Search the web
Sign In
New User? Sign Up
gudang-ilmu · Gudang Ilmu Belajar Bisnis Online
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Hear how Yahoo! Groups has changed the lives of others. Take me there.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
DIKOTOMI dalam KEHIDUPAN   Message List  
Reply | Forward Message #640 of 1300 |
Re: [gudang-ilmu] DIKOTOMI dalam KEHIDUPAN

Urun Rembug ah...

Ya.. itu mungkin yang dalam ilmu filsafat disebut oposisi biner. Sekedar
informasi, konsep oposisi biner mula-mula diteorisikan oleh ahli bahasa
Ferdinand de Saussure. Kemudian diteruskan Claude Levi-Strauss, seorang
antropolog strukturalis, yang membuat konsep bahasa ini menjadi berpengaruh.
Teori bahasa Saussure sebagai suatu sistem struktural digunakan Levi-Strauss
untuk menganalisis semua proses kultural dalam kehidupan. Strauss sendiri
mengatakan oposisi biner sebagai "struktur yang mengatur sistem pemaknaan kita"
terhadap hidup dan kehidupan ini.

Pada prinsipnya oposisi biner adalah sebuah sistem yang membagi dunia dalam
dua kategori yang berhubungan. Dalam struktur oposisi biner yang sempurna,
segala sesuatu dimasukkan dalam kategori yang berlawanan (ya seperti pak Bima
katakan). Dalam konsep ini, suatu kategori x dinyatakan tidak dapat eksis dengan
sendirinya "tanpa hubungan secara struktural" dengan kategori Y. Kategori X
benar karena kategori Y salah. Bila X tidak ada, maka begitu pula Y. Saat itulah
sesungguhnya para pemikir strukturalis menghadapi kesulitan besar saat
berhadapan dengan konsep afirmasi Friedrich Nietzche tentang "drama tragedi
dunia" yang membawa manusia pada nihilisme.

Nah di sinilah lalu kita kenal pemikiran Post-Strukturalis, post kolonialisme
dsb. Realitas perlu dibaca melampaui struktur yang sudah lama dibangun dalam
kerangka oposisi biner itu sendiri. Jadi struktur memang diafirmasi ada tetapi
pembacaan atas struktur yang melampaui struktur itu sendiri, agar tak terjebak
dalam nihilisme.

Postkolonial lahir untuk menggugat konstruksi kolonial yang telah menindas
kelompok-kelompok marjinal. Postkolonial mendekonstruksi kembali wacana-wacana
yang terstruktur, termasuk dalam memetakan politik dan kekuasaan. Menyatakan
benar dan salah, menyatakan baik dan buru, hitam dan putih dan seterusnya.

Perlu diingat, bahaya konsep oposisi biner adalah ketika ia bersentuhan atau
disentuh alias disetubuhi kekuasaan. Kekuasaan (dalam perpektif Foucault) merasa
memiliki hak untuk menentukan siapa benar siapa salah. Karena itu, banyak
term-term yang terjebak pada ide oposisi biner dan bersinggungan dengan
kekuasaan, maka arahnya adalah penindasan baru. Lahirlah konsep minoritas vs
mayoritas, pusat vs pinggiran dst. Oposisi biner ini justru mengandung
unsur-unsur hirarkis, di mana yang kuat menindas yang lemah, yang benar
meminggirkan yang salah, yang kaya makin menistakan yang miskin dst. Nah dalam
pada itulah, postkolonial bisa lebih tepat membaca realitas, karena ia tak
terjebak pada oposisi "terjajah" dan "penjajah" dalam konteks lokalitas. Ya saat
ini sudah teramat banyak penjajah model baru yang seolah tak menjajah namun
hakikinya menjajah.

Nah untuk "abu-abu" tak selamanya buruk, dan bukan merupakan pilihan yang
selalu negatif atau tidak konsisten. "Konsistensi" dalam pengertian ini hanyalah
reproduksi kekuasaan dan modernitas. Saya sendiri sering berada di
tengah-tengah. Sebab katanya sebaik-baik persoalan adalah "ausatuha". OK, dalam
oposisi biner ini kita tidak sedang merundingkan di mana "abu-abu" bertempat,
melainkan menjelaskan hubungan kausalitas struktural keduanya.

Mungkin posting ini tidak hendak secara langsung menanggapi post pak Bima.
Saya sekedar urun rembug aja... soalnya nggak ada kerjaaan nich. ha ha Begicuuuu

Ivan
YM: vanrif
http://klikgratis.com



an_bhimo <an_bhimo@...> wrote:
Halo semua,

Banyak cara memaknai hidup.
Setiap orang pasti punya jalannya sendiri-sendiri untuk itu.
Satu hal yang saya dapatkan adalah :
Dalam kehidupan ini adalah hanya ada 2 hal yang saling bertolak
belakang ... dalam semua aspek kehidupan, dalam semua unsur alam
semesta ini.

Secara lebih riil, saya ingin mengatakan bahwa kehidupan ini adalah
DIKOTOMI. Ada BAIK, ada BURUK. Ada ATAS, ada BAWAH, dst.
Kesimpulan akhir saya (setidaknya sampai saat ini :D ) :
Kehidupan ini berjalan dalam HITAM dan PUTIH. Tidak ada ABU-ABU.

Anda mungkin membantah ... bahwa ABU-ABU itu ada.
Tapi saya tetap mengatakan TIDAK ADA ABU-ABU.
Paling ekstrim saya katakan adalah jika ada abu-abu dalam hidup ini
berarti ada suatu tempat yang merupakan ASIMILASI SURGA DAN NERAKA.
Adakah tempat seperti itu ? Sekali lagi TIDAK ADA.

Terus bagaimana saya berkomentar terhadap wacana ABU-ABU tadi? ABU-ABU
adalah KOMPROMI antara HITAM dan PUTIH. Yah ... saya katakan sebagai
kompromi dalam hidup. Jika tidak ada kompromi berarti sepanjang hidup
ini hanya ada PERANG HITAM dan PUTIH.

Itu dulu ... semoga menjadi inspirasi.
Salam kenal semuanya, senang bergabung di milist ini.

Sukses untuk anda,
BIMA

Dikotomi Bisnis : JUJUR dan TIDAK JUJUR
Contoh bisnis jujur : http://fastcashcrew.com/cgi-bin/r.cgi?id=3311262
Bukti : http://blogs.cjb.net/fastcashcrew





__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]




Thu Nov 8, 2007 6:16 am

vanrif
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #640 of 1300 |
Expand Messages Author Sort by Date

Halo semua, Banyak cara memaknai hidup. Setiap orang pasti punya jalannya sendiri-sendiri untuk itu. Satu hal yang saya dapatkan adalah : Dalam kehidupan ini...
an_bhimo
Offline Send Email
Nov 8, 2007
5:28 am

Urun Rembug ah... Ya.. itu mungkin yang dalam ilmu filsafat disebut oposisi biner. Sekedar informasi, konsep oposisi biner mula-mula diteorisikan oleh ahli...
Ivan P Arif
vanrif
Offline Send Email
Nov 8, 2007
7:49 am

Wah posting yang bagus pak. Terimakasih untuk keduanya. Mungkin karena saya penggemar 4 Mata, maka harus baca berulang-ulang dan blum nyantol tuntas juga,...
Mufli
top1president
Offline Send Email
Nov 8, 2007
8:00 am

Ya gampangane gini, gara gara "dengan" konsep "benar" dan "salah" itulah, maka pemerintah, misalnya, enak aja ngomong Lapindo benar dan rakyat TAS salah; agama...
Ivan P Arif
vanrif
Offline Send Email
Nov 8, 2007
11:58 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help