Percaya atau tidak ? sedemikian jahatnya kah penguasa kita ?
Warm Regards,
Retno
Disclaimer: This email is intended for the named addressee only and may contain
confidential information. If you are not the intended recipient, do not copy,
use or disclose this email to anyone else. Immediately notify us by email and
subsequently delete this email. We are not responsible for any consequence
arising out from any misuse, including recirculation or redistribution, of this
email. Neither can we take responsibility for any computer virus which might be
transferred by way of this email, therefore do check this email and any
attachments for viruses.
P Think of our planet. Please consider the environment before printing this
email.
________________________________
From: pefeui_2004@yahoogroups.com [mailto:pefeui_2004@yahoogroups.com] On
Behalf Of NeoAzuma
Sent: Friday, November 20, 2009 8:16 AM
To: pefeui_2004@yahoogroups.com
Subject: [pefeui_2004] Layak dibaca ...pendapatnya Pak Kwik.... [1 Attachment]
[Attachment(s) from NeoAzuma included below]
Baca lampiran biar gak mumet mendengar perdebatan tentang Century...
________________________________
Dari: NeoAzuma <neoazuma@yahoo. co.id>
Kepada: pefeui_2004@ yahoogroups. com
Terkirim: Kam, 19 November, 2009 13:13:01
Judul: [pefeui_2004] Ini gossip...Tau benar atau gak....yg bikin pasti yg pro
Antasari...
Fakta di Balik Kriminalisasi KPK, dan Keterlibatan SBY
By dreweight
Oleh : Rina Dewreight
Apa yang terjadi selama ini sebetulnya bukanlah kasus yang sebenarnya, tetapi
hanya sebuah ujung dari konspirasi besar yang memang bertujuan mengkriminalisasi
institusi KPK. Dengan cara terlebih dahulu mengkriminalisasi pimpinan, kemudian
menggantinya sesuai dengan orang-orang yang sudah dipilih oleh “sang
sutradara”, akibatnya, meskipun nanti lembaga ini masih ada namun tetap akan
dimandulkan.
Agar Anda semua bisa melihat persoalan ini lebih jernih, mari kita telusuri
mulai dari kasus Antasari Azhar. Sebagai pimpinan KPK yang baru, menggantikan
Taufiqurahman Ruqi, gerakan Antasari memang luar biasa. Dia main tabrak kanan
dan kiri, siapa pun dibabat, termasuk besan Presiden SBY.
Antasari yang disebut-sebut sebagai orangnya Megawati (PDIP), ini tidak pandang
bulu karena siapapun yang terkait korupsi langsung disikat. Bahkan, beberapa
konglomerat hitam — yang kasusnya masih menggantung pada era sebelum era
Antasari, sudah masuk dalam agenda pemeriksaaanya.
Tindakan Antasari yang hajar kanan-kiri, dinilai Jaksa Agung Hendarman sebagai
bentuk balasan dari sikap Kejaksaan Agung yang tebang pilih, dimana waktu
Hendraman jadi Jampindsus, dialah yang paling rajin menangkapi Kepala Daerah
dari Fraksi PDIP. Bahkan atas sukses menjebloskan Kepala Daerah dari PDIP, dan
orang-orang yang dianggap orangnya Megawati, seperti ECW Neloe, maka Hendarman
pun dihadiahi jabatan sebagai Jaksa Agung.
Setelah menjadi Jaksa Agung, Hendarman makin resah, karena waktu itu banyak
pihak termasuk DPR menghendaki agar kasus BLBI yang melibatkan banyak
konglomerat hitam dan kasusnya masih terkatung –katung di Kejaksaan dan
Kepolisian untuk dilimpahkan atau diambilalih KPK. Tentu saja hal ini sangat
tidak diterima kalangan kejaksaan, dan Bareskrim, karena selama ini para
pengusaha ini adalah tambang duit dari para aparat Kejaksaan dan Kepolisian,
khususnya Bareskrim. Sekedar diketahui Bareskrim adalah supplier keungan untuk
Kapolri dan jajaran perwira polisi lainnya.
Sikap Antasari yang berani menahan besan SBY, sebetulnya membuat SBY sangat
marah kala itu. Hanya, waktu itu ia harus menahan diri, karena dia harus menjaga
citra, apalagi moment penahanan besannya mendekati Pemilu, dimana dia akan
mencalonkan lagi. SBY juga dinasehati oleh orang-orang dekatnya agar moment itu
nantinya dapat dipakai untuk bahan kampanye, bahwa seorang SBY tidak pandang
bulu dalam memberantas korupsi. SBY terus mendendam apalagi, setiap ketemu
menantunya Anisa Pohan , suka menangis sambil menanyakan nasib ayahnya.
Dendam SBY yang membara inilah yang dimanfaatkan oleh Kapolri dan Jaksa Agung
untuk mendekati SBY, dan menyusun rencana untuk “melenyapkan” Antasari. Tak
hanya itu, Jaksa Agung dan Kapolri juga membawa konglomerat hitam pengemplang
BLBI [seperti Syamsul Nursalim, Agus Anwar, Liem Sioe Liong, dan lain-lainnya) ,
dan konglomerat yang tersandung kasus lainnya seperti James Riyadi (kasus
penyuapan yang melibatkan salah satu putra mahkota Lippo, Billy Sindoro terhadap
oknun KPPU dalam masalah Lipo-enet/Astro, dimana waktu itu Billy langsung
ditangkap KPK dan ditahan), Harry Tanoe (kasus NCD Bodong dan Sisminbakum yang
selama masih mengantung di KPK), Tommy Winata (kasus perusahaan ikan di Kendari,
Tommy baru sekali diperiksa KPK), Sukanto Tanoto (penggelapan pajak Asian Agri),
dan beberapa konglomerat lainnya].
Para konglomerat hitam itu berjanji akan membiayai pemilu SBY, namun mereka
minta agar kasus BLBI , dan kasus-kasus lainnya tidak ditangani KPK. Jalur
pintas yang mereka tempuh untuk “menghabisi Antasari “ adalah lewat media.
Waktu itu sekitar bulan Februari- Maret 2008 semua wartawan Kepolisian dan juga
Kejaksaan (sebagian besar adalah wartawan brodex – wartawan yang juga doyan
suap) diajak rapat di Hotel Bellagio Kuningan. Ada dana yang sangat besar untuk
membayar media, di mana tugas media mencari sekecil apapun kesalahan Antasari.
Intinya media harus mengkriminalisasi Antasari, sehingga ada alasan menggusur
Antasari.
Nyatanya, tidak semua wartawan itu “hitam”, namun ada juga wartawan yang
masih putih, sehingga gerakan mengkriminalisaai Antasari lewat media tidak
berhasil.
Antasari sendiri bukan tidak tahu gerakan-gerakan yang dilakukan Kapolri dan
Jaksa Agung yang di back up SBY untuk menjatuhkannya. Antasari bukannya malah
nurut atau takut, justeru malah menjadi-hadi dan terkesan melawan SBY. Misalnya
Antasari yang mengetahui Bank Century telah dijadikan “alat” untuk
mengeluarkan duit negara untuk membiayai kampanye SBY, justru berkoar akan
membongkar skandal bank itu. Antasari sangat tahu siapa saja operator
–operator Century, dimana Sri Mulyani dan Budiono bertugas mengucurkan duit
dari kas negara, kemudian Hartati Mudaya, dan Budi Sampurna, (adik Putra
Sanpurna) bertindak sebagai nasabah besar yang seolah-olah menyimpan dana di
Century, sehingga dapat ganti rugi, dan uang inilah yang digunakan untuk biaya
kampanye SBY.
Tentu saja, dana tersebut dijalankan oleh Hartati Murdaya, dalam kapasitasnya
sebagai Bendahara Paratai Demokrat, dan diawasi oleh Eddy Baskoro plus Djoko
Sujanto (Menkolhukam) yang waktu itu jadi Bendahara Tim Sukses SBY. Modus
penggerogotan duit Negara ini biar rapi maka harus melibatkan orang bank (agar
terkesan Bank Century diselamatkan pemerintah), maka ditugaskan lah Agus
Martowardoyo (Dirut Bank Mandiri), yang kabarnya akan dijadikan Gubernur BI ini.
Agus Marto lalu menyuruh Sumaryono (pejabat Bank Mandiri yang terkenal lici dan
korup) untuk memimpin Bank Century saat pemerintah mulai mengalirkan duit 6,7 T
ke Bank Century.
Antasari bukan hanya akan membongkar Century, tetapi dia juga mengancam akan
membongkar proyek IT di KPU, dimana dalam tendernya dimenangkan oleh
perusahaannya Hartati Murdaya (Bendahara Demokrat). Antasari sudah menjadi bola
liar, ia membahayakan bukan hanya SBY tetapi juga Kepolisian, Kejaksaan, dan
para konglomerat , serta para innercycle SBY. Akhirnya Kapolri dan Kejaksaan
Agung membungkam Antasari. Melalui para intel akhirnya diketahui orang-orang
dekat Antasari untuk menggunakan menjerat Antasari.
Orang pertama yang digunakan adalah Nasrudin Zulkarnaen. Nasrudin memang cukup
dekat Antasari sejak Antasari menjadi Kajari, dan Nasrudin masih menjadi
pegawai. Maklum Nasrudin ini memang dikenal sebagai Markus (Makelar Kasus). Dan
ketika Antasari menjadi Ketua KPK, Nasrudin melaporkan kalau ada korupsi di
tubuh PT Rajawali Nusantara Indonesia (induk Rajawali Putra Banjaran). Antasari
minta data-data tersebut, Nasrudin menyanggupi, tetapi dengan catatan Antasari
harus menjerat seluruh jajaran direksi PT Rajawali, dan merekomendasarkan ke
Menteri BUMN agar ia yang dipilih menjadi dirut PT RNI, begitu jajaran direksi
PT RNI ditangkap KPK.
Antasari tadinya menyanggupi transaksi ini, namun data yang diberikan Nasrudin
ternyata tidak cukup bukti untuk menyeret direksi RNI, sehingga Antasari belum
bisa memenuhi permintaan Nasrudin. Seorang intel polsi yang mencium kekecewaan
Nasrudin, akhirnya mengajak Nasrudin untuk bergabung untuk melindas Antasari.
Dengan iming-iming, jasanya akan dilaporkan ke Presiden SBY dan akan diberi uang
yang banyak, maka skenario pun disusun, dimana Nasrudin disuruh mengumpan Rani
Yulianti untuk menjebak Antasari.
Rupanya dalam rapat antara Kapolri dan Kejaksaan, yang diikuti Kabareskrim.
melihat kalau skenario menurunkan Antasari hanya dengan umpan perempuan, maka
alasan untuk mengganti Antasari sangat lemah. Oleh karena itu tercetuslah ide
untuk melenyapkan Nasrudin, dimana dibuat skenario seolah yang melakukan
Antasari. Agar lebih sempurna, maka dilibatkanlah pengusaha Sigit Hario
Wibisono. Mengapa polisi dan kejaksaan memilih Sigit, karena seperti Nasrudin,
Sigit adalah kawan Antasari, yang kebetulan juga akan dibidik oleh Antasari
dalam kasus penggelapan dana di Departemen Sosial sebasar Rp 400 miliar.
Sigit yang pernah menjadi staf ahli di Depsos ini ternyata menggelapakan dana
bantuan tsunami sebesar Rp 400 miliar. Sebagai teman, Antasari, mengingatkan
agar Sigit lebih baik mengaku, sehingga tidak harus “dipaksa KPK”. Nah Sigit
yang juga punya hubungan dekat dengan Polisi dan Kejaksaan, mengaku merasa
ditekan Antasari. Di situlah kemudian Polisi dan Kejaksaan melibatkan Sigit
dengan meminta untuk memancing Antasari ke rumahnya, dan diajak ngobrol seputar
tekana-tekanan yang dilakukan oleh Nasrudin. Terutama, yang berkait dengan
“terjebaknya: Antasari di sebuah hotel dengan istri ketiga Nasrudin.
Nasrudin yang sudah berbunga-bunga, tidak pernah menyangka, bahwa akhirnya
dirinyalah yang dijadikan korban, untuk melengserkan Antasari selama-laamnya
dari KPK. Dan akhirnya disusun skenario yang sekarang seperti diajukan polisi
dalam BAP-nya. Kalau mau jujur, eksekutor Nasrudin buknalah tiga orang yangs
sekarang ditahan polisi, tetapi seorang polisi (Brimob ) yang terlatih.
Bibit dan Chandra. Lalu bagaimana dengan Bibit dan Chandra? Kepolisian dan
Kejaksaan berpikir dengan dibuinya Antasari, maka KPK akan melemah. Dalam
kenyataannya, tidak demikian. Bibit dan Chandra , termasuk yang rajin meneruskan
pekerjaan Antasari. Seminggu sebelum Antasari ditangkap, Antasari pesan
wanti-wanti agar apabila terjadi apa-apa pada dirinya, maka penelusuran Bank
Century dan IT KPU harus diteruskan.
Itulah sebabnya KPK terus akan menyelidiki Bank Century, dengan terus melakukan
penyadapan-penyadap an. Nah saat melakukan berbagai penyadapan, nyangkutlah
Susno yang lagi terima duit dari Budi Sammpoerna sebesar Rp 10 miliar, saat Budi
mencairkan tahap pertama sebasar US $ 18 juta atau 180 miliar dari Bank Century.
Sebetulnya ini bukan berkait dengan peran Susno yang telah membuat surat ke Bank
Century (itu dibuat seperti itu biar seolah–olah duit komisi), duit itu
merupakan pembagian dari hasil jarahan Bank Century untuk para perwira Polri.
Hal ini bisa dipahami, soalnya polisi kan tahu modus operansi pembobolan duit
negara melalui Century oleh inner cycle SBY.
Bibit dan Chandra adalah dua pimpinan KPK yang intens akan membuka skandal bank
Bank Century. Nah, karena dua orang ini membahayakan, Susno pun ditugasi untuk
mencari-cari kesalahan Bibit dan Chandra. Melalui seorang Markus (Eddy
Sumarsono) diketahui, bahwa Bibit dan Chandra mengeluarkan surat cekal untuk
Anggoro. Maka dari situlah kemudian dibuat Bibit dan Chandra melakukan
penyalahgunaan wewenang.
Nah, saat masih dituduh menyalahgunakan wewenang, rupanya Bibit dan Chandra
bersama para pengacara terus melawan, karena alibi itu sangat lemah, maka
disusunlah skenario terjadinya pemerasan. Di sinilah Antasari dibujuk dengan
iming-iming, ia akan dibebaskan dengan bertahap (dihukum tapi tidak berat),
namun dia harus membuat testimony, bahwa Bibit dan Chandra melakukan pemerasan.
Berbagai cara dilakukan, Anggoro yang memang dibidik KPK, dijanjikan akan
diselsaikan masalahnya Kepolisian dan Jaksa, maka disusunlah berbagai skenario
yang melibatkanAnggodo, karena Angodo juga selama ini sudah biasa menjadi
Markus. Persoalan menjadi runyam, ketika media mulai mengeluarkan sedikir
rekaman yang ada kalimat R1-nya. Saat dimuat media, SBY konon sangat gusar, juga
orang-orang dekatnya, apalagi Bibit dan Chandra sangat tahu kasus Bank Century.
Kapolri dan Jaksa Agung konon ditegur habis Presiden SBY agar persoalan tidak
meluas, maka ditahanlah Bibit dan Chandra ditahan. Tanpa diduga, rupanya
penahaan Bibit dan Chandra mendapat reaksi yang luar biasa dari publik maka
Presiden pun sempat keder dan menugaskan Denny Indrayana untuk menghubungi para
pakar hokum untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF).
Demikian, sebetulnya bahwa ujung persoalan adalah SBY, Jaksa Agung, Kapolri,
Joko Suyanto, dan para kongloemrat hitam, serta innercycle SBY (pengumpul duit
untk pemilu legislative dan presiden). RASANYA ENDING PERSOALAN INI AKAN
PANJANG, KARENA SBY PASTI TIDAK AKAN BERANI BERSIKAP. Satu catatan, Anggoro dan
Anggodo, termasuk penyumbang Pemilu yang paling besar.
Jadi mana mungkin Polisi atau Jaksa, bahkan Presiden SBY sekalipun berani
menagkap Anggodo!
________________________________
Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!
________________________________
Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!
________________________________
Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!rom: Edy Setyanto
<edyset59@...>
________________________________
Yahoo! Toolbar is now powered with Free Anti-Virus and Anti-Adware Software.
Download Yahoo! Toolbar now!
Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!
http://id.mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
Akhir bulan November bersama ERK
Sabtu, 21 November - Jam 15.00
Pusat Perfilman Haji Usman Ismail (PPHUI) - Jl. H.R.Rasuna Said kav. 22 ,
Kuningan Jakarta Selatan, Pemutaran film dokumenter "Tetes Tinta Mereka Mengatur
Kita" karya Fendry, dimana lagu ERK juga menjadi soundtrack film tersebut. Efek
Rumah Kaca akan perform akustikan, acara ini terbuka untuk umum dan gratis.
Minggu, 22 November - Jam 08.00
Suaka Margasatwa Muara Angke Jl. Pantai Indah Utara 2, Perumahan Pantai Indah
Kapuk, "Aksi Bersih Sampah". Efek Rumah Kaca akan tampil akustikan.
Rabu, 25 November - Jam 13.00
Gedung DBL Arena - Jl A. Yani, Surabaya, "Konser Musik Penggalangan Relawan
Hemat Energi dan Air" . Akan diisi dengan pendeklarasian relawan peduli energi
dan Air. Acara tersebut terbuka untuk umum & Gratis.
Senin, 30 November - Jam 13.00
Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Bandung, "Konser Musik Penggalangan Relawan Hemat
Energi dan Air". Akan diisi dengan pendeklarasian relawan peduli energi dan
Air. Acara tersebut terbuka untuk umum & Gratis.
**Sebarkan berita ini kepada teman-teman sejawat
[Non-text portions of this message have been removed]
sbetulnya komunitas ini isinya apa seh
________________________________
From: Aris Permana <ariespermana16@...>
To: indonesia-online@yahoogroups.com
Sent: Tue, November 10, 2009 12:05:12 PM
Subject: [indonesia-online] Salam kenal
Asslamualaikum....
Alhamdulillah, akhirnya saya bisa masuk dalam konumitas ini. Moga perkenalan ini
bisa memberikan banyak manfaat untuk kita semua. Akhirnya, salam kompak dari
saya.
Aris Permana
[Non-text portions of this message have been removed]
Alaikumm Salam... Mas Aris permana
saya norman dari Batam mengucapkan SALAMAT DATANG kepada anda
semoga tulisan anda bermanfaat buat kita semua.. Amin
________________________________
From: Aris Permana <ariespermana16@...>
To: indonesia-online@yahoogroups.com
Sent: Tue, November 10, 2009 12:05:12 PM
Subject: [indonesia-online] Salam kenal
Asslamualaikum. ...
Alhamdulillah, akhirnya saya bisa masuk dalam konumitas ini. Moga perkenalan ini
bisa memberikan banyak manfaat untuk kita semua. Akhirnya, salam kompak dari
saya.
Aris Permana
Sikap Peduli Lingkungan? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers.
http://id.answers. yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
Artikel: Kemana Lift Kehidupan Kita Menuju?
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Kita semua tentu mengenal lift. Dengan alat itu kita bisa naik atau turun
tingkat pada sebuah gedung tinggi. Jika kita ingin naik, tinggal menekan tombol
naik; lalu lift membawa badan kita naik. Jika kita ingin turun, tinggal pencet
tombol turun; lalu lift itu dengan patuh membawa tubuh kita turun. Secara kasat
mata, lift membawa kita naik atau turun. Namun, apakah lift juga bisa membawa
‘diri’ kita menuju ke tingkat yang kita inginkan?
Saya pernah berkantor di sebuah gedung perkantoran yang langka di jantung kota
Jakarta. Gedung itu bernama GKBI yang letaknya persis diseputaran jembatan
Semanggi. Mengapa saya sebut langka, karena gedung itu memiliki lift yang unik.
Pada kebanyakan gedung bertingkat lain, jika kita ingin menuju ke lantai
tertentu, kita cukup menekan tombol up atau down saja. Jika ada orang lain yang
sudah menekan tombol itu, maka kita tidak usah bersusah repot lagi untuk
menekannya. Istilahnya, kita bisa nebeng kepada usaha orang lain, untuk tiba di
tingkat yang kita inginkan. Ketika salah satu pintu lift akan terbuka. Lalu kita
memasukinya. Didalam lift itu, barulah kita menekan tombol nomor lantai yang
hendak kita tuju. Jika ada orang lain yang sudah menekan ke lantai yang kita
ingin tuju, kita boleh berdiam diri saja. Kita sebut saja system seperti ini
sebagai lift konvensional.
Di gedung GKBI tidak bisa begitu. Karena untuk menuju ke lantai tertentu kita
harus ‘terlebih dahulu’ menekan nomor lantai yang kita inginkan secara
digital ‘diluar lift’. Setelah itu, sistem canggih tersebut memilihkan untuk
kita lift mana yang akan membawa kita ke lantai yang kita inginkan. Contohnya,
kita menekan angka 1 dan 0 untuk menuju ke lantai 10. Maka sistem itu akan
mengarahkan kita kepada lift P, misalnya. Dan itu berarti bahwa kita harus
menggunakan lift P untuk bisa sampai ke tempat yang akan dituju.
Ketika pintu lift yang bukan P terbuka, maka kita diam saja. Sekalipun lift itu
masih kosong. Sekalipun kita sedang terburu-buru, kita tetap tidak memasukinya.
Mengapa? Karena lift itu tidak akan membawa kita ke Lt 10 yang kita tuju. Dan
karenanya kita akan tetap fokus kepada lift P. Dan kita hanya akan memasuki lift
P, seperti niat kita semula. Ketika pintu lift P terbuka, kita memasukinya tanpa
harus menekan apapun lagi. Karena, lift itu akan membawa kita ke lantai 10 yang
kita pilih diawal tadi. Saya menyebutnya lift kontemporer.
Lift konvensional versus lift kontemporer. Di lift konvensional, kita boleh saja
menyerahkan tujuan hidup kita kepada arus yang diciptakan oleh orang lain. Kita
boleh ikut orang lain yang sudah terlebih dahulu menekan tombol. Tidak masalah
apakah tujuan orang itu sama dengan tujuan kita atau tidak. Begitu tombol up
atau down ditekan oleh orang lain, maka kita tinggal mengikuti arusnya saja.
Di lift kontemporer, kita tidak bisa lagi melakukan hal itu. Artinya, kita tidak
bisa mengikuti saja apa yang orang lain lakukan dengan lift itu tanpa tahu
tujuannya terlebih dahulu. Kita boleh mengikuti orang itu, hanya jika kita tahu
persis bahwa tujuan orang itu adalah lantai yang sama dengan yang ingin kita
tuju. Anda tidak boleh mengikuti orang lain jika tujuannya berbeda dengan Anda.
Bahkan, Anda pun tidak boleh mengikuti orang lain dan menyerahkan tujuan Anda
kepada orang lain yang Anda tidak tahu apakah tujuannya sama dengan Anda atau
tidak.
Lift konvensional versus lift kontemporer. Di lift konvensional, kita tidak
perlu merencanakan, kemana kita akan pergi. Di lift kontemporer, kita harus
merencanakan, kemana kita akan pergi. Sebab, jika kita tidak merencanakan
kepergian kita, maka begitu memasuki lift kontemporer ini, kita akan langsung
tersesat. Sebab, lift itu tidak membawa kita ke tempat yang ingin kita tuju.
Melainkan tempat antah berantah yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Jika lantai yang ingin kita tuju itu adalah ‘tujuan hidup’ kita. Dan jika
kehidupan kita ini adalah sebuah lift yang akan membawa kita kepada tujuan hidup
yang ingin kita capai itu, maka kiranya layak jika kita mengajukan 3 pertanyaan
ini:
Pertama, “Apakah kita bisa mengandalkan dan menyandarkan diri kepada orang
lain yang belum jelas kemana arah tujuannya?”
Kedua, “Apakah kita bisa memasuki pintu lift peristiwa kehidupan mana saja,
yang tidak jelas ke lantai kehidupan mana dia akan menuju?”
Ketiga, “Apakah kita bisa membiarkan diri kita dibawa oleh lift kehidupan itu
tanpa harus menentukan terlebih dahulu, lantai dimana tujuan kehidupan kita
didefinisikan?”
Kita tidak selama-lamanya berhadapan dengan lift kehidupan konvensional hingga
kita boleh saja menyerahkan seluruh kepentingan hidup dan tujuan hidup kita
kepada orang lain yang sudah terlebih dahulu men-set lift itu. Sebab, ada
kalanya kita berhadapan dengan lift kehidupan kontemporer. Sehingga kita harus
benar-benar melakukan sendiri, dan menentukan sendiri; tujuan yang ingin kita
capai dalam hidup kita.
Kita tidak selama-lamanya berhadapan dengan lift konvensional hingga kita boleh
saja memasuki lift kehidupan manapun yang terbuka lebih dahulu. Sebab, ada
kalanya kita berhadapan dengan lift kehidupan kontemporer. Sehingga kita harus
benar-benar fokus, hanya kepada lift kehidupan yang akan membawa kita kepada
tempat tujuan yang sudah kita rencanakan saja.
Kita tidak selama-lamanya berhadapan dengan lift kehidupan konvensional hingga
boleh-boleh saja jika kita tidak menekan dan merencanakan tombol tujuan
kehidupan sebelum memulai perjalanan ini. Karena didalam lift kehidupan
konvensional, ‘akan ada kesempatan’ untuk menekan tombol itu. Nanti didalam
lift. Namun, ada kalanya kita berhadapan dengan lift kehidupan kontemporer.
Sehingga untuk bisa sampai kepada tujuan hidup yang kita inginkan; kita harus
memulainya dengan merencanakannya terlebih dahulu. Sebab, didalam lift kehidupan
kontemporer ‘tidak akan ada lagi kesempatan’ untuk menekan tombol itu.
Semuanya serba terlambat. Dan kita akan segera tersesat.
Namun demikian, lift kehidupan konvensional dan lift kehidupan kontemporer
memberi kita inspirasi untuk menentukan; kapan saatnya kita boleh mengikuti arus
yang dibuat oleh orang lain. Dan kapan saatnya untuk mengandalkan kemampuan diri
kita sendiri.
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator
http://www.dadangkadarusman.com/
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta
Catatan Kaki:
Kita tidak bisa memungkiri kenyataan bahwa tak satupun dari pencapaian yang kita
raih tanpa campur tangan orang lain. Namun, tidaklah masuk akal jika kita
menyerahkan arah masa depan kita kepada orang lain.
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul
”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara
GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan
perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo
atau gmail) lalu kirim ke bukudadang@...
[Non-text portions of this message have been removed]
Asslamualaikum....
Alhamdulillah, akhirnya saya bisa masuk dalam konumitas ini. Moga perkenalan ini
bisa memberikan banyak manfaat untuk kita semua. Akhirnya, salam kompak dari
saya.
Aris Permana
Sikap Peduli Lingkungan? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers.
http://id.answers.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
Info yang menarik mas.
kalau boleh tau ini menggunakan virtual calling card, atau web callback atau sms
callback?
Thanks
Edward
grosir pakaian impor 2nd, sprei, dan bedcover berkualitas
www.grosirpasarsenen.com
--- In indonesia-online@yahoogroups.com, "gapaim" <gapaim@...> wrote:
>
> Buat teman2 yang berada diluar negeri atau yang punya saudara diluar negeri
yang pengen nelpon ortu/kakak/adek dll yang berada di indonesia atau malaysia,
hanya dengan Rp.300,- /menit atau satu account Rp.60.000,- ... dibuka juga
distributor seluruh dunia...modal diki...t untung besar!!! hubungi YM kami :
gapaim@... ...buruan...
> Juga ada untuk Negara lain.... untuk informasi melalui YM : gapaim@... atau Hp
: +20101638356:
>
> Dibutuhkan banyak distributor untuk seluruh Dunia terutama malaysia, Jepang,
china, Amerika, Eropa, Australia, Singapore, Negara2 timur tengah... kecuali
Mesir (kalau mau gak papa2, tapi udah kebanyakan....)...Lumayan bagi-bagi
penghasilan dan buat nambah jajan....
>
mba titin, biasanya kan kalo mau ngeblok account orang kita ke setting
yang di bagian kanan atas page fb kita , trs pilih privacy setting dari
situ pilih menu search atau who can see your profile trs tulisin siapa yg
mau diblok accountnya..
udah pernah coba ya? masih g bisa ?
Bagaimana mendapatkan Jutaan Fans di Facebook?
Lihat atau Download disini:
http://kayadarifacebookmarketing.com/?tipsakti=4336
rgds
Lindi
YM : lindi_granger@...
bisnisku luar biasa
http://www.dbc-network.com/index.php?id=Lindinah
2009/10/30 titin hasanah <titinhsn@...>
>
>
> gw seh cm pgn memblok account seseorang tp blm bisa
>
>
>
>
> ________________________________
> From: udin_petot_petot
<udin_petot_petot@...<udin_petot_petot%40yahoo.com>
> >
> To: indonesia-online@yahoogroups.com <indonesia-online%40yahoogroups.com>
> Sent: Sat, October 24, 2009 6:52:18 PM
> Subject: [indonesia-online] OOT: Pernah berpikir kehilangan account
> Facebook??
>
>
> Seorang pengguna facebook bernama Freddo Attilo Sereni mengaku mampu
> menghilangkan account Facebook seseorang. Bila ada pengguna yang minta
> bantuannya untuk melenyapkan account tertentu, ia tinggal bergabung dalam
> group yang dibuat Freddo dan mengirimkan friend request pada Freddo serta
> mengirimkan pesan tentang account yang ingin dilenyapkan.
> (Berikut link-nya: http://www.facebook.com/group.php?gid=174233423689)
>
> Dari sini Freddo akan langsung melancarkan peringatan melalui pesan yang
> dikirim ke inbox calon korbannya. Jika sudah ada minimal 3 orang yang
> meminta account tersebut dihilangkan, entah bagaimana caranya Freddo akan
> benar-benar menghilangkan account tersebut.
>
> Sebenarnya apa tujuan Freddo 'menjual' jasa semacam ini? Kalau dilihat dari
> profile Facebooknya, Freddo sendiri pernah bermasalah dengan situs jejaring
> sosial ini yang menyebabkan kekasih hatinya bertemu orang lain yang menjadi
> penyebab ia meninggalkan Freddo. Entah ini dapat menjadi alasan yang kuat
> bagi Freddo untuk meng-hack Facebook orang lain atau tidak, yang jelas sudah
> banyak pengguna yang berminat menggunakan jasanya.
>
> Lihat saja halaman group yang dibuatnya, anggotanya sudah lebih dari 800
> orang, kesemuanya terlihat berminat dengan aktivitas yang dilakukan Freddo.
> Dengan kata lain, berminat 'menyerang' account Facebook tertentu yang
> dianggap mengganggu atau tidak disukai secara personal. Dan kalau sudah
> berteman dengan Freddo dan mengamati wall-nya, cukup banyak juga yang
> berminat mengetahui cara Freddo melenyapkan account seseorang.
>
> Terlepas apakah ini tipuan atau sekedar membuat ramai Facebook, Freddo
> Attilo Sereni berhasil memperlihatkan bahwa para pengguna menyadari Facebook
> sebagai media publikasi jati diri yang penting untuk menunjukan eksistensi
> seseorang. Mereka yang bergabung pastinya adalah mereka yang berpendapat
> bahwa kehilangan account Facebook adalah sesuatu yang fatal yang dapat
> menjadi senjata untuk menyerang orang yang tidak disukai.
>
> Di beberapa forum diskusi sudah ada orang-orang yang mengaku diancam oleh
> Freddo, bahkan saya menemukan satu diantaranya sudah dihilangkan accountnya.
> Reaksi mereka umumnya kesal dan merasa perlu mengetahui siapa saja yang
> telah mengadukan ke Freddo untuk menghilangkan account Facebooknya. Tapi
> tidak sedikit juga yang menganggap itu hoax, tipuan. Yang jelas apapun
> tanggapannya, disini Freddo menunjukan bahwa Facebook sudah layaknya separuh
> nyawa seseorang.
>
> Lalu seperti apa arti Facebook itu buat kita? Bagaimana jika ancaman Freddo
> kita terima dan ternyata ia benar-benar bisa menghilangkan account kita?
> Pengamanan seperti apa yang kita lakukan pada situs yang telah membantu kita
> untuk eksis di dunia maya dan menjalin pertemanan secara luas? Memang pada
> akhirnya bukan berarti kita jadi menghamba pada situs ini. Dan bukan berarti
> juga kita percaya begitu saja pada ancaman Freddo.
>
> Sekedar refleksi saja yang sempat saya pikirkan, fenomena Facebook ini
> ternyata sudah jadi barang yang luar biasa penting sampai-sampai bisa
> dijadikan senjata merugikan pengguna-pengguna tertentu. Kalau saya pribadi,
> terancam atau tidak, saya jadi termotivasi mengamankan foto-foto dan
> tulisan-tulisan saya di Facebook.. :D
>
> ------------------------------------
>
>
> --==* Indonesia-Online *==--
>
> Media komunikasi online dan bisnis anak bangsa baik di Indonesia maupun di
> manca negera, dimanapun Anda berada. Silahkan ngobrol di sini, bebas dan
> tetap sopan tentunya. Selalu Posting dengan LENGKAP sebutkan DENGAN JELAS
> identitas anda (Nama, web/blog, boleh HP) dalam setiap catatan kaki.
> Dilarang: beriklan langsung kecuali di bagian footer email anda, maksimum 3
> baris dan 1 URL. TIDAK DIPERKENANKAN: posting yg vulgar, argumentatif, sara,
> melanggar hak cipta, menyinggung privacy member lain, posting
> berulang-ulang, atau yang bertendensi iklan, promosi bisnis, investasi,
> lowongan kerja, seminar, mlm secara berlebihan. Semoga Milinglist ini dapat
> membuat kita semakin berdaya. Materi posting adalah tanggung jawab pemasang
> masing-masing.
>
> Indonesia Online Managed by:
> Mufli at http://internetmarketingmu.com
>
> --==(*)==--
> Yahoo! Groups Links
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
--
[Non-text portions of this message have been removed]
Pesan pribadi: Siapa yang berani mencontoh perwira ini berani melaporkan
perbuatan curang atasannya, atau malah berusaha menutupi dan melindungi
kecurangan dan kebobrokan atasannya.
Perwira Polisi Ungkap Korupsi Atasannya Lewat Video
http://id.news.yahoo.com/dtik/20091108/twl-perwira-polisi-ungkap-korupsi-atasan-\
601e3a9.html
============================================================
Yahoo! Indonesia News - http://id.news.yahoo.com/
Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah.
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
[Non-text portions of this message have been removed]