Search the web
Sign In
New User? Sign Up
gudang-ilmu · Gudang Ilmu Belajar Bisnis Online
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Artikel: Melampaui Keserakahan Seekor Nyamuk   Message List  
Reply | Forward Message #1233 of 1293 |
Artikel: Melampaui Keserakahan Seekor Nyamuk   
 
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
 
”Enough is not enough when we can get more.” Mungkin anda pernah mendengar
ungkapan itu. Cukup itu tidaklah cukup, jika kita bisa memperoleh lebih banyak
lagi. Dalam konteks tidak cepat berpuas diri, kalimat itu sungguh sangat
memotivasi. Karenanya, ketika kita berhasil meraih pencapaian hingga tahap
tertentu, maka kita terus memacu diri. Namun, dalam konteks pengendalian hawa
nafsu, kita perlu menggunakan sudut pandang yang berbeda sama sekali. Sebab,
hawa nafsu yang tidak mengenal batas membentuk kita menjadi pribadi serakah
(greedy), sehingga ’mengambil lebih banyak lagi’ menjadi dogma yang mesti
kita patuhi. Sampai-sampai, kita tidak bisa membedakan antara semangat untuk
terus mengeksplorasi kapasitas diri dengan keserakahan.
 
Dipenghujung musim hujan, para nyamuk menggeliat bangun. Sehingga, pada
masa-masa awal musim kemarau seperti saat ini dirumah saya sudah mulai
beterbangan mahluk haus darah itu. Jika sudah begitu, ketenangan malam-malam
kami menjadi terusik. Kami sering dibuat tidak berdaya untuk menangkis
serangan-serangan udara layaknya pesawat tempur canggih yang menggempur
pemukiman penduduk yang tak berdaya. Hebatnya lagi, nyamuk jaman sekarang sudah
semakin canggih melakukan manuver sehingga jangan harap bisa menepuknya ketika
dia terbang. Bahkan, ketika dia menggigitpun tingkat kewaspadaannya tetap
tinggi. Jadi, saat kita menepuk, dia cepat-cepat terbang lagi. Nyamuk lolos,
malah paha kita yang terasa pedas karena terkena pukulan sendiri.
 
Tapi, tentu Anda tahu bahwa ada ’saat dimana kita bisa menangkap’ nyamuk
dengan amat sangat mudah. Yaitu, ketika nyamuk sedang kekenyangan. Ketika
kenyang, nyamuk tidak bisa terbang. Boro-boro terbang, untuk sekedar bergerak
saja sudah sulit. Sehingga, kita bisa menepuknya dengan teramat gampang.
 
Setiap kali saya mendapati nyamuk kekenyangan seperti itu saya selalu memiliki
dua perasaan yang bercampur baur. Pertama, perasaan puas, karena anda tahulah
apa yang saya lakukan kepada nyamuk yang telah menyakiti anak-anak saya yang
tengah tertidur pulas itu. Kedua perasaan miris. Miris? Iya. Karena saya melihat
sifat nyamuk itu didalam diri saya. Setelah saya memikirkan dalam-dalam,
ternyata bukan hanya nyamuk yang memiliki sifat serakah, tetapi juga manusia.
Bahkan, mungkin manusia lebih serakah dari nyamuk. Nyamuk memang serakah.
Tetapi, yang dia ambil hanya sebatas memenuhi isi perutnya. Tetapi, keberhasilan
manusia untuk memenuhi seluruh rongga perutnya tidak akan pernah berhasil
menghentikan hasratnya untuk ’mengambil lebih banyak’ lagi. Sebab, selain
memiliki rongga perut untuk menyimpan, manusia juga memiliki bank, surat
berharga, emas batangan, dan berbagai macam bentuk penyimpanan lainnya. Karena
kapasitas tempat penyimpanan itu nyaris
tidak terbatas, maka cocoklah dengan sifat rakus manusia yang tidak kenal batas
ini.
 
Seandainya nyamuk itu tidak mengumbar nafsu serakahnya, misalnya dengan
menghisap darah secukupnya saja, mungkin dia akan tetap bisa menyelamatkan diri.
Tetapi, keserakahan telah menjadikan dirinya terlampau bernafsu untuk mengambil
sebanyak-banyaknya sehingga perutnya kepenuhan. Dan karenanya dia menjadi tidak
berdaya. Kita sudah melihat begitu banyak bukti bahwa manusia-manusia yang
serakah seringkali pada akhirnya harus berhadapan dengan hukum, dan bermuara
dibalik jeruji penjara. Jika pun mereka bisa meloloskan diri, mereka harus
berpura-pura menjadi manusia terhormat, padahal namanya terpampang dalam DPO
alias daftar pencarian orang dengan titel buronan.
 
Sungguh beruntung bagi sang nyamuk. Sebab, dia hanya berurusan dengan dunia.
Sedangkan manusia? Selain dunia, kita memiliki urusan dengan akhirat. Jika
nyamuk serakah mati, maka mati pulalah semua ’dosa’ yang pernah
diperbuatnya. Namun, jika manusia mati, maka abadilah ’semua amal
perbuatannya’. Jika amal itu baik, maka kebaikan itu akan menjadi bekal
kehidupan sesudah kematiannya. Namun, jika amal perbuatannya itu berupa
keburukan; akan tetap menjadi beban bagi kehidupan keduanya kelak. Padahal,
hidup kelak beda dengan hidup kini. Kini, uang bisa menjadi hakim pengganti
hukum. Namun nanti, uang tidak bernilai lagi.
 
Tiba-tiba saja saya merasa beruntung karena ’tidak memiliki kesempatan’
untuk melampiaskan semua bentuk keserakahan itu. Saya bersyukur karenanya.
Sebab, seandainya saja saya mendapatkan kesempatan itu; mungkin saya tidak akan
mampu mengendalikan nafsu serakah ini. Tetapi, saya juga merasa miris lagi.
Karena, meski tidak seserakah itu; saya masih memiliki bibit keserakahan dihati
ini. Sehingga, kadang-kadang saya begitu egoisnya sampai berani mengabaikan
kepentingan orang lain. 
 
Hari ini, saya belajar sesuatu dari sang nyamuk. Bahwa jikapun kita harus
mengambil, maka kita hanya berhak mengambil sesuai dengan hak kita. Yaitu
sejumlah kadar kepantasan tertentu. Jika kita mengambil melebihi tingkat
kepantasan itu, maka kita telah berubah menjadi mahluk yang lebih rendah dari
sang nyamuk. Sebab, keserakahan nyamuk dibatasi oleh ukuran perutnya. Sedangkan
keserakahan kita, hanya dibatasi oleh kematian. Sifat serakah kita tidak mati
sebelum kita sendiri yang mati. Sementara dalam serakahnya itu, sang nyamuk mati
dalam seluruh kebaikan hidup. Sebab, ketika dia mati, dia datang menghadap
Tuhan. Lalu dia katakan; ”Tuhan, saya sudah menunaikan tugas yang Engkau
perintahkan.” Maka malaikat yang mendampinginya berkata;”Tuhanku,
sesungguhnya kami menyaksikan hambamu ini menunaikan tugasnya seperti yang
Engkau perintahkan....”
 
Lalu batin saya bertanya kepada sang malaikat. ”Wahai Malaikat suci, apakah
sesungguhnya tugas yang Tuhan berikan kepada sang nyamuk itu?” Balas
malaikat:”Tuhan menugaskan nyamuk untuk memberikan pelajaran kepada umat
manusia, agar mereka menghindari sifat serakah dan berlebih-lebihan.....” Lalu
pagi itu, saya terbangun dengan beberapa ekor nyamuk yang gemuk. Saya kesal
karena dia telah mengambil darah dari tubuh ini. Namun, saya juga kagum
kepadanya. Karena demi menjalankan perintah Tuhan, dia rela untuk mengorbankan
dirinya. Sehingga para manusia, bisa menarik pelajaran penting darinya....
 
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence Learning Facilitator  
http://www.dadangkadarusman.com/  
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta
 
Catatan Kaki:
Memberi adalah membuka kesempatan bagi orang lain untuk menerima. Sedangkan
menerima adalah membuka kesempatan bagi orang lain untuk memberi. Karenanya,
kesediaan untuk memberi dan menerima menghindarkan kita dari keserakahan.  
 
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul
”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara
GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan
perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo
atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@...
 
Kami akan mengundi 4 perusahaan untuk mendapatkan In-house GRATIS Workshop 4 jam
bertema ”Never Give Up, Never Surrender” untuk para karyawannya. Perlu
diketahui bahwa program ini BUKAN preview untuk menarik minat peserta mengikuti
program lanjutan. Ini adalah program yang dirancang khusus berdurasi ½ hari.
Jika perusahaan Anda ingin mengikuti undian Workshop Gratis ini, silakan
mendaftar/hubungi kami dengan subjek “Workshop Gratis” ke
dkadarusman@....  Penawaran gratis ini hanya untuk pelaksanaan di
Jakarta, dan dijadwalkan pada bulan Agustus 2009. Pengumuman perusahaan hasil
undian dilakukan pada  minggu ke-2 bulan July.




[Non-text portions of this message have been removed]




Sun Jul 5, 2009 1:41 am

dkadarusman
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #1233 of 1293 |
Expand Messages Author Sort by Date

Artikel: Melampaui Keserakahan Seekor Nyamuk      Hore, Hari Baru! Teman-teman.   ”Enough is not enough when we can get more.” Mungkin anda pernah...
Dadang Kadarusman
dkadarusman
Offline Send Email
Jul 5, 2009
1:42 am
Advanced

Copyright 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help