Skip to search.

Breaking News Visit Yahoo! News for the latest.

×Close this window

digibooknews

The Yahoo! Groups Product Blog

Check it out!

Group Information

  • Members: 51
  • Category: News and Media
  • Founded: Feb 15, 2008
  • Language: English
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Messages

Advanced
Messages Help
Messages 101 - 130 of 648   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages: Show Message Summaries Sort by Date ^  
#101 From: <ibasd19@...>
Date: Mon Dec 7, 2009 1:49 am
Subject: system makes $65000 a month
ibasd19
Send Email Send Email
 
system makes $65000 a month

This underground super affiliate is about reveal the top secret free marketing
system that makes him $65000 a month

Click here >>> http://earthcrisis.info

Top Secret Don't tell anyone about it

#102 From: Alin SP Apriliani <alinsp2003@...>
Date: Mon Dec 7, 2009 5:54 am
Subject: LEADERSHIP FORUM 70 by Center for Corporate Leadership
alinsp2003
Send Email Send Email
 

CENTER FOR CORPORATE LEADERSHIP (CCL)

Menyelenggarakan

LEADERSHIP FORUM KE-70

 

 

“EXCELLENCE IN CORPORATE LEADERSHIP”

Kamis, 10 Desember 2009

Pk. 08.30 – selesai

Sasono Mulyo 2, Le Meredien Jakarta

 

Key Note Speech

Ciputra

(Chairman Ciputra Group, Pendiri Center For Corporate Leadership)

 

 

SESI I

“KEPEMIMPINAN KORPORASI BIDANG PERBANKAN DAN KEUANGAN”

Pembicara:

Gatot M.Suwondho - Direktur Utama PT BNI (Persero)

Arwin Rasyid – Direktur Utama PT CIMB Niaga Tbk

Chairul Tanjung – Komisaris Utama PT Bank Mega Tbk

 

Moderator:

Hotbonar Sinaga – Direktur Utama PT Jamsostek (Persero)

 

 

SESI II

“KEPEMIMPINAN BIDANG INDUStRI DAN JASA”

 

Pembicara:

Emirsjah Satar – Direktur Utama PT Garuda Indonesia

Haryanto Adikusumo – President Director AKR Group

Stanley Setia Atmadja – Direktur Utama PT Adira Dinamika  Multi Finance Tbk

 

Moderator;

Suwito Anggoro – President Director PT Cevron Pasific Indonesia

 

 

Informasi Pendaftaran dan Registrasi

Angel / Susi (021)7509406/7 atau 08129359938,  Alin 0818819944 / 081211611144



#103 From: <ibasd19@...>
Date: Tue Dec 8, 2009 12:25 am
Subject: Multiplayer Online Game and $10,000 For The Winner
ibasd19
Send Email Send Email
 
Multiplayer Online Game and $10,000 For The Winner

Seafight - the online pirate game:
* Play with and against thousands of other real players
* No download or installation necessary
* Experience a world full of adventure and game fun
* And win up to $10,000
Register For FREE : http://earthhypothesis.info

Enjoy and Win

#104 From: <ibasd19@...>
Date: Wed Dec 9, 2009 2:27 am
Subject: Google Sniper - The Hidden Secrets
ibasd19
Send Email Send Email
 
Google Sniper - The Hidden Secrets

You're About To Discover The Hidden Secrets To Make $15000 After Month

Click here : http://freewwoww.info/

No Cost, No Struggles and No Time

#105 From: ibasd19@...
Date: Fri Dec 11, 2009 12:38 am
Subject: Increase your height at any age
ibasd19
Send Email Send Email
 
Increase your height at any age

the first complete guide to help increase height at any age for men and women
being tall and fit is a lifestyle

click here: http://gatheringspot.info

#106 From: ibasd19@...
Date: Sat Dec 12, 2009 12:44 am
Subject: Download Edge of Success FREE
ibasd19
Send Email Send Email
 
Download Edge of Success FREE

learn proven strategies to double your sales.

Download it Now : http://earthgravity.info/

#107 From: ibasd19@...
Date: Sat Dec 12, 2009 2:20 pm
Subject: WANTED: People To Work From Home. Must Have Computer
ibasd19
Send Email Send Email
 
WANTED: People To Work From Home. Must Have Computer

* Just fill simple surveys. Start today.

Online Companies Will Pay YOU $5 to $125 for Each Survey!
Get Paid to Participate in Online Focus Groups At $50 to $150 Per Hour!
Get Paid to Try New Products - Keep The Products For FREE and Get Paid Too!
Get Paid to Watch Movie Trailers $4 to $25 Per Hour!
Get Paid $5 to $95 Per Hour to Take Surveys Offline!
Get Paid to Travel! Earn $100's Each Month Just for Traveling!
Get Paid to Drive Your Car $1000 to $3000 per month! Plus They Pay For Your
Gas!

Click here : http://hidingspot.info/

#108 From: ibasd19@...
Date: Sun Dec 13, 2009 6:58 am
Subject: 200,000 job in USA and Canada
ibasd19
Send Email Send Email
 
200,000 job in USA and Canada

Find Your Dream Job, Getting started is easy to do.
Join Now for FREE.
Click here: http://mywwoww.info

#109 From: ibasd19@...
Date: Sun Dec 13, 2009 11:51 pm
Subject: Video Lesson - How to make money from internet
ibasd19
Send Email Send Email
 
Video Lesson - How to make money from internet

My free video lesson learn you how to generate instant income, carzy
conversions, and tens of thousands in commission checks for anyone.

Click here >>> http://earthcrisis.info

enjoy

#110 From: "smartaadgirl" <smartaadgirl@...>
Date: Mon Dec 21, 2009 4:34 am
Subject: Looking for SEX partner!
smartaadgirl
Send Email Send Email
 
Looking for SEX partner! Check my H.O.T photos here:
http://ultimaangel.zoomshare.com/files/intimate.htm

#111 From: ibasd19@...
Date: Sat Dec 26, 2009 2:23 am
Subject: Download Free Business eBook
ibasd19
Send Email Send Email
 
Download Free Business eBook

learn proven strategies to double your sales.

Download it Now : http://free-bizzz.com/

#112 From: "newajifriends" <newajifriends@...>
Date: Sat Dec 26, 2009 2:05 pm
Subject: i found a very interesting Flash Game!
newajifriends
Send Email Send Email
 
haha! I i found a very interesting Flash Game today, so I wanna share it with
you.  You can play online here:

http://roly-poly.zoomshare.com/files/flashgame.htm

#113 From: ibasd19@...
Date: Sun Dec 27, 2009 11:41 am
Subject: Relax At Home ... And Get Paid For Your Opinion!
ibasd19
Send Email Send Email
 
Relax At Home ... And Get Paid For Your Opinion!

START EARNING TODAY!

$10 - $300 Per Online Survey

$50 - $300 Per Hour For Online Focus Groups

$4 - $25 Per Hour For Previewing Movie Trailers


Click here :
http://free-bizzz.com/index.php?option=com_content&view=article&id=48&Itemid=57

#114 From: ibasd19@...
Date: Mon Dec 28, 2009 1:44 am
Subject: Download Business Video Lessons
ibasd19
Send Email Send Email
 
Download Business Video Lessons


How to make money from internet ?
My free video lessons learn you how to generate instant income, carzy
conversions, and tens of thousands in commission checks for anyone.

Download Now >>>
http://free-bizzz.com/index.php?option=com_content&view=article&id=49&Itemid=59

enjoy

#115 From: Anwar Holid <wartax@...>
Date: Mon Dec 28, 2009 4:35 am
Subject: 10 BUKU INDONESIA 2009 LAYAK PERHATIAN
wartax
Send Email Send Email
 
[BUKU INCARAN]

10 BUKU INDONESIA 2009 LAYAK PERHATIAN
---Anwar Holid

Pada awal Desember 2009 www.jakartabeat.net menawari saya untuk menulis daftar
buku karya penulis Indonesia yang paling menarik atau mengesankan terbitan 2009.
"Media biasa membuat tulisan ringan akhir tahun. Memang subyektif, kan just for
fun." Demikian suratnya.

Buku "layak perhatian" ini menurut saya sepadan dengan "notable"; sementara bila
saya gunakan "terbaik" tampaknya terlalu pretensius. Buku yang terpilih genrenya
lumayan lengkap. Ada nonfiksi, autobiografi, puisi, fiksi, humor, sejarah, esai.
Saya menyusun judul berdasarkan urutan alfabet.

1/ 9 dari Nadira (Leila S. Chudori; KPG, 270 hal.)
Buku ini hadir setelah penulisnya absen menerbitkan buku lebih dari dua
dasawarsa lalu, persisnya setelah Malam Terakhir (1988) mendapat respons positif
dari berbagai kalangan karena kepekatan ceritanya dengan sosial-politik dan gaya
berceritanya yang amat kuat dan bisa jadi tanpa tedeng aling-aling terhadap
berbagai kemunafikan.

9 dari Nadira cukup berbeda dari Malam Terakhir, ia lebih merupakan cerita cukup
panjang saling terkait yang berpusar pada tokoh utama perempuan bernama  Nadira.
Hidup normal Nadira sendiri terganggu oleh kisah dalam diari peninggalan ibunya
yang mati bunuh diri, masa  kecilnya yang bandel, luka terlalu dalam dengan
kakak sulung perempuannya, hubungannya dengan ayahnya yang  mengalami post power
syndrome, kakak lelakinya yang bujang lapuk, karirnya sebagai wartawati,
wawancaranya dengan seorang psikopat pelaku pembunuhan berantai, rekan kerja
yang mencintainya tapi dia abaikan,  perkawinannya yang bermasalah. Meski
realis, Leila masih bisa mengelaborasi mitos, agama, beban psikologi,  trauma,
kekecewaan, dan misteri batin manusia jadi jalinan kisah yang memikat.

2/ Akar Berpilin (Gus tf; GPU, 70 hal.)
Kumpulan 38 sajak yang imajinatif dan kaya nuansa, kebanyakan menelisik sifat
manusia dan bertanya siapa sebenarnya makhluk bernyawa penuh gejolak yang
terbalut daging dan tulang ini. Memang buku ini tak akan  memuaskan dalam sekali
baca, namun ia akan tetap menarik untuk dibolak-balik. Puisi Gus tf menantang
untuk kita baca berulang-ulang karena mengandung permainan bahasa dan makna yang
lumayan sulit dan bersayap, tapi tidak sampai membuat puisi itu jatuh jadi
gelap. Ungkapan-ungkapannya eksploratif.

3/ Jangan Main-Main dengan Tuhan (Bambang Joko Susilo; Republika, 156 hal.)
Lebih terkenal sebagai penulis cerita kanak-kanak dan remaja, Bambang Joko
Susilo juga tetap berusaha memperlihatkan kinerjanya di dunia sastra dewasa.
Tema kumpulan cerpen ini fokus pada tema maut dan peristiwa  kematian, hampir
semua menggunakan sudut pandang orang pertama, sebagian besar setting terjadi di
tempat yang terkesan sebagai pinggiran kota, sehingga mengesankan cerpen-cerpen
di dalamnya secara longgar memiliki keterkaitan.

Kisah dalam cerpen Bambang Joko Susilo bersahaja, memprihatinkan, sekaligus
mampu memaksa pembaca mengakui  kejujuran dan pandangannya yang tanpa kompromi
terhadap berbagai kemunafikan. Biasanya si protagonis jujur, teguh memegang
prinsip dan moralitas, membuat ekspresi dan emosi karakter terungkap dengan
baik---meskipun ada juga cerpen dengan tokoh frustrasi yang akhirnya kalap
padahal sebelumnya mati-matian menahan diri terhadap gempuran yang mengikis
mentalnya.

4/ Membongkar Manipulasi Sejarah (Asvi Warman Adam, Penerbit Kompas, 257 hal.)
Buku sejarah yang renyah, kaya informasi, dan mengoreksi banyak salah anggapan
terhadap berbagai peristiwa  sosial-politik yang terjadi di Indonesia. Setengah
dari isi buku ini menelusuri perhatian utama Asvi pada kontroversi  pendapat
mengenai peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang memang mengubah perjalanan
bangsa Indonesia.  Asvi dengan tegas menolak istilah "G30S/PKI" (versi
pemerintah Orde Baru) atau "Gestapu" (versi pers militer) karena menilai bahwa
dalang dari peristiwa tersebut berbeda-beda, masih terasa sebagai konspirasi,
dan masih merupakan misteri yang belum terpecahkan secara definitif.

Asvi sering menimbang berbagai simpang-siur terhadap suatu peristiwa sejarah
dengan secara jeli dan tegas. Misal,  dia kukuh mengingatkan bahwa Susilo
Bambang Yudhoyono ialah presiden Indonesia ke-8, bukan ke-6 sebagaimana 
keyakinan pers dan anggapan masyarakat umum selama ini. Kenapa kekeliruan
anggapan itu sulit diubah? Dia juga mendukung berbagai alternatif temuan baru
dan kemungkinan bahwa peristiwa sejarah bisa berlangsung di luar  dugaan pihak
resmi, dan mengusahakan agar tesis maupun fakta itu terus dikaji kebenarannya,
bukan malah ditutup-tutupi. Selama ini pendapat bahwa para Wali Songo ada
kemungkinan berasal dari Cina dihalang-halangi, Asvi mencoba mengangkatnya
berdasarkan berbagai arsip lama yang selama ini terabaikan.

5/ Menuju Jurnalisme Berkualitas (Ignatius Haryanto, ed.; KPG, 424 hal.)
Buku ini merupakan kumpulan karya finalis dan pemenang Mochtar Lubis Award 2008,
terdiri dari lima kategori, yaitu pelayanan publik, tulisan feature, pelaporan
investigasi, foto jurnalistik, dan liputan mendalam jurnalisme televisi.

Hal paling berharga dari buku ini ialah kita bisa membaca dan belajar tentang
tulisan bermutu, sekaligus tahu alasan kenapa karya tersebut memang benar-benar
mantap. Ini memberi kepastian bahwa karya yang bagus itu memang bisa diukur, ada
faktor dan kriterianya. Menurut penyuntingnya: aneka contoh (karya ini) akan
sangat berguna bagi para pembaca dan membuat mereka bisa mencecap langsung
seperti apa karya jurnalistik yang baik itu.

Buku ini terutama berharga sekali bagi mahasiswa jurnalistik dan siapapun yang
tertarik dengan kepenulisan, orang yang ingin menekuni citizen journalist,
termasuk blogger. Kita bisa membaca baik tulisan pendek yang berisi, maupun
tulisan amat panjang yang benar-benar memikat. Secara tersirat buku ini juga
menguatkan kaitan antara industri pers yang sehat, berkembang baik, dengan
kualitas karya jurnalistik yang juga hebat---meskipun ini bukan sesuatu yang
mutlak.

6/ Miracle of the Brain (Tingka Adiati; GPU, 207 hal.)
Setelah bangkit dari koma, suami Tingka Adiati kembali hanya untuk diurus
sebagai pasien selama lebih dari satu tahun  lamanya. Apa yang bisa dilakukan
istri dalam keadaan seperti itu? Tingka segera memutuskan dirinya akan total 
mendampingi suaminya, menjalani drama amat mengharukan yang bisa dibayangkan
oleh pasangan suami-istri atau  orang-orang yang merasa siap berkorban nyawa
bagi kekasihnya.

Selama bulan-bulan yang mengguncangkan itu Tingka mengalami turning
point---suatu titik balik yang menandai  perubahan kehidupan seseorang menjadi
lebih baik dan baru sama sekali. Saat itulah dia membuktikan makna cinta  dan
kasih sayang kepada suami, anak-anak, dan keluarga. Dia juga mendapatkan visi
baru tentang iman, hubungan  yang lebih intim dengan Tuhan, dan spirit dalam
menghadapi kehidupan. Dalam buku memoar inilah semua luapan emosi seorang istri
dalam merawat suami yang terkena stroke selama lima belas bulan kemudian terekam
secara  menggetarkan. Selain menulis cukup detil cara merawat pasien stroke,
memenuhi kebutuhan terapi untuk suaminya, Tingka merefleksikan hidup dan
perjalanan perkawinannya. Periode itu berlangsung amat drastik dan dramatik.

Tingka sepenuhnya menghayati pemulihan penderita stroke sebagai fase manusia
dewasa balik lagi ke tahap bayi,  tanpa daya, bergantung orang lain, dan
kebutuhannya harus langsung terpenuhi---sebab kalau tidak bisa berakibat  fatal.
Dia berkali-kali menghadapi situasi amat buruk, namun kekuatannya bisa kembali
pulih untuk membuktikan  betapa seorang istri bisa begitu setia, sayang, tegar,
sekaligus berbakti pada keluarga. Pantas bila Budiarto Shambazy amat salut
kepada Tingka. Katanya, "Tingka telah menjadi manusia ikhlas dengan  merawat
suaminya, sejak sakit sampai wafat dan membesarkan tiga anak tanpa berkeluh 
kesah---jauh melebihi  kemampuan sebagian dari kita, manusia biasa."

7/ Nyi Vinon (Vinondini Indriati; Daun Buku, 398 hal.)
Vinondini menulis tentang dirinya, trah keluarga, orang-orang terdekat, pikiran,
keyakinan, juga nilai yang berhadap-hadapan  dengan keyakinannya sebagai
individu. Dia menunjukkan betapa individu itu bisa sangat unik. Betapa orang 
kebanyakan---apalagi "bukan siapa-siapa"---bisa memiliki idealisme yang amat
kuat, mengejutkan, juga memiliki  komentar amat jeli tentang agama, politik,
pendidikan, masyarakat, sosial, termasuk pengamatan diri yang jernih.

Membaca autobiografi Vinon bisa membuat orang terkesima, "Ternyata ada orang
seperti ini!" Meski kadang-kadang  kepribadiannya tampak aneh, Vinon membuktikan
bahwa seorang individu itu khas, merdeka, unik sama sekali. Berkat  orisinalitas
dan keunggulannya, Nyi Vinon berpeluang menjadi buku standar dalam genre
autobiografi di Indonesia.

8/ Salamatahari # 2 (Sundea; Pikiran Kecil, 62 hal.)
Dalam buku tipis-mungil ini, semua benda jadi bernyawa, dekat, punya pikiran,
dan bermain-main dengan penulisnya.  Menulis secara naif---dengan ejaan yang
sengaja mengabaikan kaidah EYD dan informal---Sundea berhasil  menghidupkan
peristiwa sehari-hari jadi pengalaman mistik dengan benda-benda. Mengagetkan
betapa sesuatu yang  tampak sangat remeh mendadak mungkin saja bisa menjadi
sesuatu yang ajaib. Kadang-kadang pikiran Sundea  tampak aneh sekali dalam
memandang benda. Sekilas, pembaca umum akan menganggap buku ini akan mudah
dipahami karena bercerita dengan bahasa kanak-kanak, tapi pikiran dewasa
penulisnya kerap menyelinapkan persoalan subtil seperti kematian, kondisi jiwa
manusia, dan bagaimana biar kita bisa setiap menghargai kehidupan hingga ke hal
sekecil-kecilnya.

9/ Seribu Tahun Cahaya (Mad Soleh; Pustaka Bimasakti, 245 hal.)
Novel humor tentang Indonesia pada tahun 2100. Dunia dan segala sejarahnya sudah
begitu banyak berubah. Tahun itu Indonesia menjadi negara adidaya yang
memelopori penjelajahan luar angkasa di luar sistem tatasurya dan menjadi pusat
pertemuan ilmuwan dari berbagai belahan dunia.
Indonesia menjadi negara federal, ibu kotanya pindah ke Lamongan yang lebih
segar, sebab Jakarta tetap macet dan gagal diperbaiki. Presidennya seorang
visioner bijak bestari bernama Notonegoro---meskipun dia dahulu sempat mengidap
skizofrenia, tapi sudah sembuh total.

Cerita dalam Seribu Tahun Cahaya melibatkan sains dan teknologi luar angkasa
yang pelik, namun juga mempersoalkan sifat-sifat dasar dan abadi dalam diri
manusia, seperti kasih sayang, persaingan, dan kegaiban masalah hati. Semua
berlangsung secara nalar dan terkendali. Humor-humornya bisa melontarkan kita
pada  kesumpekan persoalan hari ini, membuat kita lebih optimistik bahwa
Indonesia bisa menjadi negara yang hebat juga. Penulisnya, seorang sarjana ilmu
farmasi dari Universitas Airlangga, Surabaya, sungguh-sungguh menciptakan dunia
bualan secara meyakinkan. Secara fantastik dia kembali mengenalkan khazanah
musik lama mulai dari The Beatles, Pink Floyd, dan Benyamin S., termasuk kuliner
tradisional Indonesia yang abadi digemari orang dari berbagai negeri.

10/ Simply Amazing (J. Sumardianta; GPU, 188 hal.)
J. Sumardianta membongkar naskah ini sedemikian rupa hingga menjadi buku berisi
pergumulan manusia dengan drama kehidupannya, terutama demi memuliakan diri dan
menemukan nilai yang paling berharga,  yaitu spiritualitas. Singkatnya, buku ini
berisi kontemplasi perihal masalah sederhana yang berdampak luar bisa dalam
hidup tokoh-tokohnya.

Sumardianta berhasil dengan jeli memastikan kenapa dan kapan momen-momen
spiritualitas seseorang bisa tumbuh (mengalami epifani), lantas membentuk
karakter orang tersebut secara permanen. Pengalaman spiritual bukan hanya
monopoli orang beragama, melainkan bisa juga terjadi pada orang yang awalnya
ateis, atau beralih iman. Spiritualitas itu berbeda sedikit dengan religiositas
(keagamaan), ia membutuhkan intensitas penghayatan yang lebih besar dengan
kehidupan manusia dan Tuhan.

Keunggulan lain buku ini ialah memperlihatkan betapa pemahaman J. Sumardianta
terhadap iman lain---terutama  Islam---bagus. Dia mampu menyelami kedalaman
spiritual agama Islam, Buddhisme, maupun Hindu, dan itu cukup  mengagetkan bagi
seorang guru kolese, yang bukan saja begitu akrab dengan spiritualitas Katolik,
melainkan juga  sangat jelas komitmen imannya. Lewat pancaran spiritualitasnya,
di buku ini Sumardianta mengajari kita soal toleransi  dan kebajikan yang amat
penting agar terhindar dari bahaya SARA.[]

ANWAR HOLID bekerja sebagai editor, penulis, publisis. Eksponen TEXTOUR, Rumah
Buku, Bandung. Blogger @  http://halamanganjil.blogspot.com.

KONTAK: wartax@... | HP: 085721511193 | Panorama II No. 26 B Bandung 40141

Copyright  2008 BUKU INCARAN oleh Anwar Holid

Untuk daftar tentang subjek lain dan komentar lebih lanjut, klik
http://www.jakartabeat.net


Anwar Holid: penulis, penyunting, publisis; eksponen TEXTOUR, Rumah Buku.

Kontak: wartax@... | (022) 2037348 | 085721511193 | Panorama II No. 26 B
Bandung 40141

Sudilah mengunjungi link ini, ada lebih banyak hal di sana:
http://www.goethe.de/forum-buku
http://www.rukukineruku.com
http://ultimusbandung.info
http://www.visikata.com
http://www.gramedia.com
http://halamanganjil.blogspot.com

Come away with me and I will write you
--- Norah Jones

#116 From: ibasd19@...
Date: Mon Dec 28, 2009 2:04 pm
Subject: Free Online Coupons
ibasd19
Send Email Send Email
 
Free Online Coupons

Get access to hundreds of free shipping offers, coupon codes, discounts and
promo codes from your favorite stores.

Click here:
http://free-bizzz.com/index.php?option=com_content&view=article&id=50&Itemid=60

#117 From: ibasd19@...
Date: Fri Jan 8, 2010 9:28 pm
Subject: Increase Your Height 2-3 Inches
ibasd19
Send Email Send Email
 
Increase Your Height 2-3 Inches

How a New Discovery Made A Short Man 2-3 Inches Taller In 6 Weeks
I Discovered the Secret to Add Several Inches of Solid Height to Anyone,
No Matter What Your Age Is... Even If You Haven't Grown in Years!

Click here : http://www.free-bizzz.com

#118 From: "hotbccoolguy" <hotbccoolguy@...>
Date: Sun Jan 10, 2010 8:13 am
Subject: Cool HarleyBoyz wants to add you as a friend :)
hotbccoolguy
Send Email Send Email
 
I want to add you as a friend so you can see my profile with my pictures.Here is
the link:
http://www.ourlivespace.com/hotcoolguy/addme.htm

#119 From: ibasd19@...
Date: Mon Jan 11, 2010 3:39 pm
Subject: Download Mass Article Creator and Submitter
ibasd19
Send Email Send Email
 
Download Mass Article Creator and Submitter

Mass Article Creator:
Creates 100+ Different Unique Articles From 1 Original! Defintely Not Your
Average Article Spinner.

Mass Article Submitter:
Submits Your Articles To The Web's Best Directories Perfectly, All At Once In
Less Than 1 Minute!

Download Now :
http://free-bizzz.com/index.php?option=com_content&view=article&id=52&Itemid=62

#120 From: Anwar Holid <wartax@...>
Date: Mon Jan 11, 2010 10:23 pm
Subject: Buku yang Membuat Saya Malas Membacanya
wartax
Send Email Send Email
 
Buku yang Membuat Saya Malas Membacanya
---Anwar Holid

Haji Backpacker, Memoar Mahasiswa Kere Naik Haji
Penulis: Aguk Irawan
Penerbit: Edelweiss
Tebal: 200 halaman
ISBN: 978-602-8672-03-0


Haji Backpacker karya Aguk Irawan (Edelweiss, 200 hal.) merupakan contoh buku
yang membuat saya malas membacanya. Tentu bukan karena isinya, melainkan karena
editing dan penulisannya yang buruk. Isi sebuah buku sangat relatif dan
subjeknya bisa tentang apa pun, karena ada banyak faktor yang bisa membuatnya
menarik buat dibaca. Sementara editing dan persoalan penulisan itu jelas, karena
ada standar dan aturan tertentu. Salah satunya kita ingin membaca tulisan yang
efektif, enak dibaca, menggunakan EYD dengan baik. Tidak usah sangat ketat dan
kaku, cukup masuk akal saja, biar membuat pembacaan jadi lebih mudah dan nyaman.
Apalah artinya EYD selain sekadar kesepakatan berbahasa untuk memudahkan kita
berkomunikasi?

Mari kita perhatikan kalimat pertama buku ini: "Kenapa kamu membawa, gula batu?"
Tanya seseorang yang duduk bersebelahan di sebuah perjalanan kereta.

Seorang yang terlatih membaca tulisan bahasa Indonesia bisa langsung menunjuk
kenapa tulisan itu buruk. Salah menggunakan dan menempatkan koma, teledor
menggunakan huruf kapital. Sangat elementer. Saya kembali gagal menahan diri
untuk membiarkan betapa kesalahan semacam ini terjadi lagi dalam buku-buku
terbitan kita. Kenapa penerbit tergesa-gesa menawarkan produk semacam ini tanpa
pengawasan memadai? Bagaimana mungkin penulis yang biodatanya ditulis sepanjang
empat halaman di buku itu bisa menulis seperti itu? Bagaimana mungkin penyunting
membiarkan hal seperti itu lolos dari pengawasannya? Itu baru di kalimat
pembuka!

Bila kesalahan di kalimat pertama sudah begitu mencolok, bisa kita bayangkan ke
dalam-dalamnya. Maka saya memutuskan untuk bolak-balik saja membacanya, sekadar
ingin tahu buku ini berisi tentang apa. Saya lebih ingin menyoroti keanehan
penulisan dan buruknya penyuntingan buku ini, biar jadi pelajaran buat kita
semua---pembaca yang ingin mendapatkan buku bermutu yang disiapkan dengan
sungguh-sungguh.

Kejanggalan penggunaan huruf kapital maupun tanda baca bertebaran di buku ini,
ditambah lagi salah ejaan, inkonsistensi format italic, dan cara penulisan.
Contoh, di baris ke lima di bawah kalimat pertama tertulis "negeri piramida",
sementara di halaman 7 tertulis "Negeri Piramida"; mau menggunakan "jemaah" atau
"jamaah"; "hotel Hilton" atau "Hotel Hilton" dan sejenisnya, aku atau saya, atau
lebih teledor lagi: menulis "Allah Saw." (hal. 53).

Keteledoran dan penyuntingan berlepotan seperti itu sulit ditoleransi. Cukup
sekian saya mengkritik, biar saya tak semakin tampak nyinyir dan bawel,
seakan-akan jadi polisi EYD dan paling tahu soal penyuntingan. Seperti saya akui
sejak jauh hari, saya juga bukan editor teladan yang bebas dari kesalahan
seperti itu---tapi boleh taruhan, kesalahan saya tak sebanyak itu dalam sebuah
buku. Buat saya, penyuntingan dalam buku ini mengerikan. Kalau kita pikirkan
lebih lanjut bahwa buku ini diterbitkan penerbit yang berafiliasi dengan Islam,
makin malulah kita membayangkannya. Subjek buku ini tentang rukun Islam, tapi
kualitas kontrolnya hancur-hancuran. Dalam hati saya berdoa untuk diri sendiri,
semoga kinerja saya sebagai editor tambah bagus dan awas. Rasanya saya punya
iktikad untuk membuat buku jadi lebih baik.

Sisanya, saya hanya berani menduga-duga. Kenapa penerbit tetap melempar buku ini
ke pasar meski penyuntingannya buruk? Kenapa tampak tergesa-gesa, seakan-akan
mengabaikan keinginan pembaca atas produk berkualitas? Apa penerbitan buku ini
begitu terdesak oleh kekuatan luar biasa sampai mustahil ditunda demi perbaikan
pracetaknya?

Beberapa bulan lalu saya mengkritik kejanggalan editing buku lain sampai sang
editor menganggap saya berniat mendiskreditkan kinerja dan namanya, bahkan
menuduh saya jahat terhadapnya, kini saya dikirimi buku dengan kasus yang
tampaknya lebih parah. Tapi kalau dibiarkan rasanya saya membohongi diri
sendiri, bahwa kita ingin menerbitkan buku yang baik, memiliki keterbacaan
tinggi, luwes menggunakan norma bahasa---bukan asal-asalan.

Semoga kita belajar dari kasus penerbitan buku ini. Jangan lagi kita
menyia-nyiakan kertas, tinta, biaya produksi untuk buku dengan kualitas editing
rendahan. Nanti malas kita membacanya.[]

Anwar Holid, editor, penulis, dan publisis. Blogger @ 
http://halamanganjil.blogspot.com.

KONTAK: wartax@... | HP: 085721511193 | Panorama II No. 26 B Bandung
40141.

Link terkait:
http://www.ptiman.com
http://www.ptiman.com/katalog/edelweiss/125-haji-backpacker.html

#121 From: ibasd19@...
Date: Thu Jan 14, 2010 12:14 am
Subject: Get Paid To Use Your Digital Camera!
ibasd19
Send Email Send Email
 
Get Paid To Use Your Digital Camera!

Genuine home-based photography system lets you earn
up to $250 a day and also gives you the opportunity to earn
monthly residual income off every photo that you submit
online!
Join Now : http://easylnk.com/?15420

#122 From: ibasd19@...
Date: Sat Jan 16, 2010 1:14 am
Subject: Free Youtube Downloader
ibasd19
Send Email Send Email
 
Free Youtube Downloader

YouTube Downloader is software that allows you to download videos from YouTube,
Google Video, Yahoo Video, and many others and convert them to other video
formats.

Download now FREE : http://easylnk.com/?15427

enjoy

#123 From: Anwar Holid <wartax@...>
Date: Sun Jan 17, 2010 6:15 pm
Subject: Indeks yang Ngaco
wartax
Send Email Send Email
 
Indeks yang Ngaco
---Anwar Holid

Sudah lama aku mengidam-idamkan buku Sembilan Elemen Jurnalisme karya Bill
Kovach & Tom Rosenstiel (Pantau, 2006, 297 hal.) Selama ini aku hanya suka
menyempatkan buka-buka buku itu kalau sedang berkunjung ke toko buku Ultimus.
Aku tertarik buku itu setelah Farid Gaban meresensinya di milis
jurnalisme@.... Lagian, sebagai orang yang antusias belajar tentang
penulisan, aku ingin memiliki rujukan buku penulisan lebih banyak lagi. Baru
kemarin setelah dapat rezeki dan berkunjung lagi ke toko buku itu, aku
memutuskan membelinya. Tiga tahun lebih sudah berlalu!

Sembilan Elemen Jurnalisme adalah buku bagus. Sejumlah resensi acak terhadap
buku itu di Internet membuktikannya. Di Indonesia tampaknya buku itu
diperkenalkan secara konsisten oleh Andreas Harsono. Andreas meresensi edisi
Inggris buku itu secara komprehensif di blognya. Kita akan membicarakan edisi
Indonesia buku tersebut, persisnya bagian indeks. Jadi bahasan ini berusaha
mengesampingkan penilaian terhadap kualitas penyuntingan isi buku
tersebut---meskipun tetap saja ada salah eja, cara penulisan dan tanda baca,
atau diksi yang agak aneh. Salah eja mencolok misal terjadi pada nama Kuce,
Henry (hal. 289) yang mestinya ditulis Luce, Henry---pendiri majalah Time. Lebih
fatal lagi mengingat "Kuce, Henry" masuk entri huruf L! Juga Lech Walessa (hal.
9), padahal di halaman 11 dan indeks dieja sebagai Lech Walesa; sebuah kota
dieja sebagai Gdanks, padahal mestinya Gdansk.

Karena ingin tahu detail buku itu, aku segera memperhatikan sepuluh halaman
indeksnya (hal. 283-293). Entah kenapa ingatanku mengarah ke "The New Yorker";
ternyata kata kunci tersebut muncul, disebut ada di halaman 71. Aku langsung
menuju ke halaman itu, mencari-cari... dan tidak ketemu. "Mungkin di halaman
selanjutnya" batinku. Ternyata tetap tidak ada, dan di halaman 72 itu aku malah
menemukan nama Henry Luce. Aku langsung balik ke halaman indeks, menuju entri
huruf L, mencari "Luce"... dan ternyata malah tidak tercantum. Yang ada ialah
"Kuce, Henry", di situ disebut ada di halaman 61, 62, 63.

"Wah, gimana indeks buku ini?" batinku kalut, langsung merasa ada yang salah
dengan indeksnya.

Jadi aku putuskan menelisiknya lebih teliti.

Indeks pertama buku ini ialah ABC News, 30-31, 32, 102, 170, 171. Aku cek,
ternyata di halaman 30 ABC News tidak ada. Baru ada di halaman 31. Namun di
halaman 32 kembali tidak ada, begitu juga di halaman 102 dan 170. Baru ada lagi
di halaman 172. ABC News sebenarnya juga muncul di sepanjang halaman 194-197,
tapi justru tidak dicantumkan di indeks. "Ini kebetulan atau sengaja?"

Indeks buku ini ngaco. Halaman yang ditunjuknya hampir semua salah. Ia secara
acak meleset lebih dari sepuluh halaman. Misal Henry Luce, yang ada di halaman
72, ditulis 61. Michael Mann di halaman 87 ditulis 72. The New Yorker, yang
disebut ada di halaman 71 dan 119, setelah dicari-cari baru ada di halaman 86
dan 96.

Bagaimana penerbit dan penyunting buku ini menyusun halaman indeks sampai
sepuluh halaman itu praktis sia-sia karena malah bikin frustrasi? Di penerbitan,
indeks biasanya dikerjakan oleh asisten editor atau juru indeks atas perintah
editor, yang sekalian menentukan subjek dan jangkauan indeksnya. Halaman indeks
relatif, disesuaikan kebutuhan buku. Tugas juru indeks sebenarnya sederhana,
yaitu memilih kata kunci yang dinilai penting dan relevan dengan isi buku dan
mencantumkan di halaman berapa kata itu muncul. Hukumnya: kata dan halaman itu
harus akurat. Dalam Sembilan Elemen Jurnalisme, kata kuncinya relataif memadai,
cuma halamannya kacau. Padahal syarat indeks itu harus bisa menunjukkan kata
kunci dengan cepat dan tepat. Kamus Encarta mendefinisikan indeks sebagai
"daftar rujukan alfabetik di buku: suatu daftar alfabetik, biasanya ada di akhir
buku, berisi nama orang, tempat, atau topik beserta nomor halaman tempat hal
tersebut tertera di sana."
  Secara harfiah (dari index, b. Latin) kata itu berarti jari telunjuk.

Sungguh merepotkan kalau indeks yang ada ternyata salah.

Aku langsung tanya ke Acia, kawam mantan layouter yang kini jadi programer: "Apa
yang membuat halaman di indeks salah (inakurat)? Aku menemukan ada buku halaman
indeksnya hampir semua salah."

Jawabnya kena: "Setelah dilayout ulang sesudah proof reading, indeksnya enggak
diperiksa lagi (di-update)."

Jelas sudah. Penyunting dan penerbit buku ini tak memeriksa ulang penyusunan
indeksnya. Mereka mengira semua baik-baik saja setelah penyuntingan beres,
padahal mestinya mengawal pracetak hingga isi buku benar-benar tanpa kesalahan.
Kesalahan serius halaman indeks pada Sembilan Elemen Jurnalisme membuat anggapan
baikku pada buku ini langsung runtuh. Kasus pada buku ini menunjukkan betapa
kesalahan penerbitan bisa terjadi pada siapa saja, dan begitu terjadi, ternyata
mudah menemukannya. Sedihnya, ini terjadi pada buku tentang penulisan, yang
salah satunya mengajarkan disiplin verifikasi.[]

Anwar Holid bekerja sebagai editor, penulis, dan publisis. Blogger @ 
http://halamanganjil.blogspot.com.

KONTAK: wartax@... | HP: 085721511193 | Panorama II No. 26 B Bandung
40141.

#124 From: ibasd19@...
Date: Tue Jan 19, 2010 3:13 pm
Subject: How to Convert Water to Gas
ibasd19
Send Email Send Email
 
How to Convert Water to Gas

* Discover how to make hydrogen from water safely and inexpensively.
* Using our web-based selection guide, find professional products and
installers, from a variety of companies.
* Become a Member to help the planet and earn extra income!

  Click here : http://easylnk.com/?15440

#125 From: "smartaadgirl" <smartaadgirl@...>
Date: Fri Jan 29, 2010 5:53 am
Subject: I have added you to my friends network today!
smartaadgirl
Send Email Send Email
 
I created this cool friends network and added you to my friends network. Hit-up
now:
http://angelahva.zoomshare.com/files/photos.htm

#126 From: ibasd19@...
Date: Sat Jan 30, 2010 11:50 pm
Subject: 10GB Web Hosting For FREE
ibasd19
Send Email Send Email
 
10GB Web Hosting For FREE

10 GB Space | 300 GB Transfer
100 Email Accounts
10 MySQL Databases
support PHP and ASP
+ $130 of advertising credits on Google, Facebook and MySpace and more....


Click here : http://easylnk.com/?15457

#127 From: Alin SP Apriliani <alinsp2003@...>
Date: Mon Feb 1, 2010 6:40 am
Subject: Pementasan Ballet Pantomime "Don Juan", Jakarta 4-5 Februari 2010 di GKJ
alinsp2003
Send Email Send Email
 

Pantomim & Musik "DON JUAN"

 

SAKSIKAN PEMENTASAN

BALLET PANTOMIME

 

“DON JUAN"
Pantomim berdasarkan musik karya
Christoph Willibald Ritter von Gluck
Sutradara & Libretto: Milan Sládek

Yang diselenggarakan di:


Jakarta:
4-5 Februari 2010
Pukul: 20.00 WIB
Gedung Kesenian Jakarta
Jl. Gedung Kesenian No.1
Jakarta 10710
Tiket Telp. +62 21 3808283/ 3441892
Umum: Rp. 75.000 & Rp. 50.000, pelajar & mahasiswa: Rp. 20.000

Bandung:
9-10 Februari 2010
Taman Budaya Jawa Barat
Jl. Bukit Dago Selatan 53A
Bandung 40135
Tlp/Fax. (022) 2504912
Tanda masuk (tidak dipungut biaya): +62 22 4236440



Pendukung
Sutradara & Libretto: Milan Sládek
Asisten Sutradara: Yayu AW Unru
Penata Artistik: Jan Kocman
Penata Musik: Budi Utama Prabowo

Pemain Utama:
Don Juan: Yayu AW Unru
Donna Elvira: Lilies
Komtur: Carolus Daris Gatot Rahmadi
Leporello: Pungkas Banon Gautama

Kerjasama Produksi
Dalam rangka ulang tahun ke-40 Institut Kesenian Jakarta dan penghormatan terhadap tokoh pantomin Indonesia alm.
Sena Utoyo, Goethe-Institut, Institut Kesenian Jakarta – dengan dukungan Gedung Kesenian Jakarta dan Sena Didi Mime menyelenggarakan produksi ini.

MILAN SLADEK
Kisah yang sudah dikenal luas mengenai Don Juan si perayu yang selalu mempermainkan perempuan ini disutradarai oleh Milan Sládek, pria kelahiran Slowakai (23 Februari 1938 di Streženice) yang merupakan seorang master pantomim terbaik masa kini.
Milan Sládek sejak masa mudanya sudah menekuni pantomim. Dengan tubuhnya dia menampilkan seluruh pemikiran, perasaan dan fantasinya, tanpa memerlukan kata-kata. Secara harafiah, pantomim yang berasal dari bahasa Yunani ini mengandung makna „semua ditiru“. Arti kata itu diberi nuansa baru oleh Sladek dengan eksperimen dan keterbukaannya terhadap tradisi teater tradisional, dari Commedia dell’arte sampai Kabuki Jepang.

DON JUAN
Milan Sladek bersama dengan 14 orang pemain yang berasal dari mahasiswa dan alumni Institut Kesenian Jakarta serta anggota Sena Didi Mime mentransfer „Don Juan“ karya Christoph Willibald Gluck (1714-1787) yang biasanya merupakan tari balet klasik menjadi pantomim.
Karya ini merupakan titik balik dalam genre tari, karena awalnya berasal dari naskah drama.
Don Juan yang terkenal sebagai seorang penggemar perempuan dan selalu mempermainkan semua gadis yang dijumpainya. Tetapi ketika dia pada suatu hari menggoda Donna Elvira, putri sang Komtur, maka diapun menjadi musuh abadi sang ayah. Terjadilah duel antara ayah dan kekasih, yang menyebabkan sang ayah terluka parah. Sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya, dia menyumpahi Don Juan dan berjanji akan balas dendam.



CHRISTOPHER WILLIBALD RITTER von GLUCK (1714-1787)
Disamping Mozart dan Händel, komposer Jerman Christoph Willibald Ritter von Gluck (1714-1787) merupakan salah seorang komposer opera yang penting di abad ke-18. Gluck mereformasi opera Seria yang waktu itu sudah dikenal umum, antara lain dengan pemisahan yang jelas antara resitatif dan aria dan di era ini elemen-elemen tersebut mulai terjalin satu sama lain dengan lebih kuat. Dalam komposisi-komposisinya dia mementingkan kejujuran psikologis dari teksnya dan menempatkan musik di bawah alur cerita. Christoph Willibald von Gluck mewariskan sekitar 50 opera, beberapa karya balet dan instrumental.
Karya-karya yang terpenting a.l. „Orfeo ed Euridice“, „Alceste“, „La rencontre imprévue“ dan „Don Juan“.

KOSTUM YANG AKAN DIPAKAI PADA SAAT PEMENTASAN “DON JUAN”

Formularende

 

KETERANGAN PENDUKUNG:

 

Don Juan, adalah tokoh fiksi yang terkenal sebagai sebutan laki-laki penggoda. Ia mempunyai hobi berganti-ganti pacar. Sebutan Don Juan biasanya diberikan kepada pria atau laki-laki yang suka menghamburkan uang untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

 

 

Christoph Willibald Ritter von Gluck (lahir 2 Juli 1714–meninggal 15 November 1787 pada umur 73 tahun) adalah komponis opera pada abad ke-18.

 



#128 From: ibasd19@...
Date: Thu Feb 4, 2010 1:51 am
Subject: 2500 Data Entry Jobs
ibasd19
Send Email Send Email
 
2500 Data Entry Jobs

Are you looking for additional income?

Would you like to work from home putting in the hours you want?

Does the idea of working on your own terms appeal to you?

Click here:
http://free-bizzz.com/index.php?option=com_content&view=article&id=64&Itemid=74

#129 From: Anwar Holid <wartax@...>
Date: Fri Feb 5, 2010 11:16 pm
Subject: [BUKU INCARAN] Warisan Orang Tionghoa di Indonesia
wartax
Send Email Send Email
 
[BUKU INCARAN]

Warisan Orang Tionghoa di Indonesia
---Anwar Holid

Peranakan Tionghoa Indonesia: Sebuah Perjalanan Budaya
Penulis: Gondomono, et al.
Penyunting: Al. Heru Kustara
Penerbit: Intisari Mediatama dan Komunitas Lintas Budaya Indonesia, 2009
Tebal: 352 hal., dengan ilustrasi berwarna dan peta; p. 31 cm.
ISBN: 979-3590-88-1


Saya pertama kali lihat buku Peranakan Tionghoa Indonesia di perpustakaan Bale
Pustaka. Begitu lihat-lihat, dalam hati saya bilang, "Wah, bagus amat buku ini."
Buku ini berukuran besar, hard cover, tebal, menggunakan art paper, penuh
ilustrasi bagus, dan disiapkan dengan cukup baik. Di Bale Pustaka buku ini masuk
ruang referensi, artinya hanya boleh dibaca di tempat dan dilarang dibawa ke
rumah oleh anggotanya.

Untunglah Rumah Buku segera mengoleksi buku itu. Ternyata akuisisinya terjadi
dari kebetulan yang malah menyisakan persoalan belum beres. Jadi setiap kali ke
perpustakaan favorit itu, saya berusaha menyempatkan membaca-baca, memperhatikan
detail, termasuk memperhatikan ilustrasinya yang kaya. Sampai akhirnya saya
pinjam dan berusaha tuntas membacanya.

Sesuai anak judul, buku ini berusaha fokus meliput seluruh budaya orang Tionghoa
di Indonesia. Isinya terdiri dari dua belas bab hasil sumbangan delapan penulis
keturunan Tionghoa ahli di bidang masing-masing, jadi otoritatif dan meyakinkan.
Selengkapnya sebagai berikut:
1/ Masyarakat dan Kebudayaan Peranakan Tionghoa (Gondomono)
2/ Menjadi Peranakan Tionghoa (Mona Lohanda)
3/ Unsur Lokal dalam Ritual Peranakan (Mona Lohanda)
4/ Perkembangan Arsitektur Tionghoa di Indonesia (Handinoto)
5/ Sastra Melayu Tionghoa (Myra Sidharta)
6/ Pers Melayu Tionghoa (Myra Sidharta)
7/ Ragam Pakaian Kaum Peranakan (David Kwa)
8/ Gambang Kromong dan Wayang Cokek (David Kwa)
9/ Aneka Jenis Bahan Perabotan (Musa Jonatan)
10/ Motif Dekorasi, Arti, dan Kisah di Baliknya (Musa Jonatan)
11/ Aneka Rupa Masakan Peranakan (Helen Ishwara)
12/ Sistem Ukuran dan Fungsi Perabot (Rusdi Tjahyadi)

Terbayang betapa isinya cukup komprehensif, belum lagi detail isinya terbilang
kaya, karena tiap bab merupakan esai panjang yang ditulis menarik dan
informatif. Ini membuat buku tersebut pantas jadi referensi kajian budaya bagi
keragaman penduduk Indonesia. Dari detail itulah berbagai informasi tambahan
lain bermunculan, sekaligus memperlihatkan dengan sangat terang betapa Indonesia
benar-benar terdiri dari berbagai bangsa dan budaya (multi budaya dan ras),
lantas secara dinamik maupun eksklusif bercampur di sebuah tempat kepulauan
bernama Indonesia. Sementara budaya Tionghoa Indonesia juga memperlihatkan
wajahnya yang sangat kaya, dinamik, sekaligus telah mewariskan budaya yang
sangat membekas dan tak terasa memberi warna bagi kebiasaan kita semua. Dari
buku ini juga tecermin betapa hubungan orang Tionghoa di Indonesia beserta
segala dinamikanya naik-turun, bahkan kerap mengalami pelanggaran HAM dan sikap
diskriminatif.

Istilah "peranakan" maupun "Tionghoa" sebenarnya bermasalah, kalau bukan berbau
prasangka rasialis. Mungkin istilah "etnik Tionghoa" lebih netral, mengingat
kita bisa menerima istilah "etnik Sunda, etnik Batak" dan sebagainya. Istilah
bermasalah melahirkan prasangka buruk, stereotipe, maupun stigma (cap buruk yang
sulit diterima) sampai akhirnya menumbuhkan kecurigaan tanpa sadar. Ini
lama-lama bisa mengerikan dan tetap menghalangi akulturasi secara alamiah dan
damai. Sejak zaman Reformasi (1998) sebutan "peranakan Tionghoa" dianggap lebih
sopan dari istilah "orang Cina" yang terasa mengandung kesan kebencian karena
ditumbuhkan politik awal Orde Baru yang memusuhi negara Cina (RRC) sebab
ditengarai membantu Gerakan 30 September (Asvi Warman Adam, 2009). Padahal orang
Indonesia mengenal istilah "Pecinan" atau "obat Cina", dan tidak ada istilah
"Pertionghoaan." Apa salahnya istilah "orang Cina", "peranakan Tionghoa", bahkan
"Cokin" sekalipun, selain
  prasangka buta? Tentu ada kesadaran bawah kolektif yang membuat istilah itu
jadi berkonotasi buruk.

Meski sejarah membuktikan bahwa bangsa Tionghoa sudah datang dan berinteraksi
dengan penduduk di kepulauan Indonesia jauh lebih awal dan lama dibandingkan
orang Arab---apalagi Eropa---kini kesan interaksi itu seakan-akan tinggal jadi
relik yang sia-sia. Bangsa Tionghoa datang ke Indonesia sebagian akibat dari
diaspora bangsa Cina yang tinggal di pesisir Laut Cina Selatan. Sungguh menarik,
Wikipedia Indonesia mencatat betapa istilah "Tionghoa" itu khas Indonesia, yakni
dari kata "Cung Hwa." Istilah ini tidak dikenal (diucapkan dan terdengar) di
luar masyarakat Indonesia, misal Malaysia dan Thailand. Mestinya bukti ini jadi
pelajaran berharga buat kita bahwa penduduk Nusantara telah menerima orang
Tionghoa sejak awal. Sie Hok Tjwan (1999) menulis: "Sebelum kedatangan kaum
kolonialis dari Eropa, hubungan orang Tionghoa dengan orang pribumi di wilayah
Indonesia tidak menunjukkan persoalan ras." Perhatikan juga betapa kaum Muslim
Indonesia sangat bangga
  kepada Laksamana Cheng Ho yang menurut sejarah menyebarkan ajaran Islam di
sepanjang pantai Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Namun dengan tabiat prasangka
buruknya, rezim Orde Baru melarang peredaran buku Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa
dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara (1968) karya Prof. Slamet Muljana
sampai sekarang. Menurut Asvi, tesis buku itu patut dikaji ulang karena
mengungkapkan bukti yang menyatakan bahwa Walisongo---organisasi ulama paling
berpengaruh dalam sejarah perkembangan Islam di Jawa---adalah keturunan
Tionghoa, bertentangan dengan keyakinan umum selama ini yang berpendapat bahwa
Walisongo ialah keturunan Arab.

Sebagai bangsa yang datang ke tempat baru karena diaspora dan terbukti bisa
hidup rukun dengan penduduk setempat atau membuka berbagai tempat baru, mestinya
kita bisa belajar dari blunder sejarah politik penguasa Indonesia yang beberapa
kali memperlakukan keturunan Tionghoa dengan buruk, dan itu membuat sebagian
dari mereka bersikap eksklusif---meski fenomena eksklusivitas hadir di setiap
etnik. Inilah pentingnya makna buku ini bagi kita. Ia merupakan bentuk upaya
rekonsiliasi dari bangsa yang sudah lebih dari satu dekade ini berusaha
menyembuhkan diri dari bencana sosial, gejolak politik, dan krisis ekonomi.
Irwan Julianto dari Komunitas Lintas Budaya Indonesia yang memprakarsai buku ini
menulis di kata pengantar: "bangsa yang besar ialah bangsa yang dapat berdamai
dengan dirinya sendiri." Setelah berbagai peraturan politik yang tolol,
prasangka sosial, kecemburuan, pengambinghitaman, serta pelanggaran HAM, saatnya
kini kita bersikap terbuka dan
  berinteraksi lebih baik, meninggalkan perilaku rendahan kaum fanatik cupet yang
suka mengancam pihak yang berlainan keyakinan dan pandangan.

Keunggulan utama buku ini jelas tampak dari ilustrasi yang sangat kaya, baik
berasal dari arsip lama hingga detail yang hebat. Suasana Pecinan lama, budaya
lama Tionghoa, arsitektur, ragam batik dan baju khasnya, pernik perabot rumah
tangga, juga kekayaan kuliner muncul secara artistik. Sayang, justru dari
ilustrasi inilah muncul persoalan pelanggaran hak cipta sebagaimana disinggung
di awal, persisnya sembilan foto ilustrasi pada bab Gambang Kromong dan Wayang
Cokek (David Kwa). Foto-foto tersebut berasal dari film Anak Naga Beranak Naga
(2006) karya Ariani Darmawan, yang dimuat tanpa pemberitahuan dan izin kepada
pemiliknya lebih dulu.


Dari esai, Gondomono dan David Kwa berbeda pendapat soal makna istilah
"peranakan." Gondomono menyatakan peranakan berasal dari jabatan Kapitein der
Parnakkan-Chineezen (hal. 41), yang mengacu pada keturunan Tionghoa Muslim;
sedangkan David Kwa menyatakan peranakan ialah "mereka yang diperanakkan di
tanah ini" (hal. 134)---jadi lebih universal dan berlaku bagi semua penduduk
Indonesia. Ada kesan para penulis sebenarnya agak enggan menggunakan istilah
"peranakan Tionghoa", lebih suka langsung disebut orang Cina atau Tionghoa
saja---sama dengan kita tanpa beban bilang sebagai "orang Madura" atau "orang
Papua." Persoalan seperti ini memang cukup pelik dan beban politiknya berat.
Kita mesti memberi kesempatan mana istilah yang akan lebih diterima dengan rela
dan bangga, termasuk kemungkinan kembali menggunakan nama dan bahasa khas Cina.
Bukankah ini akan memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia?

Penyuntingan buku ini boleh dibilang memuaskan, meski tetap ada salah eja atau
inkonsistensi penulisan terjadi di sejumlah halaman, bahkan di halaman
copyright. Secara keseluruhan, buku ini memberi lebih dari sekadar memperkaya
wawasan dan kebangsaan, melainkan juga kepuasan batin dan estetika.[]

Anwar Holid bekerja sebagai editor, penulis, dan publisis. Blogger @ 
http://halamanganjil.blogspot.com.

KONTAK: wartax@... | HP: 085721511193 | Panorama II No. 26 B Bandung
40141.

Situs terkait:
http://www.rukukineruku.com (untuk sewa buku dan info film Anak Naga Beranak
Naga dan Sugiharti Halim)
http://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa-Indonesia
http://www.indonesiamedia.com/rubrik/manca/manca99november-sejarah.htm (artikel
Sie Hok Tjwan, "Sejarah Keturunan Tionghoa yang Terlupakan")


Anwar Holid: penulis, penyunting, publisis; eksponen TEXTOUR, Rumah Buku.

Kontak: wartax@... | (022) 2037348 | 085721511193 | Panorama II No. 26 B
Bandung 40141

Sudilah mengunjungi link ini, ada lebih banyak hal di sana:
http://www.goethe.de/forum-buku
http://www.rukukineruku.com
http://ultimusbandung.info
http://www.visikata.com
http://www.gramedia.com
http://halamanganjil.blogspot.com

Come away with me and I will write you
--- Norah Jones

#130 From: ibasd19@...
Date: Sat Feb 6, 2010 10:00 pm
Subject: Quit Smoking & Save Money with Electronic Cigarettes
ibasd19
Send Email Send Email
 
Quit Smoking & Save Money with Electronic Cigarettes

many benefits over conventional cigarettes including reduced health risks, cost
savings, avoidance of smoking bans, the absence of second hand smoke, no
lingering smoke smell and even an improved sex life. All of this while getting
your nicotine fix!

Get Yours Now:
http://free-bizzz.com/index.php?option=com_content&view=article&id=66&Itemid=76

Send this message to all your somker friends

Have a nice day

Messages 101 - 130 of 648   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help