekan millis Keuangan khususnya dari daerah Jatim yg sangat tahu
> dan mengerti mengenai tarif UMR di Jatim,
> mohon informasikan ke saya melalui Japri.
>
> terima kasih atas bantuannya, have a nica day to all of u
>
> * eba *
>
>

#496 From: "Eko Jalu Santoso" <ekojalus@...>
Date: Tue May 4, 2004 6:04 am
Subject: Investasi Pilihan Keluarga
ekojalus@...
Send Email Send Email
 
Investasi Pilihan Keluarga

Meningkatnya berbagai tarif harga dalam situasi perekenomian yang belum
pulih dari krisis sekarang ini, menuntut setiap orang untuk mencari
peluang-peluang baru untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidupnya.

Banyak cara dalam meningkatkan pendapatan dan taraf hidup, salah satu
pilihan yang sering dilakukan adalah melakukan investasi. Dalam berbicara
tentang Investasi, tentu dalam benak dan pikiran kita akan terlintas
mengenai deposito, saham, reksadana, obligasi dan asuransi. Semua instrument
investasi yang disebutkan tersebut diatas biasanya memerlukan modal dan
biaya yang cukup besar bahkan dengan tingkat resiko yang berbeda-beda.
Sehingga tidak mudah dilakukan bagi para pemula, khususnya yang memiliki
modal kecil dan kantong yang terbatas.

Namun ada salah satu pilihan Investasi yang tidak dijual oleh institusi
keuangan, bisa dijalankan oleh para pemula karena hanya memerlukan modal
sangat kecil dan memiliki resiko yang sangat kecil. Meskipun demikian
intrumen investasi ini bisa memberikan profit tak terbatas dan bahkan bisa
menjadi aset yang terus menghasilkan pasive income.

Jenis Investasi apakah itu ?

Mungkin saat ini penghasilan anda mencukupi untuk kebutuhan keluarga anda
dalam setiap bulannya, namun coba sedikit kita tengok kedepan, bagaimana
beberapa tahun kedepan  saat biaya pendidikan atau kuliah putra-putri anda
sudah mencekik leher ?.

Belum lagi kalau kita memikirkan bagaimana seandainya kita sakit dalam waktu
lama dan tidak mampu bekerja seperti semula atau bagaimana jika perusahaan
tempat kita berkerja bangkrut dan kita terkena PHK ?.

Jika Anda ingin menjawab kekawatiran anda tersebut diatas dan menginginkan
masa depan pendidikan putra-putri anda terjamim, menikmati masa pensiun yang
nyaman dan aman secara finansial maka investasi yang akan saya paparkan ini
wajib Anda pertimbangkan secara serius.

Investasi yang saya maksud adalah investasi dalam sebuah bisnis network
marketing yang dapat Anda jalankan di waktu luang Anda tanpa harus
mengorbankan gaji dari kantor Anda. Anda bahkan dapat melakukan bisnis ini
dari rumah di waktu senggang Anda.

Memiliki dan menjalankan bisnis network marketing dapat diibaratkan seperti
memiliki bisnis waralaba pribadi (personal franchise). Sebagai seorang
distributor bisnis network marketing, Anda memiliki hak untuk menjual
serangkaian produk langsung kepada konsumen. Akan tetapi, bisnis network
marketing jauh lebih baik dari bisnis waralaba karena Anda juga dapat
mengajak teman Anda untuk bergabung dan menjalankan waralaba pribadi mereka
sendiri. Hal ini dapat dilakukan berulang-ulang hingga organisasi waralaba
pribadi Anda berkembang hingga masing-masing menjadi mandiri dan sukses.

Dengan mengembangkan organisasi bisnis network marketing dan waralaba
pribadi, Anda secara perlahan-lahan menciptakan residual income, sejenis
income yang akan Anda peroleh secara terus-menerus walaupun Anda memutuskan
untuk berhenti menjalankan bisnis Anda.

Residual income tidak boleh dianggap remeh. Semakin besar organisasi network
marketing Anda, maka semakin besar pula residual income yang akan Anda
peroleh. Karena tidak ada batasan untuk Anda mengembangkan organisasi bisnis
network marketing Anda, maka tidak ada juga batasan terhadap residual income
yang bisa Anda peroleh (unlimited income).

Data-data survai di Amerika Serikat menunjukkan Sejak tahun 1978, setiap 1
dari 5 orang milioner baru di Amerika Serikat menjadi milioner karena bisnis
Network Marketing yang mereka jalankan.

Dapatkah Anda melihat potensi yang ditawarkan oleh bisnis network marketing
ini? Menurut saya, hampir semua orang membutuhkan bisnis ini. Sebagian besar
orang yang saya kenal akan sangat tertolong oleh income tambahan di luar
gaji dari pekerjaan kantor ini.

Jika anda ingin melihat peluang dan potensi Bisnis Network Marketing ini,
silahkan kunjungi webiste ini ; http://sndfocus.biz/go.cgi/dewisri

Tahukah Anda bahwa taraf hidup sebagian besar orang akan akan merosot secara
drastis, bahkan mungkin terpaksa menjual mobil dan rumah jika harus hidup
selama 6 bulan tanpa pekerjaan???

Setiap keluarga memerlukan investasi di bisnis network marketing ini. Akan
tetapi, masih banyak sekali orang yang tidak mengindahkan potensi yang
ditawarkan oleh bisnis network marketing ini. Hal ini disebabkan adanya
mitos-mutos yang salah tentang bisnis jaringan ini.

Eko Jalu Santoso
http://sndfocus.biz/go.cgi/dewisri

#497 From: "Eugene T. Moningka" <moningka21@...>
Date: Wed May 5, 2004 1:38 am
Subject: Pemailitan Perusahaan Asuransi
moningka21@...
Send Email Send Email
 
 
  
  
  
  
Berlangganan Koran Rabu, 05-MAY-2004
   
 Menu Utama
 Halaman Depan
 Tajuk
 Bursa
 Keuangan
 Jasa & Perdagangan
 Ekonomi Umum
 Manufaktur
 Industri
 Usaha Kecil & Koperasi
 Transportasi
 Umum
 Teknologi Informasi
 Ritel
 Agribisnis
 Tamb. & Infrastruktur
 Rubrik Berkala
 Daftar Isi
 
 Tabel Bursa Moneter
 Bursa Efek Jakarta
 Bursa Efek Surabaya
 Obligasi
 Suku Bunga Deposito
 Suku Bunga Antar Bank
 Kurs Valuta
 Kurs Bank Devisa
 Reksadana
 Kurs Swap
 Pasar Uang Antar Bank
 Bursa Komoditas
 Transaksi Warrant
 Transaksi Futures
 Insurance Linked
 Kurs Valas Int
 Kurs Valas Di Pasar Int
 Produk Perbankan
 Trans Kontr. Berjangka
 Dana Pensiun Lbg. Keu
 Indeks Bursa Regional
 Indeks Bursa Global
  
 
  
  
  
Keuangan
Sekali lagi, pemailitan perusahaan asuransi
 
Sejak bergulirnya reformasi hingga April 2004, sudah ada empat perusahaan asuransi yang dipailitkan terdiri dari tiga perusahaan asuransi jiwa dan satu asuransi umum. Dari keempat perusahaan asuransi tersebut, dua merupakan perusahaan patungan, yang nota bene sehat alias "solvent" dan dua perusahaan asuransi lokal yang memang "insolvent".

Juli 2002 perusahaan asuransi jiwa patungan Kanada dengan Indonesia (Manulife) dipailitkan oleh pemegang saham lokalnya. Kini perusahaan asuransi jiwa Prudential Life Assurance yang berasal dari Inggris, dipailitkan oleh konsultan keagenannya.

Kedua kreditur perusahaan asuransi jiwa tersebut (Manulife dan Prudential) yang meminta Pengadilan Niaga untuk mempailitkan perusahaan adalah bukan pemegang polis dan kasus ini tidak ada hubungannya dengan wanprestasi perusahaan asuransi yang tidak membayar kewajibannya dalam bentuk klaim asuransi.

Keempat kasus pemailitan tersebut memang dimungkinkan diajukan oleh kreditur siapa saja dengan catatan lebih dari dua kreditur. Perusahaan asuransi, reasuransi dan dana pensiun tidak dikecualikan dari ketentuan tersebut dalam arti bisa dipailitkan oleh siapa saja dengan memenuhi persyaratan yang tercantum dalam UU Kepailitan.

Ini tidak seperti yang dinikmati oleh perbankan maupun perusahaan efek, yang hanya bisa dimintakan pailit oleh regulator masing-masing.

Masyarakat perasuransian telah meminta agar UU tersebut mencantumkan Menteri Keuangan sebagai regulator yang mempunyai kewenangan untuk mengajukan permintaan pailit perusahaan asuransi/reasuransi & dana pensiun. Ini bukan sebagai tameng untuk berlindung dibalik UU Kepailitan akan tetapi untuk menghindari pemailitan perusahaan yang "solvent".

Aneh tapi nyata

Dua kasus terakhir yang kebetulan menyangkut dua perusahaan patungan yang nota bene "solvent" merupakan kasus yang bisa dikatakan aneh tetapi nyata. Nyata karena sesuai dengan isi UU Kepailitan yang tidak mempertimbangkan solvabilitas perusahaan yang dituntut pailit, kalau memang terdapat kewajiban hutang yang sah (dalam arti prosesnya, jumlahnya serta telah jatuh tempo) dan terbukti tidak dibayar, Pengadilan Niaga bisa memutuskan perusahaan tersebut PAILIT.

Dikatakan aneh karena bagaimana mungkin perusahaan yang nyata-nyata "solvent" dinyatakan pailit. Penyebab aneh tapi nyata ini adalah perbedaan dua sudut pandang yakni dari segi hukum dan dari segi finansial.

Seyogyanyalah demi keadilan yang menyangkut hajat hidup para pemegang polis yang jumlahnya bisa mencapai jutaan orang, yang memiliki kewenangan untuk meminta pailit perusahaan asuransi adalah regulator dalam hal ini instansinya adalah Departemen Keuangan.

Dalam kasus terakhir, yakni yang menimpa Prudential kita semua tahu karena UU Kepailitan masih belum diamandemen maka kasus serupa terulang kembali.

Padahal, berbagai pihak yang berkepentingan, baik Departemen Keuangan sebagai regulator perasuransian maupun Dewan Asuransi Indonesia sebagai Federasi dari Asosiasi Asuransi jiwa, umum dan sosial telah meminta secara resmi kepada Dewan Perwakilan Rakyat agar amandemen atas UU Kepailitan segera disahkan.

Hal ini pernah disinggung dalam tulisan penulis di harian Bisnis Indonesia tanggal 15 Juli 2002. Namun, apa lacur, seperti lazimnya, sebelum jatuh korban atau sebelum kasus serupa terulang, pihak yang seharusnya merespon masalah ini tidak berinisiatif untuk melakukan pembahasan.

Apakah kita perlu menunggu korban perusahaan asuransi lain yang "solvent" dipailitkan lagi oleh krediturnya ? Apakah supaya permintaan ini dipenuhi kita harus melibatkan Pemerintah negara lain?

Akibat pemailitan

Akibat langsung dari pemailitan ini adalah pengurusan "boedel pailit", dalam hal ini Prudential Life Assurance, ditangani oleh kurator tanpa harus menunggu keputusan yang bersifat tetap.

Di lain pihak, kita tahu bahwa pihak Prudential telah memohon kasasi kepada Mahkamah Agung agar pemailitan dibatalkan. Apakah masuk akal atau rasional (bukan semata mata dilihat dari segi hukum), bila karena kewajiban hutang yang tidak dibayar sebesar Rp1,4 miliar, perusahaan dengan kekayaan pada akhir tahun 2003 sebesar lebih dari 1.125 kali lipatnya (Rp1.575 milyar) harus dihentikan operasinya bahkan pada ujung-ujungnya dilikuidasi ?

Penghentian operasi berarti kekayaan perusahaan tidak bertambah bahkan akan terjadi pengeluaran yang besar seperti untuk membayar iklan pengumuman pailit, imbalan jasa untuk kurator serta biaya untuk membayar konsultan hukum / pengacara dsb.

Belum lagi "opportunity cost" seandainya perusahaan tidak beroperasi selama beberapa waktu. Alhamdulillah, Hakim Pengawas menyetujui permohonan agar Prudential tetap beroperasi.

Terlepas dari adanya tekanan IMF sebelum tahun 1998 agar kita segera menuntaskan UU Kepailitan, ada yang mengatakan secara sinis bahwa ternyata yang menjadi korban adalah perusahaan patungan.

Masalahnya bukan terletak pada perusahaan asing atau lokal tetapi pada kepercayaan masyarakat tidak hanya pada industri asuransi namun juga kepercayaan calon investor asing, khususnya FDI (Foreign Direct Investment) yang akan masuk ke negara kita yang mungkin akan mundur karena gonjang ganjing penegakan dan kepastian hukum.

Masyarakat pemegang polis akan bertanya, perusahaan yang "solvent" saja bisa dipailitkan, bagaimana dengan yang nyata nyata sakit dan amburadul keuangannya ?

Seandainya saja, sekali lagi seandainya Prudential harus dilikuidasi demi hukum kepailitan bukan demi UU Usaha Perasuransian atau bukan karena solvabilitasnya, apa dampaknya ? Khususnya bagi para pemegang polis ? Mereka akan dirugikan !

Akibat lanjutannya adalah masyarakat akan menurun kepercayaannya terhadap industri ataupun pada setiap produk asuransi, padahal industri ini masih butuh dukungan baik dari masyarakat dan khususnya dari pemerintah untuk dapat berkembang sebagai salah satu pilar mobilisator dana untuk pembangunan.

Para pemegang polis yang merupakan bagian dari kreditur "dipaksa" untuk mengajukan klaim bila perusahaan akan dilikuidasi. Sudah jatuh tempo ataupun belum, sudah mengandung nilai tunai atau masih nihil, ada atau tidaknya "potongan" sebagai biaya "redemption" dsb, mereka HARUS mengajukan klaim "surrender" atau dalam istilah asuransi jiwa "MENJUAL" polisnya kepada perusahaan.

Seperti kita ketahui, dalam polis asuransi jiwa tradisional kalau pemegang polis "dipaksa" melakukan "surrender" mereka akan dirugikan karena kemungkinan nilai tunai klaim yang diperoleh akan lebih kecil dibandingkan dengan total premi yang sudah mereka bayarkan.

Bersyukurlah sebagian besar produk yang dijual Prudential didominasi oleh unit linked (lebih dari 90%) namun tetap saja pemegang polis yang terpaksa mengajukan klaim produk unit linked (surrender atau redemption) akan menderita kerugian terutama bila index (harga per unit) tengah menurun.

Pengajuan klaim secara serentak akan menimbulkan semacam rush dan dikuatirkan terjadi masalah cash flow dalam arti belum tentu tersedia uang kas yang mencukupi untuk membayar semua klaim yang diajukan pemegang polis.

Bayangkan saja kalau hal seperti ini terjadi, akan timbul semacam chaos dalam skala mini yang berakibat turunnya kepercayaan masyarakat terhadap asuransi.

What Next ?

Kepada para pemegang polis Prudential khususnya dan para pemegang polis asuransi di tanah air pada umumnya, kecemasan yang ada di dalam benak kita adalah wajar dan sah sah saja.

Kita berharap semoga tidak ada keputusan terburuk yang akan diambil oleh pihak berwenang mengingat dampak yang telah dipaparkan di atas secara apa adanya.

Tanpa bermaksud menggurui atau mempengaruhi bahkan mengintervensi pihak Mahkamah Agung dalam memutuskan kasasi yang diminta Prudential , perkenankan kiranya masyarakat perasuransian memohon kebijakan Mahkamah Agung untuk menjadikan kepentingan yang lebih luas sebagai salah satu dasar pertimbangan.

Kita tidak memerlukan penekanan politis atau paksaan sehalus apapun dan dari pihak manapun untuk secepatnya mengambil keputusan karena ketidakpastian yang disebabkan tertundanya keputusan akan berakibat fatal bagi semua pihak.

Kepada dua pihak yang bertikai yakni para kreditur di satu pihak dan Prudential di pihak yang lain agar mengupayakan jalan yang kompromistis. Tentunya bisa diupayakan penyelesaian yang saling menguntungkan kedua pihak sehingga bisa ditempuh apa yang disebut amicable settlement.

Khusus kepada para anggota DPR yang terhormat, entah komisi II atau komisi IX mohon, sekali lagi mohon, bahaslah amandemen atas UU Kepailitan ini termasuk UU lain yang terkait khususnya revisi UU No. 2 tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian yang di dalamnya juga terkandung wacana pembentukan Lembaga Penjamin Polis.

Kalau pembahasan ini sulit dilaksanakan, terpaksalah pemerintah harus turun tangan segera dalam bentuk penerbitan PERPU. Para pemegang polis maupun para pelaku bisnis perasuransian mengharapkan kasus Prudential adalah kasus pemailitan terakhir yang dipailitkan tanpa melalui regulator. Semoga.

Oleh Hotbonar Sinaga
Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia

 
  Tampilan Cetak  
   
  
  
 
Search
English Version
 
    Berita Lainnya
     
  • Permata keberatan dimerger dengan BNI
  • BI akan lepas US$
  • Jasindo garap asuransi satelit
  • BPR Jateng kekurangan direksi
  • Kredit BPD Kaltim Rp1,2 triliun
  • Sekuritisasi aset PNM tunggu kajian BI
  • Bunga penjaminan naik 1,14%
  • Kurs bea masuk Rp8.625 per US$
  • AAJI desak DPR revisi UU Kepailitan
  • PPA lepas sebagian aset kakap awal tahun depan
  • JORR dialihkan ke PPA
  • SCB ekspansi ke kredit otomotif
  • MANAJEMEN RISIKO
    Ketika modal menjadi raja
      
      
     
     
     
    Kontak Kami | Registrasi | Login | Informasi Iklan
    Tampilan terbaik dengan IE5 atau lebih & resolusi 800 x 600 pixel
    Copyright © PT. Jurnalindo Aksara Grafika, April 2001.

    #498 From: "Eko Jalu Santoso" <ekojalus@...>
    Date: Wed May 5, 2004 3:59 am
    Subject: Diam dan Tergilas !
    ekojalus@...
    Send Email Send Email
     
    Diam dan Tergilas !
    
    "Segala yang di bawah langit pasti berubah. Hanya satu hal yang tetap
    sepanjang masa, yaitu perubahan itu sendiri".
    
    Saya yakin semua orang sudah mahfum dengan perkataan diatas. Tetapi, tidak
    semua yang mahfum dengan perubahan mau melakukannya, ada juga yang mengerti
    dan ingin berubah tetapi tidak tahu melakukannya. Dan banyak pula yang tidak
    paham bahwa setiap perubahan selalu datang sambil bergandengan dengan
    segudang peluang atau pilihan.
    
    Seorang teman mengirimkan cerita tentang 2 ekor katak. Satu katak tinggal di
    sawah, dan lainnya tinggal di jalan. Katak  yang  tinggal  di  sawah
    berkata kepada  katak  yang  tinggal dipinggir  jalan:  "tempatmu  terlalu
    berbahaya, tinggallah denganku".
    Katak  "pinggir  jalan"  menjawab:  "aku  sudah  terbiasa, malas untuk
    pindah".
    
    Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan"  dan
    menemukan  bahwa  si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
    
    Saya merenung membaca cerita tersebut. Ternyata  sangat  mudah  menggenggam
    nasib  kita sendiri, cukup hanya mau berubah dan menghindari kemalasan saja.
    
    Anda tentu pernah juga membaca sebuah kampanye biro iklan besar di
    Indonesia. "Berubah atau Punah" begitu yang terbaca pada spanduk yang
    terpasang. Judul ini menggelitik untuk disimak, karena sebenarnya tidak
    selamanya perubahan itu bisa menjadikan keadaan menuju ke arah lebih baik.
    Namun yang pasti harus diyakini bahwa dalam setiap perubahan, sekali pun
    yang datang adalah perubahan menjadi krisis misalnya, didalamnya sejumlah
    peluang dan pilihan tetap menyertainya.
    
    Cerita tersebut menarik bila disandingkan dengan semakin seringnya kita
    membaca berita di berbagai media masa tentang perusahaan-perusahaan yang
    sedang merasionalisasi atau melakukan restrukturisasi organisasinya
    menghadapainpersaingan bisnis di era pasar beabas sekarang ini. Maksud saya,
    semua itu ujung-ujungnya berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) sejumlah
    karyawan dengan segala konsekuensi ke penghidupan banyak keluarga. Tengok
    saja sudah ada berapa perusahaan besar yang dulunya tidak kita perkirakan
    bakal bangrut sekarang ini menyisakan problem dengan karyawannya yang
    di-PHK.
    
    Perubahan itu sudah PASTI, menjadi lebih baik adalah pilihan. Itu pasti yang
    kita inginkan. Caranya?  Persiapkan diri kita dengan memiliki dan mengambil
    peluang-peluang yang ada selagi kita masih memiliki pekerjaan saat ini. Bisa
    memiliki bisnis pribadi dan penghasilan selain hanya dari penghasilan
    kantoran kita adalah sebuah pilihan.
    
    Jangan  gadaikan  hidup  anda  kepada satu sumber income tadi. Amankan
    keluarga dengan  memiliki  2  atau lebih sumber penghasilan. Memiliki bisnis
    sendiri   sambil  kerja  bukan  berarti  tidak  loyal  kepada perusahaan.
    Toh,  perusahaan  juga  tidak  perduli  kepada kita kalau mereka  bangkrut.
    Kita  lah pemimpin kehidupan kita sendiri. Memiliki multi-stream  income
    justru membuat kita tenang di kantor. Seandainya tidak  dapat bekerja lagi,
    kita yakin bahwa ada penghasilan yang dapat
    diandalkan.
    
    Perubahan itu PASTI. Sebab, seiring jarum jam berputar, perubahan terus
    terjadi pada diri dan lingkungan kita. Segera ciptakan pernyataan
    positioning diri. Intinya mengenali diri sendiri dan mengetahui pasti apa
    yang dapat diperbuat dan bagaimana
    strategi mencapainya.
    
    Saya  jadi  teringat  dengan kisah 2 katak tadi. Saya adalah "katak di
    sawah"  yang  saat ini memiliki sumber penghasilan lain selain gaji
    kantoran. Dan saat ini saya memanggil-manggil 'katak di pinggir jalan" untuk
    mau berpindah agar tidak tergilas.
    
    Bagaimana dengan Anda sekarang ini ? Apakah termasuk "katak di sawah" atau
    "katak di pinggir jalan" ?.
    
    Eko Jalu Santoso
    http://sndfocus.biz/go.cgi/dewisri

    #499 From: "Epul" <spl@...>
    Date: Wed May 5, 2004 3:14 am
    Subject: Re: Diam dan Tergilas !
    spl@...
    Send Email Send Email
     
    Mas Eko ini kok tiap kali ngirim pesan ujung-ujungnya jual produk sih...
    ----- Original Message -----
    From: "Eko Jalu Santoso" <ekojalus@...>
    To: "SSR-Klub" <SSR-Klub@yahoogroups.com>
    Sent: Wednesday, May 05, 2004 10:59 AM
    Subject: [SSR-Klub] Diam dan Tergilas !
    
    
    > Diam dan Tergilas !
    >
    > "Segala yang di bawah langit pasti berubah. Hanya satu hal yang tetap
    > sepanjang masa, yaitu perubahan itu sendiri".
    >
    > Saya yakin semua orang sudah mahfum dengan perkataan diatas. Tetapi, tidak
    > semua yang mahfum dengan perubahan mau melakukannya, ada juga yang
    mengerti
    > dan ingin berubah tetapi tidak tahu melakukannya. Dan banyak pula yang
    tidak
    > paham bahwa setiap perubahan selalu datang sambil bergandengan dengan
    > segudang peluang atau pilihan.
    >
    > Seorang teman mengirimkan cerita tentang 2 ekor katak. Satu katak tinggal
    di
    > sawah, dan lainnya tinggal di jalan. Katak  yang  tinggal  di  sawah
    > berkata kepada  katak  yang  tinggal dipinggir  jalan:  "tempatmu  terlalu
    > berbahaya, tinggallah denganku".
    > Katak  "pinggir  jalan"  menjawab:  "aku  sudah  terbiasa, malas untuk
    > pindah".
    >
    > Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan"  dan
    > menemukan  bahwa  si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
    >
    > Saya merenung membaca cerita tersebut. Ternyata  sangat  mudah
    menggenggam
    > nasib  kita sendiri, cukup hanya mau berubah dan menghindari kemalasan
    saja.
    >
    > Anda tentu pernah juga membaca sebuah kampanye biro iklan besar di
    > Indonesia. "Berubah atau Punah" begitu yang terbaca pada spanduk yang
    > terpasang. Judul ini menggelitik untuk disimak, karena sebenarnya tidak
    > selamanya perubahan itu bisa menjadikan keadaan menuju ke arah lebih baik.
    > Namun yang pasti harus diyakini bahwa dalam setiap perubahan, sekali pun
    > yang datang adalah perubahan menjadi krisis misalnya, didalamnya sejumlah
    > peluang dan pilihan tetap menyertainya.
    >
    > Cerita tersebut menarik bila disandingkan dengan semakin seringnya kita
    > membaca berita di berbagai media masa tentang perusahaan-perusahaan yang
    > sedang merasionalisasi atau melakukan restrukturisasi organisasinya
    > menghadapainpersaingan bisnis di era pasar beabas sekarang ini. Maksud
    saya,
    > semua itu ujung-ujungnya berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) sejumlah
    > karyawan dengan segala konsekuensi ke penghidupan banyak keluarga. Tengok
    > saja sudah ada berapa perusahaan besar yang dulunya tidak kita perkirakan
    > bakal bangrut sekarang ini menyisakan problem dengan karyawannya yang
    > di-PHK.
    >
    > Perubahan itu sudah PASTI, menjadi lebih baik adalah pilihan. Itu pasti
    yang
    > kita inginkan. Caranya?  Persiapkan diri kita dengan memiliki dan
    mengambil
    > peluang-peluang yang ada selagi kita masih memiliki pekerjaan saat ini.
    Bisa
    > memiliki bisnis pribadi dan penghasilan selain hanya dari penghasilan
    > kantoran kita adalah sebuah pilihan.
    >
    > Jangan  gadaikan  hidup  anda  kepada satu sumber income tadi. Amankan
    > keluarga dengan  memiliki  2  atau lebih sumber penghasilan. Memiliki
    bisnis
    > sendiri   sambil  kerja  bukan  berarti  tidak  loyal  kepada perusahaan.
    > Toh,  perusahaan  juga  tidak  perduli  kepada kita kalau mereka
    bangkrut.
    > Kita  lah pemimpin kehidupan kita sendiri. Memiliki multi-stream  income
    > justru membuat kita tenang di kantor. Seandainya tidak  dapat bekerja
    lagi,
    > kita yakin bahwa ada penghasilan yang dapat
    > diandalkan.
    >
    > Perubahan itu PASTI. Sebab, seiring jarum jam berputar, perubahan terus
    > terjadi pada diri dan lingkungan kita. Segera ciptakan pernyataan
    > positioning diri. Intinya mengenali diri sendiri dan mengetahui pasti apa
    > yang dapat diperbuat dan bagaimana
    > strategi mencapainya.
    >
    > Saya  jadi  teringat  dengan kisah 2 katak tadi. Saya adalah "katak di
    > sawah"  yang  saat ini memiliki sumber penghasilan lain selain gaji
    > kantoran. Dan saat ini saya memanggil-manggil 'katak di pinggir jalan"
    untuk
    > mau berpindah agar tidak tergilas.
    >
    > Bagaimana dengan Anda sekarang ini ? Apakah termasuk "katak di sawah" atau
    > "katak di pinggir jalan" ?.
    >
    > Eko Jalu Santoso
    > http://sndfocus.biz/go.cgi/dewisri
    >
    >
    >
    >
    >
    > www.perencanakeuangan.com
    >
    > Yahoo! Groups Links
    >
    >
    >
    >
    >
    >

    #500 From: "wpputra" <wpputra@...>
    Date: Wed May 5, 2004 3:17 am
    Subject: Investasi reksadana saham Schroeder atau Mees Pierson di Bank Commonwealth
    wpputra
    Send Email Send Email
     
    Dear All,
    
    Apakah di antara rekan-rekan ada yang invest di reksadana saham /
    campuran dari Schroders atau Mees Pierson melalui Bank Commonwealth?
    Kalau tidak keberatan, tolong bagi dong pengalamannya. Soalnya saya
    juga mau invest di sana tapi bingung apa ini saat yang tepat untuk
    investasi di reksadana saham / campuran.
    
    Terima kasih untuk saran dari rekan-rekan.
    
    Best regards,
    
    Putra

    #501 From: enak mas <itilsapi@...>
    Date: Wed May 5, 2004 3:36 am
    Subject: Re: Diam dan Tergilas !
    itilsapi@...
    Send Email Send Email
     
    iya nihh....dasar EKO !!!....si Emang Kurang Objekan...kirim cerita bok yang bermutu Pak......bosen jualan produk di pasar aja !!!

    Epul <spl@...> wrote:
    Mas Eko ini kok tiap kali ngirim pesan ujung-ujungnya jual produk sih...
    ----- Original Message -----
    From: "Eko Jalu Santoso" <ekojalus@...>
    To: "SSR-Klub" <SSR-Klub@yahoogroups.com>
    Sent: Wednesday, May 05, 2004 10:59 AM
    Subject: [SSR-Klub] Diam dan Tergilas !


    > Diam dan Tergilas !
    >
    > "Segala yang di bawah langit pasti berubah. Hanya satu hal yang tetap
    > sepanjang masa, yaitu perubahan itu sendiri".
    >
    > Saya yakin semua orang sudah mahfum dengan perkataan diatas. Tetapi, tidak
    > semua yang mahfum dengan perubahan mau melakukannya, ada juga yang
    mengerti
    > dan ingin berubah tetapi tidak tahu melakukannya. Dan banyak pula yang
    tidak
    > paham bahwa setiap perubahan selalu datang sambil bergandengan dengan
    > segudang peluang atau pilihan.
    >
    > Seorang teman mengirimkan cerita tentang 2 ekor katak. Satu katak tinggal
    di
    > sawah, dan lainnya tinggal di jalan. Katak  yang  tinggal  di  sawah
    > berkata kepada  katak  yang  tinggal dipinggir  jalan:  "tempatmu  terlalu
    > berbahaya, tinggallah denganku".
    > Katak  "pinggir  jalan"  menjawab:  "aku  sudah  terbiasa, malas untuk
    > pindah".
    >
    > Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan"  dan
    > menemukan  bahwa  si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
    >
    > Saya merenung membaca cerita tersebut. Ternyata  sangat  mudah
    menggenggam
    > nasib  kita sendiri, cukup hanya mau berubah dan menghindari kemalasan
    saja.
    >
    > Anda tentu pernah juga membaca sebuah kampanye biro iklan besar di
    > Indonesia. "Berubah atau Punah" begitu yang terbaca pada spanduk yang
    > terpasang. Judul ini menggelitik untuk disimak, karena sebenarnya tidak
    > selamanya perubahan itu bisa menjadikan keadaan menuju ke arah lebih baik.
    > Namun yang pasti harus diyakini bahwa dalam setiap perubahan, sekali pun
    > yang datang adalah perubahan menjadi krisis misalnya, didalamnya sejumlah
    > peluang dan pilihan tetap menyertainya.
    >
    > Cerita tersebut menarik bila disandingkan dengan semakin seringnya kita
    > membaca berita di berbagai media masa tentang perusahaan-perusahaan yang
    > sedang merasionalisasi atau melakukan restrukturisasi organisasinya
    > menghadapainpersaingan bisnis di era pasar beabas sekarang ini. Maksud
    saya,
    > semua itu ujung-ujungnya berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) sejumlah
    > karyawan dengan segala konsekuensi ke penghidupan banyak keluarga. Tengok
    > saja sudah ada berapa perusahaan besar yang dulunya tidak kita perkirakan
    > bakal bangrut sekarang ini menyisakan problem dengan karyawannya yang
    > di-PHK.
    >
    > Perubahan itu sudah PASTI, menjadi lebih baik adalah pilihan. Itu pasti
    yang
    > kita inginkan. Caranya?  Persiapkan diri kita dengan memiliki dan
    mengambil
    > peluang-peluang yang ada selagi kita masih memiliki pekerjaan saat ini.
    Bisa
    > memiliki bisnis pribadi dan penghasilan selain hanya dari penghasilan
    > kantoran kita adalah sebuah pilihan.
    >
    > Jangan  gadaikan  hidup  anda  kepada satu sumber income tadi. Amankan
    > keluarga dengan  memiliki  2  atau lebih sumber penghasilan. Memiliki
    bisnis
    > sendiri   sambil  kerja  bukan  berarti  tidak  loyal  kepada perusahaan.
    > Toh,  perusahaan  juga  tidak  perduli  kepada kita kalau mereka
    bangkrut.
    > Kita  lah pemimpin kehidupan kita sendiri. Memiliki multi-stream  income
    > justru membuat kita tenang di kantor. Seandainya tidak  dapat bekerja
    lagi,
    > kita yakin bahwa ada penghasilan yang dapat
    > diandalkan.
    >
    > Perubahan itu PASTI. Sebab, seiring jarum jam berputar, perubahan terus
    > terjadi pada diri dan lingkungan kita. Segera ciptakan pernyataan
    > positioning diri. Intinya mengenali diri sendiri dan mengetahui pasti apa
    > yang dapat diperbuat dan bagaimana
    > strategi mencapainya.
    >
    > Saya  jadi  teringat  dengan kisah 2 katak tadi. Saya adalah "katak di
    > sawah"  yang  saat ini memiliki sumber penghasilan lain selain gaji
    > kantoran. Dan saat ini saya memanggil-manggil 'katak di pinggir jalan"
    untuk
    > mau berpindah agar tidak tergilas.
    >
    > Bagaimana dengan Anda sekarang ini ? Apakah termasuk "katak di sawah" atau
    > "katak di pinggir jalan" ?.
    >
    > Eko Jalu Santoso
    > http://sndfocus.biz/go.cgi/dewisri
    >
    >
    >
    >
    >
    > www.perencanakeuangan.com
    >
    > Yahoo! Groups Links
    >
    >
    >
    >
    >
    >




    www.perencanakeuangan.com



    Do you Yahoo!?
    Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs

    #502 From: "Eko Jalu Santoso" <ekojalus@...>
    Date: Wed May 5, 2004 4:50 am
    Subject: Untung Ganda Investasi di Rumah Komersial
    ekojalus@...
    Send Email Send Email
     
    Untung Ganda Investasi di Rumah Komersial
    
    Selain dijadikan tempat tinggal, rumah yang unik bisa dikomersialkan untuk
    pesta perkawinan, syuting, peluncuran produk, fashion show, jamuan relasi
    dan wisata. Hasilnya pun menggiurkan.
    
    Ini bukan bagian adegan syuting sinetron Roy Marten. Aktor kawakan yang
    dipuja para wanita era 1980-an itu tampak berdialog dengan salah seorang
    artis kondang di tengah-tengah kru dan perlengkapan film. Pemandangan ini
    terjadi di kediaman Roy yang berlokasi di Kalimalang, Jakarta. Betul, di
    sana Roy tidak beraksi memerankan karakter tokoh tertentu, melainkan sekadar
    mengobrol dengan para pemain film yang menyewa rumahnya untuk kegiatan
    syuting sinetron.
    
    
    Pria kelahiran Salatiga 52 tahun silam itu mengaku bisnis penyewaan rumahnya
    berlangsung secara kebetulan. Lantaran temannya dari kalangan perfilman
    kerap bertandang ke rumahnya, lama-kelamaan mereka tertarik menyewa untuk
    kegiatan syuting sinetron, film ataupun videoklip. Kakak kandungnya, Rudy
    Salam adalah penyewa pertama. Disusul penyewa-penyewa lain, kalau dihitung
    sudah puluhan kali rumah itu disewa untuk syuting sinetron dan film. Bahkan,
    salah satu film yang dibintanginya -- Kupu-kupu Kertas -- juga menyewa
    rumahnya sendiri.
    
    
    Desain rumah Roy yang bercat hijau memang unik. Bangunan dua lantai bergaya
    arsitektur Jawa kuno itu berdiri megah di atas lahan 5 ribu m2. Begitu
    memasuki pintu gerbang, tamu disambut dengan bangunan gereja ortodoks untuk
    umat. Hamparan rumput hijau dan pohon palem yang tertata asri menambah
    indahnya pesona rumah yang dibangun tahun 1993 itu.
    
    
    Sebelum Roy, ada selebriti lain yang lebih dulu menyewakan rumahnya untuk
    syuting. Asmiar Yahya, nama yang tidak asing lagi di drama-drama TVRI sejak
    25 tahun lalu. Ibu dari artis Yulia Yahya ini menyewakan rumahnya seluas
    2.500 m2 untuk syuting mulai era 1970-an. Tak terhitung berapa kali syuting
    dilakukan di rumahnya di Cipinang Jaya, Jakarta. Yang masih terekam dalam
    pikirannya adalah syuting sinetron Deru Debu yang dibintangi Willy Dozan,
    serta sinetron Rumah Kos dengan pemain utama Krisdayanti. Yang paling gres,
    sekarang digunakan untuk syuting sinetron Di Sini Ada Setan, produksi SCTV.
    Adapun ciri khas rumah Asmiar, dalam satu lokasi mencakup tiga rumah
    berimpitan: rumah inti, belakang dan paviliun yang bergaya semimodern.
    
    
    Di luar kegiatan syuting, bisnis rumah sewa juga dikemas untuk acara pesta
    perkawinan, ulang tahun, jamuan makan, sekadar minum teh, peluncuran produk
    baru, fashion show, bahkan berbulan madu. Sebut saja nama-nama Rumah
    Alexandra’s seluas 3 ribu m2, Rumah Morphosa, Rumah Kartanegara (600 m2),
    Rumah Tanah Baru milik keramikus F. Widiyanto, dan Ndalem Joyokusumo --
    semuanya dibuka untuk umum yang berminat menyewa.
    
    
    Adapun biaya sewa masing-masing rumah khas itu bervariasi. Kalangan artis
    biasanya bersikap menawarkan harga pertemanan. "Sekali lagi, yang saya
    tekankan bukan harganya. Itu bisa diatur. Saya paling senang jika disewa
    karena suasana rumahnya menjadi ramai," kata Roy yang tidak enjoy dengan
    suasana senyap. Selain harga, batas waktu sewa rumahnya pun fleksibel.
    Artinya, jika kontrak sewanya selesai pukul 22.00 tapi syuting belum tuntas,
    ia memberikan toleransi perpanjangan waktu. Sementara itu, tarif sewa di
    rumah Asmiar Rp 750 ribu-1 juta/hari.
    
    
    Rumah Alexandra’s disewakan Rp 10 juta per 12 jam. "Harga ini sudah
    mengalami revisi empat kali sejak diluncurkan September 2003," ujar Yayuk,
    manajer operasional rumah di kawasan Kemang Selatan itu. Mula-mula rumah
    milik pasangan Ratih Soe dan Alex Kecil Kosasih itu sewanya dipatok Rp 5
    juta, lalu Rp 6,5 juta, Rp 7,5 juta dan terbaru Rp 10 juta untuk setengah
    hari.
    
    
    Sementara itu, Rumah Kartanegara milik mantan penyanyi Anna Manthovani,
    ongkos sewanya ada dua macam: untuk party Rp 6,9 juta/3 jam dan wedding Rp
    12 juta/3 jam. Kedua harga paket itu belum termasuk biaya katering. Lebih
    gila lagi tarif sewa Rumah Morphosa yang berdiri di atas lahan 8 ribu m2 di
    Kemang Timur, mencapai US$ 7 ribu (hampir Rp 60 juta) untuk pesta semalam
    suntuk. Ini belum termasuk biaya katering Rp 250-350 ribu tiap tamu.
    
    
    Sebaliknya, biaya sewa Ndalem Joyokusumo di Yogyakarta lebih masuk akal: US$
    20 atau kira-kira Rp 170 ribu per tamu undangan, sudah termasuk biaya
    katering. Begitu juga sewa Rumah Tanah Baru di Beji, Depok, tarifnya masih
    berkisar Rp 100-150 ribu/orang.
    
    
    Biaya sewa yang beragam dibarengi fasilitas dan layanan yang bervariasi
    pula. Di Rumah Alexandra’s, penyewa bisa menikmati keindahan taman dengan
    aneka pohon besar dan tanaman kecil yang dilengkapi gazebo, kolam renang
    yang dihiasi air terjun buatan, serambi, ruang tamu utama, ruang makan,
    dapur, ruang piano, ruang biliar, selaras, ruang rapat berkapasitas 50
    orang, ruang baca dan kamar tidur.
    
    
    Konsep layanan Alexandra’s, menurut Yayuk, beda dari rumah sewa lain. "Kami
    tidak mengejar omset, tapi antara penyewa dan kami harus saling puas," ujar
    wanita berkerudung itu. Kelebihannya: pertama, penyewa diberikan kelonggaran
    waktu beberapa hari dalam mempersiapkan pernak-pernik pesta. Bandingkan
    dengan di hotel atau tempat lain yang hanya diizinkan semalam melakukan
    persiapan menjelang acara digelar. Kedua, Alexandra’s menawarkan suasana
    yang asri, nyaman dan luas. Ketiga, acara benar-benar privat dan dijaga
    ketat, sehingga aman bagi penyewa yang menghendaki larangan wartawan masuk
    sekalipun.
    
    
    Fasilitas Rumah F. Widiyanto dengan atomosfer pedesaan Jawa dan Bali
    menawarkan keindahan kolam ikan, pepohonan, gemericik air mengalir dan tanda
    tangan pemiliknya di segala sudut tembok bata, tiang dan lantai. Dan
    kunjungan diakhiri dengan membuat keramik bagi tiap tamu. Bagi yang ingin
    menginap disediakan pondokan.
    
    
    Tentu saja, rumah mewah dan eksklusif itu menyedot biaya investasi yang
    tidak kecil. Sebut saja Rumah Alexandra’s yang bergaya kombinasi Art Deco,
    Kolonialis dan etnik Jawa itu harga pasarannya kini Rp 10 miliar. "Padahal
    dulu kami beli tahun 1996 harganya kurang dari Rp 2 miliar," kata Ratih Soe.
    Sementara itu, Asmiar membeli rumahnya tahun 1970 saat harga tanahnya masih
    Rp 250 ribu/m2. Saat ini nilai rumahnya ditaksir Rp 5 miliar.
    
    
    Adapun biaya perawatan rumah-rumah eksklusif itu tak murah. Rumah Alexandra’
    s memerlukan dana minimal Rp 10 juta/bulan. "Kami harus bayar gaji 8
    karyawan, listrik dan biaya lain," tutur Yayuk. Asmiar pun mengamini
    tingginya biaya perawatan rumahnya mencapai Rp 5 juta/bulan. Sementara itu,
    Roy mengaku pemasukan dari sewa rumahnya hanya cukup buat menutup biaya
    perawatan. "Karena saat ini sepi order. Kalau dulu belum banyak saingan bisa
    tiap bulan jadwal penuh," papar suami Anna Maria ini.
    
    
    Dengan biaya investasi dan perawatan yang membengkak, tentu saja pihak
    pengelola berharap order terus mengalir tanpa harus mengurangi citra
    keeksklusifan. Di rumah F. Widiyanto kurang-lebih dalam sepekan ada tiga
    pertemuan. Sekali pertemuan jumlah tamunya 10-30 orang. Lain lagi di Rumah
    Alexandra’s dengan kapasitas 200 orang, pihaknya membatasi maksimal terima
    order dua acara dalam seminggu. "Biar orang bangga pernah menyewa tempat
    ini. Kami cukup selektif, agar citra pesta di sini sangat privat," timpal
    Yayuk. Meski ketat menerima order, dari sejak diluncurkan sampai sekarang,
    Rumah Alexandra’s telah melayani belasan acara. Bahkan, untuk bulan Mei ke
    atas terlihat antrean 10 penyewa yang masuk daftar inden.
    
    
    Bagi Roy, investasi rumah sewa untuk syuting atau pesta jika dikelola serius
    sangat menguntungkan dan lekas balik modal. Ia mencontohkan rumah seharga Rp
    1 miliar --desainnya sesuai dengan selera produser, umumnya tak pernah sepi
    order. Lazimnya tarif sewa rumah untuk syuting dalam sehari Rp 1-1,5 juta.
    Artinya, satu tahun bisa meraup Rp 360 juta dan lima tahun bisa menjadi Rp
    1,8 miliar. Jadi, dalam tempo lima tahun, sudah break even point dan
    mengantongi untung Rp 800 juta. "Bahkan, bisa juga dalam sehari disewa oleh
    dua rumah produksi," papar Roy, yang rumahnya sempat dijadikan langganan
    syuting Indosiar, Prima Entertainment dan Multivision. Mungkin ini
    penghitungan yang agak ekstrem. Akan tetapi, jika rumah sewa itu disewa 180
    hari saja dalam setahun, pendapatan yang diperoleh sudah lumayan. Apalagi,
    masih ada keuntungan dari kenaikan harga tanahnya.
    
    
    Setali tiga uang opini Roy dan Yayuk. Investasi rumah sewa pesta dan syuting
    memang sangat prospektif. Rumah Alexandra’s dengan tarif Rp 10 juta per 12
    jam, katakanlah rata-rata satu bulan ada 8 order, maka hitungannya: Rp 10
    juta x 8 = Rp 80 juta. Lalu dikurangi biaya-biaya Rp 10 juta (Rp 80-10 = Rp
    70 juta). Jadi, andaikan dalam sebulan ada pemasukan Rp 70 juta, setahun
    total pendapatan sewa mencapai 12 x Rp 70 = Rp 840 juta. Dengan demikian
    untuk lima tahun saja bisnis sewa rumah ini akan mengantongi dana sekitar Rp
    4,2 miliar (Rp 840 juta x 5) atau menjadi Rp 8,4 miliar untuk 10 tahun.
    
    
    Besarnya potensi return investasi di rumah sewa itulah mendorong Roy lebih
    profesional menggarapnya di kemudian hari. Kelak, Roy berencana menambah
    fasilitas kolam renang, memperbaiki akses jalan menuju rumahnya, area
    parkir, merenovasi desain agak bergaya Mediterania, pintu gerbang
    diperbesar, serta beriklan. "Saya yakin setidaknya 10 tahun lagi paradigma
    pesta tidak lagi di gedung atau hotel mewah, melainkan pesta yang lebih
    privacy dan terjangkau di rumah sewa," tutur Roy optimistis.
    
    
    Baik Roy, Yayuk atau pengelola rumah sewa lain menetapkan aturan tersendiri
    bagi calon penyewa. Di rumah Roy yang banyak menggunakan unsur kayu jati dan
    bebatuan itu melarang penyewa memaku tembok, kalau ganti cat harus
    dikembalikan sesuai dengan asalnya, menjaga kebersihan, posisi mebel dan
    hiasan rumah harus ditempatkan sesuai asalnya, serta tidak boleh sampai
    larut malam.
    
    
    Aturan main yang diberlakukan Alexandra’s, antara lain, melarang memaku dan
    mengecat tembok, perlengkapan berseliweran di mana-mana sehingga mengganggu
    ornamen Alexandra’s, menaruh perlengkapan katering seperti gelas dan piring
    kotor sembarangan. "Untuk sewa syuting kami belum pernah deal, karena kami
    keberatan kalau rumah ini dindingnya dipaku mengikuti tema sinetronnya,"
    Yayuk menjelaskan.
    
    
    Bukan berarti, bisnis rumah sewa tanpa risiko. Cuma, risiko yang dihadapi
    lebih enteng, asalkan barang-barang berharga disimpan baik agar tidak dicuri
    penyewa. Selain itu, sewa rumah syuting atau pesta lebih likuid. Pasalnya,
    rata-rata pembayaran transaksi dilakukan di muka dan order minimal tiga
    bulan sebelum acara. Yang jelas, investasi rumah sewa return-nya berkali
    lipat dibanding menyewakan rumah kontrakan yang berbulan-bulan, bahkan
    tahunan. Eva Martha Rahayu
    
    Riset: Asep Rohimat

    #503 From: "Eko Jalu Santoso" <ekojalus@...>
    Date: Wed May 5, 2004 4:52 am
    Subject: Choo Sin Fook; 100% di Instrumen Jangka Panjang
    ekojalus@...
    Send Email Send Email
     
    Choo Sin Fook; 100% di Instrumen Jangka Panjang
    
    Tujuan investasinya bukan menjadi kaya, melainkan tercapainya target hidup,
    menyekolahkan anak ke luar negeri dan mempersiapkan dana pensiun. Bagaimana
    ia mengelola portofolionya?
    
    Setelah merayakan ulang tahun ke-40, ada hal yang berbeda pada diri Choo Sin
    Fook. Ia tidak lagi tubruk sana tubruk sini mengejar peluang investasi. Pola
    investasinya lebih teratur: kapan harus mengerem dan kapan pula mesti tancap
    gas. Keputusan investasinya lebih berhati-hati dan moderat.
    
    "Dulu saat masih muda, saya cenderung risk taker," ungkap Senior Vice
    President Director Prudential Life Assurance ini. Pehobi olah raga ini
    berujar, faktor usia berpengaruh terhadap gaya berinvestasinya. Di usia yang
    matang itu, kesibukannya kian padat, tapi stamina berkurang. Itulah
    sebabnya, ia tak mau membenamkan duit dalam instrumen yang merepotkan.
    
    
    Choo, yang telah 18 tahun malang melintang di industri asuransi jiwa dan
    kini juga menjabat sebagai Director of Agency Prudential di Cina, memang
    berupaya mengelola pendapatannya seefektif mungkin untuk persiapan masa
    depan. Malah, sejak dini Choo telah merencanakan hari tuanya. Ia
    bercita-cita, setelah usia 55 tahun (pensiun), punya banyak tabungan yang
    bisa dijadikan mesin uang. Tambahan lagi, sejak awal ia merancang pendidikan
    kedua anaknya untuk sekolah di luar negeri, sehingga kalau sudah tua tidak
    pusing memikirkan biayanya. Ia mengincar salah satu universitas di Amerika
    Serikat untuk kuliah kedua anaknya yang kini berusia 11 tahun dan 7 tahun.
    Ia memperkirakan, biaya kuliah di AS sekitar US$ 25 ribu/tahun.
    
    
    Ke mana alokasi investasi Choo agar hari tuanya lebih tenang? "100%
    investasi saya untuk longterm," kata pria berkebangsaan Malaysia ini.
    Alasannya, secara individu kebutuhan shorterm-nya sudah terpenuhi. Artinya,
    cash flow keluarganya cukup likuid dengan penempatan dana di bank.
    
    
    Choo membagi bentuk investasinya menjadi tiga: aktiva tetap, reksa dana dan
    asuransi. "Saya tidak memecah komposisi persentasenya," paparnya. Yang
    jelas, segala bentuk investasi tersebut selalu dalam denominasi mata uang
    US$ dan ringgit (RM).
    
    
    Karena investasinya itu untuk jangka panjang, baik investasi di reksa dana
    maupun asuransi, Choo senantiasa berpatokan pada strategi: pilih perusahaan
    yang reputasinya global dan survive untuk jangka panjang. Ia tidak
    terpancing dengan janji return gila-gilaan.
    
    
    Di instrumen properti, Choo sengaja membeli rumah dan apartemen di Malaysia,
    karena ingin menikmati hari tua di kampung halamannya, Penang. Sementara
    itu, meski ia telah 11 tahun tinggal di Indonesia sebagai ekspat, ia masih
    menyewa rumah di Pondok Indah. "Di Indonesia, warga asing tidak boleh punya
    hak milik rumah. Terlalu banyak peraturan," ungkapnya. Akibatnya, ia
    memutuskan lebih baik investasi di kampung halaman yang lebih jelas
    kepastian hukumnya dan prospek ekonominya lebih cerah.
    
    
    Untuk investasi di reksa dana, ia membeli beberapa produk reksa dana
    keluaran manajer investasi di Malaysia dalam bentuk RM dan US$. "Pada
    prinsipnya tidak ada yang beda antara produk reksa dana Malaysia dan
    Indonesia," jelasnya. Bedanya, justru pada besaran return. Reksa dana
    Malaysia umumnya mencetak return 6% per tahun, sedangkan reksa dana
    Indonesia lebih gede, sekitar 15%. Akan tetapi, mata uang RM lebih kuat,
    sehingga nilainya pun lebih besar ketimbang rupiah.
    
    
    Sementara itu, selain memproteksi diri dan keluarga dengan produk asuransi
    jiwa dan kesehatan, Choo juga menyisihkan sebagian investasinya di unit
    link. Produk yang terakhir ini menggelitik naluri investasinya lantaran
    mempunyai nilai ganda: investasi sekaligus proteksi. Kelebihan lain, "Unit
    link akan menggaransi polis asuransi saya terus berjalan, tanpa harus selalu
    membayar premi asuransi tepat waktu. Jadi, bila telat bayar, no problem.
    Tingkat pengembaliannya juga lumayan," ungkap lelaki berkacamata minus ini
    dengan riang.
    
    
    Kendati Choo berkali-kali menekankan bahwa tujuan utama investasinya bukan
    kejar untung, ia tak menampik bahwa ia beberapa kali menikmati imbal hasil
    dari modal yang telah disebar ke berbagai instrumen tersebut. "Rata-rata
    return investasi di jangka medium dalam ringgit 8%-10% per tahun. Sedangkan
    investasi di longterm yang kebanyakan berbentuk US$ 10%-12% per tahun,"
    jelasnya. Berdasarkan pengalaman investasinya, hingga sekarang ia belum
    pernah mencicipi imbal hasil yang signifikan. Ini disebabkan ia tak suka
    investasi high risk. "Sejauh ini saya hanya bisa menerima maksimal medium
    risk," Choo berterus terang.
    
    
    Hanya saja, Choo pun tak luput dari jeratan lubang risiko dalam
    berinvestasi. Suatu kali ia pernah kehilangan banyak uang gara-gara
    investasi di reksa dana asing. Pemicunya, produk tersebut tidak dijamin
    hukum. Celakanya, ia tak paham tentang hukum investasi di negara yang
    bersangkutan. Tidak hanya itu. Nasib naas terulang lagi ketika ia
    memercayakan dananya dikelola sang teman. "Gara-gara jenis investasinya
    ilegal, duit saya hangus RM 25 ribu," paparnya.
    
    
    Setelah dikecewakan temannya, Choo lebih percaya pada hati nuraninya sebagai
    pengambil keputusan investasi pribadi. Apalagi, ia menambahkan, "Sampai
    sekarang saya sangat jarang menemukan financial advisor bagus. Mereka selalu
    mencoba mengajarkan saya untuk selalu menang dan untung besar dalam
    investasi. Padahal, itu bertolak belakang dengan prinsip investasi saya.
    Saya ingin investasi yang objektif dan wajar. Tidak perlu bermain
    spekulasi."
    
    
    Choo merasa puas dengan apa yang telah dicapai. Ke depan, ia belum berencana
    mengubah peta portofolio berikut strategi investasinya. "Saya rasa sudah
    bagus seperti ini," kata Choo yang diwawancara via telepon, karena ia tengah
    bertugas di Cina. Baginya, yang terpenting dilakukan saat ini, kerja lebih
    keras lagi agar target investasinya lekas tercapai. Caranya, disiplin
    menyisihkan uang untuk investasi. Dan kebiasaan itu telah dijalankan sejak
    ia merentas karier pada usia 22 tahun.
    
    
    Lebih-lebih tahun 2004 ke atas, Choo melanjutkan, tren suku bunga terus
    turun akibat makroekonomi dunia yang kurang bagus. Implikasinya, capital
    gain atau yield investasi berkurang. "Itu artinya, saya dituntut untuk
    menabung lebih banyak lagi agar tercapai tujuan hidup saya dari investasi
    tadi," tegasnya. Eva Martha Rahayu

    #504 From: "Eko Jalu Santoso" <ekojalus@...>
    Date: Wed May 5, 2004 4:54 am
    Subject: Jurus Mempertahankan Klien
    ekojalus@...
    Send Email Send Email
     
    Jurus Mempertahankan Klien
    
    Di kalangan profesional, pindah "ke lain hati" dengan dalih mencari
    tantangan baru adalah hal biasa. Perusahaan pun umumnya merelakan kepergian
    profesionalnya itu, karena memang tidak ada aturan yang mengharuskan
    profesional sampai pensiun berkarier di satu perusahaan. Namun celakanya,
    kerap terjadi profesional itu -- katakanlah, seorang account executive atau
    account manager -- membawa juga kabur sang klien.
    
    Di mata Wisaksono Noeradi, Mitra Pengelola Sudarto & Noeradi, praktik
    membawa lari klien memang acap terjadi, misalnya, di dunia periklanan dan
    konsultan. Dalam pandangannya, account executive memboyong juga kliennya ke
    perusahaan baru tempat ia bekerja memang tidak ada larangannya. Hanya saja,
    perilaku itu sebagai tindakan yang tidak etis. Toh, ia melihat kepindahan
    klien sejatinya tak semata-mata karena dibawa lari pemasarnya. Boleh jadi,
    klien sudah kadung jatuh hati pada pemasar, sehingga ia bersedia mengikuti
    arah perjalanan si pemasar.
    
    Menurutnya, praktik semacam itu sebenarnya merugikan pihak klien. Pasalnya,
    segala ihwal yang menyangkut klien sejatinya digodok oleh tim. Pemahaman
    terhadap klien dipahami dan dikuasai seluruh tim. Jadi, tidak semata
    wewenang dan tangung jawab account executive yang bersangkutan. Kalau ia
    bersedia dibawa lari si account executive, akan sangat riskan. Sebab,
    keandalan tim di perusahaan baru, jelas belum ia ketahui. Lagi pula
    membahayakan, bila klien hanya semata mengandalkan account executive. Klien
    harus ingat, account-nya itu dipegang oleh perusahaan bukan individu.
    
    Noeradi melihat, sejatinya klien tidak bisa begitu saja dibawa lari
    pemasarnya. Karena, hakikatnya sudah ada kontrak legal antara perusahaan dan
    klien. Kalau si pemasar membawa lari klien ketika masa kontrak dengan
    perusahaan memang sudah habis, ya tidak masalah. Kalau memutuskan kontrak
    sebelum masa berakhir, pastilah ada klausul-klausul hukumnya. Dan, klien
    bisa mengikuti si pemasar yang pindah ke perusahaan lain, katakanlah di biro
    iklan, harus melalui proses pitching. Ia menilai, klien tidak bisa dibawa
    lari begitu saja. Harus ada justifikasi yang profesional.
    
    Untuk menghindari terjadinya praktik tersebut, menurut Wisaksono, tak ada
    jurus lain kecuali pihak perusahaan meningkatkan komunikasi dengan
    klien-kliennya. Artinya, perusahaan menjalin hubungan tidak sebatas
    pekerjaan, tetapi juga mengembangkan hubungan sosial sebatas koridor yang
    berlaku. Hubungan sosial ini harus terbina dari jajaran eksekutif puncak
    sampai level account executive.
    
    Untuk menghindari praktik memboyong klien, perusahaan juga bisa menerapkan
    knowledge management. Dengan persaingan bisnis yang makin menajam,
    pengetahuan menjadi faktor penting dalam menciptakan keunggulan. Perusahaan
    harus memahami organisasi pembelajaran sebagai ajang keunggulan daya saing
    perusahaan. Dengan memobilisasi pekerja pengetahuan dan menumbuhkan
    lingkungan belajar, dapat mengakomodasi the new economic of information.
    
    Knowledge management dapat pula meredam perilaku tidak etis karyawan,
    misalnya membawa lari klien perusahaan. Perilaku ini jelas berkaitan dengan
    disiplin atau kebiasaan. Manajemen pengetahuan bisa dimulai dari self
    management atau manajemen diri. Adapun konsep manajemen pengetahuan meliputi
    pengelolaan sumber daya manusia, dan teknologi informasi. Tujuannya,
    mencapai organisasi perusahaan yang semakin baik, sehingga mampu memenangkan
    persaingan bisnis. Terlebih, seperti yang diutarakan Von Krogh dalam bukunya
    Enabling Knowledge Creation: Fondasi utama membangun bisnis yang mampu
    bertahan di tengah persaingan adalah membangun budaya yang menghargai
    belajar.
    Henni T. Soelaeman.

    #505 From: "wpputra" <wpputra@...>
    Date: Wed May 5, 2004 4:52 am
    Subject: Simulasi pendapatan distributor MLM
    wpputra
    Send Email Send Email
     
    Dear All,
    
    Saya tertarik untuk memperoleh masukan dari rekan-rekan mengenai
    potensi pendapatan distributor MLM kalau dipandang dari segi
    matematis dan secara keseluruhan (bukan perorangan / leader-leader
    yang sudah tinggi peringkatnya).
    
    Simulasi saya adalah sebagai berikut :
    
    1. Asumsikan saja ada sebuah MLM yang besar dengan omzet kurang
    lebih Rp. 1,2 triliun per tahun dan jumlah distributor (baik yang
    aktif maupun pasif) sekitar 900.000-an anggota.
    
    2. Asumsikan juga bahwa dari 900.000 orang tersebut 10%-nya adalah
    distributor aktif.
    
    3. Asumsikan saja bahwa setiap distributor aktif dapat memperoleh
    penghasilan sebesar Rp. 5 juta per bulan. Saya kira asumsi ini cukup
    fair mengingat kebanyakan upline-upline di MLM menjadikan pendapatan
    pasif potensial yang besar untuk downline-donwline yang mau
    konsisten dan bekerja keras dalam jangka waktu yang cukup.
    
    Berdasarkan ketiga asumsi tersebut di atas, maka total bonus per
    tahun yang harus dibayarkan oleh MLM tersebut kepada seluruh
    distributor-disttributor aktifnya adalah sebagai berikut :
    
    10% distributor yg aktif * 900.000 anggota * Rp. 5 juta per bulan *
    12 bulan = Rp. 5,4 triliun per tahun.
    
    Total bonus tahunan yang harus dibayarkan ini sudah pasti melebihi
    omzet per tahun MLM tersebut di atas yang cuma Rp. 1,2 triliun dan
    tidak mungkin terjadi.
    
    Oleh karena itu saya meminta pendapat dari teman-teman semua apakah
    mungkin janji-janji yang diberikan di MLM bahwa apabila kita
    konsisten dan bekerja keras dalam jangka waktu yang cukup lama maka
    kita akan memperoleh pasive income yang besar? Atau mungkin ada yang
    salah dalam simulasi saya.
    
    Salah satu faktor yang membuat saya enggan menjalankan MLM adalah
    karena saya merasa saya harus memberikan harapan bahwa downline-
    downline saya harus bekerja keras dan konsisten supaya dapat enak
    dikemudian hari karena memperoleh pasive income yang besar. Hal
    serupa juga harus dilakukan oleh downline-donwline saya yang mau
    aktif. Padahal pada akhirnya menurut simulasi di atas, banyak sekali
    orang-orang yang akan kecewa karena tidak mungkin ada banyak orang
    yang menerima pasive income yang terlalu besar dari MLM.
    
    Mohon pendapat dan koreksi dari rekan-rekan semua.
    
    Terima kasih banyak.
    
    Best regards,
    
    Putra

    #506 From: "kiki s harbani™ " <kiki@...>
    Date: Wed May 5, 2004 5:08 am
    Subject: 10 KESALAHAN UTAMA Pelaku MLM yang sering membuahkan kegagala; tanggapan utk artikel Simulasi pendapatan distributor MLM n
    kiki@...
    Send Email Send Email
     
    Menanggapi artikel "Simulasi pendapatan distributor MLM" terutama utk
    paragraf: "....Padahal pada akhirnya menurut simulasi di atas, banyak
    sekali orang-orang yang akan kecewa karena tidak mungkin ada banyak
    orang yang menerima pasive income yang terlalu besar dari MLM."
    
    Mungkin artikel di bawah bisa memberikan sedikit pemahaman baru tentang
    bisnis MLM ini, terutam kepada praktisi/calon anggota. Mudah2an
    bermanfaat.
    
    10 KESALAHAN UTAMA Pelaku MLM yang sering membuahkan kegagalan
    
    Adaptasi bebas dari tulisan Jeffrey Babener, konsultan MLM ternama di
    AS dalam majalah Network Marketing Life Styles edisi 2001 dengan
    judul “ Networking Dos and Don’ts : Ten Common Mistakes and How to
    avoid them”
    
    1. Jangan berlebihan dengan potensi income
    Terlalu membesar-besarkan potensi penghasilan membuat orang berharap
    secara berlebihan. Memang benar, banyak jutawan lahir oleh bisnis MLM.
    Namun faktanya kurang dari 10% saja distributor yang full time
    menjalankan bisnis ini.
    Mayoritas orang menjalankan MLM sebagai usaha sambilan. Jadi ekspektasi
    penghasilan dari bisnis MLM sebaiknya dibuat serealistis mungkin yang
    besarannya tidak jauh dari penghasilan kerja.
    Asumsinya penghasilan ini dipakai sebagai tambahan atas penghasilan
    kerja tetap. Fakta dilapangan banyak distributor yang awalnya berharap
    lebih dapat uang besar sebentar kemudian kecewa dan minggat dari MLM.
    Sponsor yang merekrut dengan janji penghasilan yang muluk-muluk
    seringkali kehilangan kredibilitasnya dalam waktu singkat. Jadi berikan
    harapan, bersikaplah positif dan sekaligus realistis.
    
    2. Jangan hanya mengandalkan sistem
    Aktifitas rekrut cenderung ditumpukan pada sistem kompensasi (marketing
    plan) yang dianggap paling unggul dan menjamin kesuksesan. Namun fakta
    historis gamblang menyatakan bahwa tidak ada satu perusahaan MLM pun
    yang sukses dengan semata-mata mengandalkan diri pada sistem
    kompensasi.  Tentu saja memiliki sistem kompensasi yang menyediakan
    insentif-insentif menarik itu perlu.
    
    Namun sistem kompensasi yang “terlalu menggoda” seringkali
    merupakan “penambal” bagi produk yang kurang bagus dan lemahnya
    manajemen. Sistem semacam ini biasanya tidak melanggengkan
    keberlangusungan bisnis perusahaan maupun distributornya. Jadi, syarat
    utamanya tetap produk berkualitas, manajemen yang kuat dan visi bersama
    yang bisa bagus. Jadi, pelaku MLM harus lebih memperhatikan unsur-unsur
    tersebut daripada berkonsentrasi pada keajaiban sistem.
    
    3.  Jangan asal ikut tren
    Orang suka kepincut dengan produk-produk tertentu yang lagi ngetren
    habis. Namun cerita seperti itu hanya berlangsung singkat. Kadang
    sebuah perusahaan MLM bisa sukses oleh momentum produk yang tepat serta
    dukungan product line yang solid. Namun sejatinya ini jarang terjadi.
    Sejarah MLM dipenuhi dengan produk-produk yang mengacu pada tren
    sesaat, tapi tidak semua mendulang sukses. Jadi, carilah produk yang
    solid dan masuk akal, terutama sekali produk yang ada pasarnya dan
    benar-benar dibutuhkan konsumen.
    
    4. Jangan berpikir jangka pendek
    Sama seperti bisnis-bisnis bernilai dan serius lainnya, MLM perlu waktu
    tumbuh dan berkembang. Jika Anda mencari sukses jangka pendek, itu
    berarti Anda sedang menanam benih kegagalan. Jangan berharap hasil
    cepat sekurang-kurangnya dalam enam bulan pertama Anda menggeluti
    bisnis ini. Mereka yang sukses di MLM umumnya telah cukup bekerja keras
    membangun jaringan dan punya visi jangka panjang. Ekonom Milton
    Friedman mengatakan “ masa depan lebih panjang dari masa sekarang”
    
    
    5. Mesin uang ? Bukan !
    Seringkali kita dengar rencana bisnis yang diakui sebagai mesin uang.
    Prospek diindoktrinasi “ Anda tidak perlu menjual apapun. Cukup buat
    daftar prospek dan uang akan datang sendiri ke rekening anda”.
    MLM bukan mesin uang dan bukan mesin rekrut. MLM adalah sebuah bisnis
    yang serius. Distributor yang sukses harus menguasai produknya,
    mengenal betul konsumennya, tahu visi dan misi perusahaan dan siap
    bekerja keras untuk mencapai tujuan. Jadi, konsentrasi pada pondasi
    bisnis yang kuat dan lupakan mesin uang. Maka bisnis Anda berpeluang
    menjadi lestari.
    
    6. Margin profit tinggi
    Sering pula distributor digoda dengan sistem kompensasi yang melebih-
    lebihkan potensi income, hal mana ditujukan untuk mengangkat produk
    yang ditawarkan. Perusahaan dengan produk berkualitas baik, sah saja
    menetapkan harga lebih mahal, dan dengan demikian bisa membayar komisi
    penjualan lebih besar. Pengalaman mencatat, perusahan-perusahaan MLM
    besar mampu bertahan dengan cara fokus
    Pada produk berkualitas bagus, terpercaya mutunya dikonsumsi dan
    dibutuhkan konsumen seperti produk nutrisi, perawatan pribadi  dan
    perawatan rumah tangga.
    
    Jika produk MLM mudah dicari pembandingnya di ritel, maka agak sulit
    bagi perusahaan meraih cukup margin profit untuk membayar komisi yang
    tinggi.
    
    7. Jangan abaikan reputasi perusahaan
    Rasio keberhasilan di MLM tak beda jauh dengan bisnis skala kecil
    lainnya. Mau tak mau, ada angka kegagalan yang berarti. Jika Anda
    mencari peluang lebih besar untuk sukses, pilihlah MLM dengan track
    record yang teruji. Lebih bagus jika perusahaan itu telah beroperasi
    sekurang-kurangnya setahun dan dibuktikan dengan manajemen perusahaan
    yang berkualitas. Tapi, benarkah peluang sukses bisa diraih oleh mereka
    yang bergabung lebih awal ? Yah, kadang-kadang sih ada benarnya. Namun
    kesempatan awal tidak ada nilainya jika pondasi bisnis rapuh.
    
    8. Hindari inventory loading
    Perusahaan yang menginginkan “front load” dalam jumlah besar dari
    distributornya jelas menuntut investasi uang tunai yang besar pula.
    Hindari dengan berbagai kemudahan komunikasi  dan distribusi saat ini,
    distributor tidak seharusnya diminta investasi terlalu besar. Praktek
    inventory loading semata ditujukan untuk menghimpun dana besar guna
    membayar komisi yang tinggi kepada para heavy hitters.
    
    Para heavy hitters ini fokusnya pada rekrut anggota baru. Program
    semacam ini biasanya merupakan skema piramid terselubung. Saat rekrut
    melambat, peluang bisnisnyapun memudar. Jadi bergabunglah dengan
    perusahaan yang menetapkan investasi yang moderat dan kebiasaan order
    yang rasional. Yang terakhir ini lebih berdimensi long term daripada
    yang memaksakan front load besar.
    
    9. Jangan jadi kutu loncat
    Katanya jika satu itu baik, maka dua dan seterusnya pasti lebih baik,
    benar ? Salah !. Apapun mitos yang anda dengar, sangat-sangat sedikit
    distributor yang bisa sukses dengan memegang sekaligus beberapa program
    MLM. Sejarah MLM mencatat, deretan kisah sukses lebih diisi para
    distributor yang komit dan loyal pada sebuah program dibanding para
    kutu loncat.
    
    Walaupun memang tidak mudah untuk fokus pada produk atau program
    tertentu. Namun mayoritas distributor sukses menekuni bisnis ini secara
    full time, berhati-hatilah dalam memilih perusahaan yang tepat lalu
    tekunlah pada perusahaan tersebut.
    
    10. Jangan berpangku tangan
    Tidak cukup hanya memilih perusahaan yang tepat, menelepon teman untuk
    bergabung, lalu berharap dapat income besar. Distributor yang sukses
    adalah mereka yang secara konsisten merekrut, menjual lalu
    menginvestasikan kembali hasilnya bagi pengembangan bisnisnya.
    Orang sering memperbincangkan kebebasan finansial di bisnis ini. Namun
    kebebasan finansial tidak akan terjadi jika Anda hanya berpangku tangan
    saja.
    
    Sama seperti bisnis-bisnis serius lainnya, sukses di MLM butuh
    investasi, kerja keras dan konsistensi. Jadi, lakukan kebiasaan-
    kebiasaan yang mendukung pengembangan bisnis Anda mulai sekarang.
    Jangan lupa, hindari segala kesalahan yang sudah Anda kenali bentuknya.
    
    
    Salam Sukses,
    Kiki S Harbani
    Posisi Sales Manager
    Anggota/Praktisi MLM iDENTiC
    No Member: A0070052
    
    ___________________________________________________________________
    "Sebelumnya tidak pernah begitu mudah menjadi kaya, Saya butuh waktu
    lebih dari 30 tahun dan dua kegagalan bisnis untuk mendapatkan
    pendidikan dan pengalaman yang diperlukan guna membangun bisnis yang
    sukses. Industri pemasaran jaringan/MLM menawarkan sistem usaha siap
    pakai kepada siapa saja yang ingin mengendalikan masa depan
    finansialnya".
    
    -Robert T. Kiyosaki
    Investor,Pendidik & Penulis Buku Laris
    The New York Times #1, Rich Dad Poor Dad

    #507 From: "Fanny" <fanny@...>
    Date: Wed May 5, 2004 7:44 am
    Subject: Salam kenal
    fanny@...
    Send Email Send Email
     
    Dear All,
     
    Haloo..
    Salam kenal dari saya, yang baru bergabung di klub ini.
    Nama saya fanny, wanita, karyawati swasta.
    Senang dapat bergabung disini untuk berbagi pengalaman dan bertukar pikiran, mudah2 an dapat bermanfaat bagi semua anggota.
     
    Terima Kasih,
     
    Salam,
    Fanny

    #508 From: "Fanny" <fanny@...>
    Date: Wed May 5, 2004 8:00 am
    Subject: Salam kenal
    fanny@...
    Send Email Send Email
     
     

    Dear All,
     
    Haloo..
    Salam kenal dari saya, yang baru bergabung di klub ini.
    Nama saya fanny, wanita, karyawati swasta.
    Senang dapat bergabung disini untuk berbagi pengalaman dan bertukar pikiran, mudah2 an dapat bermanfaat bagi semua anggota.
     
    Terima Kasih,
     
    Salam,
    Fanny

    #509 From: agung isnindito <isninditoagung@...>
    Date: Wed May 5, 2004 8:50 am
    Subject: Salam kenal dan tanya tentang reksa dana
    isninditoagung@...
    Send Email Send Email
     
    Dear anggota SSR-klub,
     
    Saya Agung Isnindito, Engineer di sebuah kontraktor elektrikal di Jakarta.
    Mohon rekan rekan di milis ini dapat membantu saya mengenai reksa dana.
    Dari artikel dan buku buku dari SSR, saya masih bingung. Karena awam, mohon
    ada rekan rekan yang dapat memberikan gambaran yang lebih mudah dan nyata
    mengenai reksa dana.
    Jenisnya, nilai investasinya, resikonya dll.
    Terimakasih banyak sebelumnya, bila ada yang bersedia menjawab.
     
    Note : buku buku SSR sulit dicari di toko toko buku, mengapa ya ?
     
    Regards,
    Agung Isnindito
     


    Do you Yahoo!?
    Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs

    #510 From: muhammad prabowo <cutedade@...>
    Date: Wed May 5, 2004 9:19 am
    Subject: Re: Simulasi pendapatan distributor MLM
    cutedade
    Send Email Send Email
     
    Sekedar saran saja.
    Ada baiknya coba dibaca Buku Karangan Robert.T.Kiyosaki yang berjudul "BUSINESS SCHOOL"
     
    Disitu dijelaskan dengan gamblang sekali apa yang sebenarnya kita lakukan apabila kita telah berada di sebuah perusahaan MLM. Dan juga seperti apa perusahaan MLM yang baik, apa manfaat yang kita peroleh dengan bergabung di sebuah perusahaan MLM, dll
     
    Terima Kasih

    wpputra <wpputra@...> wrote:
    Dear All,

    Saya tertarik untuk memperoleh masukan dari rekan-rekan mengenai
    potensi pendapatan distributor MLM kalau dipandang dari segi
    matematis dan secara keseluruhan (bukan perorangan / leader-leader
    yang sudah tinggi peringkatnya).

    Simulasi saya adalah sebagai berikut :

    1. Asumsikan saja ada sebuah MLM yang besar dengan omzet kurang
    lebih Rp. 1,2 triliun per tahun dan jumlah distributor (baik yang
    aktif maupun pasif) sekitar 900.000-an anggota.

    2. Asumsikan juga bahwa dari 900.000 orang tersebut 10%-nya adalah
    distributor aktif.

    3. Asumsikan saja bahwa setiap distributor aktif dapat memperoleh
    penghasilan sebesar Rp. 5 juta per bulan. Saya kira asumsi ini cukup
    fair mengingat kebanyakan upline-upline di MLM menjadikan pendapatan
    pasif potensial yang besar untuk downline-donwline yang mau
    konsisten dan bekerja keras dalam jangka waktu yang cukup.

    Berdasarkan ketiga asumsi tersebut di atas, maka total bonus per
    tahun yang harus dibayarkan oleh MLM tersebut kepada seluruh
    distributor-disttributor aktifnya adalah sebagai berikut :

    10% distributor yg aktif * 900.000 anggota * Rp. 5 juta per bulan *
    12 bulan = Rp. 5,4 triliun per tahun.

    Total bonus tahunan yang harus dibayarkan ini sudah pasti melebihi
    omzet per tahun MLM tersebut di atas yang cuma Rp. 1,2 triliun dan
    tidak mungkin terjadi.

    Oleh karena itu saya meminta pendapat dari teman-teman semua apakah
    mungkin janji-janji yang diberikan di MLM bahwa apabila kita
    konsisten dan bekerja keras dalam jangka waktu yang cukup lama maka
    kita akan memperoleh pasive income yang besar? Atau mungkin ada yang
    salah dalam simulasi saya.

    Salah satu faktor yang membuat saya enggan menjalankan MLM adalah
    karena saya merasa saya harus memberikan harapan bahwa downline-
    downline saya harus bekerja keras dan konsisten supaya dapat enak
    dikemudian hari karena memperoleh pasive income yang besar. Hal
    serupa juga harus dilakukan oleh downline-donwline saya yang mau
    aktif. Padahal pada akhirnya menurut simulasi di atas, banyak sekali
    orang-orang yang akan kecewa karena tidak mungkin ada banyak orang
    yang menerima pasive income yang terlalu besar dari MLM.

    Mohon pendapat dan koreksi dari rekan-rekan semua.

    Terima kasih banyak.

    Best regards,

    Putra



    www.perencanakeuangan.com





    Regards:
    Muhammad Prabowo


    Do you Yahoo!?
    Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs

    #511 From: "kiki s harbani™ " <kiki@...>
    Date: Wed May 5, 2004 9:27 am
    Subject: Re: Simulasi pendapatan distributor MLM
    kiki@...
    Send Email Send Email
     
    Benar,atau utk menambah wawasan yg lebih luas lagi bisa dibaca Rich Dad
    Poor Dad juga karangan Kiyosaki, thanks.
    
    Kiki
    
    >
    > Sekedar saran saja.
    > Ada baiknya coba dibaca Buku Karangan Robert.T.Kiyosaki yang
    berjudul "BUSINESS SCHOOL"
    >
    > Disitu dijelaskan dengan gamblang sekali apa yang sebenarnya kita
    lakukan apabila kita telah berada di sebuah perusahaan MLM. Dan juga
    seperti apa perusahaan MLM yang baik, apa manfaat yang kita peroleh
    dengan bergabung di sebuah perusahaan MLM, dll
    >
    > Terima Kasih
    >

    #512 From: Rina Marlina <rina.marlina@...>
    Date: Wed May 5, 2004 10:06 am
    Subject: Beli buku secara online discount hingga 50% (was : Salam kenal da n tanya tentang reksa dana)
    rina.marlina@...
    Send Email Send Email
     
    Halo Agung Isnindito,
     
    masa sih buku-buku SSR sulit dicari di toko buku? Mungkin saking laris manis nya jadi sulit didapat.
    Sudah capek2 bermacet2 di jalan, belum bayar tol, bayar parkir atau kepanasan eh ternyata tidak dapat, kuciwa deh...
     
    Namun Agung bisa coba beli buku SSR secara online melalui link ini:
     
    Sejak awal Mei 2004, di program Tell Your Friends Bearbookstore, semua buku2nya diskon 10% dan beberapa judul diskon hingga 50%. Dari buku lama, buku anyar, best seller dan berbagai macam kategori ada di sini.
     
    Namun sebelum membeli Agung daftar dulu dari menu "JOIN" ada di sebelah atas website trus nanti dapat imel konfirmasi dari BBS setelah itu langsung deh bisa beli. Ada beberapa area yang ongkos kirimnya gratis terutama JKT.
     
    Semoga bermanfaat.

    Rina



    From: agung isnindito [mailto:isninditoagung@...]
    Sent: Wednesday, May 05, 2004 3:51 PM
    To: SSR-Klub@yahoogroups.com
    Subject: [SSR-Klub] Salam kenal dan tanya tentang reksa dana

    Dear anggota SSR-klub,
     
    Saya Agung Isnindito, Engineer di sebuah kontraktor elektrikal di Jakarta.
    Mohon rekan rekan di milis ini dapat membantu saya mengenai reksa dana.
    Dari artikel dan buku buku dari SSR, saya masih bingung. Karena awam, mohon
    ada rekan rekan yang dapat memberikan gambaran yang lebih mudah dan nyata
    mengenai reksa dana.
    Jenisnya, nilai investasinya, resikonya dll.
    Terimakasih banyak sebelumnya, bila ada yang bersedia menjawab.
     
    Note : buku buku SSR sulit dicari di toko toko buku, mengapa ya ?
     
    Regards,
    Agung Isnindito
     


    Do you Yahoo!?
    Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs

    www.perencanakeuangan.com




    #513 From: "Arya Hendrata" <arya_aps@...>
    Date: Wed May 5, 2004 10:20 am
    Subject: Re: Salam kenal dan tanya tentang reksa dana
    arya_aps@...
    Send Email Send Email
     
    Kepada Pak Agung,
    
    Reksadana adalah salah satu alat investasi yang
    perkembangan nilai (naik atau turun) tergantung pada nilai
    alat investasi yang lainnya.
    
    Untuk mempermudah, misalkan saja di restoran dijual
    minuman jus jeruk. Jus jeruk berasal dari jeruk. Jika
    jumlah jeruk di pasar sedikit, akan membuat harga jeruk
    naik. Dengan demikian akan berpengaruh pada harga jus
    jeruk (karena jus jeruk bergantung pada jeruk).
    
    Untuk reksadana, nilainya bergantung pada aset dimana
    reksadana tsb diinvestasikan.
    Untuk reksadana ekuiti, sebagian besar investasinya
    dilakukan di saham. Untuk reksadana pendapatan tetap,
    sebagian besar investasi ditujukan di obligasi. Untuk
    reksadana pasar uang, sebagian besar investasinya
    ditujukan pada instrumen pasar uang (produk perbankan a.l.
    deposito).
    
    Keunggulan reksadana adalah tidak dibutuhkan dana yang
    besar untuk berinvestasi. Umumnya bisa dimulai dengan
    saldo minimal Rp. 250.000,- , Rp. 500.000,- dan Rp. 1
    juta. Jadi Pak Agung bisa berinvestasi di obligasi melalui
    pembelian reksadana pendapatan tetap. Akan sukar bagi
    individu untuk membeli obligasi karena nilai nominalnya
    paling sedikit Rp. 50 juta.
    
    Ada beberapa bank asing yang menjadi ?Agen? penjualan
    reksadana dari beberapa penerbit. Itu yang disebut dengan
    ?Supermarket? Reksadana, karena dengan mendatangi 1 bank
    maka konsumen bisa memilih membeli reksadana dari berbagai
    penerbit.
    
    Saya sarankan Pak Agung melakukan ?windows shopping? ke
    Citibank, Standard Chartered Bank, HSBC dan Commonwealth
    Bank karena mereka memiliki supermarket reksadana. Bisa
    juga coba dibuka website http://www.danareksa.com karena
    memuat penjelasan tentang reksadana produk tersebut.
    Tentang jenis reksadana mana yang cocok untuk Pak Agung,
    tergantung pada tujuan investasi dan karakter Pak Agung
    (konservatif, moderat atau agresif).
    
    Sebagai tambahan, buku SSR banyak terdapat di Toko Buku
    Gramedia Matraman.
    
    Demikian Pak Agung, semoga bisa membantu.
    
    
    ================================================================================\
    ===========
    Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA berhadiah
    total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004
    ================================================================================\
    ===========

    #514 From: "Anto Pranoto" <anto.pranoto@...>
    Date: Wed May 5, 2004 10:24 am
    Subject: Re: Diam dan Tergilas !
    anto.pranoto@...
    Send Email Send Email
     
    SETUJU...!!! Sangat membosankan untuk EKO ini... EKO =
    Emang Kurang Obrolan
    
    Udah gitu pake kirim artikel sering banyak tidak ada
    hubungannya dengan keuangan.
    Dan kalo kirim artikel nyontek dari situs lain, tolong
    donk dikasih tahu darimana situsnya gitchu... Dasar orang
    MLM!
    
    [ap]
    
    
    > iya nihh....dasar EKO !!!....si Emang Kurang Objekan...kirim
    > cerita bok yang bermutu Pak......bosen jualan produk di
    > pasar aja !!!
    >
    > Epul <spl@...> wrote:Mas Eko ini kok tiap kali
    > ngirim pesan ujung-ujungnya jual produk sih... -----
    
    > Original Message -----
    > From: "Eko Jalu Santoso" <ekojalus@...>
    > To: "SSR-Klub" <SSR-Klub@yahoogroups.com>
    > Sent: Wednesday, May 05, 2004 10:59 AM
    > Subject: [SSR-Klub] Diam dan Tergilas !
    ================================================================================\
    ===========
    Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA berhadiah
    total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004
    ================================================================================\
    ===========

    #515 From: "Arya Hendrata" <arya_aps@...>
    Date: Wed May 5, 2004 10:40 am
    Subject: Re: Investasi reksadana saham Schroeder atau Mees Pierson di Bank Commonwealth
    arya_aps@...
    Send Email Send Email
     
    Kepada Pak Putra,
    
    Beberapa waktu lalu diberitakan Cina memperlambat laju
    pertumbuhan ekonominya, dimana hal ini menyebabkan banyak
    bursa dunia berjatuhan (banyak harga saham yang turun).
    
    Menurut saya, saat ini adalah saat yang tepat untuk
    berinvestasi di reksadana saham karena nilainya sedang
    melemah. Pada saat bursa saham sudah menguat (dimana
    banyak harga saham yang naik) akan membuat nilai investasi
    di reksadana menjadi meningkat.
    
    Untuk reksadana Schroeder (saham), saya baca dibeberapa
    majalah (a.l. Swa, Prospektif) merupakan reksadana saham
    dengan return yang tertinggi.
    Perlu dipertimbangkan reksadana adalah tetap sebuah
    investasi yang nilainya bisa naik bisa turun.
    
    Selamat Berinvestasi, Semoga Sukses
    ================================================================================\
    ===========
    Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA berhadiah
    total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004
    ================================================================================\
    ===========

    #516 From: Gatot Soepriyanto <gatot_soepriyanto@...>
    Date: Wed May 5, 2004 12:13 pm
    Subject: Re: Salam kenal dan tanya tentang reksa dana
    gatot_soepriyanto@...
    Send Email Send Email
     
    Dear Mas Agung...
    Selamat Bergabung dan Salam Kenal..
     
    Saya pernah menulis beberapa artikel mengenai reksadana di milis ini, antara lain ada di link berikut:

    http://finance.groups.yahoo.com/group/SSR-Klub/message/377

    http://finance.groups.yahoo.com/group/SSR-Klub/message/380

    http://finance.groups.yahoo.com/group/SSR-Klub/message/383

    Selamat Membaca dan Semoga bermanfaat...

     

    NB: kalo kesulitan pesan buku SSR, order langsung aja via www.perencanakeuangan.com.

    Salam,

    Gatot Soepriyanto


    agung isnindito <isninditoagung@...> wrote:
    Dear anggota SSR-klub,
     
    Saya Agung Isnindito, Engineer di sebuah kontraktor elektrikal di Jakarta.
    Mohon rekan rekan di milis ini dapat membantu saya mengenai reksa dana.
    Dari artikel dan buku buku dari SSR, saya masih bingung. Karena awam, mohon
    ada rekan rekan yang dapat memberikan gambaran yang lebih mudah dan nyata
    mengenai reksa dana.
    Jenisnya, nilai investasinya, resikonya dll.
    Terimakasih banyak sebelumnya, bila ada yang bersedia menjawab.
     
    Note : buku buku SSR sulit dicari di toko toko buku, mengapa ya ?
     
    Regards,
    Agung Isnindito
     


    Do you Yahoo!?
    Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs

    www.perencanakeuangan.com



    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com


    #517 From: "Tjandra Sutiono" <kayaraya@...>
    Date: Thu May 6, 2004 4:05 am
    Subject: Re: Diam dan Tergilas !
    kayaraya@...
    Send Email Send Email
     
    kok saya tidak melihat adanya produk yg dijual sich ?!!!! kecuali informasi
    Love & Serve
    Tjandra
    ----- Original Message -----
    From: "Epul" <spl@...>
    To: <SSR-Klub@yahoogroups.com>
    Sent: Tuesday, May 04, 2004 8:14 PM
    Subject: Re: [SSR-Klub] Diam dan Tergilas !
    
    
    > Mas Eko ini kok tiap kali ngirim pesan ujung-ujungnya jual produk sih...
    > ----- Original Message -----
    > From: "Eko Jalu Santoso" <ekojalus@...>
    > To: "SSR-Klub" <SSR-Klub@yahoogroups.com>
    > Sent: Wednesday, May 05, 2004 10:59 AM
    > Subject: [SSR-Klub] Diam dan Tergilas !
    >
    >
    > > Diam dan Tergilas !
    > >
    > > "Segala yang di bawah langit pasti berubah. Hanya satu hal yang tetap
    > > sepanjang masa, yaitu perubahan itu sendiri".
    > >
    > > Saya yakin semua orang sudah mahfum dengan perkataan diatas. Tetapi,
    tidak
    > > semua yang mahfum dengan perubahan mau melakukannya, ada juga yang
    > mengerti
    > > dan ingin berubah tetapi tidak tahu melakukannya. Dan banyak pula yang
    > tidak
    > > paham bahwa setiap perubahan selalu datang sambil bergandengan dengan
    > > segudang peluang atau pilihan.
    > >
    > > Seorang teman mengirimkan cerita tentang 2 ekor katak. Satu katak
    tinggal
    > di
    > > sawah, dan lainnya tinggal di jalan. Katak  yang  tinggal  di  sawah
    > > berkata kepada  katak  yang  tinggal dipinggir  jalan:  "tempatmu
    terlalu
    > > berbahaya, tinggallah denganku".
    > > Katak  "pinggir  jalan"  menjawab:  "aku  sudah  terbiasa, malas untuk
    > > pindah".
    > >
    > > Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan"
    dan
    > > menemukan  bahwa  si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
    > >
    > > Saya merenung membaca cerita tersebut. Ternyata  sangat  mudah
    > menggenggam
    > > nasib  kita sendiri, cukup hanya mau berubah dan menghindari kemalasan
    > saja.
    > >
    > > Anda tentu pernah juga membaca sebuah kampanye biro iklan besar di
    > > Indonesia. "Berubah atau Punah" begitu yang terbaca pada spanduk yang
    > > terpasang. Judul ini menggelitik untuk disimak, karena sebenarnya tidak
    > > selamanya perubahan itu bisa menjadikan keadaan menuju ke arah lebih
    baik.
    > > Namun yang pasti harus diyakini bahwa dalam setiap perubahan, sekali pun
    > > yang datang adalah perubahan menjadi krisis misalnya, didalamnya
    sejumlah
    > > peluang dan pilihan tetap menyertainya.
    > >
    > > Cerita tersebut menarik bila disandingkan dengan semakin seringnya kita
    > > membaca berita di berbagai media masa tentang perusahaan-perusahaan yang
    > > sedang merasionalisasi atau melakukan restrukturisasi organisasinya
    > > menghadapainpersaingan bisnis di era pasar beabas sekarang ini. Maksud
    > saya,
    > > semua itu ujung-ujungnya berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) sejumlah
    > > karyawan dengan segala konsekuensi ke penghidupan banyak keluarga.
    Tengok
    > > saja sudah ada berapa perusahaan besar yang dulunya tidak kita
    perkirakan
    > > bakal bangrut sekarang ini menyisakan problem dengan karyawannya yang
    > > di-PHK.
    > >
    > > Perubahan itu sudah PASTI, menjadi lebih baik adalah pilihan. Itu pasti
    > yang
    > > kita inginkan. Caranya?  Persiapkan diri kita dengan memiliki dan
    > mengambil
    > > peluang-peluang yang ada selagi kita masih memiliki pekerjaan saat ini.
    > Bisa
    > > memiliki bisnis pribadi dan penghasilan selain hanya dari penghasilan
    > > kantoran kita adalah sebuah pilihan.
    > >
    > > Jangan  gadaikan  hidup  anda  kepada satu sumber income tadi. Amankan
    > > keluarga dengan  memiliki  2  atau lebih sumber penghasilan. Memiliki
    > bisnis
    > > sendiri   sambil  kerja  bukan  berarti  tidak  loyal  kepada
    perusahaan.
    > > Toh,  perusahaan  juga  tidak  perduli  kepada kita kalau mereka
    > bangkrut.
    > > Kita  lah pemimpin kehidupan kita sendiri. Memiliki multi-stream  income
    > > justru membuat kita tenang di kantor. Seandainya tidak  dapat bekerja
    > lagi,
    > > kita yakin bahwa ada penghasilan yang dapat
    > > diandalkan.
    > >
    > > Perubahan itu PASTI. Sebab, seiring jarum jam berputar, perubahan terus
    > > terjadi pada diri dan lingkungan kita. Segera ciptakan pernyataan
    > > positioning diri. Intinya mengenali diri sendiri dan mengetahui pasti
    apa
    > > yang dapat diperbuat dan bagaimana
    > > strategi mencapainya.
    > >
    > > Saya  jadi  teringat  dengan kisah 2 katak tadi. Saya adalah "katak di
    > > sawah"  yang  saat ini memiliki sumber penghasilan lain selain gaji
    > > kantoran. Dan saat ini saya memanggil-manggil 'katak di pinggir jalan"
    > untuk
    > > mau berpindah agar tidak tergilas.
    > >
    > > Bagaimana dengan Anda sekarang ini ? Apakah termasuk "katak di sawah"
    atau
    > > "katak di pinggir jalan" ?.
    > >
    > > Eko Jalu Santoso
    > > http://sndfocus.biz/go.cgi/dewisri
    > >
    > >
    > >
    > >
    > >
    > > www.perencanakeuangan.com
    > >
    > > Yahoo! Groups Links
    > >
    > >
    > >
    > >
    > >
    > >
    >
    >
    >
    >
    > www.perencanakeuangan.com
    >
    > Yahoo! Groups Links
    >
    >
    >
    >
    >
    >

    #518 From: "erli" <hwang_ing@...>
    Date: Wed May 5, 2004 4:00 pm
    Subject: Re: Salam kenal dan tanya tentang reksa dana
    erliwijaya
    Send Email Send Email
     
    salam kenal juga Pak Agung
    
    saya kira rekan-rekan yang lain sudah cukup lengkap dan akurat dalam
    memberikan informasi. Saya cuma melengkapi saja.
    Bahwa reksadana juga dipasarkan oleh perusahaan asuransi seperti Allianz
    atau Sunlife. Bahkan sekarang ini ada Unitlink yaitu reksadana yang ada
    asuransinya. Jadi lebih mengikat daripada reksadana, meskipun biaya
    jaminannya tidak sebesar asuransi murni. Saran saya pilih perusahaan yang
    sudah memiliki reputasi yang bagus dan sudah survive untuk jangka panjang.
    
    semoga bermanfaat dan selamat mencoba
    
    rgs,
    erli
    ----- Original Message -----
    From: "Arya Hendrata" <arya_aps@...>
    To: <SSR-Klub@yahoogroups.com>
    Sent: Wednesday, May 05, 2004 5:20 PM
    Subject: Re: [SSR-Klub] Salam kenal dan tanya tentang reksa dana
    
    
    > Kepada Pak Agung,
    >
    > Reksadana adalah salah satu alat investasi yang
    > perkembangan nilai (naik atau turun) tergantung pada nilai
    > alat investasi yang lainnya.
    >
    > Untuk mempermudah, misalkan saja di restoran dijual
    > minuman jus jeruk. Jus jeruk berasal dari jeruk. Jika
    > jumlah jeruk di pasar sedikit, akan membuat harga jeruk
    > naik. Dengan demikian akan berpengaruh pada harga jus
    > jeruk (karena jus jeruk bergantung pada jeruk).
    >
    > Untuk reksadana, nilainya bergantung pada aset dimana
    > reksadana tsb diinvestasikan.
    > Untuk reksadana ekuiti, sebagian besar investasinya
    > dilakukan di saham. Untuk reksadana pendapatan tetap,
    > sebagian besar investasi ditujukan di obligasi. Untuk
    > reksadana pasar uang, sebagian besar investasinya
    > ditujukan pada instrumen pasar uang (produk perbankan a.l.
    > deposito).
    >
    > Keunggulan reksadana adalah tidak dibutuhkan dana yang
    > besar untuk berinvestasi. Umumnya bisa dimulai dengan
    > saldo minimal Rp. 250.000,- , Rp. 500.000,- dan Rp. 1
    > juta. Jadi Pak Agung bisa berinvestasi di obligasi melalui
    > pembelian reksadana pendapatan tetap. Akan sukar bagi
    > individu untuk membeli obligasi karena nilai nominalnya
    > paling sedikit Rp. 50 juta.
    >
    > Ada beberapa bank asing yang menjadi ?Agen? penjualan
    > reksadana dari beberapa penerbit. Itu yang disebut dengan
    > ?Supermarket? Reksadana, karena dengan mendatangi 1 bank
    > maka konsumen bisa memilih membeli reksadana dari berbagai
    > penerbit.
    >
    > Saya sarankan Pak Agung melakukan ?windows shopping? ke
    > Citibank, Standard Chartered Bank, HSBC dan Commonwealth
    > Bank karena mereka memiliki supermarket reksadana. Bisa
    > juga coba dibuka website http://www.danareksa.com karena
    > memuat penjelasan tentang reksadana produk tersebut.
    > Tentang jenis reksadana mana yang cocok untuk Pak Agung,
    > tergantung pada tujuan investasi dan karakter Pak Agung
    > (konservatif, moderat atau agresif).
    >
    > Sebagai tambahan, buku SSR banyak terdapat di Toko Buku
    > Gramedia Matraman.
    >
    > Demikian Pak Agung, semoga bisa membantu.
    >
    >
    >
    ============================================================================
    ===============
    > Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA
    berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004
    >
    ============================================================================
    ===============
    >
    >
    >
    > www.perencanakeuangan.com
    >
    > Yahoo! Groups Links
    >
    >
    >
    >
    >

    #519 From: methasari dhamayanti <methasaridhamayanti@...>
    Date: Wed May 5, 2004 10:37 pm
    Subject: Re: Beli buku secara online discount hingga 50% (was : Salam kenal da n tanya tentang reksa dana)
    methasaridha...
    Send Email Send Email
     
    Hai Mbak Rina,
     
    Gimana yang berdomisili di luar wilayah RI??, saya jadi ngiri nih. Karena beberapa saat yang lalu ada rekan saya yang mau berkunjung ke tempat saya dan sebelumnya saya titip beberapa bukunya Mas Safir Senduk tapi alhasil Sold Out, dasar nasib lagi apesss.....
     
    Salam,
    Methasari

    Rina Marlina <rina.marlina@...> wrote:
    Halo Agung Isnindito,
     
    masa sih buku-buku SSR sulit dicari di toko buku? Mungkin saking laris manis nya jadi sulit didapat.
    Sudah capek2 bermacet2 di jalan, belum bayar tol, bayar parkir atau kepanasan eh ternyata tidak dapat, kuciwa deh...
     
    Namun Agung bisa coba beli buku SSR secara online melalui link ini:
     
    Sejak awal Mei 2004, di program Tell Your Friends Bearbookstore, semua buku2nya diskon 10% dan beberapa judul diskon hingga 50%. Dari buku lama, buku anyar, best seller dan berbagai macam kategori ada di sini.
     
    Namun sebelum membeli Agung daftar dulu dari menu "JOIN" ada di sebelah atas website trus nanti dapat imel konfirmasi dari BBS setelah itu langsung deh bisa beli. Ada beberapa area yang ongkos kirimnya gratis terutama JKT.
     
    Semoga bermanfaat.

    Rina



    From: agung isnindito [mailto:isninditoagung@...]
    Sent: Wednesday, May 05, 2004 3:51 PM
    To: SSR-Klub@yahoogroups.com
    Subject: [SSR-Klub] Salam kenal dan tanya tentang reksa dana

    Dear anggota SSR-klub,
     
    Saya Agung Isnindito, Engineer di sebuah kontraktor elektrikal di Jakarta.
    Mohon rekan rekan di milis ini dapat membantu saya mengenai reksa dana.
    Dari artikel dan buku buku dari SSR, saya masih bingung. Karena awam, mohon
    ada rekan rekan yang dapat memberikan gambaran yang lebih mudah dan nyata
    mengenai reksa dana.
    Jenisnya, nilai investasinya, resikonya dll.
    Terimakasih banyak sebelumnya, bila ada yang bersedia menjawab.
     
    Note : buku buku SSR sulit dicari di toko toko buku, mengapa ya ?
     
    Regards,
    Agung Isnindito
     


    Do you Yahoo!?
    Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs

    www.perencanakeuangan.com





    www.perencanakeuangan.com





    Find local movie times and trailers on Yahoo! Movies.

    #520 From: Usaha Plus <eko_salvarisi@...>
    Date: Thu May 6, 2004 1:27 am
    Subject: Re: Diam dan Tergilas !
    eko_salvarisi@...
    Send Email Send Email
     
    Anda-anda yg benci MLM kayaknya salah masuk milist deh.
    Wong Safir Senduk sendiri sering menyarankan MLM sbg salah satu media mencari penghasilan tambahan atau tetap.
    En yg namanya milist itu bebas aja ngasih artikel.
    Mungkin yg dikirim mas Eko gak ngenakin buat sebagian orang,
    tapi bagaimana jika sebagian besar yg lain justru senang karena minimal nambah wawasan ?
    Klo gak senang gak usah komentar, abaikan aja artikel tsb.


    Anto Pranoto <anto.pranoto@...> wrote:
    SETUJU...!!! Sangat membosankan untuk EKO ini... EKO =
    Emang Kurang Obrolan

    Udah gitu pake kirim artikel sering banyak tidak ada
    hubungannya dengan keuangan.
    Dan kalo kirim artikel nyontek dari situs lain, tolong
    donk dikasih tahu darimana situsnya gitchu... Dasar orang
    MLM!

    [ap]


    > iya nihh....dasar EKO !!!....si Emang Kurang Objekan...kirim
    > cerita bok yang bermutu Pak......bosen jualan produk di
    > pasar aja !!!
    >
    > Epul <spl@...> wrote:Mas Eko ini kok tiap kali
    > ngirim pesan ujung-ujungnya jual produk sih... -----

    > Original Message -----
    > From: "Eko Jalu Santoso" <ekojalus@...>
    > To: "SSR-Klub" <SSR-Klub@yahoogroups.com>
    > Sent: Wednesday, May 05, 2004 10:59 AM
    > Subject: [SSR-Klub] Diam dan Tergilas !
    ===========================================================================================
    Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004
    ===========================================================================================


    www.perencanakeuangan.com




    Do you Yahoo!?
    Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs

    #521 From: "NETpreneur -" <Netpreneur_biz@...>
    Date: Thu May 6, 2004 1:46 am
    Subject: FW: Diam dan Tergilas !
    Netpreneur_biz@...
    Send Email Send Email
     
    Benar mas, Pak Safir Senduk saja merekomendasikan orang untuk menambah
    penghasilan melalui MLM. Kalau anda nggak suka MLM ya jangan masuk ke milis
    perencanaan keuangan. Kalau anda baca tentang sambutannya dari moderator,
    bebas saja kok orang boleh mengirim berbagai artikel.
    
    Kalau disimak dengan benar artikel yang ditulis Mas Eko sangat bagus,
    memberikan wawasan baru bahwa perlunya mempersiapkan diri tidak hanya
    bergantung dari gaji kantoran. Saya sangat setuju itu. Juga tidak ada
    kata-kata menjual produk ataupun menyebut nama MLM. Malahan banyak artikel
    yang lain langsung menyebutkan seperti asuransi dan produk lainnya.
    
    Tetap menulis Mas Eko...kami senang artikel-artikel anda, abaikan saja
    omongan yang miring itu....
    
    -----Original Message-----
    From: Usaha Plus [mailto:eko_salvarisi@...]
    
    Sent: Thursday, May 06, 2004 8:28 AM
    To: SSR-Klub@yahoogroups.com
    Subject: Re: [SSR-Klub] Diam dan Tergilas !
    
    
    Anda-anda yg benci MLM kayaknya salah masuk milist deh.
    Wong Safir Senduk sendiri sering menyarankan MLM sbg salah satu media
    mencari penghasilan tambahan atau tetap.
    En yg namanya milist itu bebas aja ngasih artikel.
    Mungkin yg dikirim mas Eko gak ngenakin buat sebagian orang,
    tapi bagaimana jika sebagian besar yg lain justru senang karena minimal
    nambah wawasan ?
    Klo gak senang gak usah komentar, abaikan aja artikel tsb.
    
    _________________________________________________________________
    Add photos to your e-mail with MSN 8. Get 2 months FREE*.
    http://join.msn.com/?page=features/featuredemail

    #522 From: Rina Marlina <rina.marlina@...>
    Date: Thu May 6, 2004 1:46 am
    Subject: Beli buku secara online discount hingga 50% (was : Salam kenal da n tanya tentang reksa dana)
    rina.marlina@...
    Send Email Send Email
     
    Halo Agung Isnindito,
     
    masa sih buku-buku SSR sulit dicari di toko buku? Mungkin saking laris manis nya jadi sulit didapat.
    Sudah capek2 bermacet2 di jalan, belum bayar tol, bayar parkir atau kepanasan eh ternyata tidak dapat, kuciwa deh...
     
    Namun Agung bisa coba beli buku SSR secara online melalui link ini:
     
    Sejak awal Mei 2004, di program Tell Your Friends Bearbookstore, semua buku2nya diskon 10% dan beberapa judul diskon hingga 50%. Dari buku lama, buku anyar, best seller dan berbagai macam kategori ada di sini.
     
    Namun sebelum membeli Agung daftar dulu dari menu "JOIN" ada di sebelah atas website trus nanti dapat imel konfirmasi dari BBS setelah itu langsung deh bisa beli. Ada beberapa area yang ongkos kirimnya gratis terutama JKT.
     
    Semoga bermanfaat.

     - Rina - 

      

    From: agung isnindito [mailto:isninditoagung@...]
    Sent: Wednesday, May 05, 2004 3:51 PM
    To: SSR-Klub@yahoogroups.com
    Subject: [SSR-Klub] Salam kenal dan tanya tentang reksa dana

    Dear anggota SSR-klub,
     
    Saya Agung Isnindito, Engineer di sebuah kontraktor elektrikal di Jakarta.
    Mohon rekan rekan di milis ini dapat membantu saya mengenai reksa dana.
    Dari artikel dan buku buku dari SSR, saya masih bingung. Karena awam, mohon
    ada rekan rekan yang dapat memberikan gambaran yang lebih mudah dan nyata
    mengenai reksa dana.
    Jenisnya, nilai investasinya, resikonya dll.
    Terimakasih banyak sebelumnya, bila ada yang bersedia menjawab.
     
    Note : buku buku SSR sulit dicari di toko toko buku, mengapa ya ?
     
    Regards,
    Agung Isnindito
     


    #523 From: "NETpreneur -" <Netpreneur_biz@...>
    Date: Thu May 6, 2004 2:24 am
    Subject: Potret Impian Masa Deopan Anak Kita.
    Netpreneur_biz@...
    Send Email Send Email
     
    Sebuah potret impian anak-anak masa depan yang sempurna, yang bisa menjadi
    api semangat kita dalam menjalani sekolah kehidupan ini. Wujudkan semua
    mimpi-mimpi Anak-Anak kita di masa mendatang, seperti apa yang dikisahkan
    'Robert T Kyosaki' dalam Rich Kid Smart Kid, dibawah ini:
    _________________________
    
    Awal tahun 2000 saya diminta oleh perusahaan pemasaran jaringan
    (Network-Marketing/MLM)terkemuka untuk mengajar sekelompok anak : “Generasi
    Yang Akan Datang” mengenai investasi.  Mereka adalah anak-anak yang orang
    tuanya berhasil dalam bisnis pemasaran jaringan (MLM).  Anak-anak ini perlu
    belajar mengenai investasi karena akan mewarisi bisnis ratusan juta dan
    milyaran rupiah, dan dalam beberapa kasus malah trilyunan rupiah.  Orang tua
    mereka telah mengajari ketrampilan bisnis pemasaran jaringan (MLM) dengan
    baik, dan sekarang mereka perlu belajar ketrampilan berinvestasi.
    
    Saya mengajar di sebuah resor ski, sebuah tempat yang maha mewah untuk
    ukuran “anak-anak” (umur mereka antara 15-35 tahun).  Berada diantara mereka
    memang sangat menyenangkan karena tidak pernah ada pertanyaan “konyol” spt
    ini :
    
    “Dari mana saya mempunyai uang untuk berinvestasi?”
    “Sulit memperoleh uang sebanyak itu!”
    Pertanyaan mereka jauh dari hal-hal spt itu.
    
    Namun spt yang kita ketahui, hanya ada dua jenis masalah mengenai uang,
    yaitu :
    1. Tidak cukup uang
    2. Terlalu banyak uang.
    Anak-anak tersebut mempunyai masalah yang kedua.
    
    Hari kedua, saya baru menyadari betapa berbedanya anak-anak ini. Bahkan yang
    berumur belasan tahun pun bisa mengikuti percakapan mengenai uang, bisnis,
    dan investasi yang dilakukan orang dewasa.  Saya cukup tua utk menjadi ayah
    mereka, tetapi saya seolah-olah berhadapan dengan kawan sebaya di meja ruang
    rapat dewan direksi.  Kemudian saya menyadari bahwa anak-anak ini telah
    tumbuh dalam bisnis, dan banyak dari mereka sudah mengelola kas dan
    portofolio investasi yang jauh lebih besar dari konglomerat.
    
    Sebagai catatan penting : "sekalipun orang-orang ini sangat kaya, masih
    muda, tetapi mereka tidak arogan, congkak, atau mengambil jarak dengan orang
    lain yang biasanya saya temukan dalam diri orang muda".
    
    Saya menyadari bahwa mereka tumbuh “di rumah” dengan orang tua mereka dan
    bisnis orang tua mereka, bukan di sekolah tradisional, bukan dengan
    guru-guru sekolah mereka.  Dan akhirnya saya juga menyadari bahwa mereka
    kuliah, belajar keras bukan untuk mencari pekerjaan.  Tetapi untuk mengelola
    bisnis milyaran-trilyunan rupiah, warisan orang tua mereka yang telah
    berhasil membangun jaringan pemasaran MLM.  Inilah sebuah bisnis luar biasa
    yang berbasis di rumah.
    
    Melihat kekuatan bisnis network-marketing (MLM), saya sangat menyarankan
    Anda untuk menggeluti bisnis jaringan (MLM) ini dari sekarang. Silahkan
    dilihat potensinya melalui webiste ini:
    
    http://gosnd.wnetwork.biz/show.cgi/Freddy_HE/index.html
    
    
    Pelajari dan temukan apakah Anda bisa melakukan hal yang sama. Inilah bisnis
    yang akan mengubah keuangan dan sumber daya Anda! Demi masa depan anak-anak
    Anda, Demi keluarga Anda!
    
    Diolah dari Bukunya Robert T Kiyosaki : Rich Kid Smart Kid.
    http://gosnd.wnetwork.biz/show.cgi/Freddy_HE/index.html
    
    _________________________________________________________________
    Add photos to your e-mail with MSN 8. Get 2 months FREE*.
    http://join.msn.com/?page=features/featuredemail

    Messages 494 - 523 of 56691   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
    Add to My Yahoo!      XML What's This?

    Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
    Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help