Artikel: Menyelami Samudera Kehidupan Kita
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Kengerian macam apa yang membayangi anda ketika berhadapan dengan laut lepas?
Seandainya anda kecebur laut yang penuh ombak itu, kira-kira nasib apa yang akan
anda alami? Jangankan kecebur laut, mendengar debur ombaknya saja rasanya sudah
menggetarkan, bukan? Saat membayangkan betapa luas dan dalamnya lautan, kita
sering dihantui oleh pikiran-pikiran yang menyeramkan. Takut diserang ikan hiu.
Takut tenggelam ditelan gelombang. Dan beragam macam ketakutan lainnya yang
membuat hati kita ciut. Lalu, ingatkah anda bahwa selain untuk menggambarkan
laut luas, kita juga menggunakan kata ’Samudera’ untuk menggambarkan
betapa luas dan misteriusnya kehidupan kita? Kita menyebutnya ’samudera
kehidupan’. Jika demikian, apakah hati kita juga diliputi kengerian saat
membayangkan betapa luas dan dalamnya samudera kehidupan ini?
Semua kengerian tentang laut benar-benar membanjiri hati istri saya ketika dia
telah mengenakan pakaian khusus penyelam. Maklum, ini adalah penyelaman pertama
yang dilakukannya. Tetapi, kami meyakinkan dirinya bahwa dibawah sana ada
keindahan yang dihamparkan Tuhan bagi mereka yang bersedia untuk menyelaminya.
Keindahan yang tidak pernah bisa kita tatap dari permukaan air laut yang penuh
gelombang dan tamparan ombak beriak-riak. Keindahan yang hanya bisa kita
nikmati, jika kita bersedia untuk menceburkan diri, dan menyibakkan kengerian
yang menyelimutinya.
”Embaknya kok tegang begitu?” goda instruktur diving yang memandu kami.
”Tenang saja,Mbak,” katanya lagi. Sembari sekali lagi dia meyakinkan bahwa
diving itu adalah kegiatan yang sangat aman. Saya memegang erat tangan istri
saya untuk mengurangi kecemasan yang mengganggunya. Bagaimanapun juga, untuk
ukuran orang yang pertama kali diving, prestasi istri saya layak diacungi
jempol. Gemetaran sedikit masih bisa dimaklumi.
”Takut ya?” tiba-tiba saja penyakit iseng saya kambuh. Istri saya hanya
mencibir sambil menambah kencang pegangan tangannya ketika boat yang membawa
kami meluncur semakin jauh ke tengah laut. Dan ketika tiba saatnya untuk
menyelam, tidak ada lagi kesempatan untuk berpegangan tangan dengan saya.
Sehingga dia harus benar-benar percaya bahwa dia bisa menyelam bukan hanya
sekedar aman, tetapi juga menyenangkan. Didalam air, saya tidak melihat
ketegangan menyelimuti dirinya. Mungkin beragam ikan warna-warni yang
mengerubutinya telah memakan habis ketegangan itu. Meski tanpa kata, saya bisa
merasakan bahwa istri saya sangat menikmatinya. Sampai-sampai kantong plastik
berisi roti yang menjadi umpan ikan terlepas dari tangannya. Seekor ikan besar
menyambar dan membawanya pergi. Untung instrukturnya berbaik hati memberikan
umpan miliknya sehingga istri saya masih bisa merayu ikan-ikan itu untuk datang
mendekat.
Setelah penyelaman itu, sama sekali tidak terlihat ketegangan yang sebelumnya
saya baca diseluruh tubuhnya. Yang ada hanya tawa dan cerita ini itu tentang
pengalaman menakjubkan yang baru saja didapatkannya. Terlebih lagi tentang ikan
besar yang memiliki dua gigi menonjol dimulutnya. Istri saya bilang, ikan itu
cantik. Bahkan dia mengatakan kalau ikan itu seperti memiliki alis mata yang
diukir. Juga tentang pesona ikan- ikan yang cantik seolah mengenakan kosmetik.
Serta sejuta kisah lainnya dalam penyelaman itu. Diam-diam, saya bertanya pada
diri sendiri;”pergi kemana semua kengerian yang pernah menakuti dirinya?”
Tiba-tiba saja, saya jadi teringat akan Samudera Kehidupan kita. Mengingat
betapa luasnya ia, kita sering ngeri dibuatnya. Kita sering dibayangi oleh
ketakutan akan ada hal-hal mengerikan dalam hidup kita, seperti kita takut akan
ada hiu yang siap menyerang. Mengingat betapa misteriusnya dia, kita sering
khawatir atas apa yang akan terjadi esok. Mengingat betapa penuh teka-tekinya
dia, kita sering tidak berani melakukan sesuatu untuk menemukan keindahan hidup
yang sesungguhnya. Seperti ketakutan yang menyelimuti hati istri saya ketika dia
harus terjun ke laut lepas. Padahal, seandainya dia memutuskan untuk tidak
melakukannya, maka dia tidak akan pernah bisa bercerita tentang alis mata
ikan-ikan yang memanjakannya itu.
Ketika membayangkan untuk terjun ke laut, istri saya begitu takut. Namun,
setelah menyelam kedalamnya, dia seolah enggan untuk kembali ke perahu. Karena
ternyata, didalam laut yang membuat kita takut itu, terdapat keindahan yang
tiada terlukiskan. Ketika membayangkan untuk terjun kedalam samudera kehidupan,
kita sering begitu takut. Kita takut tidak bisa menyelam didalamnya. Kita takut
terseret gelombangnya. Kemudian tenggelam. Dan tidak bisa kembali ke permukaan.
Padahal, boleh jadi; dikedalaman samudera kehidupan kita yang penuh misteri
itulah keindahan hidup kita tersimpan. Sebab, seperti kita memandang lautan dari
atas; kita hanya mampu melihat deburan ombak dan hamparan gelombang. Kita sama
sekali tidak bisa melihat keindahan yang mereka sembunyikan dibawahnya. Demikian
pula halnya dengan hidup kita. Jika kita hanya berani memandang permukannya
saja; mungkin kita hanya bisa melihat gelombang-gelombang yang mendebarkan. Kita
sama sekali tidak bisa
melihat apa yang disembunyikan didalam gelombang kehidupan itu, jika kita tidak
bersedia untuk masuk kedalamnya.
Sungguh, laut itu indah. Namun, keindahan sesungguhnya hanya bisa kita temukan
ketika kita menyelam masuk kedalamnya. Sungguh, hidup ini indah. Namun, boleh
jadi keindahan hidup sesungguhnya hanya bisa kita temukan ketika kita bersedia
benar-benar menceburkan diri kedalam kehidupan itu sendiri. Sebab, seperti apa
yang kita alami sewaktu menyelam. Pemandangan didalam air, sungguh sangat
berbeda dari apa yang terlihat dipermukaan. Oleh karena itu, untuk menemukan
keindahan sesungguhnya dari hidup ini, barangkali; tidaklah cukup hanya dengan
melihat dan menjelajahnya dipermukaan saja. Barangkali, kita harus bersedia
’menahan nafas’ lalu terjun kedalam. Meskipun beresiko. Sekalipun pada
awalnya tidak nyaman. Namun, ketika kita sudah sampai kedalam, kita akan
menemukan sejatinya sebuah keindahan. Dan begitu kita berhasil menemukannya,
kita menjadi tahu bahwa keindahan itu tidak bisa didapatkan jika kita bersikukuh
untuk tetap tinggal dipermukaan.
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator
http://www.dadangkadarusman.com/
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta
Catatan Kaki:
Kita sering menilai hidup ini dari tampak luarnya yang penuh dengan gelombang.
Padahal seperti laut, keindahan sesungguhnya dalam hidup akan ditemukan ketika
kita bersedia menyelaminya.
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul
”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara
GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan
perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo
atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@...
[Non-text portions of this message have been removed]
Sebagai manusia, kita harus menentukan tujuan hidup yang kita
jalani. Dan tujuan yang ingin kita raih dari kehidupan dunia haruslah mempunyai
nilai yang tinggi, karena hidup amatlah mahal dan tidak ada kata kembali saat
mengucapkan selamat berpisah pada kehidupan. Tidak ada penyesalan yang paling
besar dan tidak bisa diganti dengan apapun selain penyesalan atas umur (yang
tersia-siakan) .
Untuk itulah, sudah seharusnya tujuan hidup
bagi seorang muslim adalah mencari keridhaan Allah swt., kasih sayang dan juga
surga-Nya. Suatu ketika, Rasulullah saw. pernah
meminta kepada seorang pemuda untuk mengemukakan keinginannya. Sang pemuda
pun meminta Rasulullah saw. agar diberi waktu sejenak untuk berpikir. Ia
berkata pada dirinya sendiri, semua kenikmatan dunia akan sirna. Setelah itu,
ia berkata kepada Rasulullah saw., "Wahai Rasulullah, aku minta kiranya
kelak aku dapat berkumpul bersamamu di surga."
"Apakah engkau mempunyai permintaan yang lain?"
"Tidak, aku tidak menginginkan apapun selain itu, wahai
Rasulullah." Jawab pemuda itu.
Lalu Rasulullah saw.
bersabda, "Kalau begitu, bantulah aku agar dapat menolongmu dengan
memperbanyak sujud."
Begitu tinggi dan agung tujuan hidup yang telah ditetapkan oleh
pemuda ini. Lantas, apakah kita telah menentukan tujuan dari kehidupan yang
kita jalani sebagaimana tujuan hidup yang telah ditetapkan oleh sang pemuda
ini?
Sesungguhnya menentukan tujuan dari kehidupan dapat meringankan
beban derita yang kerap kali menimpa kita, juga dapat menjadikan hidup ini
lebih bernilai dan berarti.
Setiap orang yang berakal, ia akan menentukan tujuan hidupnya
dalam setiap langkah kakinya. Ia tidak akan berjalan tanpa tujuan yang pasti.
Dalam setiap aktivitas pasti ada tujuan yang ingin dicapai, begitu halnya
dengan sebuah pernikahan. Dan dibalik semua tujuan itu, ada tujuan inti dan
yang paling utama yaitu menggapai keridhaan Allah swt. dan surga-Nya. Tentunya,
untuk menggapai tujuan itu perlu disertai dengan mujahadah dan pengorbanan.
Lantas apakah kita sudah menentukan tujuan hidup yang kita jalani, dan sudahkah
kita berkorban untuk menggapainya?
Download lewat lin ini:
http://www.box. net/shared/ czco779cr4
[Non-text portions of this message have been removed]
Sebagai manusia, kita harus menentukan tujuan hidup yang kita
jalani. Dan tujuan yang ingin kita raih dari kehidupan dunia haruslah mempunyai
nilai yang tinggi, karena hidup amatlah mahal dan tidak ada kata kembali saat
mengucapkan selamat berpisah pada kehidupan. Tidak ada penyesalan yang paling
besar dan tidak bisa diganti dengan apapun selain penyesalan atas umur (yang
tersia-siakan).
Untuk itulah, sudah seharusnya tujuan hidup
bagi seorang muslim adalah mencari keridhaan Allah swt., kasih sayang dan juga
surga-Nya. Suatu ketika, Rasulullah saw. pernah
meminta kepada seorang pemuda untuk mengemukakan keinginannya. Sang pemuda
pun meminta Rasulullah saw. agar diberi waktu sejenak untuk berpikir. Ia
berkata pada dirinya sendiri, semua kenikmatan dunia akan sirna. Setelah itu,
ia berkata kepada Rasulullah saw., "Wahai Rasulullah, aku minta kiranya
kelak aku dapat berkumpul bersamamu di surga."
"Apakah engkau mempunyai permintaan yang lain?"
"Tidak, aku tidak menginginkan apapun selain itu, wahai
Rasulullah." Jawab pemuda itu.
Lalu Rasulullah saw.
bersabda, "Kalau begitu, bantulah aku agar dapat menolongmu dengan
memperbanyak sujud."
Begitu tinggi dan agung tujuan hidup yang telah ditetapkan oleh
pemuda ini. Lantas, apakah kita telah menentukan tujuan dari kehidupan yang
kita jalani sebagaimana tujuan hidup yang telah ditetapkan oleh sang pemuda
ini?
Sesungguhnya menentukan tujuan dari kehidupan dapat meringankan
beban derita yang kerap kali menimpa kita, juga dapat menjadikan hidup ini
lebih bernilai dan berarti.
Setiap orang yang berakal, ia akan menentukan tujuan hidupnya
dalam setiap langkah kakinya. Ia tidak akan berjalan tanpa tujuan yang pasti.
Dalam setiap aktivitas pasti ada tujuan yang ingin dicapai, begitu halnya
dengan sebuah pernikahan. Dan dibalik semua tujuan itu, ada tujuan inti dan
yang paling utama yaitu menggapai keridhaan Allah swt. dan surga-Nya. Tentunya,
untuk menggapai tujuan itu perlu disertai dengan mujahadah dan pengorbanan.
Lantas apakah kita sudah menentukan tujuan hidup yang kita jalani, dan sudahkah
kita berkorban untuk menggapainya?Download lewat lin ini:
http://www.box.net/shared/czco779cr4
[Non-text portions of this message have been removed]
Artikel: Kemana Lift Kehidupan Kita Menuju?
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Kita semua tentu mengenal lift. Dengan alat itu kita bisa naik atau turun
tingkat pada sebuah gedung tinggi. Jika kita ingin naik, tinggal menekan tombol
naik; lalu lift membawa badan kita naik. Jika kita ingin turun, tinggal pencet
tombol turun; lalu lift itu dengan patuh membawa tubuh kita turun. Secara kasat
mata, lift membawa kita naik atau turun. Namun, apakah lift juga bisa membawa
‘diri’ kita menuju ke tingkat yang kita inginkan?
Saya pernah berkantor di sebuah gedung perkantoran yang langka di jantung kota
Jakarta. Gedung itu bernama GKBI yang letaknya persis diseputaran jembatan
Semanggi. Mengapa saya sebut langka, karena gedung itu memiliki lift yang unik.
Pada kebanyakan gedung bertingkat lain, jika kita ingin menuju ke lantai
tertentu, kita cukup menekan tombol up atau down saja. Jika ada orang lain yang
sudah menekan tombol itu, maka kita tidak usah bersusah repot lagi untuk
menekannya. Istilahnya, kita bisa nebeng kepada usaha orang lain, untuk tiba di
tingkat yang kita inginkan. Ketika salah satu pintu lift akan terbuka. Lalu kita
memasukinya. Didalam lift itu, barulah kita menekan tombol nomor lantai yang
hendak kita tuju. Jika ada orang lain yang sudah menekan ke lantai yang kita
ingin tuju, kita boleh berdiam diri saja. Kita sebut saja system seperti ini
sebagai lift konvensional.
Di gedung GKBI tidak bisa begitu. Karena untuk menuju ke lantai tertentu kita
harus ‘terlebih dahulu’ menekan nomor lantai yang kita inginkan secara
digital ‘diluar lift’. Setelah itu, sistem canggih tersebut memilihkan untuk
kita lift mana yang akan membawa kita ke lantai yang kita inginkan. Contohnya,
kita menekan angka 1 dan 0 untuk menuju ke lantai 10. Maka sistem itu akan
mengarahkan kita kepada lift P, misalnya. Dan itu berarti bahwa kita harus
menggunakan lift P untuk bisa sampai ke tempat yang akan dituju.
Ketika pintu lift yang bukan P terbuka, maka kita diam saja. Sekalipun lift itu
masih kosong. Sekalipun kita sedang terburu-buru, kita tetap tidak memasukinya.
Mengapa? Karena lift itu tidak akan membawa kita ke Lt 10 yang kita tuju. Dan
karenanya kita akan tetap fokus kepada lift P. Dan kita hanya akan memasuki lift
P, seperti niat kita semula. Ketika pintu lift P terbuka, kita memasukinya tanpa
harus menekan apapun lagi. Karena, lift itu akan membawa kita ke lantai 10 yang
kita pilih diawal tadi. Saya menyebutnya lift kontemporer.
Lift konvensional versus lift kontemporer. Di lift konvensional, kita boleh saja
menyerahkan tujuan hidup kita kepada arus yang diciptakan oleh orang lain. Kita
boleh ikut orang lain yang sudah terlebih dahulu menekan tombol. Tidak masalah
apakah tujuan orang itu sama dengan tujuan kita atau tidak. Begitu tombol up
atau down ditekan oleh orang lain, maka kita tinggal mengikuti arusnya saja.
Di lift kontemporer, kita tidak bisa lagi melakukan hal itu. Artinya, kita tidak
bisa mengikuti saja apa yang orang lain lakukan dengan lift itu tanpa tahu
tujuannya terlebih dahulu. Kita boleh mengikuti orang itu, hanya jika kita tahu
persis bahwa tujuan orang itu adalah lantai yang sama dengan yang ingin kita
tuju. Anda tidak boleh mengikuti orang lain jika tujuannya berbeda dengan Anda.
Bahkan, Anda pun tidak boleh mengikuti orang lain dan menyerahkan tujuan Anda
kepada orang lain yang Anda tidak tahu apakah tujuannya sama dengan Anda atau
tidak.
Lift konvensional versus lift kontemporer. Di lift konvensional, kita tidak
perlu merencanakan, kemana kita akan pergi. Di lift kontemporer, kita harus
merencanakan, kemana kita akan pergi. Sebab, jika kita tidak merencanakan
kepergian kita, maka begitu memasuki lift kontemporer ini, kita akan langsung
tersesat. Sebab, lift itu tidak membawa kita ke tempat yang ingin kita tuju.
Melainkan tempat antah berantah yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Jika lantai yang ingin kita tuju itu adalah ‘tujuan hidup’ kita. Dan jika
kehidupan kita ini adalah sebuah lift yang akan membawa kita kepada tujuan hidup
yang ingin kita capai itu, maka kiranya layak jika kita mengajukan 3 pertanyaan
ini:
Pertama, “Apakah kita bisa mengandalkan dan menyandarkan diri kepada orang
lain yang belum jelas kemana arah tujuannya?”
Kedua, “Apakah kita bisa memasuki pintu lift peristiwa kehidupan mana saja,
yang tidak jelas ke lantai kehidupan mana dia akan menuju?”
Ketiga, “Apakah kita bisa membiarkan diri kita dibawa oleh lift kehidupan itu
tanpa harus menentukan terlebih dahulu, lantai dimana tujuan kehidupan kita
didefinisikan?”
Kita tidak selama-lamanya berhadapan dengan lift kehidupan konvensional hingga
kita boleh saja menyerahkan seluruh kepentingan hidup dan tujuan hidup kita
kepada orang lain yang sudah terlebih dahulu men-set lift itu. Sebab, ada
kalanya kita berhadapan dengan lift kehidupan kontemporer. Sehingga kita harus
benar-benar melakukan sendiri, dan menentukan sendiri; tujuan yang ingin kita
capai dalam hidup kita.
Kita tidak selama-lamanya berhadapan dengan lift konvensional hingga kita boleh
saja memasuki lift kehidupan manapun yang terbuka lebih dahulu. Sebab, ada
kalanya kita berhadapan dengan lift kehidupan kontemporer. Sehingga kita harus
benar-benar fokus, hanya kepada lift kehidupan yang akan membawa kita kepada
tempat tujuan yang sudah kita rencanakan saja.
Kita tidak selama-lamanya berhadapan dengan lift kehidupan konvensional hingga
boleh-boleh saja jika kita tidak menekan dan merencanakan tombol tujuan
kehidupan sebelum memulai perjalanan ini. Karena didalam lift kehidupan
konvensional, ‘akan ada kesempatan’ untuk menekan tombol itu. Nanti didalam
lift. Namun, ada kalanya kita berhadapan dengan lift kehidupan kontemporer.
Sehingga untuk bisa sampai kepada tujuan hidup yang kita inginkan; kita harus
memulainya dengan merencanakannya terlebih dahulu. Sebab, didalam lift kehidupan
kontemporer ‘tidak akan ada lagi kesempatan’ untuk menekan tombol itu.
Semuanya serba terlambat. Dan kita akan segera tersesat.
Namun demikian, lift kehidupan konvensional dan lift kehidupan kontemporer
memberi kita inspirasi untuk menentukan; kapan saatnya kita boleh mengikuti arus
yang dibuat oleh orang lain. Dan kapan saatnya untuk mengandalkan kemampuan diri
kita sendiri.
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator
http://www.dadangkadarusman.com/
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta
Catatan Kaki:
Kita tidak bisa memungkiri kenyataan bahwa tak satupun dari pencapaian yang kita
raih tanpa campur tangan orang lain. Namun, tidaklah masuk akal jika kita
menyerahkan arah masa depan kita kepada orang lain.
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul
”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara
GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan
perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo
atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@...
[Non-text portions of this message have been removed]
Artikel: Benarkah Dalam Setiap Kesulitan Terdapat Kemudahan?
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Salah satu pelajaran penting yang disampaikan guru mengaji saya adalah firman
Tuhan yang berbunyi; ”Sesungguhnya, dalam setiap kesulitan, terdapat
kemudahan.” Bagi saya, ini adalah firman yang sangat motivatif. Dia menguatkan
kita saat menghadapi situasi sulit. Dan karena tak seorangpun dimuka bumi ini
yang terbebas dari kesulitan hidup, maka sesungguhnya firman itu merupakan
penghiburan bagi semua orang. Dengan firman itu, seolah Tuhan memberikan
penegasan kepada kita semua bahwa kesulitan pasti akan datang. Namun, tak
satupun dari kesulitan itu yang tidak memiliki kemudahan. Lantas, saya pribadi
bertanya-tanya; ”apakah kemudahan itu ada ’setelah’ kesulitan berakhir,
atau memang Tuhan bermaksud mengatakan bahwa kemudahan itu ada ’didalam’
kesulitan? ”
Untuk alasan kepraktisan, sebenarnya saya lebih suka membeli beras dalam kemasan
karung. Selain tidak perlu bolak-balik ke warung dua hari sekali, membeli beras
karungan juga memberi saya bonus berupa karung yang bisa digunakan untuk
berbagai keperluan. Namun, ada satu hal yang sangat tidak saya sukai, yaitu
sulit sekali membuka tali simpul yang mengikat karung itu. Kadang-kadang saya
harus menggunakan garpu atau tusuk gigi sebagai alat pengait untuk mengurai
simpulnya satu demi satu. Tak jarang saya menjadi sangat kesal, lalu menggunakan
pisau untuk merobek bagian atas karung itu agar bisa mengeluarkan berasnya. Oleh
karena itu saya lebih sering membeli beras dalam kemasan kantung plastik. Isinya
sedikit, tapi gampang membukanya. Memang, ini hanya soal pilihan. Apakah saya
akan memilih karungan atau plastikan. Kira-kira demikian.
Sama halnya dengan hidup kita. Ketika kita memutuskan untuk memilih tentu kita
memiliki alasan yang membuat kita berpikir bahwa jalan hidup itulah yang paling
kita inginkan. Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensi masing-masing. Dalam
konteks ini berupa kesulitan dan kepedihan saat kita menjalaninya. Dalam banyak
situasi, kita boleh memilih untuk mengerjakan hal-hal yang mudah; tetapi,
biasanya hasilnya tidak terlampau berarti. Pekerjaan mudah yang kita lakukan itu
tidak memberi dampak yang bermakna bagi perusahaan atau diri kita sendiri.
Sebaliknya, jika kita memilih untuk melakukan sebuah project yang besar lagi
rumit, mungkin hasilnya akan banyak. Namun, untuk menyelesaikannya kita harus
bersedia menjalani lika-liku yang teramat sulit dan penuh rasa sakit.
Suatu ketika, saya kembali tergoda untuk membeli beras dalam karung. Disaat rasa
putus asa hampir memenuhi ubun-ubun; secara tidak sengaja saya menarik ujung
tali simpul dibagian lain dari pengikat karung itu. Ajaib sekali, ketika ujung
tali itu ditarik; srrrrrrrrrreeeeeeet.....kesuluruhan tali simpul pengikat itu
terlepas dengan begitu mudahnya! Sungguh, dengan cara itu hampir tidak ada
tenaga yang terbuang. Dengan cara lama, saya harus sampai berkeringat dan
menghabiskan waktu lebih dari lima belas menit untuk membuka simpul demi simpul
yang ada. Tetapi, ketika ujung tali ajaib itu ditemukan, saya cukup menariknya
nyaris tanpa tenaga, dan hanya butuh waktu kurang dari 3 detik untuk membuka
karung itu. Lebih dari itu, karung berasnya pun utuh tidak kurang satu apapun.
Jika anda belum tahu tentang rahasia simpul karung beras ini; anda harus mencoba
menemukan keajaibannya. Karena, simpul karung beras memberitahu kita sebuah
rahasia yang selama ini sering kita ragukan, yaitu; ”Sesungguhnya, dalam
setiap kesulitan, terdapat kemudahan.” Karung beras ini berhasil mengubah
paradigma lama saya. Semula, saya mengira bahwa: kalau kita mau bersabar dalam
kesulitan, maka ’diakhir’ perjalanan kita akan sampai kepada sebuah
kemudahan. Sehingga, selama ini saya berfokus kepada usaha ’menguatkan diri’
untuk menempuh jalan sulit itu dengan sabar dan tabah, hingga saya bisa bertahan
untuk tiba diakhir yang menyenangkan. Seperti memanjat gunung tinggi; jika kita
bisa terus beranjak naik, kita akan sampai juga kepuncak tertinggi.
Sebaliknya, tali itu dengan gamblang menunjukkan bahwa kita tidak harus membuka
satu demi satu simpul yang sulit itu terlebih dahulu untuk bisa membuka
keseluruhan simpul karung. Justru, dia memperlihatkan bahwa ada cara yang sangat
mudah yang tersembunyi dibalik setiap simpul yang sulit diurai itu. Tugas kita
adalah untuk menemukan kemudahan itu tanpa harus mengurainya satu demi satu
terlebih dahulu.
Barangkali, hidup juga memang demikian adanya. Itulah sebabnya, mengapa begitu
banyak orang yang menderita dalam menjalani hidupnya. Seolah mereka berpindah
dari satu kesulitan hidup, kepada kesulitan hidup yang lain. Namun, pada situasi
yang sama; ada banyak orang yang bisa menjalaninya dengan begitu mudahnya.
Seolah mereka selalu bisa menemukan jalan keluar dari setiap persoalan hidup
yang menghadangnya. Ada apa ini sebenarnya? Barangkali, itu terjadi karena kita
belum benar-benar memahami apa yang Tuhan isyaratkan dalam firmanNya;
”Sesungguhnya, dalam setiap kesulitan, terdapat kemudahan.” Andai saja kita
bisa menemukan simpul rahasia untuk mengurai belitan-belitan kesulitan hidup
itu; mungkin kita bisa menjalaninya dengan teramat sangat mudah. Tidak peduli
sesulit apa situasinya.
Sekarang, setiap kali saya membeli beras dalam karung; saya tidak pernah takut
lagi akan kesulitan saat membuka tali simpul karung itu. Sebab, saya percaya
bahwa pabrik yang membuat kemasan karung beras itu telah memasang tali simpul
sedemikian rupa sehingga tali itu akan sulit untuk dibuka; supaya isi karung
tidak mudah bertumpah ruah. Namun pada saat yang sama, ada sebuah titik rahasia
yang bisa digunakan untuk membuka ’keseluruhan’ tali simpul itu dengan
teramat mudahnya. Tetapi, hanya orang yang tahu cara membukanya dengan benar
sajalah yang dapat mengurainya dengan begitu mudah. Sehingga dia tidak akan
mendapatkan kesulitan sama sekali saat membuka karungnya.
Untuk menjalani hidup, barangkali juga demikian; kita tidak perlu takut lagi
akan kesulitan saat membuka simpul-simpulnya. Sebab, kita percaya bahwa Sang
pencipta kehidupan itu telah memasang tali simpul sedemikian rupa sehingga tali
itu akan sulit untuk dibuka. Tujuannya supaya makna kehidupan itu tidak mudah
bertumpah ruah. Namun pada saat yang sama, ada sebuah titik rahasia yang bisa
digunakan untuk membuka ’keseluruhan’ tali simpul itu dengan teramat
mudahnya. Tetapi, hanya orang yang tahu cara menjalaninya dengan benar sajalah
yang dapat mengurainya dengan begitu mudah. Sehingga dia tidak akan mendapatkan
kesulitan sama sekali saat menjalani hidupnya.
Saatnya bagi kita untuk meninggalkan paradigma bahwa kemudahan akan datang
setelah kesulitan. Karena jika demikian; berarti kita harus menjalani setiap
episode sulit itu hingga habis terlebih dahulu sebelum mendapatkan kemudahan.
Jika umur kita tidak cukup panjang, mungkin kita tidak akan pernah sampai pada
kemudahan itu. Sehingga seluruh hidup kita dijalani dalam kesulitan. Sebaliknya,
mari kita gunakan paradigma baru bahwa; kemudahan itu berada didalam kesulitan.
Jadi, setiap kali kita menghadapi kesulitan, yakinlah bahwa kemudahan ada
didalamnya. Sehingga, kita mempunyai kesempatan untuk menemukan simpul kemudahan
didalamnya, agar bisa keluar dari kesulitan itu; sesegera mungkin. Lebih dari
itu, kita bisa selalu berbaik sangka kepada Tuhan; atas segala hal yang telah
Dia takdirkan.
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator
http://www.dadangkadarusman.com/
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta
Catatan Kaki:
Alasan terbesar mengapa kita merasa sulit untuk menjalani sesuatu adalah karena
kita tidak tahu caranya.
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul
”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara
GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan
perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo
atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@...
[Non-text portions of this message have been removed]
From : Mufli (Moderator Gudang-Ilmu)
Hello Kawan,
Terima kasih telah bergabung di milinglist GUDANG-ILMU
yang saya kelola. Melalui milinglist ini saya persembahkan
untuk anda semua berbagi ilmu untuk pemberdayaan bersama.
Saya undang anda berpartisi aktif, dengan mengirimkan
artikel, komentar, tips yang bermanfaat, serta jangan lupa
tetap mematuhi aturan main yang saya jelaskan di bagian
depan halaman description milinglist Gudang-Ilmu:
http://groups.yahoo.com/group/gudang-ilmu
Untuk selalu mendapatkan informasi terbaru dari saya langsung
ke email Anda, silahkan set EMAIL DELIVERY anda sebagai INDIVIDUAL,
atau setidaknya SPECIAL NOTICE.
Oya, salam kenal lebih dekat :)
Saya Mufli, tinggal di Jalan Merak 6/44 Rewwin, Sidoarjo
Indonesia. Saya banyak mengelola situs online, yg umumnya
merupakan support system untuk bisnis, training dan publikasi.
Thank you rekans :)
Best Regards
Mufli
Moderator, Gudang-Ilmu
Bila Anda ingin mengundang teman untuk join milinglist ini,
Silahkan copy undangan berikut ini, silahkan ganti informasi
tentang Anda di bagian akhir (Salam), lalu kirimkan undangan
kepada kawan-kawan Anda.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Subject: Undangan Join Gudang-Ilmu
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hi kawan,
Ilmu bukanlah yg nomor satu,
bahkan percuma tanpa dibawa dalam tindakan.
Dengan ilmu dan hasrat yang menggebu,
banyak orang berjaya dan bermakna untuk sekitarnya.
Ilmu tentang bisnis internet, cara membangun team,
security online, forex, adsense, network marketing,
business broker, franchising, autosurf, serta juga
home based business, affiliate program, reseller,
dan sebagainya dengan cemerlang dapat ANDA dipaparkan
di forum ini, saya undang anda para pakar dan
praktisioner yang komptens.
JOIN US NOW, Semoga hanya yang terbaik buat Anda !
Cara bergabung adalah dengan mengirimkan email kosong
alamat ini:
gudang-ilmu-subscribe@yahoogroups.com
Atau silahkan berkunjung ke sini:
http://groups.yahoo.com/group/gudang-ilmu
Salam sukses paling sukses buat Anda.
Thanks Again.
Indonesia Online, Ribuan anak bangsa ada di sini
Media komunikasi online anak bangsa baik di Indonesia maupun di manca negera,
dimanapun Anda berada. Silahkan ngobrol di sini, bebas dan tetap sopan tentunya.
Selalu Posting dengan LENGKAP sebutkan DENGAN JELAS identitas anda (Nama,
web/blog, boleh HP) dalam setiap bagian akhir posting. Dilarang: beriklan
langsung kecuali di bagian footer email anda, maksimum 3 baris. Tidak
diperkenankan: posting yang vulgar, argumentatif, sara, menyinggung privacy
member lain, atau posting yang berulang-ulang, atau yang bertendensi iklan
berlebihan. Semoga Milinglist ini dapat membuat kita bersama semakin berdaya.
Join us now: http://groups.yahoo.com/group/indonesia-online
Best regards
Indonesia-Online Moderator
Ujian kecakapan bahasa Jepang NAT-TEST (Nihonggo Achievement Test) ini dimulai
sejak 1988 dan sejak pertengahan tahun lalu diakui oleh pemerintah Jepang
khususnya kementerian dalam negeri Jepang dan pihak imigrasi Jepang, sehingga
bagi pemilik sertifikat NAT-TEST akan semakin diakui dan meningkatkan
kredibilitas kita sebagai orang asing yang ingin masuk ke Jepang terutama di
mata pihak imigrasi.
Ujian NAT-TEST untuk pertama kali dilakukan di Jakarta tanggal 25 Oktober
mendatang dengan waktu serentak yang dilakukan di berbagai Negara.
Sertifikat NAT-TEST ada empat level dengan Level ke-1 adalah level tertinggi dan
Level ke-4 adalah level terendah.
Pemilik Sertifikat NAT-TEST ini akan semakin mudah dikenal oleh berbagai
Perusahaan Jepang di Jepang karena memang target dari NAT-TEST ini pada akhirnya
si pemilik sertifikat mendapat pengakuan bahwa dirinya memang pantas dan cakap
serta mampu berbahasa Jepang dengan baik sehingga layak diterima bekerja penuh
di Perusahaan di Jepang. Apalagi kalau sudah memiliki sertifikat Level-1.
Bukan hanya di kalangan swasta, di kalangan sekolah di Jepang pun, saat ini
sudah mengakui 100% keberadaan NAT-TEST sehingga merupakan jaminan diterima di
sekolah di Jepang apabila kita memiliki sertifikat NAT-TEST terutama Level-3,
Level-2 dan Level-1. Setidaknya bagi kita sendiri dapat mengetahui kemampuan
berbahasa Jepang saat yang bersangkutan mengikuti ujian.
Daftarkanlah segera untuk ikut ujian NAT-TEST (Pendaftaran ditutup 9 Oktober
2009).@Daftar dan Bayarlah di acara Japan Education Fair ini, satu orang
Rp.210.000,- (USD20). Kontak Pandan College, Tel.0361-255-225, atau daftar
lewat web kami:
http://www.nat-test.net/
Berikut adalah ringkasan singkat bagaimana seorang istri bisa mengambil hati
suaminya, juga bagaimana suami bisa bisa memberi kebahagiaan kepada istri.
Dengan demikian, keutuhan dan kedamaian dalam rumah tangga senatiasa terjaga dan
tampak indah
1.
Anda adalah sekuntum mawar yang
sedang bersinar di rumah Anda. Buatlah di
saat suami Anda masuk ke
rumah,
dia merasa bahwa kecantikan dan keharuman mawar
tersebut,
tidak bukan dan tidak lain
hanyalah untuknya seorang.
2.
Bagaimana caranya agar suami
Anda itu bisa merasa damai
dan nyaman, baik dengan perbuatan ataupun dengan
kata-kata? Hal itulah yang secara
terus menerus Anda selalu usahakan untuk
suami Anda. Untuk kesempurnaannya, lakukan itu dengan sepenuh
jiwa.
3.
Sopan dan penuh perhatianlah Anda
ketika berbincang-bincang dan berdiskusi, jauhkanlah perdebatan dan
sikap keras kepala dalam mengemukakan pendapat Anda.
4.
Pahami kebenaran dan keindahan prinsip-prinsip Islam di
balik kelebihan sang suami terhadap Anda
selaku istri, yang memang terkait dengan
kodrat seorang wanita, dan janganlah hal ini
dianggap sebagai sesuatu yang dzalim.
5.
Lembutkanlah suara Anda ketika
berbicara dengan sang suami dan
pastikan suara Anda tidak meninggi pada
saat dia bersama Anda.
6.
Pastikan Anda bangun pada
malam hari untuk melakukan shalat
malam secara rutin, hal ini akan
membawa kecerahan dan kebahagiaan pada perkawinan Anda, sungguh mengingat Allah
SWT akan membawa ketenangan pada hati
Anda.
7.
Bersikaplah diam ketika suami
Anda sedang marah dan jangan
tidur kecuali dia mengijinkannya.
8.
Berdirilah dekat suami Anda
ketika dia sedang memakai baju
dan sepatunya.
9.
Buatlah suami Anda merasa
bahwa Anda menginginkan sang suami untuk
mengenakan baju yang Anda pilih
buat dia, pilihlah pakaian itu oleh
Anda sendiri.
Selengkapnya
baca sendiri di buku: Nasihat Indah untuk Sumai Istri.Semoga keinginan mulia
ikhwah semua untuk membina dapat terwujud . . .
Silakan
download disini:http://www.box.net/shared/6qulb0eoqk
[Non-text portions of this message have been removed]
salam kenal juga saya karman , moga kita bisa salinngberbagi info ya.
-------------SalamKarman
--- Pada Ming, 30/8/09, Abe Harits <abeharits@...> menulis:
Dari: Abe Harits <abeharits@...>
Judul: [gudang-ilmu] Salam Kenal
Kepada: abosdev@...
Tanggal: Minggu, 30 Agustus, 2009, 3:12 PM
Salam Kenal,
Kepada Rekan-rekan milis, salam kenal ya Nama Saya Djoko Prabowo, domisili
di Cijantung, Jakarta, semoga bisa saling tukar informasi ya.
Salam
Djoko Prabowo
http://triggerbizon e.blogspot. com/
[Non-text portions of this message have been removed]
Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk
Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.
Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
[Non-text portions of this message have been removed]
<http://pojokspy.blogspot.com/2008/06/tips-menjadi-reporter.html> Tips
Menjadi REPORTER
Siapa Itu Reporter?
Berdasarkan arti kata yang berasal dari bahasa asing, "pembuat laporan".
Fungsi Reporter
Bayangkan musafir, yang mengembara ke mana-mana, kemudian menyampaikan
cerita yang menarik hasil pengembaraannya kepada orang lain yang ingin
mendengarkan ceritanya.
Apa Saja Yang Harus Diperhatikan?
1. Tanggung jawab (kebenaran, urgensi dan relevansi terhadap situasi)
2. Menulis efisien (pendek, tapi bermutu)
3. Bahasa gambar (tiap naskah, apa gambarnya?)
4. 2 in 1 dengan cameraman
5. Pengetahuan luas
Sudahkah Anda Meningkatkan Pengetahuan?
1. Apakah kemarin membaca buku? Buku apa? Berapa bab atau halaman?
2. Apakah kemarin membaca koran? Berapa koran?
3. Apakah sudah menulis kemarin? Tentang apa dan berapa banyak?
4. Nonton film? Ikut seminar atau ceramah? Dapat input apa?
Modal Lain?
1. Jaringan/ persahabatan
2. Rasa ingin tahu yang besar
3. Perpustakaan sendiri. Why not?
4. Bahasa asing
5. Internet and technology minded
6. Intuisi
7. Berani tampil
Yang Dibutuhkan Industri?
Reporter yang kritis, kreatif dan penuh vitalitas untuk memperoleh berita
yang baru dan bermakna bagi banyak orang.
Semoga bermanfaat
Jika anda ingin belajar lebih dalam lagi tentang bagaimana cara
berkomunikasi yang benar baik itu sebagai reporter, presenter, ataupun
penyiar radio, anda dapat mengikuti program IBSC TV Presenter yang di
dalamnya terdapat materi-materi : Effective Communication, Olah Vokal, Live
Report, Talk Show, Announcer Radio, How to Deal With Nervousness, Script
Writing, dan banyak materi lainnya. Anda dapat melhat lebih lengkap di
alamat website kami http://www.ibsctvpresenter.com atau kirim e-mail ke
info@.... Atau hubungi kami di 021-7983092.
Sumber: <http://pojokspy.blogspot.com/2008/06/tips-menjadi-reporter.html>
http://pojokspy.blogspot.com/2008/06/tips-menjadi-reporter.html
[Non-text portions of this message have been removed]
Artikel: Apakah Pekerjaan Ini Layak Untuk Disyukuri?
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Jika kita mengeluh tentang pekerjaan, siapa sih sesungguhnya yang rugi?
Perusahaan jelas rugi karena kalau terlampau sering mengeluh kita tidak dapat
berkonsentrasi kepada pekerjaan, sehingga hasil yang bisa kita berikan tidak
sebagaimana mestinya. Ini logis, sebab tidaklah mungkin seseorang yang tengah
mengeluh bisa berkontribusi secara optimal kepada perusahaan. Kita bisa
mengerahkan seluruh kapasitas diri yang kita miliki jika dan hanya jika bersedia
melayani dengan sepenuh hati. Sedangkan, hati yang sudah dipenuhi oleh keluhan
tidak lagi memiliki ruang untuk berkontribusi. Itulah sebabnya, mengapa setiap
orang yang sering mengeluh dikantor bukanlah orang yang berprestasi tinggi.
Alkisah, ada seorang petani yang memiliki dua ekor kuda. Kedua kuda itu biasa
digunakan untuk menarik pedati. Pada suatu malam, keduanya mengobrol sambil
memandang bintang-bintang yang bertaburan. Mereka sepakat untuk saling membuka
perasaan masing-masing. Kata kuda pertama;”Rasanya aku sebal sekali berada
ditanah pertanian ini....”
Kuda yang satu lagi menimpali;”memangnya kenapa?” katanya.
”Aku sudah bosan dengan perlakuan petani itu kepadaku,” balasnya.
”Memangnya apa yang dilakukan petani kepadamu?” tanya kuda kedua.
”Yaaah...., dia memperlakukan aku seperti halnya memperlakukan dirimu....”
jawabnya. ”Terus, bagaimana dengan kamu?” Dia segera melanjutkan
kata-katanya.
Si kuda kedua menjawab; ”Aku bersyukur sekali berada ditanah pertanian
ini.....”
Kuda yang satu lagi menimpali;”memangnya kenapa?” katanya.
”Aku menikmati perlakuan petani itu kepadaku,” balasnya.
”Memangnya apa yang dilakukan petani kepadamu?” tanya kuda pertama.
”Yaaah...., dia memperlakukan aku seperti halnya memperlakukan dirimu....”
jawabnya.
Apa yang saya ceritakan itu tidak lebih dari sekedar dongeng yang saya
karang-karang sendiri. Itulah sebabanya anda tidak pernah mendengar dongeng itu
sebelumnya, sehingga mungkin agak janggal dibenak anda. Namun, mari perhatikan
sekali lagi dialog yang dilakukan oleh kedua kuda tadi. Rasanya kok relevan
sekali dengan kehidupan kita. Di kantor, mungkin kita menghadapi perlakuan yang
sama dengan orang lain. Namun, mengapa orang lain bisa menjalani kehidupan
kerjanya dengan senang hati, sedangkan kita penuh dengan keluhan seperti ini?
Anda mungkin bilang; ”Atasan saya pilih kasih. Dia baik kepada orang-orang
tertentu tapi tidak kepada saya.” Perhatikan; ketika bekerja, kuda pertama
melakukannya dengan terpaksa. Dia cemberut. Bahkan, saking kesalnya dia dengan
sengaja meliak-liukkan pedati supaya sang petani merasa tidak nyaman. Kalau ada
lubang dijalan, sang kuda sengaja berlari lebih kencang sehingga ketika roda
pedati melindas lubang itu petani merasakan guncangan yang keras. Kalau sudah
begitu, sang kuda meringkik untuk mentertawakan ketidaknyamanan penumpang
pedatinya. Lalu, petani itu memecutnya supaya kuda itu berjalan dengan benar.
Perhatikan lagi; ketika bekerja, kuda kedua melakukannya dengan senang hati.
Dia tersenyum. Bahkan, saking senangnya dia dengan hati-hati dan telaten menarik
pedati supaya sang petani merasa nyaman. Kalau ada lubang dijalan, sang kuda
memperlambat jalannya, sehingga ketika roda pedati melindas lubang itu petani
sama sekali tidak merasakan guncangan yang berarti. Kalau sudah begitu, sang
kuda meringkik turut terseyum atas kenyamanan penumpang pedatinya. Dan karena
semuanya berjalan lancar, petani itu tidak perlu menggunakan pecutnya karena
sang kuda sudah berjalan dengan benar.
Sekarang kita tahu bahwa tidak terlalu sulit untuk memahami; mengapa atasan kita
baik kepada para karyawan teladan, dan keras kepada para karyawan yang
asal-asalan, bukan?
Pada suatu malam, kuda kedua bertanya kepada temannya;”Kalau kamu tidak lagi
suka bekerja disini, mengapa kamu tidak pergi?”
”Gila saja kamu,” kuda pertama segera menghardiknya. ”Memangnya gampang
cari tempat lain?” katanya.
”Aku rasa ada saja, kalau kamu bersedia mencarinya...” jawab kuda kedua
dengan santai.
”Mungkin sih, tapi kan kalau pun aku bisa menemukan majikan baru...” sergah
kuda pertama, ”Belum tentu lebih baik dari tempat ini......” lanjutnya.
”Nah, kalau kamu merasa tidak mudah untuk mendapatkan tempat lain yang lebih
baik, bukankah lebih baik jika kamu mensyukuri saja apa yang saat ini kamu
miliki?” timpal kuda kedua.
”Bersyukur?” sang kuda terperanjat. ”Bagaimana caramu bersyukur?”
tanyanya.
”Aku memilih untuk menikmati setiap langkahku ketika bertugas menarik
pedati.” jawabnya. Dan benar, setiap kali petani itu menggunakannya untuk
menarik pedati; sang kuda selalu menikmatinya. Sehingga dia dengan sukarela
memberikan yang terbaik kepada majikannya. Oleh karenanya, dia bisa memberikan
pelayanan yang terbaik, sehingga majikannya merasa puas atas pekerjaannya.
Sebagai tanda terimakasih, sang petani memperlakukan kuda itu dengan istimewa,
sehingga bertambah senang jugalah dia. Kuda itu senang bekerja, dan sang majikan
senang dengan kinerjanya. Sekarang, kedua-duanya jadi merasa senang. Dan
keduanya, saling menghargai. Dan saling menyayangi.
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator
http://www.dadangkadarusman.com/
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta
Catatan Kaki:
Kepuasan hidup tidak mungkin ditemukan ditempat manapun, kecuali kita mencarinya
dengan hati yang dipenuhi oleh rasa syukur.
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul
”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara
GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan
perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo
atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@...
[Non-text portions of this message have been removed]
Artikel: Bisakah Serikat Pekerja Menjadi Mitra Bagi Manajemen?
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Diperusahaan anda ada Serikat Pekerja? Aih, pertanyaan macam apa itu? Bertanya
seperti itu hukumnya tabu. Mengapa? Karena frase ’Serikat Pekerja’ sering
menjadi alergen bagi perusahaan. Disisi lain, pendirian sebuah Serikat Pekerja
sering bertujuan untuk menandingi Manajemen. Sehingga, tidak aneh jika Manajemen
tidak menyukai sepak terjang Serikat Pekerja, sebaliknya Serikat Pekerja sering
menaruh curiga kepada Manajemen. Jikapun tidak semuanya, namun disebagian besar
perusahaan hubungan antara Serikat Pekerja dengan Manajemen tidak jauh-jauh dari
nafas saling curiga itu. Pertanyaannya kemudian adalah; bisakah Serikat Pekerja
menjadi mitra bagi Manajemen?
Di sekitar rumah tinggal saya ada beberapa ekor kucing berkeliaran. Sedangkan
beberapa tetangga saya memelihara anjing, sehingga anjing dan kucing itu setiap
hari bertemu. Anehnya, saya tidak pernah melihat kucing bertengkar dengan
anjing. Padahal, para orang tua jaman dulu memiliki istilah; ”seperti kucing
dengan anjing”, untuk menggambarkan orang-orang yang tidak pernah bisa akur.
Alasannya karena, jaman dahulu kala; kucing tidak pernah bisa berdamai dengan
anjing. Setiap kali mereka bertemu, sang anjing menggonggong dengan nada
mengancam, dan sang kucing mengeong dengan intonasi membangkang. Tetapi, rupanya
dijaman ini kaum kucing sudah bersepakat dengan bangsa anjing untuk tidak lagi
memperpanjang persetruan itu. Sehingga mereka bisa menjalani hidup masing-masing
tanpa harus saling menyerang. Oleh karenanya, kita menyaksikan perdamaian dan
harmoni begitu indah yang bisa mereka bangun.
Jika kucing dengan anjing bisa berdamai seperti itu, apakah Serikat Pekerja dan
Manajemen bisa hidup berdampingan? Sesuai pengertian dasarnya Serikat Pekerja
merupakan wadah bagi seluruh pekerja. Oleh karenanya, Serikat Pekerja berperan
dalam proses mediasi dan advokasi, jika terjadi perselisihan antara karyawan
dengan Manajemen sebagai manifestasi perusahaan. Karyawan mana yang patut
difasilitasi dan diadvokasi oleh Serikat Pekerja? Karyawan ya karyawan. Mengapa
mesti ditanya karyawan di level mana? Siapapun dia, selama statusnya karyawan,
ya layak dilindungi dan diadvokasi.
Pertanyaannya kemudian adalah, jika permasalahan itu dialami oleh karyawan di
level Direktur, apakah Serikat Pekerja masih mempermasalahkan level status?
Tentu tidak. Sebab, Sang Direktur itupun statusnya karyawan juga. Sehingga,
Serikat Pekerja memiliki kewajiban untuk memfasilitasi dan mengadvokasi. Jika
Serikat Pekerja menolak untuk mengadvokasinya, maka itu berarti Serikat Pekerja
melanggar fitrahnya sendiri. Sebaliknya, sebagai bagian dari struktur Manajemen,
Direktur tersebut merupakan manifestasi dari perusahaan dimana setiap keputusan
yang diambilnya berkaitan dengan kepentingan karyawan. Jika sang Direktur
membuat kebijakan yang merugikan karyawan, maka dia mengingkari statusnya
sendiri sebagai karyawan. Lebih dari itu, perusahaan juga rugi jika karyawannya
tidak diperlakukan dengan baik, karena kita semua tahu bahwa karyawan adalah
salah satu aset terpenting bagi perusahaan. Merugikan karyawan berarti merusak
aset perusahaan.
Dari kedua sudut pandang ini, kita bisa melihat betapa Serikat Pekerja dengan
Manajemen itu memiliki keterkaitan yang tidak bisa dilepaskan. Jika saja
keduanya bisa belajar dari kucing dan anjing, boleh jadi mereka bisa menemukan
fakta baru bahwa; Serikat Pekerja adalah mitra bagi Manajemen untuk memajukan
perusahaan. Jika Manajemen bersungguh-sungguh memperjuangkan kepentingan
perusahaan, tidaklah mungkin merendahkan karyawan. Dan jika Serikat Pekerja
bersungguh-sungguh melindungi kepentingan karyawan; tidak mungkin menjadi duri
bagi perusahaan. Sebab, maju dan tidaknya sebuah perusahaan sangat ditentukan
oleh kinerja karyawan. Dan sejahtera atau tidaknya setiap karyawan, sangat
ditentukan oleh kinerja perusahaan. Karena, antara perusahaan dan karyawan; sama
sekali tidak bisa dipisahkan.
Apakah itu mungkin? Jaman dahulu, nyaris tidak mungkin mengharapkan anjing
berdamai dengan kucing. Jaman ini, kita lebih sering melihat orang bertengkar di
televisi daripada anjing yang berantem dengan kucing. Jadi, Serikat Pekerja
bukan sekedar bisa berdamai dengan Manajemen, bahkan bisa menjadi Mitra.
Syaratnya tidak ruwet-ruwet, yaitu; kedua belah pihak memperbaiki ’itikad’.
Pendirian dan pengelolaan Serikat pekerja mesti dengan itikad untuk memajukkan
karyawan dan perusahaan. Dan kebijakan yang diambil oleh Manajemen harus
didasarkan kepada kepentingan perusahaan dan karyawan.
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator
http://www.dadangkadarusman.com/
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta
Catatan Kaki:
Sikap kita sering dipengaruhi oleh prasangka dan persepsi daripada berlandaskan
pada fakta dan esensi.
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul
”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara
GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan
perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo
atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@...
[Non-text portions of this message have been removed]
Artikel: Berapa Lama Lagi Waktu Yang Kita Miliki?
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Ada orang yang mengira bahwa; tahu kapan akan mati itu lebih baik daripada tidak
tahu. Makanya, banyak orang yang bersyukur ketika dokter mengatakan kepadanya
bahwa umurnya mungkin hanya tinggal beberapa bulan lagi saja. Ada juga orang
yang lebih suka tidak tahu. Sehingga ketika dokter bilang ”Umur Anda tinggal
sekitar tiga bulan lagi,” langsung dilanda depresi. Jika anda boleh memilih;
apakah anda lebih suka diberi tahu kapan akan meninggal, atau dibiarkan tidak
tahu seperti yang lazimnya terjadi?
Dalam beberapa hari terakhir ini, saya seolah dikelilingi oleh kematian. Maksud
saya; dalam rentang waktu yang singkat, beberapa orang disekitar saya atau
mereka yang terhubung ke sekitar saya meninggal dunia. Dua orang tetangga saya.
Saudara dekat istri saya. Petugas satpam di RT saya. Mertua ipar saya. Ibu
kandung petugas penagih iuran RT saya. Dan salah satu sesepuh keluarga istri
saya. Entah mengapa kok rasanya mereka yang meninggal disekitar saya dalam tempo
singkat itu begitu banyak. Entah karena memang sedang banyak yang meninggal
disekitar saya, atau karena saya memberi perhatian agak berlebihan. Tetapi
apapun itu, serasa saya diingatkan bahwa; ”saya juga akan mati”. Kapan?
Entahlah. Saya tidak tahu.
Diam-diam saya mengagumi Tuhan yang memilih untuk memberitahu orang-orang
tertentu tentang kematiannya. Sehingga ada orang yang ’merasa’ akan
meninggal hari Jumat. Lalu, ketika benar-benar meninggal pada hari Jumat itu,
wajahnya seolah tengah tersenyum dalam tidurnya yang pulas. Saya juga mengagumi
Tuhan yang memilih tidak memberi tahu orang tentang jadwal kematiannya, sehingga
orang yang beberapa hari sebelumnya segar bugar, tiba-tiba dikabarkan telah
tiada. Dengan begitu Tuhan semakin menegaskan bahwa Dia memegang hak
prerogatif untuk memutuskan apakah Dia memberitahu seseorang tentang kematiannya
atau tidak.
Sekarang, mari kita andaikan ini adalah hari terakhir dalam hidup kita. Apa yang
akan kita lakukan dihari terakhir ini? Anda tidak perlu merasa tertekan dengan
pernyataan saya ini, karena seperti yang saya bilang; ini hanya sekedar
berandai-andai saja. Andai ini adalah hari terakhir dalam hidup kita,
bersediakah kita untuk mempersembahkan hal terbaik dalam hidup kita? Rasanya,
terlalu beresiko untuk mengatakan ’tidak’, ya? Karena, kalau kita tidak
melakukan hal terbaik dari apa yang kita miliki dihari terakhir dalam hidup kita
ini; kapan lagi?
Oleh karena itu, hari ini mungkin kita bersedia untuk menghentikan
perilaku-perilaku negatif yang biasa kita lakukan dimasa lalu. Dan hari ini,
kita hanya akan melakukan hal-hal yang kita yakin Tuhan menyukainya. Karena
Tuhan suka kita memperlakukan orang lain dengan baik, hari ini kita akan
memperlakukan orang lain dengan baik. Karena Tuhan senang kepada orang-orang
yang memaafkan, maka hari ini, kita memaafkan orang-orang yang pernah berbuat
salah kepada kita. Dan karena Tuhan sayang kepada orang-orang yang mensyukuri
semua anugerah yang telah diberikan-Nya, maka hari ini; kita akan menggunakan
semua anugerah Tuhan itu, untuk kebaikan semata.
Hari ini, mungkin hari terakhir kita bekerja. Sehingga, kita ingin
mempersembahkan hasil karya terbaik saja. Sifat menunda-nunda, tidak lagi bisa
diterima. Karena kalau hari ini kita tunda, tidak ada lagi kesempatan untuk
melakukannya. Ini adalah hari terakhir kita. Semua kolega dilayani dengan baik.
Semua file penting, dipersiapkan. Semua pekerjaan penting, diselesaikan. Semua
tanggungjawab, ditunaikan.
Jika ada orang yang menyakiti kita hari ini, tidak lagi kita masukkan kedalam
hati. Karena, dihari terakhir dalam hidup ini kita ingin membawa hati ini dalam
keadaan ringan lagi bersih. Tidak ada noda kekesalan. Tidak ada nada kemarahan.
Dan tidak ada dendam. Agar dihari terakhir ini, kita memiliki hati yang tentram.
Lalu dengan hati yang tentram itu kita diijinkan menghadap Tuhan. Kiranya Tuhan
berkenan menyambut kepulangan kita, dan berkata;”Wahai jiwa yang tenang.
Terbanglah kepelataran yang diberkahi Tuhan. Bergabunglah dengan hamba-hamba
yang rela dan direlakan. Dan masuklah, kedalam surga yang sudah
dipersiapkan.......”.
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator
http://www.dadangkadarusman.com/
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta
Catatan Kaki:
Jika ini adalah hari terakhir dalam hidup kita; maukah kita meninggalkan seluruh
keburukan. Menanggalkan semua dendam. Dan mempersembahkan segala hal terbaik
yang masih bisa kita lakukan?
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul
”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara
GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan
perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo
atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@...
[Non-text portions of this message have been removed]
From : Mufli (Moderator Gudang-Ilmu)
Hello Kawan,
Terima kasih telah bergabung di milinglist GUDANG-ILMU
yang saya kelola. Melalui milinglist ini saya persembahkan
untuk anda semua berbagi ilmu untuk pemberdayaan bersama.
Saya undang anda berpartisi aktif, dengan mengirimkan
artikel, komentar, tips yang bermanfaat, serta jangan lupa
tetap mematuhi aturan main yang saya jelaskan di bagian
depan halaman description milinglist Gudang-Ilmu:
http://groups.yahoo.com/group/gudang-ilmu
Untuk selalu mendapatkan informasi terbaru dari saya langsung
ke email Anda, silahkan set EMAIL DELIVERY anda sebagai INDIVIDUAL,
atau setidaknya SPECIAL NOTICE.
Oya, salam kenal lebih dekat :)
Saya Mufli, tinggal di Jalan Merak 6/44 Rewwin, Sidoarjo
Indonesia. Saya banyak mengelola situs online, yg umumnya
merupakan support system untuk bisnis, training dan publikasi.
Thank you rekans :)
Best Regards
Mufli
Moderator, Gudang-Ilmu
Bila Anda ingin mengundang teman untuk join milinglist ini,
Silahkan copy undangan berikut ini, silahkan ganti informasi
tentang Anda di bagian akhir (Salam), lalu kirimkan undangan
kepada kawan-kawan Anda.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Subject: Undangan Join Gudang-Ilmu
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hi kawan,
Ilmu bukanlah yg nomor satu,
bahkan percuma tanpa dibawa dalam tindakan.
Dengan ilmu dan hasrat yang menggebu,
banyak orang berjaya dan bermakna untuk sekitarnya.
Ilmu tentang bisnis internet, cara membangun team,
security online, forex, adsense, network marketing,
business broker, franchising, autosurf, serta juga
home based business, affiliate program, reseller,
dan sebagainya dengan cemerlang dapat ANDA dipaparkan
di forum ini, saya undang anda para pakar dan
praktisioner yang komptens.
JOIN US NOW, Semoga hanya yang terbaik buat Anda !
Cara bergabung adalah dengan mengirimkan email kosong
alamat ini:
gudang-ilmu-subscribe@yahoogroups.com
Atau silahkan berkunjung ke sini:
http://groups.yahoo.com/group/gudang-ilmu
Salam sukses paling sukses buat Anda.
Thanks Again.
Indonesia Online, Ribuan anak bangsa ada di sini
Media komunikasi online anak bangsa baik di Indonesia maupun di manca negera,
dimanapun Anda berada. Silahkan ngobrol di sini, bebas dan tetap sopan tentunya.
Selalu Posting dengan LENGKAP sebutkan DENGAN JELAS identitas anda (Nama,
web/blog, boleh HP) dalam setiap bagian akhir posting. Dilarang: beriklan
langsung kecuali di bagian footer email anda, maksimum 3 baris. Tidak
diperkenankan: posting yang vulgar, argumentatif, sara, menyinggung privacy
member lain, atau posting yang berulang-ulang, atau yang bertendensi iklan
berlebihan. Semoga Milinglist ini dapat membuat kita bersama semakin berdaya.
Join us now: http://groups.yahoo.com/group/indonesia-online
Best regards
Indonesia-Online Moderator
Artikel: Kapan Kita Boleh Menyerah?
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
”Habis gelap, terbitlah terang,” demikian Ibu Kartini memesankan. Setiap
situasi sulit, pasti ada akhirnya. Masalahnya, kita sering tidak tahu kapan
kesulitan itu akan berakhir sehingga tidak mudah untuk memutuskan apakah harus
menyerah dan berhenti sampai disini saja, ataukah kita mesti bertahan
’sebentar’ lagi? Jika berhenti, boleh jadi kita kehilangan momentum karena
bisa saja sebenarnya kita sudah berada pada ’detik-detik’ menjelang akhir
itu. Tapi, kalau harus terus, sampai kapan?
Anda tentu tahu bahwa kemajuan teknologi memungkinkan kita menggunakan ban mobil
tanpa ban dalam. Ban sejenis itu bernama ’Tubeless Tyre’. Namun, lidah
ketimuran kita lebih mudah menyebutnya sebagai ban cubles, alias ban tanpa ban
dalam. Kekaguman saya terhadap ban cubles seolah tidak pernah habis-habisnya.
Pertama karena dia mengajari kita untuk mengubah paradigma. Semula, yang namanya
ban, ya mutlak mesti ada ban dalam. Jadi, tanpa ban dalam, ban tidak bisa
dipompa. Ban cubles mengenalkan kita kepada paradigma baru bahwa tanpa ban dalam
pun ternyata kita bisa mendapatkan fungsi ban sebagaimana mestinya.
Jika hari ini kita bisa mengubah paradigma tentang ban yang ternyata tidak harus
selalu memiliki ban dalam, mungkinkah kita juga mengubah paradigma kita tentang
hidup? Misalnya, kita sering percaya bahwa untuk bisa berhasil kita mesti
memiliki ’ini dan itu’. Tanpa semua ’ini dan itu’ itu, tidaklah mungkin
kita berhasil. Jika hingga saat ini kita belum juga berhasil, barangkali bukan
karena kita tidak memiliki ’ini dan itu’ itu. Sebab, ban cubles itu sudah
menunjukkan bahwa tanpa ban dalam pun dia tidak kehilangan fungsinya sebagai
ban. Boleh jadi, paradigma lama telah menjadikan pandangan kita agak gelap.
Sehingga kita tidak melihat kemungkinan lain untuk berhasil, selain semua
’keharusan’ dan ’persyaratan’ yang kita buat sendiri itu.
Kekaguman saya berikutnya pada ban cubles adalah pada daya tahannya. Beberapa
kali ban mobil saya terkena paku. Namun, ban cubles itu tidak pernah
mengecewakan saya. Jika ban tradisional terkena paku, maka pada detik itu juga
akan langsung gembos. Dia bisa meledak dengan bunyi yang sanggup menggetarkan
jantung hingga nyaris copot. Bahkan, jika itu terjadi disaat kendaraan melaju
kencang, bisa menyebabkan kecelakaan. Tapi, ban cubles tidak demikian. Seperti
yang saya alami dimusim liburan tahun ini. Saya sedang berada diluar kota ketika
mendapati ban mobil kami kempes. Karena kebanyakan orang sedang mudik, maka
sebagian besar tambal ban pada tutup. Ketika ada satu yang masih buka, saya
tidak bisa berharap banyak karena perlengkapan yang dimilikinya tidak
memungkinkan untuk membongkar ban. Praktis yang bisa dilakukannya hanya menambah
angin saja. Dengan ijin Tuhan, saya berhasil menyelesaikan perjalanan sekitar
200 kilometer dengan nyaman dan aman.
Keesokan harinya, saya membongkar ban itu. Benar saja, ada paku ulir yang
tertancap disana. Saya kagum karena ban cubles itu tidak langsung meledak saat
tertusuk paku. Saya lebih kagum lagi karena ada paku lain yang menancap dibagian
lainnya. Bahkan terkena dua paku pun dia tidak mengeluh. Dan saya lebih kagum
lagi karena ternyata ada satu paku lainnya lagi yang menghunjam kedalam ban itu.
Saya tidak habis pikir, bagaimana ban itu bisa bertahan sedemikian kuatnya
padahal kedalam tubuhnya ditancapkan tiga buah paku tajam.
Ketahanan semacam ini yang barangkali jarang dimiliki oleh manusia seperti kita.
Kita sering terlalu cengeng untuk bisa memendam rasa pedih dan perih ini. Lalu
memilih untuk berhenti daripada terus berlari seiring dengan perputaran roda
kehidupan ini. Sedangkan ban cubless itu. Dia bertahan dalam nyeri itu
sedemikian tenangnya sehingga dalam keadaan terluka oleh tiga buah pakupun tiada
mengeluh. Dia tidak mejerit-jerit. Dia tidak beteriak-teriak, apalagi sampai
meledak. Dengan tubuh penuh luka itu, dia tabah memikul beban dipundaknya,
kemudian terus berlari mengimbangi gerakan roda-roda lainnya.
Mari sekali lagi kita bandingkan, apakah sikap kita lebih mirip ban tradisional
yang langsung gembos ketika tertusuk paku kecil sekalipun. Lalu merengek mogok
dan meminta berhenti. Atau, mungkin kita sudah memiliki ketangguhan. Katabahan.
Dan ketahanan tingkat tinggi seperti yang dimiliki oleh ban cubles itu.
Memang. Kita tidak pernah tahu kapan terang itu akan terbit. Seperti halnya
kita tidak tahu, kapan tempaan ini akan berakhir dalam penyelesaian yang indah.
Namun, jika kita memiliki sikap seperti ban cubles itu; setidak-tidaknya, kita
tidak mudah dibuat menyerah. Ban cubles itu baru akan menyerah setelah tak ada
lagi udara yang sanggup ditahannya didalam. Seolah dia berprinsip; ”sampai
tetes udara penghabisan.” Seperti semboyan yang selalu dikatakan para pejuang
sejati:”sampai titik darah penghabisan.” Sehingga, selama hayat masih
dikandung badan, mereka tidak akan berhenti berjuang.
Andai saja kita bisa meniru ban cubles itu. Mungkin, kita bisa menjadi
pribadi-pribadi yang tangguh. Dengan sikap tidak mudah menyerah itu, kita
mempunyai peluang untuk tiba diakhir gelap, agar bisa menikmati terang. Sebab,
sehabis gelap, terbitlah terang. Karena dalam setiap kesulitan, selalu ada
kemudahan. Mudah-mudahan.
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator
http://www.dadangkadarusman.com/
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta
Catatan Kaki:
Kita tidak pernah tahu sampai sebatas apa bisa bertahan, sebelum benar-benar
membuktikan bahwa kita bisa bertahan hingga dibatas itu.
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul
”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara
GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan
perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo
atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@...
[Non-text portions of this message have been removed]
Artikel: Apa Yang Akan Terjadi Setelah Ini?
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Ada kalanya kita berharap untuk bisa mengetahui apa yang akan terjadi dimasa
mendatang. Namun, bahkan seorang peramal terbaikpun tidak benar-benar tahu apa
yang akan terjadi esok. Yang bisa kita ketahui hanyalah sederetan kemungkinan.
Alasan mengapa semua itu disebut kemungkinan adalah karena hal itu mungkin
terjadi, mungkin juga tidak.
Ada sebuah kisah tentang seorang karyawan yang bekerja lembur hingga larut malam
dikantornya. Tiba-tiba, ada pesan aneh dilayar monitor komputernya. Sebelum
mengklik pesan itu, sempat terlintas dipikirannya;”jangan-jangan pesan aneh
ini mengandung virus....” Tetapi, tampilan yang menarik mengalahkan
kewaspadaannya. ”Ah, mumpung tidak ada orang lain dikantor,” pikirnya.
Tetapi, begitu dia meng-klik pop-up itu, serta merta saja isi komputernya
diacak-acak virus. Dan karena komputernya terhubung ke jaringan kantor, maka
seluruh sistem dikantornya terinfeksi. Setelah semua kekacauan itu, dilayar
komputernya muncul sebuah gambar mahluk bertanduk merah dan berekor tombak, yang
berkata; ”Now, explain this to your boss!!!”
Rupanya, hidup kita juga kurang lebih demikian. Kita tidak sungguh-sungguh tahu
apa yang akan terjadi sepersekian detik setelah ’saat ini’. Sehingga ketika
menjalani hidup, sesungguhnya kita dihadapkan pada banyak kemungkinan. Mungkin
hidup kita menjadi lebih baik, atau sebaliknya menjadi lebih buruk. Lantas,
bagaimana kita bisa tahu semua itu? Karena sejatinya kita semua ingin agar hari
esok kita senantiasa lebih baik dari hari ini. Tetapi, seperti pesan pop-up
dilayar komputer itu; kita tidak tahu apa yang tersembunyi dibalik setiap
peristiwa, setelah kita meng-klik-nya.
Setiap pakar internet berbagi sebuah gagasan yang sama. Gagasan itu
berbunyi;”Hanya link atau lampiran yang datang dari sumber terpercaya saja
yang patut dibuka.” Dengan value ini, para pakar internet etis bersedia saling
memberi komitment untuk tidak secara sengaja mengirim link yang berbahaya. Oleh
karena itu, ketika kita mendapatkan pesan dari teman kita, kita percaya bahwa
itu baik adanya. Sehingga, setiap kali kita mendapatkan pesan dari teman
terpercaya, kita tidak memiliki sedikitpun keraguan untuk membukanya. Dan dengan
cara itu, kita bisa saling menjaga.
Kelihatannya, prinsip itu berlaku juga dengan hidup kita. Kita akan baik-baik
saja jika tetap konsisten untuk hanya meng-klik link-link yang datangnya dari
sumber-sumber terpercaya. Namun demikian, kita semua percaya bahwa segala
sesuatu yang mutlak bukanlah milik para manusia, sehebat apapun dirinya. Sebab
satu-satunya pemilik kemutlakan adalah dzat yang maha mutlak sendiri.
Sehingga, sejatinya kita memiliki keyakinan yang lebih tinggi untuk mengklik
link yang dikirimkan oleh Tuhan kepada kita. Tanpa harus mengkhawatirkan kemana
link ini akan membawa hidup kita. Bahkan sekalipun kelihatannya itu menuju
sebuah jalan yang berliku.
Bayangkan jika kita bisa menerima apapun yang Tuhan mau kita ’klik’ dalam
komputer kehidupan kita. Kita pasrah saja kepada apa maunya Dia. Kita terima
saja apa yang Dia mau kita terima. Mungkin kita bisa terbebas dari keluh kesah
ini. Mungkin kita bisa merdeka dari risau ini. Mungkin kita bisa keluar dari
ragu ini. Sebab, kita percaya bahwa semua yang datang darinya pastilah hanya
kebaikan saja. Sehingga, ketika Dia mengirimi kita dengan rona-rona indah
kehidupan, kita tidak terlena untuk berbalik lupa kepadaNya. Sebaliknya, ketika
Dia menguji kita dengan awan dan halilintar yang mendebarkan, kita tidak
terlampau takut untuk menjalaninya.
Dia adalah yang terpercaya. Sehingga kita percaya bahwa apapun yang Dia pilihkan
untuk kita, adalah yang terbaik bagi kita. Yang perlu kita lakukan untuk
menyambut kepercayaan itu adalah; mengklik isyarat link nya dengan sepenuh hati
dan segenap potensi. Sebab, jika kita menjalani semuanya dengan seluruh potensi
diri dan daya hidup yang kita miliki, maka kita mempunyai kesempatan untuk
bersiap diri menghadapi segala kemungkinan yang Dia hamparkan dimasa depan.
Dan kita, bisa menghadapinya tanpa keraguan. Jika gagal sekalipun, mungkin
kita bisa memperbaikinya lain kali.
Pertanyaannya adalah;”Bagaimana kita bisa tahu bahwa kita bisa menjalani semua
keputusanNya?” Kita tahu karena kita percaya bahwa Dia menciptakan kita dengan
penuh perhitungan. Dia tahu bahan baku untuk membuat kita. Karakteristiknya, dan
batas kekuatannya. Karenanya, Dia tahu sampai dimana kita bisa menerima tempaan
dariNya. Dia sudah memperhitungkan beban seperti apa yang bisa kita terima.
Sehingga, Dia hanya akan membebani kita sesuai dengan kemampuan kita.
Tantangannya adalah; sudahkah kita menggunakan seluruh daya hidup yang kita
miliki untuk menjalaninya?
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator
http://www.dadangkadarusman.com/
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta
Catatan Kaki:
Kadang kita meragukan kebenaran bahwa Tuhan hanya memberi cobaan sesuai dengan
kemampuan kita. Padahal, kita tidak bisa memastikan apakah kita sudah
menggunakan seluruh kemampuan kita untuk menjalaninya atau tidak.
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul
”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara
GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan
perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo
atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@...
[Non-text portions of this message have been removed]
Rekans Gudang Ilmu Yth,
Beberapa orang ada yang bingung ketika belajar bahasa inggris. Mulai darimana
dulu? Tenses atau Vobabulary?
Nah untuk Anda sudah saya tuliskan artikelnya disini:
http://belajarbahasainggris.net/belajar-apa-dulu-tenses-atau-vocabulary
Selamat membaca :)
Best Regards
Mufli
Pada saat seorang ibu dekat
dengan anak-anaknya dan hidup bersama dengannya dalam satu rumah, maka satu hal
yang perlu diperhatikan adalah pengaturan segala sesuatu yang ada di dalamnya.
Pengaturan di sini tidak hanya terbatas pada pengaturan yang bersifat fisik
seperti barang-barang yang terdapat di dalamnya, namun lebih dari itu adalah
pengaturan terhadap kondisi dalam rumah sehingga menjadi suatu lingkungan yang
damai, menyenangkan dan jauh dari kebisingan ataupun kegaduhan.
Dalam rumah juga perlu dibentuk aturan-aturan yang disepakati
secara bersama-sama untuk mengikat seluruh anggota keluarga, karena terkadang
kita melihat kondisi rumah yang tidak jauh berbeda dengan hotel; siapa yang
ingin tidur, ia pun tidur se enaknya, siapa yang ingin makan, ia pun akan makan
dan siapa yang ingin keluar, dia juga tidak akan menemukan orang yang
mencegahnya. Keadaan rumah yang tanpa adanya aturan yang jelas seperti ini akan
berdampak pada sikap tidak peduli dan semaunya di antara anggota keluarga.
Mereka akan melakukan sesuatu sesuai keinginannya dengan tanpa melihat waktu
yang tepat. Sikap seperti ini muncul karena belum adanya ikatan antara anggota
keluarga dalam rumah itu sehingga tidak terjalin hubungan yang baik dan tidak
ada rasa saling kasih dan menyayangi di antara mereka. Terkadang dalam satu
rumah juga tidak terdapat aturan-aturan yang jelas bagi anak untuk bermain,
melihat film yang positif, mengoperasikan komputer yang bermanfaat, dan
menonton acara-acara di TV yang bernilai dan tidak membahayakan.
Kegaduhan yang terjadi
dalam rumah baik siang maupun malam hari akan menghantarkan anak-anak dalam
kondisi yang kurang baik. Semangat dalam diri mereka untuk melakukan kegiatan
yang positif semakin melemah, kehidupannya pun tidak akan ada nilainya, tidak
ada waktu untuk menghafal Al-Qur'an, mendengar kaset-kaset yang bermanfa'at,
kaset tilawah Al-Qur'an atau membaca buku yang bernilai pendidikan.
Kisah nyata berikut ini menjelaskan dampak dari sikap
bersungguh-sungguh dalam melakukan suatu pekerjaan yang tertanam dalam
kehidupan anak sejak kecil, dan yang menunjukkan pemahaman anak terhadap
pentingnnya mengisi waktu dengan nilai-nilai positif.
Satu keluarga sedang berdiskusi tentang kelanjutan pendidikan
anaknya yang sudah lulus dari sekolah dasar dan kapan waktu yang tepat untuk
mengantar dan menjemputnya dari sekolah. Anak itu mengemukakan pendapatnya
kepada ayahnya sebagai solusi atas waktu luang selama dalam perjalanan. Anak
itu berkata, "jika ayah menjemputku, aku minta agar ayah membawa buku-buku
yang bisa aku baca dalam perjalanan pulang dan pergi ke sekolah".
Bagi
ayah atau ibu bisa memberikan komentarnya atas kisah di atas, dan yang
terpenting adalah upaya
untuk mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.Dikutip dari buku: Ibu,
Dekatilah AnakmuDowload versi eBooknya
disini:http://www.box.net/shared/65ly1cjyf2
[Non-text portions of this message have been removed]
Kebebasan
individu dalam Islam, mengandung arti bahwa seorang muslim itu senantiasa
menjadi hamba Allah dalam setiap perilaku dan semua urusannya dengan meniti
langkah dalam batas-batas yang telah ditentukan oleh syariat. Ia tetap
berhati-hati tentang boleh tidaknya suatu perkara dilakukan, sehingga ia pun
tak bisa berbuat apa saja yang melanggar syariat dengan dalih “kebebasan
individu.”
Namun demikian,
kebanyakan umat Islam saat sekarang memahami arti suatu kebebasan, di mana
mereka memaknainya sebagai kebebasan melakukan apa saja, sekalipun bertentangan
dengan nilai-nilai agama; kebebasan mutlak yang tidak terikat oleh
batasan-batasan syariat.
Dalam
hadits tersebut, seseorang membawa kapaknya, dan bermaksud melubangi salah satu
bagian perahu agar dapat mendapat air dari tempat yang terdekat dengannya.
Andai saja dia menggunakan dalih kebebasan, dapat kita bayangkan bagaimana
kondisi orang-orang yang berada di bagian atas perahu itu yang membiarkannya,
tidak berupaya mencegahnya, padahal mereka tahu akibat perbuatannya bisa
membinasakan seluruh penumpang, julukan apa kira-kira yang pantas kita berikan
kepada mereka ?
Pantasnya,
mereka dijuluki sebagai “orang-orang gila,” karena lebih mengutamakan
kebebasan
individu yang palsu, dari pada keselamatan jiwa orang lain dan juga dirinya
sendiri. Seharusnya, mereka tergerak hatinya untuk segera mencegah, dan memberi
penjelasan kepadanya bahaya perbuatan itu bagi semua penumpang. Kebebasan
individu,
pada dasarnya, dibatasi oleh ikatan-ikatan syariat demi melindungi masyarakat
secara keseluruhan. Jika batasan-batasan syara' itu dilanggar, sudah barang
tentu seluruh tatanan kehidupan masyarakat akan rusak.
Seandainya kita
berpandangan seperti pandangan kebanyakan orang, dan memahami secara sepihak
makna kebebasan individu sesuai dengan kecenderungan dan selera hawa nafsu,
tentunya akan ada seorang pencuri yang melakukan pencurian dengan dalih
kebebasan individu, seseorang akan berzina dengan dalih kebebasan individu,
seorang perempuan akan tampil berpakaian yang tetap tampak telanjang atas dasar
kebebasan individu, seorang anak membangkang orang tuanya atas nama kebebasan
individu, bahkan seseorang akan mencela Rabb Yang Maha agung,
mempermainkan agama-Nya, kitab-Nya, serta rasul-Nya dengan dalih kebebasan
individu, ia pun akan berbicara sesukanya dalam urusan agama, sehingga dengan
begitu menghalalkan sesuatu yang haram dan mengharamkan sesuatu yang halal.
Semuanya atas nama kebebasan individu. Jika demikian adanya, apa yang akan
terjadi selanjutnya? Masyarakat kita akan larut dalam aneka penyimpangan, tidak
menganggap baik perbuatan yang baik, dan tidak menganggap mungkar perbuatan
yang mungkar.
Bukti yang
paling nyata, terlihat dalam kehidupan kita sehari-hari, yang semuanya semakin
membenarkan adanya keruntuhan tatanan hidup suatu masyarakat, jika berlaku
prinsip kebebasan individu dengan tidak memedulikan batasan-batasannya.
Sehingga, orang-orang yang punya kewenangan di suatu masyarakat pun akan
bergerak membuat suatu peraturan (batasan-batasan, penj) dan memberikan sangsi
kepada
orang-orang yang melanggarnya. Di antaranya, apa yang kita kenal dengan istilah
“peraturan lalu lintas.” Apakah ada orang yang berani melanggarnya dan
menantang peraturan-peraturan itu dengan dalih kebebasan individu? Kenapa para
pemimpin di suatu negeri berupaya keras membuat peraturan-peraturan itu dan
mewajibkan seluruh rakyatnya untuk menaatinya serta menindak tegas orang-orang
yang melanggar dan tak mengindahkan peraturan-peraturan itu, sekalipun para
pemimpin itu tahu, semua orang punya hak kebebasan tentang apa yang
diperbuatnya? Silakan Anda jawab sendiri!!
Karena
itulah, Rasulullah saw. mendorong umatnya agar memahami dengan baik suatu
batasan dalam hak kebebasan seseorang hingga tidak sampai melanggar norma-norma
agama. Pernah seorang laki-laki datang kepada beliau yang hendak menyatakan
keislamannya, namun orang itu mensyaratkan adanya keringanan ( kebebasan.penj)
khusus untuknya, yakni agar ia diperbolehkan untuk berzina. Dengan penuh
kebijaksanaan, beliau berkata kepadanya,
“Apakah
engkau rela jika ada orang yang memperkosa ibumu ?”
“Tidak.” Jawabnya.
“Apakah
engkau rela jika hal yang sedemikian itu terjadi pada saudara perempuanmu?”
“Tidak!”
“Apakah
engkau rela jika hal yang sedemikian itu anak perempuanmu?”
“Tidak!”
“Lalu
kenapa engkau rela hal yang tidak engkau sukai itu menimpa orang lain?”
Jika
demikian, jelaslah bahwa kebebasan individu itu mempunyai batasan-batasan
syara' dan norma-norma yang wajib dijaga dan dipertahankan. Seandainya setiap
orang bebas melakukan apa saja yang dikehendakinya, tentu tak akan tersisa
agama ini; tak akan terkendali perilaku manusia, dan luntur pula Izzah kita.
Dikuti dari buku: Salah SIkap Berbuah PetakaSilakan download versi ebooknya
disini http://www.box.net/shared/303xtl0d0n
[Non-text portions of this message have been removed]
07-Sep-2009
Sales Engineer
Perusahaan : Sataka Tiwikrama
Teknik : Semua Teknik
Bali
07-Sep-2009
Safety Officer (SO)
Perusahaan : Multi Structure
Teknik : Teknik Safety, Health & Environmental
DKI Jakarta
07-Sep-2009
Environmental Consultant (Ref no. 211)
Perusahaan : Verity HR
Teknik : Teknik Safety, Health & Environmental
DKI Jakarta
07-Sep-2009
Corporate OSHE Manager
Perusahaan : Cipta Kridatama
Teknik : Teknik Safety, Health & Environmental
DKI Jakarta
07-Sep-2009
Quality Assurance Engineer - Manufacturing (Electronics/ Semiconductors)
Perusahaan : Net Tec Pte Ltd.
Teknik : Semua Teknik
Develop, lead and implement the products and service quality improvement actions
for the Singapore Operations so as to improve the customer expe...
Luar Negeri
07-Sep-2009
Crewing & Manning Manager
Perusahaan : Trada Maritime, tbk
Teknik : Semua Teknik
Responsible for providing, managing and developing all crews as contract
requirements inline with sea regulations and also monitoring the crew m...
DKI Jakarta
07-Sep-2009
Estimator - M/ E (EST-ME)
Perusahaan : Multi Structure
Teknik : Teknik Elektro
DKI Jakarta
07-Sep-2009
Research & Development (R&D)
Perusahaan : Cemani Toka
Teknik : Teknik Kimia
Jawa Barat
07-Sep-2009
Mechanical & Electrical Engineer (Site Manager/ Engineer)
Perusahaan : Hyunmin Indonesia
Teknik : Semua Teknik
DKI Jakarta
07-Sep-2009
Technical Support (TSP)
Perusahaan : Gratia Jaya Sentosa
Teknik : Teknik Mesin
Jawa Timur Daftar & Apply Online : www.engineeringjobs.co.id
[Non-text portions of this message have been removed]
TIGA PERTANYAAN SEBELUM MENIKAH
Perkawinan merupakan komitmen di antara dua orang yang tidak boleh
disalahgunakan. Pastikan Anda menikah untuk alasan yang tepat, bukan untuk
alasan yang salah.
Manusia dilahirkan dengan keinginan untuk dicintai dan mencintai. Tetapi, cinta
tidak bisa dijadikan satu-satunya alasan untuk menikah. Kedengarannya memang
romantis, ya, jika ada pasangan yang memutuskan untuk menikah karena
tergila-gila satu sama lain. Tetapi, keberhasilan suatu perkawinan didasarkan
pada persahabatan yang kuat yang dibangun oleh masing-masing pasangan. Fondasi
yang kuat untuk sebuah perkawinan termasuk kecocokan, kepercayaan, dan
komunikasi.
TIGA PERTANYAAN SEBELUM MENIKAH
Rasanya tak ada salahnya Anda mengajukan tiga pertanyaan berikut pada diri
sendiri sebelum memutuskan naik pelaminan
Selengkapnya:
http://www.tokokios.com/?idartikel=17
Artikel lainnya:
http://www.tokokios.com/?act=artikel&no=4
Lihat juga:
http://www.tokokios.com/
"Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari
Sabat?"
(Kol 1:21-23; Luk 6:1-5)
“Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus
berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya,
sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. Tetapi beberapa orang Farisi
berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari
Sabat?" Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang
dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia
masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan
memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan
kecuali oleh imam-imam?" Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia
adalah Tuhan atas hari Sabat.." (Luk
6:1-5), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi
atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai
berikut:
· Semakin banyak aturan yang dipampang di muka umum
berarti masyarakat yang bersangkutan belum dewasa kepribadiannya, apalagi dalam
pelaksanaan aturan tersebut masih disertai dengan teriakan keras via pengeras
suara. Orang-orang Farisi menegor Yesus dan para murid ketika mereka ‘berjalan
di lading gandum, memetik bulir
gandumg dan memakannya’ pada hari Sabat ,
karena pada hari Sabat orang tidak boleh bekerja atau berjalan jauh.
Menanggapi tegoran tersebut Yesus menjawab: “Anak Manusia adalah Tuhan atas
hari Sabat”. Aneka aturan dan
tatanan hidup dibuat dan diundangkan berdasarkan kasih, dijawai oleh kasih, maka
yang utama dan pertama-tama atau kasih bukan aturan atau tatanan. Perhatikan
atau refleksikan bahwa suami-isteri yang saling mengasihi dan sedang memadu
kasih berdua, kiranya bebas dari aturan: mereka berdua saling telanjang tidak
ada malu atau kekhawatiran sedikitpun. Memang dalam hidup bersama kita tidak
akan terlepas dari aneka tatanan dan aturan, maka hendaknya menyikapi dan
melaksanakan aturan atau tatanan apapun dalam dan oleh kasih, dengan demikian
enak adanya. Apa itu kasih? “Kasih itu
sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan
tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan
diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia
tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.Ia menutupi
segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar
menanggung segala sesuatu” (1Kor 13;4-7).
· “Kamu harus
bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser
dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di
seluruh alam di bawah langit,” (Kol 1:23).
Pengharapan Injil atau Warta Gembira adalah keselamatan jiwa, damai sejahera di
bumi dan di sorga. Maka bertekun dalam iman berarti bertekun dalam
mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan dalam hidup sehari-hari saat ini
sampai mati. Persembahan diri seutuhnya kepada Tuhan antara lain dapat kita
hayati secara konkret dengan mempersembahkan diri pada panggilan dan tugas
pengutusan kita masing-masing. Para suami dan isteri hendaknya saling
mempersembahkan
diri satu sama lain seutuhnya, artinya tidak menyeleweng atau berselingkuh
dengan
orang lain, sehingga mahir dalam saling mengasihi; para pelajar atau mahasiswa
hendaknya sungguh
belajar sehingga semakin mahir belajar; para pekerja hendaknya sungguh bekerja
sehingga semakin terampil dalam bekerja, dst.. Kita semua hendaknya ‘tetap
teguh dan tidak tergoncang’ dalam
menghayati panggilan dan melaksanakan tugas pengutusan, jika kita mendambakan
keselamatan jiwa kita, hidup damai sejahtera di bumi dan di sorga untuk
selamanya. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan kita semua: jika ada
di antara saudara-saudari kita atau kenalan kita tidak teguh dan tergoncang
dalam penghayatan panggilan atau pelaksanaan tugas pengutusan, hendaknya
ditegor dan ditolong dalam kasih dan rendah hati. Membiarkan suadara-saudari
atau kenalan kita menyeleweng atau berselingkuh berarti kita menyetujui atau
mendukungnya, dan dengan demikian kita turut bersalah. Ingat dan renungkan
kutipan ini: “Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum
mati! --
dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk
memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup,
orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut
pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.”(Yeh 3:18).
“Ya Allah, selamatkanlah aku karena
nama-Mu, berilah keadilan kepadaku karena keperkasaan-Mu! Ya Allah,
dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku! Sesungguhnya, Allah
adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Dengan rela hati aku akan
mempersembahkan korban kepada-Mu, bersyukur sebab nama-Mu baik, ya TUHAN”(Mzm
54:3-4.6.8).
Jakarta , 5 September 2009
__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
Mg Biasa XXIII(Mg Kitab Suci
Nasional) : Yes 35:4-7a; Yak 2:1-5; Mrk 7:31-37
“Terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah
pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik”
Ketika saya menghadiri pertemuan
Pengurus OIEC di Beirut, Libanon, di bandara saya akan dijemput oleh seorang
sopir (demikian info yang saya terima dari Panitia setempat). Karena kami belum
saling kenal, maka kami diminta menunjukkan nama kami masing-masing begitu
sampai di pintu keluar Bandara Beirut. Ternyata pengemudi yang menjemput hanya
dapat berbicara bahasa Arab dan saya sendiri tidak tahu bahasa Arab, maka dalam
berkomunikasi kami akhirnya menggunakan bahasa tubuh, antara lain dengan
tangan. Dengan kata lain kami berdua bagaikan orang bisu, karena setiap kali
berkomunikasi hanya menggunakan bahasa tubuh, dan dengan demikian memang tidak
dapat berkata-kata dengan baik. Bahasa, khususnya kata-kata memang merupakan
salah satu sarana komunikasi dan jika menguasai banyak bahasa kiranya kita akan
lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain dan juga membaca aneka macam
tulisan dalam berbagai bahasa, dan dengan demikian kita akan diperkaya dalam
berbagai hal. Sekiranya kita tidak dapat melihat alias buta, tetapi dapat
mendengarkan dengan baik maka kita juga akan dapat berkata-kata dengan baik,
sebagaimana terjadi dalam diri Gus Dur. Maka baiklah pada hari Minggu Kitab
Suci Nasional hari ini kami mengajak kita semua untuk mawas diri perihal
‘pendengaran’ dan ‘omong-omong atau pembicaraan’ kita.
“Terbukalah
telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia
berkata-kata dengan baik” (Mrk 7:35)
Indera ‘pendengaran’ merupkan
indera dari lima pancaindera yang
pertama kali berfungsi dalam diri setiap manusia; seorang bayi yang masih
berada di dalam rahim atau kandungan ibu sudah dapat mendengarkan aneka macam
suara di sekitarnya. Apa yang didengarkan akan sangat mempengaruhi perkembangan
dan pertumbuhan pribadi yang bersangkutan. Maka kami berharap dalam aneka
omongan atau pembicaraan bersama hendaknya diomongkan atau dibicarakan apa-apa
yang baik, sebagaimana dikatakan atau diomongkan oleh para guru/pendidik di
sekolah, para pastor/kyai/pendeta dalam kotbah-kotbah, dst.. Dalam mengenangkan
Hari Minggu Kitab Suci Nasional ini kiranya baik jika setiap hari kita
membacakan dan mendengarkan sabda Tuhan sebagaimana tertulis di dalam Kitab
Suci.
Kitab Suci berisi tulisan-tulisan
yang ditulis dalam dan oleh ilham Allah. “Segala
tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan
kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam
kebenaran.”(2Tim 3:16). Dalam
membacakan atau mendengarkan sabda Tuhan dapat berpedoman pada Kalendarium
Liturgi, sebagaimana saya kutipkan setiap hari. Maka dengan rendah hati silahkan
jika tulisan atau renungan harian yang setiap kali saya kirimkan dibacakan dan
didengarkan bersama, misalnya di dalam keluarga atau tempat kerja. Salah
seorang membacakan dengan baik dan yang lain mendengarkan, kemudian diam
sejenak dan sekiranya ada yang tersentuh untuk berdoa dipersilahkan berdoa
secara spontan bergantian: entah merasa diajar, dinyatakan kesalahannya,
diperbaiki kelakuannya atau dididik dalam kebenaran. Setelah mendengarkan sabda
Tuhan dengan baik, maka kami percaya kita pasti akan berkata-kata dengan baik
juga.
“Kita semua dipanggil untuk
meneladan Yesus, yang "menjadikan segala-galanya baik, yang tuli
dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."(Mrk 7:37), maka
dimanapun dan kapanpun ada yang
tidak baik kita dipanggil untuk memperbaiki dengan sekuat tenaga sesuai dengan
kemampuan dan kesempatan yang ada. Mungkin yang tulis secara phisik tidak
banyak atau bahkan jarang kita jumpai, tetapi yang kurang mendengarkan dengan
baik kiranya cukup banyak. Dalam berbagai acara bersama ketika ada orang
berbicara sering yang lain sibuk dengan diri sendiri antara lain dengan HP-nya
dan kurang mendengarkan mereka yang sedang berbicara dan berhak untuk
didengarkan.. Mendengarkan dengan baik merupakan keutamaan yang harus kita
hayati
dan perdalam terus menerus, dan memang butuh kerendahan hati. Tanpa rendah hati
kita tidak akan dapat mendengarkan dengan baik. Jika kita dapat mendengarkan
dengan baik, maka kita juga akan dapat berkata-kata dengan baik juga.
“Dengarkanlah,
hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang
dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli
waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi
Dia?”(Yak
2:5)
“Orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini” yang berarti miskin akan
harta benda atau uang
memang tidak ada yang diharapkan di dunia ini , maka lebih mengharapkan
Penyelenggaraan Ilahi alias kebaikan, kemurahan hati dan belas kasih Allah
melalui saudara-saudarinya atau sesamanya. Dengan kata lain pada umumnya mereka
memang ‘menjadi kaya dalam iman’. Pengalaman
melalui atau dalam berbagai macam
pelayanan pastoral menunjukkan kebenaran
ini. Orang-orang kaya pada umumnya cukup rewel dan penuh hitungan alias nampak
pelit, sehingga membuat jengkel mereka yang melayani, sebaliknya orang-orang
miskin pada umumnya penuh terima kasih dan syukur atas pelayanan yang telah
diterimanya. Contoh konkret lain: orang-orang miskin kepanasan karena sengat
panas matahari atau kehujanan tidak mengeluh atau menggerutu, sebaliknya
orang-orang kaya pasti
mengeluh dan menggerutu.
Pengalaman para pelajar,
siswa-siswi, SMP/SMA Kanisius dan SMA St.Ursula – Jakarta misalnya, yang
menjalani ‘live in’, tinggal di
tengah-tengah orang miskin di desa dan pegunungan selama beberapa hari juga
menjadi contoh konkret bahwa “Allah
memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya
dalam iman”. Mereka mendengarkan dan
melihat sendiri cara hidup dan cara bekerja orang-orang miskin, dan mereka
sungguh merasa banyak belajar perihal keutamaan-keutamaan atau nilai-nilai
kehidupan, seperti ‘bekerja keras, sabar,
murah hati, ramah, bersaudara, tidak mengeluh dan menggerutu ketika harus
bekerja berat, dst..”. Mereka yang
memiliki pembantu rumah tangga yang baik kiranya juga dapat mawas diri:
mendengarkan dan melihat apa yang terjadi dalam diri para pembantu rumah tangga
yang baik tersebut.
“Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati,
janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan
ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!" Pada waktu itu mata
orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka.
Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu
akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di
padang belantara;
35:7 tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang
menjadi sumber-sumber air” (Yes 35:4-7a). Apa yang dikatakan oleh Yesaya
ini
kiranya juga dapat menjadi pedoman atau acuan hidup dan cara bertindak kita.
Marilah kita perhatikan dan sapa dengan kasih dan rendah hati saudara-saudari
kita yang tawar hati, yang berarti tidak atau kurang bergairah dalam hidup dan
bertindak atau takut.
“TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang
tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar. TUHAN menjaga orang-orang asing,
anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik
dibengkokkan-Nya” (Mzm 146:8-9)
Jakarta,
6 September 2009
Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang
Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
Hal-Hal yang Membatalkan Puasa Ada Enam Perkara
Pertama dan Kedua, makan dan minum dengan sengaja. Jika seseorang makan atau
minum dalam keadaan lupa maka tidak ada qodho’ baginya dan juga tidak membayar
kaffaroh/denda.
Ketiga, muntah dengan sengaja . Jika muntah dengan tidak sengaja maka tidak ada
kewajiban qodho’ dan tidak perlu membayar kafaroh.
Keempat dan Kelima, haid dan nifas meskipun menjelang berbuka puasa mengingat
adanya kesepakatan ulama tentang hal tersebut.
Keenam, hubungan suami istri . Orang yang melakukannya wajib untuk membayar
kaffaroh: Memerdekakan budak jika punya, jika tidak maka berpuasa dua bulan
berturut-turut, jika tidak mampu maka memberi makan 60 orang miskin. (Muttafaqun
‘alaih)
regards
mazlina mohd nazir
http://pokoksena85.blogspot.com/
[Non-text portions of this message have been removed]
Senang moderatornya suka mampir, jadi ngeh rupanya orang yang sama yg
suka posting tentang ...tentang apa ya lupa ....tentang komputer kalau
nggak salah 'search engine' ya? Hm apa si itu?
Salam untuk moderaotor di kota kerupuk
Asri Prabosinta
2009/9/1 <gudang-ilmu@yahoogroups.com>:
>
>
> From : Mufli (Moderator Gudang-Ilmu)
>
> Hello Kawan,
>
> Terima kasih telah bergabung di milinglist GUDANG-ILMU
> yang saya kelola. Melalui milinglist ini saya persembahkan
> untuk anda semua berbagi ilmu untuk pemberdayaan bersama.
> Saya undang anda berpartisi aktif, dengan mengirimkan
> artikel, komentar, tips yang bermanfaat, serta jangan lupa
> tetap mematuhi aturan main yang saya jelaskan di bagian
> depan halaman description milinglist Gudang-Ilmu:
> http://groups.yahoo.com/group/gudang-ilmu
>
> Untuk selalu mendapatkan informasi terbaru dari saya langsung
> ke email Anda, silahkan set EMAIL DELIVERY anda sebagai INDIVIDUAL,
> atau setidaknya SPECIAL NOTICE.
>
> Oya, salam kenal lebih dekat :)
> Saya Mufli, tinggal di Jalan Merak 6/44 Rewwin, Sidoarjo
> Indonesia. Saya banyak mengelola situs online, yg umumnya
> merupakan support system untuk bisnis, training dan publikasi.
>
> Thank you rekans :)
>
> Best Regards
>
> Mufli
> Moderator, Gudang-Ilmu
>
> Bila Anda ingin mengundang teman untuk join milinglist ini,
> Silahkan copy undangan berikut ini, silahkan ganti informasi
> tentang Anda di bagian akhir (Salam), lalu kirimkan undangan
> kepada kawan-kawan Anda.
>
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Subject: Undangan Join Gudang-Ilmu
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
>
> Hi kawan,
>
> Ilmu bukanlah yg nomor satu,
> bahkan percuma tanpa dibawa dalam tindakan.
> Dengan ilmu dan hasrat yang menggebu,
> banyak orang berjaya dan bermakna untuk sekitarnya.
> Ilmu tentang bisnis internet, cara membangun team,
> security online, forex, adsense, network marketing,
> business broker, franchising, autosurf, serta juga
> home based business, affiliate program, reseller,
> dan sebagainya dengan cemerlang dapat ANDA dipaparkan
> di forum ini, saya undang anda para pakar dan
> praktisioner yang komptens.
>
> JOIN US NOW, Semoga hanya yang terbaik buat Anda !
>
> Cara bergabung adalah dengan mengirimkan email kosong
> alamat ini:
>
> gudang-ilmu-subscribe@yahoogroups.com
>
> Atau silahkan berkunjung ke sini:
>
> http://groups.yahoo.com/group/gudang-ilmu
>
> Salam sukses paling sukses buat Anda.
>
> Thanks Again.
>
>
>
>
Gurau dan Canda Rasulullah SAW
Rasulullah SAW bergaul dengan semua orang. Baginda menerima hamba, orang buta,
dan anak-anak. Baginda bergurau dengan anak kecil, bermain-main dengan mereka,
bersenda gurau dengan orang tua. Akan tetapi Baginda tidak berkata kecuali yang
benar saja.
Suatu hari seorang perempuan datang kepada beliau lalu berkata,
"Ya Rasulullah! Naikkan saya ke atas unta", katanya.
"Aku akan naikkan engkau ke atas anak unta", kata Rasulullah SAW.
"Ia tidak mampu", kata perempuan itu.
"Tidak, aku akan naikkan engkau ke atas anak unta".
"Ia tidak mampu".
Para sahabat yang berada di situ berkata,
"bukankah unta itu juga anak unta?"
Datang seorang perempuan lain, dia memberitahu Rasulullah SAW,
"Ya Rasulullah, suamiku jatuh sakit. Dia memanggilmu".
"Semoga suamimu yang dalam matanya putih", kata Rasulullah SAW.
Perempuan itu kembali ke rumahnya. Dan dia pun membuka mata suaminya. Suaminya
bertanya dengan keheranan, "kenapa kamu ini?".
"Rasulullah memberitahu bahwa dalam matamu putih", kata istrinya menerangkan.
"Bukankah semua mata ada warna putih?" kata suaminya.
Seorang perempuan lain berkata kepada Rasulullah SAW,
"Ya Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar aku dimasukkan ke dalam syurga".
"Wahai ummi fulan, syurga tidak dimasuki oleh orang tua".
Perempuan itu lalu menangis.
Rasulullah menjelaskan, "tidakkah kamu membaca firman Allah ini,
Serta kami telah menciptakan istri-istri mereka dengan ciptaan istimewa, serta
kami jadikan mereka senantiasa perawan (yang tidak pernah disentuh), yang tetap
mencintai jodohnya, serta yang sebaya umurnya".
Para sahabat Rasulullah SAW suka tertawa tapi iman di dalam hati mereka bagai
gunung yang teguh. Na'im adalah seorang sahabat yang paling suka bergurau dan
tertawa. Mendengar kata-kata dan melihat gelagatnya, Rasulullah turut tersenyum.
regards
mazlina mohd nazir
http://pokoksena85.blogspot.com/
[Non-text portions of this message have been removed]
Wahai orang yang beriman!, jika kamu bertakwa kepada allah, nescaya dia akan
mengadakan bagi kamu pembezaan (antara yang benar dengan yang salah) dan
menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu serta mengampuni (dosa-dosa) kamu.Allah
(sememangnya) mempunyai limpah kurniaan yang besar".
Pengajaran dan kelebihan ramadhan semoga tidak lenyap dan tidak
dilupakan.Kemeriahan untuk menyambut hariraya diharap tidak menenggelamkan kesan
ibadat puasa,terawih,kiamullail,tadarus al-quran sepanjang ramadhan.Sepatutnya
umat islam tidak terlalu pantas dan terlalu mudah cair dengan keseronokkan
menyambut hari lebaran!, yang paling penting,umat islam diperintah dalam apa pun
keadaan supaya menyempurnakan ibadat puasanya dengan sebaik-baik ibadat hingga
keakhir ramadhan.
Apabila allah s.w.t memerintahkan umat islam supaya membesarkan allah, bukan
bermakna hariraya itu lebih utama sehingga solat terawih dimasjid dan surau
ditinggalkan .Maka tinggallah imam,bilal dan sebilangan kecil makmum yang masih
setia.Semarak ramadhan bertukar dengan program menyambut hari
lebaran.Seolah-olah ia lebih penting dari membesarkan allah,sedangkan allah
berfirman:
"Dan juga supaya kamu mencukupkan bilangan puasa (sebulan ramadhan) serta kamu
membesarkan allah kerana mendapat petunjuknya".
(Al-baqarah ayat 185)
Rasulullah telah pun mengajar umatnya bagaimana cara menyemarakkan akhir
ramadhan.Baginda berikhtikaf dimasjid tidak meninggalkan tempat
ikhtikafnya,kecuali kerana menunaikan qada' hajat.
Saidatina aisyah r.a meriwayatkan:
Sesungguhnya rasulullah s.a.w adalah berihtikaf pada sepuluh akhir ramadhan
hingga baginda wafat,kemudian selepas itu isteri-isteri baginda juga
berikhtikaf.
Rasulullah s.a.w berikhtikaf sepuluh akhir ramadhan dengan berwirid,berzikir
,membaca al-quran,beristighfar dan mendirikan solat-solat sunat.Rukuk san sujud
bermunajat memuji allah, sebagai seorang hamba yang terlalu hampir dengan allah
lebih hampir daripada urat warik.Sama seperti uzlat baginda diga hira'.Firman
allah s.w.t:
"(Iaitu) orang yang menyebut dan mengingati allah semasa mereka berdiri,duduk
dan semasa mereka berbaribg mengiring dan mereka pula memikirkan tentang
kejadian langit dan bumi (sambil berkata): "wahai tuhan kami!, tidaklah engkau
menjadikan kesemua ini dengan sia-sia.Maha suci engkau,maka peliharalah kami
daripada azab neraka".
Hadirin jumaat yang dirahmati allah,
Persiapan amalan mentap umat islam sepanjang ramadhan,merupakan masdrasah paling
berkesan dalam membina rohani dan jasmani,mampu bersabar dengan segala
kekurangan,kesusahan,kesakitan dan kesempitan hidup.Sabda rasulullah s.a.w:
"Sesiapa berpuasa ramadhan dengan sepenuh iman dan kesungguhan,maka sesungguhnya
diampunkan dosanya yang telah lalu".
Ramadhan berjaya mendidik umat islam yang berpuasa menjadi umat yang kuat,
berani dan berwawasan.Perang Badar Kubra adalah berlaku tahun kedua hijrah pada
10 ramadhan.Sekali pun tentera kafir lengkap dengan peralatan perang.Namun
dengan pertolongan allah mereka bergerak bersama rasulullah kelembah
badar,mereka berkehmah,berjaga malam,menyerahkan diri kepada allah. Ketika
rasulullah memntau persiapan mereka, bukan pedang yang mereka asah, jauh sekali
untuk tidur mengumpul kekuatan tenaga, tetapi dengan khusyuk mereka bertawajuh
dan bermunajat memantapkan roh, bertahajudmemperkuatkan tekad, berjihad untuk
menggempur musuh sebelum subuh.Akhirnya mereka diberikan kemenangan oleh allah
s.w.t.Begitulah nilai tahajud dan munajat ramadhan yang diberikan pertolongan
allah.
Firman allah s.w.t:
"Berapa banyak (yang telah terjadi) golongan yang sedikit berjaya menewaskan
golongan yang banyak dengan izin allah dan allah (sentiasa) bersama-sama orang
yang sabar".
Tentera mesir yang tidak pernah menang menentang yahudi,apabila memilih bulan
ramadhan untuk berperang,lalu membina displin tenteranya dibulan yang mulia
ini,maka pada 6 oktober 1973 bersamaan 10 ramadhan 1393 hijrah tentera mesir
berjaya menawan kubu faluja jauh keseberang terusan suiz yang dikuasai
yahudi.Inilah nilai kekuatan yang berjaya dibina melalui tarbiah ramadhan.
Tarbiah ramadhan berjaya membentuk individu dengan nilai kekuatan
iaman,ketakwaan dan keberanian.Sejarah telah membuktikan umat islam kuat dibulan
ramadhan.Pembukaan kota mekah adalah berlaku pada 20 ramadhan tahun 8
hijrah,kemenangan peperangan tabuk melawan rom timur (Bizantin) adalah berlaku
pada bulan ramadhan tahun 9 hijrah.Kejayaan saidina ali bin abi talib yang
diutus ke yaman hanya dalam sehari menyaksikan kesemua kabilah hamdan masuk
islam adalah berlaku pada ramadhan 10 hijrah.Tariq bin Ziad berjaya mengalahkan
Roderick dan menakluk cardova dan granada berlaku pada ramadhan 92
hijrah.Solehuddin al-ayubi berjaya mengalahkan tentera salib dan membebaskan
baitul makdis juga pada bulan ramadhan 548 hijrah,semua kejayaan tersebut
berlaku pada bulan ramadhan, disaat umat islam lapar dan dahaga berpuasa.
Dengan berpuasa disiang hari,bertarawih dan bertahajud pada malamnya,umat islam
mampu memikul tanggungjawab yang diperintahkan oleh allah dengan mengambil
al-quran sebagai petunjuk hidupnya.Al-quran dihayati,diamal dan dibuktikan dalam
sistem kehidupan berkeluarga,berurus niaga,bermasyarakat dan bernegara.Dengan
pelaksanaan tersebut,umat islam pasti dilihat berbeza keadaan hidupnya dengan
umat yang mundur.Bahkan dapat membezakan ketentuan hidup selepas matinya antara
dosa dan pahala,mampu membezakan pilihan hidup akhiratnya samada mahu kesyurga
atau keneraka.Itulah nilai kehidupan yang praktis.
Hadirin sidang jumaat yang dirahmati allah,
Kerana itu wajarlah ganjaran seribu bulan dimalam al-qadar itu,diberikan kepada
sesiapa yang sabar melalui tarbiah sepanjang ramadhan.Nilai yang besar kepada
hambanya yang akur menerima al-quran sebagai panduan,diamal dalam penghayatan
dan dibuktikan pilihan yang tepat dan benar.Perbezaan yang tinggi nilainya untuk
hidup didunia mahu pun untuk akhiratnya.
Firman allah dalam surah al-qadar ayat 1-3:
"Sesungguhnya kami telah menurunkan (al-quran) ini pada malam al-qadar,dan
apakah engkau dapat mengetahui apa dia kebesaran malam al-qadar itu?.Malam
al-qadar itu lebih baik daripada seribu bulan".
Hari ini perhimpunan jumaat yang terakhir ramadhan,ada tiga nilai pengajaran
yang sangat penting untuk diambil perhatian::
Pertama - Nilai ibadat yang besar pahalanya,dikurniakan allah pada amalan
puasa,terawih,tadarus al-quran,tahajud,sedekah dan bertawajjuh terutama dimalam
al-qadar dengan ganjaran yang lebih baik dari seribu bulan.
Kedua- Nilai pengajaran perang badar kabri, bukan sahaja sibuk dengan
pelaksanaan hukum-hukum allah yang baru berusia setahun,bukan sahaja baru pindah
berhijrah kemadinah,tempat yang belum pasti kekuatan,sokongan dan
kepercayaan.Bukan sahaja terpaksa berperang mempertahankan negara yang baru
ditubuhkan dengan kelengkapan yang serba kurang,sehingga ketika rasulullah
menyelinap masuk khemah tenteranya dengan penuh syahdu,rasulullah mengadu kepada
allah:
"Ya- allah!, kalau sekiranya pasukan ini sampai hari ini, maka tidak akan ada
lagi orang yang menyembah engkau dibumi ini, ya-allah !, tunaikanlah janjimu
yang engkau berikan kepadaku, ya-allah!, berilah pertolonganmu ya-allah!".
Betapa tinggi nilai harga munajat rasulullah s.a.w itu kepada kita hari ini,
kepada umat islam seluruhnya.Tanpa perkenan allah keatas munajat baginda,kita
tidak akan pernah melihat sebuah negara dan pemerintahan islam didunia
islam.Tanpa perkenan allah keatas munajat baginda itu, tidak adalah manusia yang
menyembah allah seperti sekarang ini.Begitulah tingginya nilai usaha munajat
rasulullah s.a.w ketika itu.
Ketiga - Nilai yang paling berharga,lebih dari malam al-qadar,lebih dari
pengajaran badar.Iaitu nilai al-quran yang allah turunkan.Yang turunnya dipilih
allah pada bulan ramadhan.Bulan dimana hati umat islam telah di tarbiyah supaya
lembut dan akur menerimanya.Apa ertinya umat islam dapat al-qadar sekiranya
al-quran ditinggalkan dalam kehidupan berjamaah,berkeluarga dan
bermasyarakat.Apa untungnya umat islam maju,berjaya membangun ekonomi,pendidikan
dan pemerintahan,sekiranya al-quran tidak dijadikan sebagai petunjuk dan
panduan,yang dibuktikan dalam penghayatan dan amalan sebagai perbezaan yang
dapat dilihat secara praktis untuk dipilih,samada umat islam mahu hidup dalam
hak atau bathil,benar atau sesat,mahu hidup dalam syurga atau neraka.
"Wahai orang yang beriman!, jika kamu bertakwa kepada allah, nescaya dia akan
mengadakan bagi kamu pembeza (antara yang benar dengan yang salah) dan
menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu serta mengampuni (dosa-dosa) kamu, Allah
(sememangnya) mempunyai limpah kurnia yang besar".
Ya-allah, engkaulah tuhan yang maha berkuasa,kami bersyukur kehadratmu yang
telah mengurniakan kami rahmat dan nikmat,sehingga kami dapat meneruskan usaha
kearah memperkukuhkan negara umat islam khususnya negeri selangor, sebagai
negeri yang maju ,sejahtera dan berkebajikan.Justeru kami pohon kehadratmu
ya-allah, tetapkanlah iman kami,tingkatkanlah amal kami, kukuhkanlah perpaduan
kami,murahkanlah rezeki kami,kayakanlah kami dengan ilmu yang
bermanfaat,suburkanlah jiwa kami dengan budipekerti yang mulia, kembalikanlah
generasi muda kami kejalan yang engkau redhai,lindungilah kami daripada ujianmu
yang berat seperti banjir besar,kemarau panjang,wabak penyakit
,persengketaan,kemiskinan dan lain-lain supaya dengan demikian,negeri kami akan
sentiasa bertambah makmur dan berkat.
regards
mazlina mohd nazir
http://pokoksena85.blogspot.com/
[Non-text portions of this message have been removed]
Iman bisa bertambah
dan berkurang seiring bertambah dan berkurangnya amal saleh kita. Iman yang
telah tertanam dalam qalbu kita akan bertambah dengan ketaatan, dan ia juga
akan berkurang dengan
kemaksiatan. Iman akan bertambah dengan shalat dan berkurang dengan perilaku
merusak, bertambah dengan keistiqamahan dan berkurang dengan penyelewengan.
Allah swt. berfirman,
“Dan orang-orang yang mendapat petunjuk Allah,
Allah menambah petunjuk-Nya kepada mereka dan memberikan kepada mereka
(balasan) ketakwaannya.” (Muhammad
[47] : 17)
Allah juga berfirman,
“supaya keimanan mereka bertambah di samping
keimanan mereka (yang telah ada).” (Al-Fath
[48] : 4)
Di bulan Ramadhan,
iman akan bertambah, dan ketauhidan bersinar karena kedekatan seorang hamba
dengan Tuhannya.
Maka, puasa merupakan
amal yang amat agung, sarana kedekatan untuk mendekatkan diri kepada Allah
swt., dan merupakan jalinan yang agung yang mampu menjauhkan seorang hamba dari
neraka, dan memisahkan seorang muslim dari kedurhakaan-kedurhakaan.
Mengisi bulan
Ramadhan dengan amal ibadah sebagai tanda kedekatan, kecintaan, ketaatan, dan
kerinduannya kepada Allah, dan dapat mengusir sifat kemunafikannya, serta
menyirami pohon keimanannya, hingga tegak batang pohonnya dan memberikan
buahnya setiap saat.
Untuk itu, mari kita
melakukan amal-amal saleh, wahai orang-orang yang berpuasa, untuk meningkatkan
keimanan, dan menyuburkan keyakinan kita. Di antara amal-amal itu
adalah,selengkapnya:http://www.kursusbahasaarab.net/Artikel/Agar-Iman-Semakin-Me\
ngakar-dalam-Qalbu.html
[Non-text portions of this message have been removed]