Judul tulisan ini saya tuliskan berdasarkan pengamatan saya sendiri
sebagai Trainer Management, paling tidak untuk kurun waktu pertengahan
hingga akhir 2008 ini. Sangat mungkin ini tidak menggambarkan kondisi
yang sesungguhnya dari peta market training motivasi di Indonesia.
Fenomena menarik ini adalah makin menurunnya permintaan
training-training motivasi. Jika dan jikalau diamati lebih jauh, tentu
fenomena ini akan memunculkan pertanyaan dan pengkajian lebih mendalam
1. Adakah hal-hal yang kurang pas yang dibawakan para motivator selama
ini, sehingga terjadi penurunan permintaan training motivasi?
2. Apakah benar training motivasi selama ini ‘ditengarai’ kurang
efektif, sehingga dianggap kurang bermanfaat atas perbaikan kinerja
karyawan/perusahaan?
3. Adakah kaitannya hal ini dengan situasi krisis financial dunia,
yang nota bene berimbas pada budget training perusahaan?
Sekadar membandingkan saja untuk menjawab pertanyaan point 3, ternyata
NEED training dari klien TETAP TINGGI di pertengahan hingga akhir
tahun 2008 ini. Namun bedanya ada pada PILIHAN permintaan dan KONTEKS
permasalahannya.
Kalau tahun lalu (2007) training motivasi MENDOMINASI permintaan, nah
pada tahun (2008) ini lebih banyak ARAH kebutuhan training (*bahkan
cenderung 2-4 batch training sekaligus, untuk masing-masing klien)
adalah sbb:
* Leadership,
* Salesmanship,
* Planning & Achieving Goal,
* Public Speaking/Communication Skill,
* TNA,
* Penyusunan SOP Sales (Sistem)
Kalau pun permintaan training motivasi muncul dari klien, wujud
permintaan biasanya HANYA menjadi salah satu TOPIK dari MODUL training
Salesmanship, Leadership, Public Speaking. Jadi TIDAK BERDIRI SENDIRI
sebagai Training Motivasi.
Ada asap, pasti ada api…hmmm