Skip to search.

Breaking News Visit Yahoo! News for the latest.

×Close this window

digibooknews

The Yahoo! Groups Product Blog

Check it out!

Group Information

  • Members: 51
  • Category: News and Media
  • Founded: Feb 15, 2008
  • Language: English
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Message search is now enhanced, find messages faster. Take it for a spin.

Messages

Advanced
Messages Help
Messages 97 - 126 of 648   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Messages: Show Message Summaries Sort by Date ^  
#97 From: Anwar Holid <wartax@...>
Date: Thu Dec 3, 2009 11:50 pm
Subject: Pengajar Iya, Penulis Juga
wartax
Send Email Send Email
 
Pengajar Iya, Penulis Juga


BNI-Kompas Gramedia Goes to Campus di Universitas Bengkulu mengundang Frans
Parera dan Anwar Holid untuk mengisi sesi penulisan buku untuk para dosen
universitas itu pada Rabu, 2 Desember 2009.

BENGKULU - "Kalau ada ilmu tentang menulis kreatif yang benar-benar efektif,
saya pasti bersemangat jadi orang pertama yang mempraktikkannya, biar karya saya
juga cepat bertambah banyak," kata Anwar di hadapan sekitar empat puluhan dosen
yang hadir.

"Roy Peter Clark bilang, 'Penulisan itu kemampuan yang bisa Anda pelajari.' Saya
menyimpulkan pada dasarnya menulis itu merupakan kerja personal yang butuh
pendekatan tertentu, namun tetap bisa dipelajari. Artinya, penulis harus
menemukan sendiri cara terbaiknya ketika berkarya. Seorang penulis bisa saja
hidup di tengah kerumunan komunitas, mendapat masukan,  dukungan, atau kritik
dari kawan dan koleganya, tapi begitu mulai duduk menulis, dia harus
melakukannya sendirian. Dalam kasus tertentu menulis memang merupakan kerja sama
dua orang atau lebih maupun orang lain mengetikkan dikte seseorang, sesuai isi
kepala atau cerita dirinya."

Biasanya menulis mengenal dua cara: pertama, menulis 'otomatis' (menulis bebas,
free writing). Penulis melakukannya secara langsung, mengandalkan intuisi,
mengalir begitu saja, asumsinya segala ide (gagasan) sudah terbayang dalam
kepala. Dengan menulis otomatis, penulis diharapkan lebih bisa ekspresif
menumpahkan atau melampiaskan perasaan. Penulis fiksi tidak hanya kerap
menggunakan cara ini, penulis nonfiksi pun---ketika menggarap biografi,
melakukan investigasi, atau mengisahkan ekspedisi---suka meminjam teknik ini.
Penulis seolah-olah telah punya bayangan akan bercerita apa, dan itulah yang dia
kejar dan terus dia tuangkan ke dalam kertas atau komputer.

Kedua, menulis dengan menyusun outline (garis besar) atau storyline lebih dulu;
biasanya para jurnalis menggunakan teknik ini. Mula-mula penulis menentukan poin
per poin subjek yang ingin dijelajahi, dan sambil berusaha menuntaskan paragraf
demi paragraf, mereka mengolah data (bahan, informasi, wawancara, temuan
lapangan) yang sebelumnya dikumpulkan. Dari sana juga dia menentukan alur
tulisan, termasuk sudut pandang maupun keberpihakan (kecenderungan) penulis.
Setelah jadi, kemudian mengolah sekali lagi agar menjadi artikel yang mantap dan
memuaskan. Bagi penulis, outline bermanfaat untuk membimbing penulisan agar
tetap dalam jalur benang merah yang padu; bagi sebagian orang, cara ini
memudahkan, karena segala kebutuhan menulis sudah tersedia.

Di dalam Writing Tools (2006) Roy Peter Clark menyarankan agar penulis memecah
proyek penulisan yang besar dan menyita energi jadi bagian-bagian kecil agar
lebih mudah diselesaikan. Di awal penulisan draft, tulislah sebebas mungkin,
kendurkan kritik terhadap diri sendiri, jelajahi segala kemungkinan terhadap
subjek yang ingin dikejar. Jauh lebih penting disiplin menyelesaikan draft dulu
daripada mengejar kesempurnaan  teks. Memoles dan mengedit tulisan merupakan
urusan belakangan setelah seluruh isi kepala tercurahkan sederas-derasnya. Baru
setelah merasa puas dan tuntas, periksalah hasilnya---kalau bisa bersama orang
lain, lebih khusus lagi dengan editor.

Agar target penulisan lebih segera tercapai, amat penting untuk menulis sedikit
demi sedikit secara rutin setiap hari. Konsistenlah dengan kebiasaan itu. Misal
Anda hanya bisa menulis selama satu jam setiap hari setelah shalat subuh,
lakukanlah. Kasarnya: bila Anda bisa menulis satu halaman bersih setiap hari,
pada hari ke-365 minimal Anda punya sebuah draft naskah yang sudah cukup untuk
dibaca ulang atau ditilik-tilik lagi kemungkinan penerbitannya.

BILA sudah siap menawarkan naskah pada penerbit, carilah penerbit yang kira-kira
cocok untuk naskah Anda. Bila Anda menulis buku ajar (textbook), penerbit
perguruan tinggi lebih cocok buat Anda. Perguruan tinggi di Indonesia sudah
banyak yang memiliki unit penerbit. Kalau naskah Anda lebih pantas dikonsumsi
publik luas, jangan sungkan menawarkannya pada penerbit umum atau penerbit
dengan kecenderungan khusus.

Frans Parera sangat menekankan pentingnya perkembangan penerbit universitas
(university press). Dia memprovokasi para pengajar agar menjadi penulis
saintifik (scientific writer). Universitas Bengkulu sendiri telah memiliki unit
penerbit, yaitu UNIB Press, aktif sejak 2008, dan telah menerbitkan sejumlah
judul. Sebagian pengajar pernah menerbitkan buku, menulis naskah buku ajar,
tembus di jurnal ilmiah internasional, juga menjadi blogger. Namun masih ada
yang rancu membedakan penerbit dan percetakan, sampai bertanya, "Kalau saya mau
menerbitkan buku, berapa biaya yang harus saya keluarkan?"

"Berhubunganlah baik-baik dengan editor," saran Anwar. "Editor itu mewakili
penerbit, bertugas menilai kelayakan naskah, memberi masukan baik terhadap isi
naskah maupun bahasa, termasuk apa naskah itu punya peluang pasar atau tidak.
Editor yang baik pasti sangat bermanfaat untuk mematangkan naskah. Sepengalaman
saya bekerja sama dengan para editor, mereka berdedikasi betul untuk
menghasilkan naskah yang berisi, memberi masukan cara menjelaskan sesuatu dan
seterusnya sampai naskah itu pantas dikonsumsi khalayak."

Penerbit biasanya punya dua cara untuk mendapatkan naskah. Pertama menyeleksi
tawaran naskah yang masuk ke kantor mereka; kedua mencari penulis yang mau
mengerjakan tema-tema usulan mereka---karena bermaksud mengisi pasar dan sudah
yakin pertimbangan pasarnya. Penulis bisa memilih mana yang cocok dengan
keyakinan dan kebutuhannya. Sebagian orang memilih menerima order karena merasa
dengan begitu naskahnya lebih punya kepastian terbit. Tapi sebagian penulis
menolak bekerja seperti itu karena merasa subjeknya tak mereka sukai atau isinya
bukan yang benar-benar mereka ingin tulis (tidak sesuai dengan hati nurani).
Jika demikian, menulislah yang murni ke luar dari pikiran dan nurani Anda. Jika
naskah itu bagus dan berbobot, kemungkinan besar ia bisa mendapat penerbit.

Satu hal yang juga harus juga kita sadari ialah bahwa penerbit dan buku punya
tabiat dan nasib masing-masing. Langsung sukses itu jarang-jarang terjadi. Brian
Hill dan Dee Power dalam The Making of a Bestseller meneliti bahwa kegigihan
menjadi kunci utama keberhasilan para penulis sukses. Mereka gigih untuk terus
berusaha menghasilkan karya bermutu.

Kadang-kadang, di luar keyakinan dan kerja keras semua pihak yang ikut terlibat,
buku Anda ternyata gagal di pasar, diabaikan sama sekali oleh pembaca, terlalu
cepat diretur oleh toko buku, atau sebaliknya malah dikecam habis-habisan oleh
pembaca dan kritikus. Jangan berkecil hati. Lihat sisi baiknya. Tidak semua
barang dagangan itu laku. Kadang-kadang petani gagal panen. Klien bisa mengeluh
atas pekerjaan kita. Kegagalan bisa terjadi kapan saja. Pasti ada sejumlah
faktor kenapa sebuah buku gagal, meskipun di awal-awal penerbitan semua pihak
merasa yakin bahwa ia akan sukses. Bisa jadi buku itu tak mendapat publikasi
sepantasnya dari penerbit, barangkali isunya sudah "lewat" dari perhatian massa,
terbit di waktu yang salah, atau pembaca ternyata sukar memahami cara penulisan
Anda. Meski awalnya selalu membuat sakit hati dan sulit diterima, semua buku
penulisan dan teknik kreativitas selalu mengajarkan belajarlah dari kegagalan.
Ambil masukan dari kritik
  paling pahit yang pernah Anda terima. Bertanyalah kepada editor, pembaca
kritis, para ahli, atau bagian marketing kenapa kira-kira buku Anda sampai
gagal.

"Jangan terlalu percaya pada jargon publish or perish (kalau tidak menerbitkan 
buku, Anda akan hancur)," kata Anwar. "Saya hanya menyarankan Anda untuk
menerbitkan naskah terbaik. Kalau tidak, lupakan dulu keinginan menerbitkan buku
secara serampangan. Lebih baik kita rujuk atau gunakan dulu buku-buku bermutu
karya orang lain. Jangan menambah sampah pikiran pada buku kita. Saya lebih
setuju pada anjuran agar kalangan akademik mendayagunakan ilmu dan kemampuannya
untuk mencerahkan publik---yang oleh Budhiana, seorang wartawan di Bandung,
dinamai 'intelektual publik.'"

Kalangan akademik memang berpeluang besar memberi sumbangan kecerdasan kepada
masyarakat luas. Cuma kendalanya pun cukup berat. Misal kalangan akademik kerap
dituduh sulit mengubah cara penulisan yang terkenal kaku, kering, dan kurang
imajinatif, sehingga gagal menarik perhatian kalangan pembaca lebih luas. Apa
yang bisa kita lakukan? Bekerja samalah dengan editor, penerbit, atau penulis
profesional yang bisa menyampaikan maksud dengan lebih jernih, lentur, dan
imajinatif. Sebagian kalangan akademik beranggapan mereka memiliki standar
istilah teknis tertentu yang bila diubah maka akan menurunkan kadar keilmiahan
subjek tersebut. Benarkah tulisan ilmiah harus disampaikan lewat kalimat pasif
yang  melelahkan, mempertahankan "objektivitas" kaku dan sama sekali mengabaikan
subjektivitas? Anggapan ini mungkin perlu dibongkar lagi. Ada banyak cara segar
untuk mengungkapkan gagasan.

Kalau tidak, belajarlah menulis secara populer, yaitu menulis dalam bahasa baku
yang lebih bisa dipahami umum. Kuasailah bahasa dan seluruh perangkat
komunikasinya. Bahasa punya standar tertentu yang membuatnya tetap berwibawa
meskipun ia ditujukan pada khalayak umum. Hampir setiap media massa memiliki
ruang untuk interaksi bagi kalangan terpelajar, misal ruang opini, dengan
keterbacaan yang tetap tinggi. Kuasailah alat ungkap yang menarik, gunakan
kalimat bertenaga, berani, bahkan kalau perlu provokatif, manfaatkan
visualisasi, berdayakan imajinasi, eksplorasilah berbagai kemungkinan baru cara
komunikasi efektif, biar maksud kita sampai dengan lebih baik lagi. Buku-buku
otoritatif tentang upaya menulis lebih baik, membuat pembaca terpesona dan
terlibat  dalam tulisan sekarang cukup banyak tersedia di toko buku. Kalau
tidak, berlatih dan belajarlah dari karya-karya yang  bagus atau penulis favorit
kita masing-masing. Biasanya dari sana kita juga bisa
  menemukan seperti apa ciri tulisan  yang bagus itu.

Seberapa penting menulis buku bagi seorang dosen, peneliti, maupun akademikus?
Yustikasari, seorang pengajar di Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas
Padjadjaran, Bandung, menyatakan: "Menulis buku penting sebagai salah satu media
untuk transfer ilmu. Dengan menulis, baik artikel dan buku sesuai dengan bidang
ilmunya, penghargaan dari perguruan tinggi biasanya berupa tambahan kum (nilai)
untuk naik pangkat." Bila semata-mata untuk kum dan naik pangkat, Frans Parera
menilai alasan itu "sangat egoistik" karena mengabaikan perasaan dan
aksesibilitas pihak lain terhadap bacaan.[]12/3/09

Copyright © 2009 BUKU INCARAN oleh Anwar Holid

KONTAK: wartax@... | HP: 085721511193 | Panorama II No. 26 B Bandung 40141

Situs terkait:
http://www.gramedia.com

#98 From: <ibasd19@...>
Date: Sat Dec 5, 2009 4:25 am
Subject: Top Secret
ibasd19
Send Email Send Email
 
Top Secret

This underground super affiliate is about reveal the top secret free marketing
system that makes him $65000 a month

Click here >>> http://earthcrisis.info

Don't tell anyone about it

#99 From: <ibasd19@...>
Date: Sun Dec 6, 2009 1:32 am
Subject: double your sales - download it FREE
ibasd19
Send Email Send Email
 
double your sales - download it FREE

download "The Edge of Success" to learn proven strategies to double your sales.
only 3 steps to double your sales:
1- learn proven strategies
2- see it in action
3- try it for free

Download it Now : http://earthgravity.info

#100 From: Anwar Holid <wartax@...>
Date: Sun Dec 6, 2009 11:55 pm
Subject: [BUKU INCARAN] Titik Balik Dalam Kehidupan Tingka Adiati
wartax
Send Email Send Email
 
Titik Balik Dalam Kehidupan Tingka Adiati
--Anwar Holid

Miracle of the Brain
Penulis: Tingka Adiati
Penerbit: GPU, 2009
Tebal: 207 halaman
Ukuran: 13.5 x 20 cm
ISBN: 978-979-22-4809-8
Harga: Rp.30.000,-


JIKA KITA mengalami kebetulan luar biasa, berarti Tuhan sedang mengedip kepada
kita. Kedipan itu ialah pesan cinta yang berbunyi: "Nak, Aku memikirkanmu. Kamu
baik-baik saja. Bertahanlah." Demikian tulis Squire Rushnell dalam When God
Winks. Kira-kira seperti itulah pengalaman Tingka Adiati, seorang ibu rumah
tangga sekaligus jurnalis.

Pada Minggu, 13 Januari 2008 menjelang dini hari dia menerima telepon bahwa
suaminya jatuh ketika sedang bekerja di kantor. Suaminya ialah Bambang Wahyu
Wahono, seorang wartawan di sebuah harian. Di tengah keheningan dan keseriusan
menjelang deadline, rekan wartawan yang sama-sama masih ada di sana tiba-tiba
mendengar suara berdebum orang jatuh, dan tak bangun-bangun. Ketika didekati,
Bambang tampak muntah-muntah serta kondisinya sudah sangat serius.

Setelah masuk rumah sakit, Tingka tahu suaminya mengalami perdarahan dan
menerima vonis bahwa dia terkena stroke. Sakit ini membuat sang suami koma
selama sembilan hari, badan bagian kirinya lumpuh total, gagal bicara, dan
ingatannya hilang. Setelah bangkit dari koma, suaminya kembali hanya untuk
diurus sebagai pasien selama lebih  dari satu tahun lamanya. Apa yang bisa
dilakukan istri dalam keadaan seperti itu? Tingka segera memutuskan dirinya akan
total mendampingi suaminya, menjalani drama amat mengharukan yang bisa
dibayangkan oleh pasangan suami-istri atau orang-orang yang merasa siap
berkorban nyawa bagi kekasihnya.

Selama bulan-bulan yang mengguncangkan itu Tingka mengalami turning
point---suatu titik balik yang menandai perubahan kehidupan seseorang menjadi
lebih baik dan baru sama sekali. Saat itulah dia membuktikan makna cinta dan
kasih sayang kepada suami, anak-anak, dan keluarga. Dia juga mendapatkan visi
baru tentang iman, hubungan yang lebih intim dengan Tuhan, dan spirit dalam
menghadapi kehidupan. Dalam buku memoar inilah semua luapan emosi seorang istri
dalam merawat suami yang terkena stroke selama lima belas bulan kemudian terekam
secara menggetarkan. Selain menulis cukup detil cara merawat pasien stroke,
memenuhi kebutuhan terapi untuk suaminya, Tingka merefleksikan hidup dan
perjalanan perkawinannya. Periode itu berlangsung amat drastik dan dramatik.

Sebelumnya, keluarga Tingka ada dalam kondisi ideal. Karir suaminya berjalan
normal, sementara dia aktif sebagai wanita karir. Rumah tangganya pantas disebut
sempurna: harmonis, kesejahteraan sosial  terjamin, anak-anak yang manis. Tapi
takdir mendadak menggelincirkan mereka dalam kondisi kritis. Dia harus menerima
fakta bahwa hidup bisa begitu tega memperlakukan manusia.

Alih-alih frustrasi, Tingka bersama anak-anaknya dengan tabah dan berani
memasuki babak baru kehidupan keluarganya. Dia ikut aktif merawat, memilih dan
mengerjakan berbagai terapi yang tepat, terus menyemangati suami dari kondisi
koma sampai akhirnya bisa bicara lagi dan pulih sekitar enam puluh
persen--kemajuan yang sangat pesat dan luar biasa bagi pasien stroke parah. Buah
dari ketelatenan inilah yang dimaksud dengan "miracle of the brain."

Perjuangan tersebut menjadi ungkapan jujur seorang manusia biasa tatkala
menghadapi kondisi luar biasa. Emosinya tumpah amat lugas dan apa adanya. Tingka
bukan tipe perempuan melankolik. Mereka juga ber-"loe-gue" dalam mengekspresikan
rasa sayang. Ketika sudah cukup pulih, suaminya berkata, "Loe baik banget, Ting.
Bagaimana gue balasnya?" Jawab Tingka, "Semua ini gue lakukan karena gue cinta
loe. Gue enggak minta balasan apa-apa selain loe semangat terus supaya sembuh
dan pulih. Gue dan  anak-anak kangen banget sama loe yang dulu. Loe mau kan
semangat terus?"

Begitu pula saat dia frustrasi karena serba salah menebak-nebak maksud suaminya
ketika kondisinya memburuk. "Bang, loe kenapa sih? Gue enggak ngerti loe maunya
apa, soalnya loe kan enggak bisa bilang. Gue cuma menebak nih. Gue minta maaf ya
kalau tebakan gue salah terus sehingga loe bete."

Tingka sepenuhnya menghayati pemulihan penderita stroke sebagai fase manusia
dewasa balik lagi ke tahap bayi, tanpa daya, bergantung orang lain, dan
kebutuhannya harus langsung terpenuhi---sebab kalau tidak bisa berakibat fatal.
Dia berkali-kali menghadapi situasi amat buruk, namun kekuatannya bisa kembali
pulih untuk membuktikan betapa seorang istri bisa begitu setia, sayang, tegar,
sekaligus berbakti pada keluarga. Pantas bila Budiarto Shambazy, seorang
kolumnis, amat salut kepada Tingka. Katanya, "Tingka telah menjadi manusia
ikhlas dengan merawat suaminya, sejak sakit sampai wafat dan membesarkan tiga
anak tanpa berkeluh  kesah---jauh melebihi kemampuan sebagian dari kita, manusia
biasa."

Ketegaran Tingka dalam buku ini memang seolah-olah terasa begitu ilahiah. Betapa
tidak, Bambang menghembuskan napas terakhirnya persis dalam pelukan istrinya.

SATU-SATUNYA "lubang" cukup serius dalam memoar ini ialah penulis tampak sengaja
menghindari persoalan biaya (finansial). Bisa jadi Tingka menganggap masalah
tersebut terlalu sensitif untuk diungkapkan. Atau karena dia telah masuk dalam
fase "kebebasan finansial." Lepas dari itu, pembaca pasti penasaran bagaimana
dia membiayai semua itu dengan lancar, seakan-akan tak berpengaruh pada kondisi
keuangan keluarga? Bagaimana dia membayar seluruh biaya medis kelas satu,
menyewa perawat, menebus obat-obatan, dan lain sebagainya. Apa ditanggung
perusahaan, dari klaim asuransi, tabungan, dan kekayaan keluarga? Kita tahu,
sakit yang parah dan lama selalu menguras emosi, energi, dan uang. Memang
sekilas terungkap latar belakang mereka berasal dari keluarga berada.

Karena tak disinggung, tampaknya biaya bukanlah masalah bagi penulis. Berapapun
biayanya selalu bisa ditanggung. Padahal kalau sumber biaya disebutkan, misalnya
dari asuransi, itu malah akan jadi pembelajaran berharga bagi setiap pembaca,
yaitu agar setiap keluarga memiliki asuransi kesehatan (jiwa). Begitu juga bila
dari tabungan, biar pembaca tahu manfaat menabung untuk keperluan darurat.

Kisah Tingka ini menghenyakkan, apalagi bila kita lihat betapa memprihatinkan
nilai kesetiaan sekarang ini. Kita juga bisa menyaksikan adanya cinta yang lebih
baru, tulus, dan kasih sayang yang memberi energi mulia bagi kehidupan. Kasih
sayang, keikhlasan, dan  pengorbanan seorang istri pada suami dan keluarga,
apalagi di saat duka, bisa menginspirasi banyak orang senasib. Miracle of the
Brain bisa menyebarkan sikap optimisme kepada pembacanya, terutama keluarga yang
sama-sama pernah mengalami musibah serupa. Bisa jadi akan lebih dramatik lagi
bila ada sineas yang mampu mengangkatnya ke layar perak.[]

ANWAR HOLID bekerja sebagai editor, penulis, publisis. Eksponen TEXTOUR, Rumah
Buku, Bandung. Blogger @  http://halamanganjil.blogspot.com.

KONTAK: wartax@... | HP: 085721511193 | Panorama II No. 26 B Bandung 40141

Copyright © 2009 BUKU INCARAN oleh Anwar Holid

Situs terkait:
http://www.gramedia.com
____________________________________
Anwar Holid: penulis, penyunting, publisis; eksponen TEXTOUR, Rumah Buku.

Kontak: wartax@... | (022) 2037348 | 085721511193 | Panorama II No. 26 B
Bandung 40141

Sudilah mengunjungi link ini, ada lebih banyak hal di sana:
http://www.goethe.de/forum-buku
http://www.rukukineruku.com
http://ultimusbandung.info
http://www.visikata.com
http://www.gramedia.com
http://halamanganjil.blogspot.com

Come away with me and I will write you
---© Norah Jones

#101 From: <ibasd19@...>
Date: Mon Dec 7, 2009 1:49 am
Subject: system makes $65000 a month
ibasd19
Send Email Send Email
 
system makes $65000 a month

This underground super affiliate is about reveal the top secret free marketing
system that makes him $65000 a month

Click here >>> http://earthcrisis.info

Top Secret Don't tell anyone about it

#102 From: Alin SP Apriliani <alinsp2003@...>
Date: Mon Dec 7, 2009 5:54 am
Subject: LEADERSHIP FORUM 70 by Center for Corporate Leadership
alinsp2003
Send Email Send Email
 

CENTER FOR CORPORATE LEADERSHIP (CCL)

Menyelenggarakan

LEADERSHIP FORUM KE-70

 

 

“EXCELLENCE IN CORPORATE LEADERSHIP”

Kamis, 10 Desember 2009

Pk. 08.30 – selesai

Sasono Mulyo 2, Le Meredien Jakarta

 

Key Note Speech

Ciputra

(Chairman Ciputra Group, Pendiri Center For Corporate Leadership)

 

 

SESI I

“KEPEMIMPINAN KORPORASI BIDANG PERBANKAN DAN KEUANGAN”

Pembicara:

Gatot M.Suwondho - Direktur Utama PT BNI (Persero)

Arwin Rasyid – Direktur Utama PT CIMB Niaga Tbk

Chairul Tanjung – Komisaris Utama PT Bank Mega Tbk

 

Moderator:

Hotbonar Sinaga – Direktur Utama PT Jamsostek (Persero)

 

 

SESI II

“KEPEMIMPINAN BIDANG INDUStRI DAN JASA”

 

Pembicara:

Emirsjah Satar – Direktur Utama PT Garuda Indonesia

Haryanto Adikusumo – President Director AKR Group

Stanley Setia Atmadja – Direktur Utama PT Adira Dinamika  Multi Finance Tbk

 

Moderator;

Suwito Anggoro – President Director PT Cevron Pasific Indonesia

 

 

Informasi Pendaftaran dan Registrasi

Angel / Susi (021)7509406/7 atau 08129359938,  Alin 0818819944 / 081211611144



#103 From: <ibasd19@...>
Date: Tue Dec 8, 2009 12:25 am
Subject: Multiplayer Online Game and $10,000 For The Winner
ibasd19
Send Email Send Email
 
Multiplayer Online Game and $10,000 For The Winner

Seafight - the online pirate game:
* Play with and against thousands of other real players
* No download or installation necessary
* Experience a world full of adventure and game fun
* And win up to $10,000
Register For FREE : http://earthhypothesis.info

Enjoy and Win

#104 From: <ibasd19@...>
Date: Wed Dec 9, 2009 2:27 am
Subject: Google Sniper - The Hidden Secrets
ibasd19
Send Email Send Email
 
Google Sniper - The Hidden Secrets

You're About To Discover The Hidden Secrets To Make $15000 After Month

Click here : http://freewwoww.info/

No Cost, No Struggles and No Time

#105 From: ibasd19@...
Date: Fri Dec 11, 2009 12:38 am
Subject: Increase your height at any age
ibasd19
Send Email Send Email
 
Increase your height at any age

the first complete guide to help increase height at any age for men and women
being tall and fit is a lifestyle

click here: http://gatheringspot.info

#106 From: ibasd19@...
Date: Sat Dec 12, 2009 12:44 am
Subject: Download Edge of Success FREE
ibasd19
Send Email Send Email
 
Download Edge of Success FREE

learn proven strategies to double your sales.

Download it Now : http://earthgravity.info/

#107 From: ibasd19@...
Date: Sat Dec 12, 2009 2:20 pm
Subject: WANTED: People To Work From Home. Must Have Computer
ibasd19
Send Email Send Email
 
WANTED: People To Work From Home. Must Have Computer

* Just fill simple surveys. Start today.

Online Companies Will Pay YOU $5 to $125 for Each Survey!
Get Paid to Participate in Online Focus Groups At $50 to $150 Per Hour!
Get Paid to Try New Products - Keep The Products For FREE and Get Paid Too!
Get Paid to Watch Movie Trailers $4 to $25 Per Hour!
Get Paid $5 to $95 Per Hour to Take Surveys Offline!
Get Paid to Travel! Earn $100's Each Month Just for Traveling!
Get Paid to Drive Your Car $1000 to $3000 per month! Plus They Pay For Your
Gas!

Click here : http://hidingspot.info/

#108 From: ibasd19@...
Date: Sun Dec 13, 2009 6:58 am
Subject: 200,000 job in USA and Canada
ibasd19
Send Email Send Email
 
200,000 job in USA and Canada

Find Your Dream Job, Getting started is easy to do.
Join Now for FREE.
Click here: http://mywwoww.info

#109 From: ibasd19@...
Date: Sun Dec 13, 2009 11:51 pm
Subject: Video Lesson - How to make money from internet
ibasd19
Send Email Send Email
 
Video Lesson - How to make money from internet

My free video lesson learn you how to generate instant income, carzy
conversions, and tens of thousands in commission checks for anyone.

Click here >>> http://earthcrisis.info

enjoy

#110 From: "smartaadgirl" <smartaadgirl@...>
Date: Mon Dec 21, 2009 4:34 am
Subject: Looking for SEX partner!
smartaadgirl
Send Email Send Email
 
Looking for SEX partner! Check my H.O.T photos here:
http://ultimaangel.zoomshare.com/files/intimate.htm

#111 From: ibasd19@...
Date: Sat Dec 26, 2009 2:23 am
Subject: Download Free Business eBook
ibasd19
Send Email Send Email
 
Download Free Business eBook

learn proven strategies to double your sales.

Download it Now : http://free-bizzz.com/

#112 From: "newajifriends" <newajifriends@...>
Date: Sat Dec 26, 2009 2:05 pm
Subject: i found a very interesting Flash Game!
newajifriends
Send Email Send Email
 
haha! I i found a very interesting Flash Game today, so I wanna share it with
you.  You can play online here:

http://roly-poly.zoomshare.com/files/flashgame.htm

#113 From: ibasd19@...
Date: Sun Dec 27, 2009 11:41 am
Subject: Relax At Home ... And Get Paid For Your Opinion!
ibasd19
Send Email Send Email
 
Relax At Home ... And Get Paid For Your Opinion!

START EARNING TODAY!

$10 - $300 Per Online Survey

$50 - $300 Per Hour For Online Focus Groups

$4 - $25 Per Hour For Previewing Movie Trailers


Click here :
http://free-bizzz.com/index.php?option=com_content&view=article&id=48&Itemid=57

#114 From: ibasd19@...
Date: Mon Dec 28, 2009 1:44 am
Subject: Download Business Video Lessons
ibasd19
Send Email Send Email
 
Download Business Video Lessons


How to make money from internet ?
My free video lessons learn you how to generate instant income, carzy
conversions, and tens of thousands in commission checks for anyone.

Download Now >>>
http://free-bizzz.com/index.php?option=com_content&view=article&id=49&Itemid=59

enjoy

#115 From: Anwar Holid <wartax@...>
Date: Mon Dec 28, 2009 4:35 am
Subject: 10 BUKU INDONESIA 2009 LAYAK PERHATIAN
wartax
Send Email Send Email
 
[BUKU INCARAN]

10 BUKU INDONESIA 2009 LAYAK PERHATIAN
---Anwar Holid

Pada awal Desember 2009 www.jakartabeat.net menawari saya untuk menulis daftar
buku karya penulis Indonesia yang paling menarik atau mengesankan terbitan 2009.
"Media biasa membuat tulisan ringan akhir tahun. Memang subyektif, kan just for
fun." Demikian suratnya.

Buku "layak perhatian" ini menurut saya sepadan dengan "notable"; sementara bila
saya gunakan "terbaik" tampaknya terlalu pretensius. Buku yang terpilih genrenya
lumayan lengkap. Ada nonfiksi, autobiografi, puisi, fiksi, humor, sejarah, esai.
Saya menyusun judul berdasarkan urutan alfabet.

1/ 9 dari Nadira (Leila S. Chudori; KPG, 270 hal.)
Buku ini hadir setelah penulisnya absen menerbitkan buku lebih dari dua
dasawarsa lalu, persisnya setelah Malam Terakhir (1988) mendapat respons positif
dari berbagai kalangan karena kepekatan ceritanya dengan sosial-politik dan gaya
berceritanya yang amat kuat dan bisa jadi tanpa tedeng aling-aling terhadap
berbagai kemunafikan.

9 dari Nadira cukup berbeda dari Malam Terakhir, ia lebih merupakan cerita cukup
panjang saling terkait yang berpusar pada tokoh utama perempuan bernama  Nadira.
Hidup normal Nadira sendiri terganggu oleh kisah dalam diari peninggalan ibunya
yang mati bunuh diri, masa  kecilnya yang bandel, luka terlalu dalam dengan
kakak sulung perempuannya, hubungannya dengan ayahnya yang  mengalami post power
syndrome, kakak lelakinya yang bujang lapuk, karirnya sebagai wartawati,
wawancaranya dengan seorang psikopat pelaku pembunuhan berantai, rekan kerja
yang mencintainya tapi dia abaikan,  perkawinannya yang bermasalah. Meski
realis, Leila masih bisa mengelaborasi mitos, agama, beban psikologi,  trauma,
kekecewaan, dan misteri batin manusia jadi jalinan kisah yang memikat.

2/ Akar Berpilin (Gus tf; GPU, 70 hal.)
Kumpulan 38 sajak yang imajinatif dan kaya nuansa, kebanyakan menelisik sifat
manusia dan bertanya siapa sebenarnya makhluk bernyawa penuh gejolak yang
terbalut daging dan tulang ini. Memang buku ini tak akan  memuaskan dalam sekali
baca, namun ia akan tetap menarik untuk dibolak-balik. Puisi Gus tf menantang
untuk kita baca berulang-ulang karena mengandung permainan bahasa dan makna yang
lumayan sulit dan bersayap, tapi tidak sampai membuat puisi itu jatuh jadi
gelap. Ungkapan-ungkapannya eksploratif.

3/ Jangan Main-Main dengan Tuhan (Bambang Joko Susilo; Republika, 156 hal.)
Lebih terkenal sebagai penulis cerita kanak-kanak dan remaja, Bambang Joko
Susilo juga tetap berusaha memperlihatkan kinerjanya di dunia sastra dewasa.
Tema kumpulan cerpen ini fokus pada tema maut dan peristiwa  kematian, hampir
semua menggunakan sudut pandang orang pertama, sebagian besar setting terjadi di
tempat yang terkesan sebagai pinggiran kota, sehingga mengesankan cerpen-cerpen
di dalamnya secara longgar memiliki keterkaitan.

Kisah dalam cerpen Bambang Joko Susilo bersahaja, memprihatinkan, sekaligus
mampu memaksa pembaca mengakui  kejujuran dan pandangannya yang tanpa kompromi
terhadap berbagai kemunafikan. Biasanya si protagonis jujur, teguh memegang
prinsip dan moralitas, membuat ekspresi dan emosi karakter terungkap dengan
baik---meskipun ada juga cerpen dengan tokoh frustrasi yang akhirnya kalap
padahal sebelumnya mati-matian menahan diri terhadap gempuran yang mengikis
mentalnya.

4/ Membongkar Manipulasi Sejarah (Asvi Warman Adam, Penerbit Kompas, 257 hal.)
Buku sejarah yang renyah, kaya informasi, dan mengoreksi banyak salah anggapan
terhadap berbagai peristiwa  sosial-politik yang terjadi di Indonesia. Setengah
dari isi buku ini menelusuri perhatian utama Asvi pada kontroversi  pendapat
mengenai peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang memang mengubah perjalanan
bangsa Indonesia.  Asvi dengan tegas menolak istilah "G30S/PKI" (versi
pemerintah Orde Baru) atau "Gestapu" (versi pers militer) karena menilai bahwa
dalang dari peristiwa tersebut berbeda-beda, masih terasa sebagai konspirasi,
dan masih merupakan misteri yang belum terpecahkan secara definitif.

Asvi sering menimbang berbagai simpang-siur terhadap suatu peristiwa sejarah
dengan secara jeli dan tegas. Misal,  dia kukuh mengingatkan bahwa Susilo
Bambang Yudhoyono ialah presiden Indonesia ke-8, bukan ke-6 sebagaimana 
keyakinan pers dan anggapan masyarakat umum selama ini. Kenapa kekeliruan
anggapan itu sulit diubah? Dia juga mendukung berbagai alternatif temuan baru
dan kemungkinan bahwa peristiwa sejarah bisa berlangsung di luar  dugaan pihak
resmi, dan mengusahakan agar tesis maupun fakta itu terus dikaji kebenarannya,
bukan malah ditutup-tutupi. Selama ini pendapat bahwa para Wali Songo ada
kemungkinan berasal dari Cina dihalang-halangi, Asvi mencoba mengangkatnya
berdasarkan berbagai arsip lama yang selama ini terabaikan.

5/ Menuju Jurnalisme Berkualitas (Ignatius Haryanto, ed.; KPG, 424 hal.)
Buku ini merupakan kumpulan karya finalis dan pemenang Mochtar Lubis Award 2008,
terdiri dari lima kategori, yaitu pelayanan publik, tulisan feature, pelaporan
investigasi, foto jurnalistik, dan liputan mendalam jurnalisme televisi.

Hal paling berharga dari buku ini ialah kita bisa membaca dan belajar tentang
tulisan bermutu, sekaligus tahu alasan kenapa karya tersebut memang benar-benar
mantap. Ini memberi kepastian bahwa karya yang bagus itu memang bisa diukur, ada
faktor dan kriterianya. Menurut penyuntingnya: aneka contoh (karya ini) akan
sangat berguna bagi para pembaca dan membuat mereka bisa mencecap langsung
seperti apa karya jurnalistik yang baik itu.

Buku ini terutama berharga sekali bagi mahasiswa jurnalistik dan siapapun yang
tertarik dengan kepenulisan, orang yang ingin menekuni citizen journalist,
termasuk blogger. Kita bisa membaca baik tulisan pendek yang berisi, maupun
tulisan amat panjang yang benar-benar memikat. Secara tersirat buku ini juga
menguatkan kaitan antara industri pers yang sehat, berkembang baik, dengan
kualitas karya jurnalistik yang juga hebat---meskipun ini bukan sesuatu yang
mutlak.

6/ Miracle of the Brain (Tingka Adiati; GPU, 207 hal.)
Setelah bangkit dari koma, suami Tingka Adiati kembali hanya untuk diurus
sebagai pasien selama lebih dari satu tahun  lamanya. Apa yang bisa dilakukan
istri dalam keadaan seperti itu? Tingka segera memutuskan dirinya akan total 
mendampingi suaminya, menjalani drama amat mengharukan yang bisa dibayangkan
oleh pasangan suami-istri atau  orang-orang yang merasa siap berkorban nyawa
bagi kekasihnya.

Selama bulan-bulan yang mengguncangkan itu Tingka mengalami turning
point---suatu titik balik yang menandai  perubahan kehidupan seseorang menjadi
lebih baik dan baru sama sekali. Saat itulah dia membuktikan makna cinta  dan
kasih sayang kepada suami, anak-anak, dan keluarga. Dia juga mendapatkan visi
baru tentang iman, hubungan  yang lebih intim dengan Tuhan, dan spirit dalam
menghadapi kehidupan. Dalam buku memoar inilah semua luapan emosi seorang istri
dalam merawat suami yang terkena stroke selama lima belas bulan kemudian terekam
secara  menggetarkan. Selain menulis cukup detil cara merawat pasien stroke,
memenuhi kebutuhan terapi untuk suaminya, Tingka merefleksikan hidup dan
perjalanan perkawinannya. Periode itu berlangsung amat drastik dan dramatik.

Tingka sepenuhnya menghayati pemulihan penderita stroke sebagai fase manusia
dewasa balik lagi ke tahap bayi,  tanpa daya, bergantung orang lain, dan
kebutuhannya harus langsung terpenuhi---sebab kalau tidak bisa berakibat  fatal.
Dia berkali-kali menghadapi situasi amat buruk, namun kekuatannya bisa kembali
pulih untuk membuktikan  betapa seorang istri bisa begitu setia, sayang, tegar,
sekaligus berbakti pada keluarga. Pantas bila Budiarto Shambazy amat salut
kepada Tingka. Katanya, "Tingka telah menjadi manusia ikhlas dengan  merawat
suaminya, sejak sakit sampai wafat dan membesarkan tiga anak tanpa berkeluh 
kesah---jauh melebihi  kemampuan sebagian dari kita, manusia biasa."

7/ Nyi Vinon (Vinondini Indriati; Daun Buku, 398 hal.)
Vinondini menulis tentang dirinya, trah keluarga, orang-orang terdekat, pikiran,
keyakinan, juga nilai yang berhadap-hadapan  dengan keyakinannya sebagai
individu. Dia menunjukkan betapa individu itu bisa sangat unik. Betapa orang 
kebanyakan---apalagi "bukan siapa-siapa"---bisa memiliki idealisme yang amat
kuat, mengejutkan, juga memiliki  komentar amat jeli tentang agama, politik,
pendidikan, masyarakat, sosial, termasuk pengamatan diri yang jernih.

Membaca autobiografi Vinon bisa membuat orang terkesima, "Ternyata ada orang
seperti ini!" Meski kadang-kadang  kepribadiannya tampak aneh, Vinon membuktikan
bahwa seorang individu itu khas, merdeka, unik sama sekali. Berkat  orisinalitas
dan keunggulannya, Nyi Vinon berpeluang menjadi buku standar dalam genre
autobiografi di Indonesia.

8/ Salamatahari # 2 (Sundea; Pikiran Kecil, 62 hal.)
Dalam buku tipis-mungil ini, semua benda jadi bernyawa, dekat, punya pikiran,
dan bermain-main dengan penulisnya.  Menulis secara naif---dengan ejaan yang
sengaja mengabaikan kaidah EYD dan informal---Sundea berhasil  menghidupkan
peristiwa sehari-hari jadi pengalaman mistik dengan benda-benda. Mengagetkan
betapa sesuatu yang  tampak sangat remeh mendadak mungkin saja bisa menjadi
sesuatu yang ajaib. Kadang-kadang pikiran Sundea  tampak aneh sekali dalam
memandang benda. Sekilas, pembaca umum akan menganggap buku ini akan mudah
dipahami karena bercerita dengan bahasa kanak-kanak, tapi pikiran dewasa
penulisnya kerap menyelinapkan persoalan subtil seperti kematian, kondisi jiwa
manusia, dan bagaimana biar kita bisa setiap menghargai kehidupan hingga ke hal
sekecil-kecilnya.

9/ Seribu Tahun Cahaya (Mad Soleh; Pustaka Bimasakti, 245 hal.)
Novel humor tentang Indonesia pada tahun 2100. Dunia dan segala sejarahnya sudah
begitu banyak berubah. Tahun itu Indonesia menjadi negara adidaya yang
memelopori penjelajahan luar angkasa di luar sistem tatasurya dan menjadi pusat
pertemuan ilmuwan dari berbagai belahan dunia.
Indonesia menjadi negara federal, ibu kotanya pindah ke Lamongan yang lebih
segar, sebab Jakarta tetap macet dan gagal diperbaiki. Presidennya seorang
visioner bijak bestari bernama Notonegoro---meskipun dia dahulu sempat mengidap
skizofrenia, tapi sudah sembuh total.

Cerita dalam Seribu Tahun Cahaya melibatkan sains dan teknologi luar angkasa
yang pelik, namun juga mempersoalkan sifat-sifat dasar dan abadi dalam diri
manusia, seperti kasih sayang, persaingan, dan kegaiban masalah hati. Semua
berlangsung secara nalar dan terkendali. Humor-humornya bisa melontarkan kita
pada  kesumpekan persoalan hari ini, membuat kita lebih optimistik bahwa
Indonesia bisa menjadi negara yang hebat juga. Penulisnya, seorang sarjana ilmu
farmasi dari Universitas Airlangga, Surabaya, sungguh-sungguh menciptakan dunia
bualan secara meyakinkan. Secara fantastik dia kembali mengenalkan khazanah
musik lama mulai dari The Beatles, Pink Floyd, dan Benyamin S., termasuk kuliner
tradisional Indonesia yang abadi digemari orang dari berbagai negeri.

10/ Simply Amazing (J. Sumardianta; GPU, 188 hal.)
J. Sumardianta membongkar naskah ini sedemikian rupa hingga menjadi buku berisi
pergumulan manusia dengan drama kehidupannya, terutama demi memuliakan diri dan
menemukan nilai yang paling berharga,  yaitu spiritualitas. Singkatnya, buku ini
berisi kontemplasi perihal masalah sederhana yang berdampak luar bisa dalam
hidup tokoh-tokohnya.

Sumardianta berhasil dengan jeli memastikan kenapa dan kapan momen-momen
spiritualitas seseorang bisa tumbuh (mengalami epifani), lantas membentuk
karakter orang tersebut secara permanen. Pengalaman spiritual bukan hanya
monopoli orang beragama, melainkan bisa juga terjadi pada orang yang awalnya
ateis, atau beralih iman. Spiritualitas itu berbeda sedikit dengan religiositas
(keagamaan), ia membutuhkan intensitas penghayatan yang lebih besar dengan
kehidupan manusia dan Tuhan.

Keunggulan lain buku ini ialah memperlihatkan betapa pemahaman J. Sumardianta
terhadap iman lain---terutama  Islam---bagus. Dia mampu menyelami kedalaman
spiritual agama Islam, Buddhisme, maupun Hindu, dan itu cukup  mengagetkan bagi
seorang guru kolese, yang bukan saja begitu akrab dengan spiritualitas Katolik,
melainkan juga  sangat jelas komitmen imannya. Lewat pancaran spiritualitasnya,
di buku ini Sumardianta mengajari kita soal toleransi  dan kebajikan yang amat
penting agar terhindar dari bahaya SARA.[]

ANWAR HOLID bekerja sebagai editor, penulis, publisis. Eksponen TEXTOUR, Rumah
Buku, Bandung. Blogger @  http://halamanganjil.blogspot.com.

KONTAK: wartax@... | HP: 085721511193 | Panorama II No. 26 B Bandung 40141

Copyright © 2008 BUKU INCARAN oleh Anwar Holid

Untuk daftar tentang subjek lain dan komentar lebih lanjut, klik
http://www.jakartabeat.net


Anwar Holid: penulis, penyunting, publisis; eksponen TEXTOUR, Rumah Buku.

Kontak: wartax@... | (022) 2037348 | 085721511193 | Panorama II No. 26 B
Bandung 40141

Sudilah mengunjungi link ini, ada lebih banyak hal di sana:
http://www.goethe.de/forum-buku
http://www.rukukineruku.com
http://ultimusbandung.info
http://www.visikata.com
http://www.gramedia.com
http://halamanganjil.blogspot.com

Come away with me and I will write you
---© Norah Jones

#116 From: ibasd19@...
Date: Mon Dec 28, 2009 2:04 pm
Subject: Free Online Coupons
ibasd19
Send Email Send Email
 
Free Online Coupons

Get access to hundreds of free shipping offers, coupon codes, discounts and
promo codes from your favorite stores.

Click here:
http://free-bizzz.com/index.php?option=com_content&view=article&id=50&Itemid=60

#117 From: ibasd19@...
Date: Fri Jan 8, 2010 9:28 pm
Subject: Increase Your Height 2-3 Inches
ibasd19
Send Email Send Email
 
Increase Your Height 2-3 Inches

How a New Discovery Made A Short Man 2-3 Inches Taller In 6 Weeks
I Discovered the Secret to Add Several Inches of Solid Height to Anyone,
No Matter What Your Age Is... Even If You Haven't Grown in Years!

Click here : http://www.free-bizzz.com

#118 From: "hotbccoolguy" <hotbccoolguy@...>
Date: Sun Jan 10, 2010 8:13 am
Subject: Cool HarleyBoyz wants to add you as a friend :)
hotbccoolguy
Send Email Send Email
 
I want to add you as a friend so you can see my profile with my pictures.Here is
the link:
http://www.ourlivespace.com/hotcoolguy/addme.htm

#119 From: ibasd19@...
Date: Mon Jan 11, 2010 3:39 pm
Subject: Download Mass Article Creator and Submitter
ibasd19
Send Email Send Email
 
Download Mass Article Creator and Submitter

Mass Article Creator:
Creates 100+ Different Unique Articles From 1 Original! Defintely Not Your
Average Article Spinner.

Mass Article Submitter:
Submits Your Articles To The Web's Best Directories Perfectly, All At Once In
Less Than 1 Minute!

Download Now :
http://free-bizzz.com/index.php?option=com_content&view=article&id=52&Itemid=62

#120 From: Anwar Holid <wartax@...>
Date: Mon Jan 11, 2010 10:23 pm
Subject: Buku yang Membuat Saya Malas Membacanya
wartax
Send Email Send Email
 
Buku yang Membuat Saya Malas Membacanya
---Anwar Holid

Haji Backpacker, Memoar Mahasiswa Kere Naik Haji
Penulis: Aguk Irawan
Penerbit: Edelweiss
Tebal: 200 halaman
ISBN: 978-602-8672-03-0


Haji Backpacker karya Aguk Irawan (Edelweiss, 200 hal.) merupakan contoh buku
yang membuat saya malas membacanya. Tentu bukan karena isinya, melainkan karena
editing dan penulisannya yang buruk. Isi sebuah buku sangat relatif dan
subjeknya bisa tentang apa pun, karena ada banyak faktor yang bisa membuatnya
menarik buat dibaca. Sementara editing dan persoalan penulisan itu jelas, karena
ada standar dan aturan tertentu. Salah satunya kita ingin membaca tulisan yang
efektif, enak dibaca, menggunakan EYD dengan baik. Tidak usah sangat ketat dan
kaku, cukup masuk akal saja, biar membuat pembacaan jadi lebih mudah dan nyaman.
Apalah artinya EYD selain sekadar kesepakatan berbahasa untuk memudahkan kita
berkomunikasi?

Mari kita perhatikan kalimat pertama buku ini: "Kenapa kamu membawa, gula batu?"
Tanya seseorang yang duduk bersebelahan di sebuah perjalanan kereta.

Seorang yang terlatih membaca tulisan bahasa Indonesia bisa langsung menunjuk
kenapa tulisan itu buruk. Salah menggunakan dan menempatkan koma, teledor
menggunakan huruf kapital. Sangat elementer. Saya kembali gagal menahan diri
untuk membiarkan betapa kesalahan semacam ini terjadi lagi dalam buku-buku
terbitan kita. Kenapa penerbit tergesa-gesa menawarkan produk semacam ini tanpa
pengawasan memadai? Bagaimana mungkin penulis yang biodatanya ditulis sepanjang
empat halaman di buku itu bisa menulis seperti itu? Bagaimana mungkin penyunting
membiarkan hal seperti itu lolos dari pengawasannya? Itu baru di kalimat
pembuka!

Bila kesalahan di kalimat pertama sudah begitu mencolok, bisa kita bayangkan ke
dalam-dalamnya. Maka saya memutuskan untuk bolak-balik saja membacanya, sekadar
ingin tahu buku ini berisi tentang apa. Saya lebih ingin menyoroti keanehan
penulisan dan buruknya penyuntingan buku ini, biar jadi pelajaran buat kita
semua---pembaca yang ingin mendapatkan buku bermutu yang disiapkan dengan
sungguh-sungguh.

Kejanggalan penggunaan huruf kapital maupun tanda baca bertebaran di buku ini,
ditambah lagi salah ejaan, inkonsistensi format italic, dan cara penulisan.
Contoh, di baris ke lima di bawah kalimat pertama tertulis "negeri piramida",
sementara di halaman 7 tertulis "Negeri Piramida"; mau menggunakan "jemaah" atau
"jamaah"; "hotel Hilton" atau "Hotel Hilton" dan sejenisnya, aku atau saya, atau
lebih teledor lagi: menulis "Allah Saw." (hal. 53).

Keteledoran dan penyuntingan berlepotan seperti itu sulit ditoleransi. Cukup
sekian saya mengkritik, biar saya tak semakin tampak nyinyir dan bawel,
seakan-akan jadi polisi EYD dan paling tahu soal penyuntingan. Seperti saya akui
sejak jauh hari, saya juga bukan editor teladan yang bebas dari kesalahan
seperti itu---tapi boleh taruhan, kesalahan saya tak sebanyak itu dalam sebuah
buku. Buat saya, penyuntingan dalam buku ini mengerikan. Kalau kita pikirkan
lebih lanjut bahwa buku ini diterbitkan penerbit yang berafiliasi dengan Islam,
makin malulah kita membayangkannya. Subjek buku ini tentang rukun Islam, tapi
kualitas kontrolnya hancur-hancuran. Dalam hati saya berdoa untuk diri sendiri,
semoga kinerja saya sebagai editor tambah bagus dan awas. Rasanya saya punya
iktikad untuk membuat buku jadi lebih baik.

Sisanya, saya hanya berani menduga-duga. Kenapa penerbit tetap melempar buku ini
ke pasar meski penyuntingannya buruk? Kenapa tampak tergesa-gesa, seakan-akan
mengabaikan keinginan pembaca atas produk berkualitas? Apa penerbitan buku ini
begitu terdesak oleh kekuatan luar biasa sampai mustahil ditunda demi perbaikan
pracetaknya?

Beberapa bulan lalu saya mengkritik kejanggalan editing buku lain sampai sang
editor menganggap saya berniat mendiskreditkan kinerja dan namanya, bahkan
menuduh saya jahat terhadapnya, kini saya dikirimi buku dengan kasus yang
tampaknya lebih parah. Tapi kalau dibiarkan rasanya saya membohongi diri
sendiri, bahwa kita ingin menerbitkan buku yang baik, memiliki keterbacaan
tinggi, luwes menggunakan norma bahasa---bukan asal-asalan.

Semoga kita belajar dari kasus penerbitan buku ini. Jangan lagi kita
menyia-nyiakan kertas, tinta, biaya produksi untuk buku dengan kualitas editing
rendahan. Nanti malas kita membacanya.[]

Anwar Holid, editor, penulis, dan publisis. Blogger @ 
http://halamanganjil.blogspot.com.

KONTAK: wartax@... | HP: 085721511193 | Panorama II No. 26 B Bandung
40141.

Link terkait:
http://www.ptiman.com
http://www.ptiman.com/katalog/edelweiss/125-haji-backpacker.html

#121 From: ibasd19@...
Date: Thu Jan 14, 2010 12:14 am
Subject: Get Paid To Use Your Digital Camera!
ibasd19
Send Email Send Email
 
Get Paid To Use Your Digital Camera!

Genuine home-based photography system lets you earn
up to $250 a day and also gives you the opportunity to earn
monthly residual income off every photo that you submit
online!
Join Now : http://easylnk.com/?15420

#122 From: ibasd19@...
Date: Sat Jan 16, 2010 1:14 am
Subject: Free Youtube Downloader
ibasd19
Send Email Send Email
 
Free Youtube Downloader

YouTube Downloader is software that allows you to download videos from YouTube,
Google Video, Yahoo Video, and many others and convert them to other video
formats.

Download now FREE : http://easylnk.com/?15427

enjoy

#123 From: Anwar Holid <wartax@...>
Date: Sun Jan 17, 2010 6:15 pm
Subject: Indeks yang Ngaco
wartax
Send Email Send Email
 
Indeks yang Ngaco
---Anwar Holid

Sudah lama aku mengidam-idamkan buku Sembilan Elemen Jurnalisme karya Bill
Kovach & Tom Rosenstiel (Pantau, 2006, 297 hal.) Selama ini aku hanya suka
menyempatkan buka-buka buku itu kalau sedang berkunjung ke toko buku Ultimus.
Aku tertarik buku itu setelah Farid Gaban meresensinya di milis
jurnalisme@.... Lagian, sebagai orang yang antusias belajar tentang
penulisan, aku ingin memiliki rujukan buku penulisan lebih banyak lagi. Baru
kemarin setelah dapat rezeki dan berkunjung lagi ke toko buku itu, aku
memutuskan membelinya. Tiga tahun lebih sudah berlalu!

Sembilan Elemen Jurnalisme adalah buku bagus. Sejumlah resensi acak terhadap
buku itu di Internet membuktikannya. Di Indonesia tampaknya buku itu
diperkenalkan secara konsisten oleh Andreas Harsono. Andreas meresensi edisi
Inggris buku itu secara komprehensif di blognya. Kita akan membicarakan edisi
Indonesia buku tersebut, persisnya bagian indeks. Jadi bahasan ini berusaha
mengesampingkan penilaian terhadap kualitas penyuntingan isi buku
tersebut---meskipun tetap saja ada salah eja, cara penulisan dan tanda baca,
atau diksi yang agak aneh. Salah eja mencolok misal terjadi pada nama Kuce,
Henry (hal. 289) yang mestinya ditulis Luce, Henry---pendiri majalah Time. Lebih
fatal lagi mengingat "Kuce, Henry" masuk entri huruf L! Juga Lech Walessa (hal.
9), padahal di halaman 11 dan indeks dieja sebagai Lech Walesa; sebuah kota
dieja sebagai Gdanks, padahal mestinya Gdansk.

Karena ingin tahu detail buku itu, aku segera memperhatikan sepuluh halaman
indeksnya (hal. 283-293). Entah kenapa ingatanku mengarah ke "The New Yorker";
ternyata kata kunci tersebut muncul, disebut ada di halaman 71. Aku langsung
menuju ke halaman itu, mencari-cari... dan tidak ketemu. "Mungkin di halaman
selanjutnya" batinku. Ternyata tetap tidak ada, dan di halaman 72 itu aku malah
menemukan nama Henry Luce. Aku langsung balik ke halaman indeks, menuju entri
huruf L, mencari "Luce"... dan ternyata malah tidak tercantum. Yang ada ialah
"Kuce, Henry", di situ disebut ada di halaman 61, 62, 63.

"Wah, gimana indeks buku ini?" batinku kalut, langsung merasa ada yang salah
dengan indeksnya.

Jadi aku putuskan menelisiknya lebih teliti.

Indeks pertama buku ini ialah ABC News, 30-31, 32, 102, 170, 171. Aku cek,
ternyata di halaman 30 ABC News tidak ada. Baru ada di halaman 31. Namun di
halaman 32 kembali tidak ada, begitu juga di halaman 102 dan 170. Baru ada lagi
di halaman 172. ABC News sebenarnya juga muncul di sepanjang halaman 194-197,
tapi justru tidak dicantumkan di indeks. "Ini kebetulan atau sengaja?"

Indeks buku ini ngaco. Halaman yang ditunjuknya hampir semua salah. Ia secara
acak meleset lebih dari sepuluh halaman. Misal Henry Luce, yang ada di halaman
72, ditulis 61. Michael Mann di halaman 87 ditulis 72. The New Yorker, yang
disebut ada di halaman 71 dan 119, setelah dicari-cari baru ada di halaman 86
dan 96.

Bagaimana penerbit dan penyunting buku ini menyusun halaman indeks sampai
sepuluh halaman itu praktis sia-sia karena malah bikin frustrasi? Di penerbitan,
indeks biasanya dikerjakan oleh asisten editor atau juru indeks atas perintah
editor, yang sekalian menentukan subjek dan jangkauan indeksnya. Halaman indeks
relatif, disesuaikan kebutuhan buku. Tugas juru indeks sebenarnya sederhana,
yaitu memilih kata kunci yang dinilai penting dan relevan dengan isi buku dan
mencantumkan di halaman berapa kata itu muncul. Hukumnya: kata dan halaman itu
harus akurat. Dalam Sembilan Elemen Jurnalisme, kata kuncinya relataif memadai,
cuma halamannya kacau. Padahal syarat indeks itu harus bisa menunjukkan kata
kunci dengan cepat dan tepat. Kamus Encarta mendefinisikan indeks sebagai
"daftar rujukan alfabetik di buku: suatu daftar alfabetik, biasanya ada di akhir
buku, berisi nama orang, tempat, atau topik beserta nomor halaman tempat hal
tersebut tertera di sana."
  Secara harfiah (dari index, b. Latin) kata itu berarti jari telunjuk.

Sungguh merepotkan kalau indeks yang ada ternyata salah.

Aku langsung tanya ke Acia, kawam mantan layouter yang kini jadi programer: "Apa
yang membuat halaman di indeks salah (inakurat)? Aku menemukan ada buku halaman
indeksnya hampir semua salah."

Jawabnya kena: "Setelah dilayout ulang sesudah proof reading, indeksnya enggak
diperiksa lagi (di-update)."

Jelas sudah. Penyunting dan penerbit buku ini tak memeriksa ulang penyusunan
indeksnya. Mereka mengira semua baik-baik saja setelah penyuntingan beres,
padahal mestinya mengawal pracetak hingga isi buku benar-benar tanpa kesalahan.
Kesalahan serius halaman indeks pada Sembilan Elemen Jurnalisme membuat anggapan
baikku pada buku ini langsung runtuh. Kasus pada buku ini menunjukkan betapa
kesalahan penerbitan bisa terjadi pada siapa saja, dan begitu terjadi, ternyata
mudah menemukannya. Sedihnya, ini terjadi pada buku tentang penulisan, yang
salah satunya mengajarkan disiplin verifikasi.[]

Anwar Holid bekerja sebagai editor, penulis, dan publisis. Blogger @ 
http://halamanganjil.blogspot.com.

KONTAK: wartax@... | HP: 085721511193 | Panorama II No. 26 B Bandung
40141.

#124 From: ibasd19@...
Date: Tue Jan 19, 2010 3:13 pm
Subject: How to Convert Water to Gas
ibasd19
Send Email Send Email
 
How to Convert Water to Gas

* Discover how to make hydrogen from water safely and inexpensively.
* Using our web-based selection guide, find professional products and
installers, from a variety of companies.
* Become a Member to help the planet and earn extra income!

  Click here : http://easylnk.com/?15440

#125 From: "smartaadgirl" <smartaadgirl@...>
Date: Fri Jan 29, 2010 5:53 am
Subject: I have added you to my friends network today!
smartaadgirl
Send Email Send Email
 
I created this cool friends network and added you to my friends network. Hit-up
now:
http://angelahva.zoomshare.com/files/photos.htm

#126 From: ibasd19@...
Date: Sat Jan 30, 2010 11:50 pm
Subject: 10GB Web Hosting For FREE
ibasd19
Send Email Send Email
 
10GB Web Hosting For FREE

10 GB Space | 300 GB Transfer
100 Email Accounts
10 MySQL Databases
support PHP and ASP
+ $130 of advertising credits on Google, Facebook and MySpace and more....


Click here : http://easylnk.com/?15457

Messages 97 - 126 of 648   Oldest  |  < Older  |  Newer >  |  Newest
Add to My Yahoo!      XML What's This?

Copyright © 2010 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines NEW - Help