Assalamualaikum warrohmatullahi wabarokatuh,
Bagi kaum muslimin yang berrencana menunaikan ibadah umroh di Bulan Ramadhan, tersedia Paket Umroh Khusus Ramadhan Mulia. Harga paket tertulis dalam USD, namun dapat dibayar dengan DINAR dan DIRHAM sesuai rate yang berlaku.
- Ramadhan Kamil (30 hari) : 13/8/2010 – 12/9/2010 (USD 2300)
- Lailatul Qodar (13 hari) : 27/8/2010 – 8/9/2010 (USD 1950)
- Ar Rahmah (10 hari) : 13/8/2010 – 22/9/2010 (USD 1600)
- Ar Rahmah (12 hari) : 12/8/2010 – 23/9/2010 (USD 2150)
- Al Maghfiroh (10 hari) : 21/8/2010 – 30/8/2010 (USD 1600)
- Lailatul Qodar (16 hari, Idul Fitri di Tanah Suci) : 27/8/2010 – 11/9/2010 (USD 2100)
- Lailatul Qodar (13 hari, Idul Fitri di Indonesia) : 27/8/2010 – 8/9/2010 (USD 3250)
Tersedia Paket Umroh Promo (sebelum Ramadhan) selama 10 hari. Berangkat 3, 10, 17 Juli 2010 (USD 1350).
Mastour Tour & Travel
Jl. Pinang Raya No. 32, Taman Yasmin Sektor VI, Bogor
Telp : 0251-7531374, 9586338
E-mail : mastourbogor@ ymail.com
Sesudah lama ditunggu-tunggu masyarakat Medan dan Sumatra Utara umumnya akhirnya hadir juga wakala Dinar Dirham di sana. Lama ditunggu karena soal Dinar Dirham telah berkembang di Medan sejak sewindu lalu. Yayasan Dinar Dirham, misalnya, telah hadir di Medan sejak
awal 2000an, tetapi gaungnya kurang terdengar. Sejumlah koin Dinar dan Dirham memang telah beredar juga di sini, tetapi dipasok dari tempat lain, khususnya Tanjung Pinang (Wakala Ibumas).
"Sesudah beroperasinya Wakala Baitul Dinar ini, kami akan segera tindak lanjuti dengan menyelenggarakan Festival Hari Pasaran,"
demikian Ibu Endah menyampaikan rencana sosialisasi Dinar Dirham secara
lebih luas di kota Medan.
Pembeli mendapat barang yang ia inginkan dengan merelakan dirhamnya, sementara pedagang mendapatkan dirham dengan merelakan dagangannya. Prinsip suka sama suka,
barang bertukar dengan barang, dari tangan ke tangan, inilah yang disebut oleh Allah SWT dan Rasul Nya sebagai at Tijara (jual beli). Sedangkan yang terjadi secara umum di dunia pada hari ini bukanlah jual beli, tetapi transaksi riba! Karena pedagang kehilangan barangnya dan hanya ditukar dengan kuitansi bank (banknote) yang di plesetkan oleh BI menjadi uang kertas, padahal di luar negeri - para bankir menyebut warkat riba sebagai banknote, bukan paper money! Pembeli
tidak dapat berbuat lain, sebab gaji mereka dibayar dengan banknote bukan dengan nuqud (uang tunai). Sebagaiman Allah SWT berfirman: "Dan
Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan Riba" (QS.Al Baqarah: 275)
Di Pangalengan pula kita menemukan hamparan perkebunan the yang dikelola oleh PT Perkebunan Malabar, yang merupakan perkebunan peninggalan jaman kolonial dulu. Dari Pangalengn pula kita bisa mendapatkan susu sapi lokal dengan koperasi peternak yang mungkin tersbesar secara nasional.
"Ini sebuah terobosan yang sangat bagus. Sosialisasi Dinar dan Dirham harus terus kita lakukan sampai nanti berlaku sebagai alat tukar yang sah dalam masyarakat," demikian Pak
H. Marjaya, S.Sos, Camat Beji, dalam sambutannya yang sangat bersemangat menjelang pembukaan Festival Hari Pasaran, Tanah Baru, Depok, Ahad, 30 Mei 2010 kemarin. Ia berbicara di hadapan sekitar 60 hadirin yang terdiri dari ibu-ibu Majelis Taklim serta bapak-bapak warga
sekitar kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Depok. Acara berlangsung
di Musholla Darussalam, Gang Swadaya, Tanah Baru.
Festival Hari Pasarannya sendiri berlangsung dengan meriah dan banyak didatangi pengunjung. Sebagaimana dalam acara FHP sebelumnya Baitul Mal Nusantara juga membagikan zakat kepada mustahik di sekitar pasar. BMN masih terus bekerjasama dengan Dompet Dhuafa Republika. Jumlah zakat yang dibagikan dalam kegiatan ini tak kurang dari 100 Dirham perak. Jadi, total zakat yang telah disalurkan oleh Dompet Dhuafa melalui BMN, sampai saat ini adalah 250 Dirham.
Meski dilaksanakan di atas lahan yang agak terbatas, dengan
dua buah tenda, seluas 40 m dan 25 m persegi, plus halaman yang masih tersisa di sekelilingnya, kemeriahaan sangat terasa dalam arena Festival
Hari Pasaran, Tanah Baru, Ahad 30 Mei 2010 lalu. Jumlah pedagang yang berjualan di sana pun hari itu tak sampai 20 orang. Tetapi, pengunjung yang datang ke pasar untuk membelanjakan dirhamnya bukan cuma datang dari sekitar Tanah Baru, Depok. Ada yang datang dari Sawangan, Bogor, dan DKI. Bahkan ada pula yang datang dari tempat yang cukup jauh: Serang, Bandung, bahkan Pontianak dan Palangkaraya.
Suasana meriah itu ditandai antara lain dengan aneka jajanan yang dijual di arena pasar.
"Biasanya saya menjual bakso Rp 8.000/porsi, di sini saya bisa menjualnya hanya dengan 1 daniq Dirham, " ujar Ibu Ajeng, pemilik gerai bakso Sapi "Ummi". Ini, tentu saja, karena dalam arena FHP
para pedagang tidak dipungut uang sewa, hingga harga dagangan tidak "rusak" akibat ongkos-ongkos yang tidak perlu.
Dr Adnil Basha, seorang dokter spesialis jantung, telah mendaftarkan diri sebagai penerima Dinar dan Dirham untuk
layanan jasanya yang diberikan lewat Klinik Sehat Bashalin.


"Di stand kami, Insya Allah, juga akan dibagikan banyak buku secara GRATIS, buku-buku tentang kesehatan, panduan konsumen, tentang zakat dan sedekah, kerelawanan sosial, dll,"
tambah Pak Hery. Dalam hal ini Al Rasyid bekerjasama dengan Baitul Mal
Nusantara (BMN) dalam program Hibah Buku.
Emas-emas tergadai yang gagal ditebus oleh pemiliknya, sebagian (kecil) mungkin akan dilelang kembali ke masyarakat, sementara sebagian (besar) lainnya akan dilebur untuk dimurnikan menjadi emas batangan. Dan selanjutnya disetorkan kepada pemilik bank, atau dilego di pasar emas dunia. Dengan cara ini, emas murah mengalir masuk ke pundi-pundi investor kakap. Kalau saja mereka secara terang-terangan memborong emas batangan dari pasaran, justru akan
mendongkrak harga emas dengan cepat, dan ini tidak mereka (kapitalis) kehendaki. Di sisi lain, BI terus menerus menggiring opini masyarakat untuk menabung uang kertas di bank. Meski rakyat begitu miskin, mereka dapat membuka rekening dengan saldo awal cukup Rp 20.000 saja. Ada apa ini?



Umumnya orang sudah paham, kalau uang kertas mudah dan rawan dipalsukan. Bahkan pemalsuan dengan kualitas "super" tak mustahil akan mengecoh kasir bank, dan diterima sebagai laiknya uang yang sah. Maka konsep 3 D (dilihat, diraba, diterawang) yang digencarkan oleh Bank
Indonesia (BI) menjadi sia-sia. Karena bagi uang palsu (upal) kualitas super, metode 3 D sudah usang! Kualiatas cetaknya sudah setara dengan Perum Percetakan Uang RI (Peruri), sehingga sulit dideteksi, karena nyaris sempurna. Bahkan sudah ada yang sempurna, hanya nomor serinya kembar dengan yang dikeluarkan BI. Dan baru ketahuan bila kasir bank menemukan keduanya dalam satu transaksi, atau yang populer disebut sebagai uang nomor seri ganda, kasir pun menjadi bingung, mana yang asli? Sebab tak mungkin seri uang ganda?
Di kawasan Kebon Nanas, Jakarta Timur, keberadaan Majelis Al Washiyyah sudah sangat dikenal masyarakat. Yayasan yang dipimpin oleh Bpk Drs H. Mohamad Hidayat, MBA, MH, memiliki sejumlah kegiatan rutin bagi masyarakat di sana. Yang paling aktif adalah sebuah klinik sosial, yang menyediakan berbagai jasa layanan kesehatan cuma-cuma, atau
berbiaya murah, kepada kaum dhuafa.
Dalam pertemuan silaturahmi tersebut juga disampaikan rencana Al Washiyyah menyelenggarakan rangkaian kegiatan sosialisasi penerapan Dianr Dirham, di bulan Ramadhan nanti. Setidaknya akan ada tiga kegiatan yang direncanakan, yaitu (1) pengkajian dan sosialisasi Dinar Dirham bersamaan dengan peluncuran buku Pengantar Ekonomi Syariah karya Bpk M Hidayat, MBA. Sebagai pembicara utama dalam acara tersebut,
selain Bpk Mohamad Hidayat sendiri, adalah seorang ulama muda terkemuka, yaitu Habib Hud ibn Bagir Al Atas. Kegiatan (ke-2) Gerakan Peduli Dhuafa yang diisi dengan pembagian zakat dan santunan tunai berbentuk Dirham perak; dan yang (3) Pasar Ramadhan 1431 H, sebagai bagian dari Festival Hari Pasaran (FHP), di mana Dirham dan Dinar akan berlaku sebagai alat tukar.