Bersiaplah Anda menerima gaji yang tinggal bernilai ribuan rupiah. Anda yang hari ini mendapat gaji Rp 2 Juta, lusa gaji Anda tinggal dua ribu rupiah. Tak percaya?
Uang SaneringTanpa hiruk pikuk, Pemerintah RI mulai 18 Mei 2010, mengumpulkan dana untuk memodali proyek bernama Denominasi Rupiah, yaitu memangkas tiga nol angka dalam nominal rupiah, atau yang dulu dikenal sebagai Sanering Rupiah (Sumber: BI). Peristiwa ini mengingatkan kita pada sanering 31 Desember 1965, saat Orde Lama - Soekarno memangkas nilai Rp 1000 menjadi Rp 1. Caranya: uang lama 'rupiah glabak, karena dicetak dalam lembaran besar' yang beredar, umumnya bernilai Rp 50, Rp 100, Rp 500, Rp 1000, Rp 5000 dan Rp 10.000 ditarik oleh Bank Indonesia, kemudian ditukar menjadi 5 sen untuk Rp 50,
10 sen untuk Rp 100, dan 50 sen untuk Rp 500, lalu Rp 1 untuk Rp 1000, Rp 5 untuk Rp 5000, serta Rp 10 untuk baru Rp 10.000 lama.
Sanering
RupiahDenominasi Rupiah, atau Sanering kali ini didanai dari Surat Utang Negara (SUN). Penjualan SUN Denominasi Rupiah ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah dana terkumpul dirasa cukup oleh pemerintah, maka sanering segera dimulai. Memang wacana sanering rupiah sudah lama muncul sejak Reformasi 1999, dan kini mendekati kenyataan. Rencananya Rp 1000 saat ini akan diganti dengan Rp 1 baru, tentu dengan gambar uang kertas yang nyaris serupa. Misalnya Rp 100.000 yang bergambar Soekarno-Hatta akan ditarik, dan ditukar dengan Rp 100 baru yang juga bergambar Soekarno-Hatta, seperti dulu ketika BI menarik uang plastik Rp 100.000 berbahan polymer gambarnya hanya dimodivikasi. Lembaran bergambar I Gusti Ngurah Rai yang bernominal Rp 50.000, kelak ditukar menjadi Rp 50. Begitu pula dengan rupiah pecahan lainnya, tetapi
kali ini uang kertas Rp 1000 kemungkinan besar diganti dengan koin, jadi uang kertas terkecil nantinya Rp 2 baru bergambar Pangeran Antasari. Untuk uang logam, akan di mulai dari nominal 50 sen untuk mengganti Rp 500, dan Rp 1 untuk mengganti Rp 1000.
Begitu pula dengan nilai nominal rupiah dalam rekening bank dan slip gaji kita. Akan
otomatis dipangkas 3 digit dalam penulisannya. Misalnya: rekening tabungan Rp 1.525.720,00 akan ditulis Rp 1.525,72 dan ini tentu lebih efisien, sebab denominasi rupiah akan mengangkat citra mata uang republik ini di mata dunia internasonal, karena penulisan rupiah setara dengan penulisan mata uang lain. Uang baru nantinya akan beredar bersama
dengan rupiah sekarang, dan pedagang nantinya diwajibkan untuk menulis harga barang dengan dua jenis rupiah secara berdampingan. Misalnya: 1 Kg
beras Rp 6.000, menjadi 1 Kg beras Rp 6000 / Rp 6 baru. Hal ini tidaklah aneh, tanpa disadari kebiasaan masyarakat saat ini memangkas nilai uang dalam istilah sehari-hari, mereka menyebut 50 untuk nominal Rp 50.000, juga 120 untuk Rp 120.000.
Denominasi ini katanya untuk mencegah diterbitkannya rupiah dalam nominal yang lebih besar lagi
akibat inflasi. Beberapa waktu yang lalu, memang dikuatirkan oleh belbagai pihak bahwa nominal dalam lembaran rupiah akan terus membengkak, bahkan hingga 7 digit, yaitu Rp 1.000.000. Kekuatiran ini diawali oleh rencana terbitnya Rp 200.000 dan Rp 500.000 pasca beredarnya uang kertas Rp 2000 pada tahun 2009 kemarin. Namun sayang, proyek denominasi rupiah kali ini pun tidak dibekali oleh pondasi yang kuat. Sanering justru dibiayai dari Surat Utang Negara (SUN), ini tentunya akan membebani rupiah kelak.
Seharusnya pemerintah bukan
mengumpulkan dana dari utang, tetapi menabung dalam bentuk emas dari sebagian penghasilannya. Kalau tak sanggup mengumpulkan emas batangan karena tak ada uang tunai, alangkah baiknya pemerintah segera mengajak masyarakat untuk menabung dalam dinar. Setelah pondasi keuangan terbentuk di masyarakat, misalnya telah beredar 25 juta koin dinar emas,
barulah pemerintah mengkaitkan rupiah dengan dinar, untuk memperkuat rupiah baru.
Hal ini tidaklah berlebihan, bila setiap keluarga WNI dianjurkan untuk menabung 1/2 atau 1 dinar emas. Lepas dari itu semua, yang terpenting bagi kita, rakyat Indonesia, denominasi rupiah tidak menjadi awal dari bencana permainan riba ex nihilo atau zero sum game dalam rupiah. Sebab nantinya rakyat yang kalah gesit mengimbagi permainan ini pasti semakin terpuruk kondisinya.
Semoga Allah mudahkan rizki mas Agung dan semakin semarak transaksi dengan dinar dirham di Jawa Timur.
Salam, Ikhsan
From: Agung Maulana <euro_agung@...> To: dinar_dirham_indonesia@yahoogroups.com; jawaradinardirham@yahoogroups.com Sent: Thu, August 12, 2010 12:46:57 PM Subject:
[dinar_dirham_indonesia] Menerima pembayaran Dinar Dirham di Jawa Timur?
Assalamualaikum, Alhamdulillah, kemarin, bertepatan dengan 1 Ramadhan 1431 H, telah datang kiriman susu kambing ettawa dari depok, sebagai agen dari Pak Syauqi Naji. Bersamaan dengan itu, saya menginformasikan bahwa telah siap diedarkan susu kambing ettawa di Surabaya, Jawa Timur. Tidak lupa juga mengumumkan bahwa kami secara ikhlas dan senang hati apabila pembeli membayar dengan dinar dirham. Selain itu kami menyediakan produk pengobatan cara nabi (Thibbun Nabawi) dengan bahan dasar Habbatussauda, Madu dan Zaitun dari Habbatsonline.com yang tentunya juga kami akan lebih memilih untuk menerima pembayaran dinar dirham.
Pada kesempatan ini, saya menanyakan dan sekaligus konfirmasi dengan
jawaradinar, apakah saya harus terdaftar sebagai JAWARA? sebagai info, beberapa hari yang lalu saya sempat daftar online, dengan status menunggu kiriman susu datang. Kemudian, apa benar di Jawa Timur, baru saya yang secara resmi mendaftar sebagai Jawara, atau mungkin ada yang sudah menerima pembayaran dalam dinar dan dirham, namun tidak mendaftarkan lewat JAWARA atau hanya sekedar penyampaian lewat mulut. Demikian, terimakasih atas perhatian. Mohon ditindaklanjuti.
Wassalam Agung Maulana 031-92025358 / 085654110749 email : euro_agung@...
Alhamdulillah sudah berjalan 6 bulan, Dinar Shop hadir ditengah-tengah semaraknya menghidupkan kembali jual beli menggunakan Dinar dan Dirham. Kali ini Dinar Shop ingin memperkenalkan web site terbarunya yang dengan mudah dapat diakses di Dinar-Shop.com. Untuk kemudahan bersilaturahmi dengan konsumen, kami juga dapat diakses melalui facebook di link berikut :
Dinar Shop berupaya selalu hadir menyemarakkan berbagai Festival Hari Pasaran (FHP) yang diselenggarakan oleh komunitas JAWARA dengan menyediakan kitab-kitab hadith dan fiqh klasik terbaik yang Insha Allah dapat menghantar umat Muslim menuju sumber rujukan terpercaya dalam beribadah dan berakidah.
BUKU ISLAM Kitab Hadith & Fiqih : 1. Al Muwatta Imam Malik 2. Ringkasan Shahih Bukhari 3. Ringkasan Shahih Muslim 4. Shahih Sunan Nasa'i 5. Shahih Sunan Abu Daud 6. Shahih Sunan Tirmidzi 7. Shahih Sunan Ibnu Majah 8. Musnad Imam
Syafi'i 9. Musnad Imam Ahmad 10. Sunan Ad Darimi 11. Ar
Risalah Imam Syafi'i
12. Ringkasan Al Umm
13. Shahih Riyadush Shalihin
Juga tersedia buku-buku & DVD yang berkaitan dengan muamalah : 1. Tidak Syar'inya Bank Syariah 2. Ilusi Demokrasi 3. Kembali ke Dinar 4. Kemilau Investasi Dinar Dirham 5. Heidegger for Muslim 6. Restorasi Zakat
7. DVD - Islamic Muamalat Vs Islamisation of Capitalism (Prof Umar Ibrahim Vadillo)
Buku-buku Tasawwuf karya Shaykh Abdalqadir As-Sufi : 1. Book of Hubb 2. Book of Safar
SUSU KAMBING Dinar Shop menjual susu kambing dengan kemasan 200ml seharga Rp 8.000,- atau 1 Dirham 1 Daniq untuk pembelian 1 liter.
Ada juga program GARAGE SALE yang dapat dilihat produk-produknya di katalog terlampir.
DINAR SHOP memberikan discount menarik untuk pembayaran dengan Dinar dan Dirham. (disesuaikan
dengan nilai tukar harian yang dapat dilihat di www.wakalanusantara.com)
Semoga kehadiran Dinar Shop dapat membawa manfaat bagi umat Muslim khususnya di Nusantara.
Assalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Dalam rangka mengisi kegiatan di bulan Ramadhan 1431 H, Yayasan Markaz Qur'an di Kalisari - Pasar Rebo - Jakarta Timur insya Allah akan mengadakan Festival Ramadhan 1431 H, yang insyaAllah akan dilaksanakan pada hari Ahad, 12 Ramadhan 1431 H / 22 Agustus 2010.
Dalam
Festival tersebut, akan diisi dengan berbagai kegiatan antara lain :
1.
Musabaqoh Hifdzil Qur'an (MHQ, Lomba Hafalan Qur'an untuk Ibu-Ibu Majelis Taklim, Pelajar, Anak-Anak dll) 2. Kuliah Dhuha dengan tema "Kembali ke Dinar Emas dan Dirham Perak" bersama Bpk. H. Ir. Zaim Zaidi -
Direktur Wakala Induk Nusantara 3. Festival Hari Pasaran Dinar & Dirham 4. Pembagian Zakat dalam bentuk Dirham dari Baitul Mal Nusantara kepada para mustahik di wilayah Pasar Rebo - Jakarta Timur 5.
Buka Bersama dengan dhua'fa serta masyarakat sekitar Markaz Qur'an. Dengan tema besar "Ramadhan 1431 H, Titik Tolak Peningkatan Ruhiyah dan Kemandirian Ummat",
diharapkan dari acara ini bisa menjadi titik
tolak untuk meningkatkan ruhiyah masyarakat serta kemandirian ummat, khususnya kemandirian dari sisi ekonomi, bisa menghindari riba yaitu dengan kembali kepada dinar emas dan dirham perak. Karena selama ini, sebagian besar masyarakat masih asing dan belum mengerti tentang dinar emas dan dirham perak.
Semoga dengan terselenggaranya acara ini,
seluruh lapisan masyarakat bisa lebih teredukasi, amiin. Untuk Festival
Hari Pasaran (FHP) Dinar & Dirham, alhamdulillah sudah ada 15 pedagang yang mendaftar. Acara ini terselenggara atas kerjasama Markaz Qur'an dengan Wakala Induk Nusantara, Baitul Mal Nusantara (BMN), Dompet
Dhuafa dan Wakala Al-Rasyid. Segenap panitia berharap agar banyak masyarakat yang hadir untuk meramaikan acara ini.
Hari, Tanggal :
Ahad, 12 Ramadhan 1431 H / 22 Agustus 2010
Waktu : 08.30 - 18.00 wib Tempat : Markaz Qur'an Alamat : Jl. Kenanga I Gg Teratai RT. 02/04 No. 67 Kalisari - Pasar Rebo - Jakarta Timur Ceramah Dinar
Dirham : 09.00 - 10.00 wib Festival Hari Pasaran : 10.00 - 17.00 wib
Wassalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Panitia FHP Pasar Rebo
Gratis bagi pedagang yang ingin berjualan. Hubungi
: Heriyadi, 02127353174, 0856 1140816, 0811926790
Tanah baru Depok, 24 Agustus 2010 FHP Dinar Dirham Tanah Baru Zaim Saidi - Direktur Wakala Induk Nusantara Sabtu, 28 Agustus 2010 Tanah Baru Beji Depok
Bismillah, menyambung rangkaian Festival Hari Pasaran Dinar Dirham Ramadhan 1431 Hijriah, kembali digelar FHP Tanah Baru.
Hari : Sabtu Tanggal : 28 Agustus 2010 Waktu : 10.00 WIB s/d selesai Tempat : Lapangan Kantor PIRAC Jl. Tanah Baru RT. 03/04
Sebagaimana kegiatan FHP sebelumnya, sehari sebelumnya akan dilakukan pembagian zakat mal kepada para mustahik
Ayo Belanjakan Dinar Dirham Anda !
Terbuka kesempatan bagi para pedagang GRATIS Hubungi : Riki Rokhman Azis 0818 0299 2959
Depok, 30 Agustus 2010 Zakat Fitrah Dirupiahkan Jangan Zaim Saidi - Direktur Wakala Induk Nusantara Penyempurna puasa Ramadhan adalah zakat
fitrah makanan pokok. Merupiahkan zakat fitrah menghilangkan pengetahuan dasar muamalat.
Dari segi ketaatan dalam membayar zakat
fitrah kaum Muslim, sejak zaman dulu hingga kini, agaknya tidak pernah
ada masalah. Berbeda halnya dengan zakat mal, yang diwajibkan pada harta uang (dinar dan dirham), hewan peternakan, serta hasil pertanian dan perkebunan tertentu, yang sejak sepeninggal Rasulullah SAW, telah banyak yang membangkang. Boleh dikatakan, bagi umat Islam di Indonesia,
membayarkan zakat fitrah bahkan dirasakan sebagai bagian kegembiraan mengakhiri Ramadhan dan menyambut idul fitri.
Sampai beberapa tahun lalu masyarakat muslim di Indonesia membayarkan
zakat fitrah dengan beras, karena makanan pokok kita umumnya adalah beras, kecuali di daerah tertentu seperti Madura atau sebagian Indonesia
Timur, yang makanan pokoknya jagung atau sagu. Di sana zakat fitrahnya
mengikuti makanan pokoknya, jagung atau sagu. Tetapi, entah siapa yang
memulai, dan kapan terjadinya, semakin kebelakang, semakin banyak orang
membayarkan zakat fitrah tidak dengan makanan, melainkan diganti dengan
uang (rupiah).
Saat ini, misalnya, banyak panitia penerima zakat fitrah menyetarakan
kewajiban berzakat fitrah dengan uang senilai Rp 20-Rp 25 ribu/kepala. Ini merupakan penyimpangan dari ketentuan fikih. Karena itu, tulisan ini ingin mengingatkan agar umat Islam kembali mentaati ketetapan tentang zakat fitrah: dibayarkan hanya dengan makanan, sesuai dengan yang dikonsumsi masyarakat setempat.
Dari Imam Malik sampai Syekh Al Banjari
Dalam Kitab Al Muwatta, Imam Malik, meriwayatkan:
Yahya meriwayatkan kepadaku dari Malik dari Zaid bin Aslam dari Iyadl bin Abdullah bin Sa'd bin Abu Sarh Al 'Amiri, Bahwasanya ia mendengar Abu Sa'id al Khudri berkata, "Kami mengeluarkan zakat fitrah satu sa' barley [sejenis gandum], atau satu sa' gandum, atau satu sa' kurma, atau satu sa' keju, atau satu sa' kismis. Itu berdasarkan ukuran sa' nabi sallallahu 'alayhi wasallam."
Dari riwayat ini, dan yang menjadi amal umat Islam dari zaman dahulu,
jelas bahwa zakat fitrah hanya dikenakan pada makanan, sesuai kondisi setempat. Di Madinah, atau di Hijaz umumnya, barley dan gandum, yang merupakan golongan tepung-tepungan dan biji-bijian, adalah makanan utama; selain itu kurma dan kismis, dua jenis makanan golongan buah-buahan kering; lalu keju, sebagai bentuk pembayar zakat fitrah lain, dari golongan produk susu.
Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, ulama kita di abad 18, artinya hidup 1100 tahun sesudah Imam Malik, dalam kitab fikih Sabil al-Muhtadin, sebuah kitab fikih yang luas dipakai di Nusantara, Thailand, bahkan sampai Kamboja, menyebutkan benda yang dikenai kewajiban zakat fitrah ini dengan istilah qut artinya "makanan
yang mengenyangkan", jadi tidak sepenuhnya hanya "makanan pokok", sebagaimana yang kita kenal sekarang. Syekh Al Banjari menyebutkan, "Dan wajib keadaan fitrah itu daripada jenis qut [makanan yang mengenyangkan] yang ghalib [lazim] pada tempat yang difitrahi ia."
Jadi, zakat fitrah tidak ada urusannya sama sekali dengan harta uang, baik itu dinar emas, dirham perak, ataupun uang kertas, yang lazim
kita kenal sekarang. Baik di zaman Imam Malik maupun zaman Syekh Al Banjari. Maka, sangat jelas bahwa membayarkan zakat fitrah dengan uang kertas, merupakan sebuah absurditas, karena kita melaksanakan sesuatu yang tidak ada relevansinya sama sekali dengan yang ditetapkan. Ini merupakan penyimpangan yang sangat fatal.
Sementara pihak memberikan alasan yang tampaknya dibuat-buat untuk membenarkan pembayaran zakat fitrah dengan uang, semisal kepraktisan, apalagi membawa-bawa kepentingan si mustahik, semisal "biar ada keleluasaan dalam menggunakannya, karena kebutuhannya kan tidak selalu berupa beras." Tetapi, persoalan kita adalah, dalam urusan ibadah semacam ini, apa yang hendak kita lakukan: mentaati perintah Allah SWT dan Rasul-nya SAW, dengan menjalankan perintah dan contoh amal yang telah ada, ataukah mengikuti kemauan dari nafs kita sendiri, dengan alasan apa pun?
Hilangnya Pengetahuan dan Amal Muamalat
Tanpa kita sadari, sikap menggampangkan sebuah ketetapan syariat seperti halnya dalam soal zakat fitrah ini, membuat kita semakin jauh meninggalkan Islam sebagaimana diajarkan oleh Rasul SAW. Praktek menguangkan zakat fitrah ini membawa implikasi luas, bukan sekadar penyimpangan hukum saja, tetapi dalam kehidupan sosial politik umat Islam secara mendasar. Mulailah dari yang sederhana. Ketika zakat fitrah
dirupiahkan umat Islam kehilangan satu pengetahuan mendasar dalam muamalat yakni soal takaran (dan timbangan). Berapa banyak di antara Muslim saat ini yang mengetahui makna 1 sa' itu?
Satu sa', yang oleh Nabi SAW, disebut sebagai 'takaran Madinah', adalah 4 mudd. Satu mudd adalah setangkup dua tangan orang dewasa. Di Nusantara dulu 1 sa' disebut sebagai 1 gantang. Kalau disetarakan dengan takaran modern, yakni liter, 1 sa' setara sekitar 2.035 liter. Ada juga yang menyetarakan sampai sekitar 2.5 liter.
Hilangnya pengetahuan tentang takaran, dan sudah pasti diikuti dengan
hilangnya pengetahuan tentang timbangan, yang oleh Rasul SAW disebutkan
sebaga 'timbangan Mekah', memberikan implikasi lanjutan yang sangat serius. Umat Islam kehilangan pengetahuan mendasar tentang 'nilai' dan cara mengevaluasi atau mengukur nilai, yang hanya diajarkan melalui dua cara tadi, yaitu : 'ditakar dengan takaran Madinah' atau 'ditimbang dengan timbangan Mekah.'
Berapa banyak Muslim yang masih mengerti makna mengukur nilai dengan 'takaran Madinah dan timbangan Mekah' ini? Dan bahwa, dari ketentuan ini, kita akan sampai pada pengetahuan bahwa nilai, bila dipertukarkan kita sebut sebagai harga, haruslah diukur hanya dengan (dinar) emas dan (dirham) perak, yakni unit yang dimaksud dengan 'timbangan Mekah'?
Dari pengetahuan dasar ini masyarakat akan sampai pada pengetahuan bahwa uang, sebagai alat tukar, haruslah memiliki nilai intrinsik, agar keadilan pertukaran (perdagangan) dapat dicapai. Dan dari sini umat Islam akan tahu bahwa nilai nominal (pada uang kertas) adalah fantasi, yang jadi alat mengelabui, semata Dan, lebih jauh lagi, dengan pengetahuan ini semua umat Islam akan kembali mengerti yang dimaksud dengan riba secara benar.
Secara fitrah pengetahuan datang, bertahan, dan diwariskan melalui amal. Karena itu, ketika amalnya dihentikan, pengetahuan itu pun ikut hilang. Karena itu, sekali lagi, dalam hal zakat fitrah, marilah kita kembalikan amalnya seperti semula, agar pengetahun yang telah hilang ini
kembali. Meskipun, atau justru karena itulah, ada pihak-pihak tertentu yang menghendaki hilangnya amal dan pengetahuan ini.
Capetown, 28 Oktober 2010 Dinar Dirham WIN berlaku di Afrika Selatan
Sebagai satu-satunya koin Indonesia yang diakui oleh World Islamic Mint (WIM) Dinar dan Dirham WIN berlaku di Afrika Selatan.
Moussem Shaykh Dr Abdalqadir As-Sufi, yang tahun ini berlangsung 8-9 Oktober 2010 lalu, merupakan ajang pertemuan umat Islam dari lima benua. Dapat disebutkan delegasi Indonesia, Singapura, Malaysia, India, Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Jepang mewakili Asia; delegasi dari Maroko, Botswana, Mauritius, dan Afrika Selatan sendiri, mewakili Afrika; lalu dari Inggris, Spanyol, Jerman, Itali, Swiss, dan Russia, untuk menyebut beberapa negara Eropa, juga dari Amerika Serikat dan Meksiko, mewakili Amerika Utara serta, tentu saja, dari Australia.
Mereka hadir di Cape Town, kota yang diberkahi para aulia, dengan pusat kegiatan di Masjid Jami' (Jumua Mosque) Cape Town, dipersatukan oleh kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulnya SAW, dalam dua malam yang penuh dengan dhikir, do'a, dan salawat. Selebihnya, tentu saja, adalah silaturahmi, dan serangkaian kegiatan muamalat. Salah satu kegiatan pelengkapnya adalah perdagangan kecil-kecilan, sebagaimana layaknya yang kita temui dalam acara sejenis di Indonesia: penjualan buku, asesoris (hiasan dinding, tasbih, kerajinan), minyak wangi, DVD/CD.
Selain mata uang Afrika Selatan, rand, para pedagang tentu saja menerima Dinar dan Dirham sebagai alat pembayaran. Koin Dinar dan Dirham WIN pun berlaku umum di Afrika Selatan, karena diakui secara internasional melalui World Islamic Mint (WIM). Sementara koin Dinar dan Dirham lain yang tidak diakui oleh WIM, sebagaimana yang dibawa oleh seorang wakil dari Maroko dan AS, ditolak di basar.
Di Afrika Selatan sendiri telah dicetak Dinar dan Dirham, juga di bawah pengakuan WIM, tapi hanya dalam satuan besar. Maka, untuk keperluan belanja sehari-hari, masih harus didatangkan koin Dirham dari Amirat Indonesia dan Kesultanan Kelantnan, Malaysia. Kali ini tidak kurang dari 600 Dirham WIN beredar dan digunakan di Afrika Selatan. Sementara Ibu Alawiyah Abdarahman, yang mewakili Kelantan Golden Trade Sdn Bhd, mengabarkan bahwa Dirham Kelantan yang ia bawa dan beredar kali ini lebih dari 750 Dirham. Sementara jumlah Dirham yang berasal dari Dubai, yang diedarkan melalui petugas e-Dinar, belum diperoleh keterangan.
'Di Pretoria (ibu kota Afrika Selatan) saat ini ada sekitar 20 kios dan tempat usaha yang telah menerima Dinar dan Dirham,' ujar Tariq Kruger, yang bertanggung jawab atas pencetakan dan pengedaran Dinar dan Dirham di sana. Sementara pencetakan koin dalam satuan yang lebih kecil tengah dipersiapkan oleh amirat Cape Town, di bawah kepemimpinan Amir Orhan Wadvalla.(001)
Alhamdulillah, semoga berita ini menambah semangat & keyakinan perjuangan penegakkan Muamalat Indonesia.
From: Abdarrahman Rachadi <rachadi@...> To: Milis Jawara Dinar Dirham <jawaradinardirham@yahoogroups.com> Sent: Thu, October 28, 2010 2:36:02 PM Subject: [jawaradinardirham] Oleh-oleh dari
Cape Town: Dinar Dirham WIN berlaku di Afrika Selatan
Capetown, 28 Oktober 2010 Dinar Dirham WIN berlaku di Afrika Selatan
Sebagai satu-satunya koin Indonesia yang diakui oleh World Islamic Mint (WIM) Dinar dan Dirham WIN berlaku di Afrika Selatan.
Moussem Shaykh Dr Abdalqadir As-Sufi, yang tahun ini berlangsung 8-9 Oktober 2010 lalu, merupakan ajang pertemuan umat Islam dari lima benua. Dapat disebutkan delegasi Indonesia, Singapura, Malaysia, India, Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Jepang mewakili Asia; delegasi dari Maroko, Botswana, Mauritius, dan Afrika Selatan sendiri, mewakili Afrika; lalu dari Inggris, Spanyol, Jerman, Itali, Swiss, dan Russia, untuk menyebut beberapa negara Eropa, juga dari Amerika Serikat dan Meksiko, mewakili Amerika Utara serta, tentu saja, dari
Australia.
Mereka hadir di Cape Town, kota yang diberkahi para aulia, dengan pusat kegiatan di Masjid Jami' (Jumua Mosque) Cape Town, dipersatukan oleh kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulnya SAW, dalam dua malam yang penuh dengan dhikir, do'a, dan salawat. Selebihnya, tentu saja, adalah silaturahmi, dan serangkaian kegiatan muamalat. Salah satu kegiatan pelengkapnya adalah perdagangan kecil-kecilan, sebagaimana layaknya yang kita temui dalam acara sejenis di Indonesia: penjualan buku, asesoris (hiasan dinding, tasbih, kerajinan), minyak wangi, DVD/CD.
Selain mata uang Afrika Selatan, rand, para pedagang tentu saja menerima Dinar dan Dirham sebagai alat pembayaran. Koin Dinar dan Dirham WIN pun berlaku umum di Afrika Selatan, karena diakui secara internasional melalui World Islamic Mint (WIM). Sementara koin Dinar dan Dirham lain yang tidak diakui oleh WIM, sebagaimana yang dibawa oleh seorang wakil dari Maroko dan AS, ditolak
di basar.
Di Afrika Selatan sendiri telah dicetak Dinar dan Dirham, juga di bawah pengakuan WIM, tapi hanya dalam satuan besar. Maka, untuk keperluan belanja sehari-hari, masih harus didatangkan koin Dirham dari Amirat Indonesia dan Kesultanan Kelantnan, Malaysia. Kali ini tidak kurang dari 600 Dirham WIN beredar dan digunakan di Afrika Selatan. Sementara Ibu Alawiyah Abdarahman, yang mewakili Kelantan Golden Trade Sdn Bhd, mengabarkan bahwa Dirham Kelantan yang ia bawa dan beredar kali ini lebih dari 750 Dirham. Sementara jumlah Dirham yang berasal dari Dubai, yang diedarkan melalui petugas e-Dinar, belum diperoleh keterangan.
'Di Pretoria (ibu kota Afrika Selatan) saat ini ada sekitar 20 kios dan tempat usaha yang telah menerima Dinar dan Dirham,' ujar Tariq Kruger, yang bertanggung jawab atas pencetakan dan pengedaran Dinar dan Dirham di sana. Sementara pencetakan koin dalam satuan yang lebih kecil tengah dipersiapkan oleh amirat
Cape Town, di bawah kepemimpinan Amir Orhan Wadvalla.(001)
Depok, 02 November 2010 MES Bedah Tidak Syarinya Bank Syariah Para pelaku dan pendukung perbankan syariah membedah buku yang mengkritisi perbankan syariah. Semoga dilandasi oleh niat yang bersih, untuk mencari kebenaran. Bagi para pendukung dan pelaku perbankan syariah di Indonesia, peran Perbankan Syariah di Indonesia telah menjadi tolak ukur keberhasilan eksistensi perkembangan ekonomi syariah. Di mana setiap tahunnya sector ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Menurut perhitungan BI, pertumbuhan industri perbankan syariah selama ini di Indonesia adalah 39,8 %. Keunggulan nyata dari perbankan syariah adalah terhindarnya dari risiko negative spread, yakni keuntungan minus akibat bunga yang dibayar lebih tinggi daripada bunga yang didapat. 

Depok, 08 November 2010 Kehancuran Sistem Uang Kertas Segera Dimulai Sufyan al Jawi - Numismatik Indonesia Terjadinya hiperinflasi tak terbantahkan lagi. Sistem uang kertas dunia kian rapuh, dan meledaknya Money Bubble tinggal hitungan hari.
Bila
dolar, euro, poundsterling, yen dan yuan tiba-tiba terpuruk, lalu bagaimana dengan rupiah? Tentu nasibnya lebih parah dari yang pernah dialami rupiah pada masa krisis moneter 1998 silam. Dan tak seorang pun dapat menduga, kalau besok satu liter beras harus dibeli seharga Rp 20.000-an (kini Rp 5000), melonjak 4 kali lipat dalam tempo singkat! Tentu saja segelintir Yahudi sebagai satu-satunya pihak yang mendulang panen raya di tengah hancurnya ekonomi dunia. Yaitu dengan menciptakan krisis multidimensi bagi enam miliar manusia yang tiba-tiba harus mendadak miskin akibat hiperinflasi. Trilyunan dolar aset manusia berpindah tangan secara licik dalam proses ini.
Banyak analis keuangan dunia memprediksi, bahwa sistem uang kertas segera kolaps, sebentar lagi, tak sampai hitungan 666 hari, atau 22 bulan dari sekarang (sejak Agustus 2010, dan angka 666 adalah simbol Dajjal). Setelah dua mata uang populer rontok pada 2008-2010, yaitu dolar AS dan euro, akibat kasus Subprime Mortgage, pertengahan 2007, yang menyeret keuangan dunia, termasuk memicu terjadinya krisis Eropa (Yunani). Besok, krisis moneter akan memukul semua mata uang kuat dunia tanpa terkecuali, dan tanpa ampun! Padahal kita baru saja dihebohkan dengan rencana redenominasi rupiah. (Beritanya telah dimuat situs ini, tiga bulan sebelum BI mengumumkannya, awal Mei 2010).
Penyebabnya bukan karena pertarungan sengit antara dolar AS melawan Yuan, seperti yang heboh saat ini. Saling tuding antara Barack Obama dengan PM.Cina, Wen Jiabao, bukan pemicunya. Wen menjelaskan: "Yuan bukan penyebab defisit AS, yang memicu pengangguran di AS. Penyebab utama defisit perdagangan AS adalah struktur investasi dan tabungan di negara itu. Jadi, tidak ada alasan untuk memaksa yuan menguat terlalu drastis atas dolar AS" (23/9). Dan juga bukan karena Cina bersitegang dengan Jepang. Ahmadinejad, terang-terangan pidato: "Sistem kapitalis dunia akan segera hancur!",
kemudian dia menyampaikan bahwa muamalah dengan dinar emas akan terwujud. Hal ini diungkap pada sidang Konfrensi MDGs, di markas PBB, New York, 20-30 September 2010.
Siapa Dalang Kehancuran Nilai Mata Uang?
Faktor utama rontoknya sistem uang kertas sehingga memicu terjadinya hiperinflasi, justru datang dari sektor nonril (sektor maya), karena bubble jumlah uang yang tercipta di pasar valuta asing (valas). George Soros adalah salah satu wayang yang paling populer, sebagai simbol dari permainan pasar ini. Sedangkan dalangnya adalah pemilik modal yang bersembunyi di balik korporasi multinasional raksasa: perusahan asuransi, pengelola dana pensiun, perbankan - termasuk The Fed, World Bank & IMF, juga sedikit modal dari perusahaan manufaktur, minyak dan perumahan.
Gelembung uang umumnya berbentuk digital, jumlahnya 92% dari sirkulasi uang dunia. Menteri keuangan AS mengakui, bahwa uang kertas dan koin dolar yang diedar kan oleh The Fed hanya merupakan 8% dari sirkulasi dolar AS di dunia. Sedangkan dolar, kini merupakan devisa paling populer yang dikoleksi oleh banyak negara, dan menguasai hampir 70% sirkulasi mata uang dunia. Perputaran omset pasar valas, pertahunnya
sudah diatas $ 150 trilyun (2010), di tahun 2002 saja sudah diatas $ 100 trilyun. Sementara itu, nilai eksport import barang dan jasa dari penjuru dunia baru mencapai $6 trilyun. Ada selisih sekitar $ 140-an trilyun, yang tak jelas akan dibayar dengan apa nantinya? Padahal bubble ini - tak mampu diserap oleh perbankan melalui penciptaan kredit masif (termasuk kredit konsumtif). Bahkan cenderung kembali masuk ke pasar modal, dan ini berbahaya!
Hiperinflasi Yang Tak Terbantahkan
Prediksi
para analis keuangan dunia semakin kuat, ketika Nicholas Larkin memberita kan tentang Soros yang memborong emas (Bloomberg, 31 Agustus 2010). Bahkan tulisan para ekonom di situs Drschoon, lebih vokal lagi, misalnya: Jordan Roy-Byrne, menulis "Jalan untuk Hiperinflasi". Dan yang
menjadi tanda tanya: kenapa Soros yang dikenal sebagai pemain uang kertas asing dan saham, tiba-tiba borong emas? Ada skenario besar di balik layar yang sedang dimainkan tentunya. Sayangnya, mayoritas ahli ekonomi tidak mampu membaca fenomena ini, mungkin karena kurangnya ilmu mereka atas pengetahuan ilmu mata uang (numismatik).
Di Indonesia, kita dapat membaca skenario Yahudi ini melalui kasus bank berebut emas, dan munculnya uang digital. (Artikel: Bank Berebut Emas Dengan Pegadaian: Ada apa ini?).
Juga rencana sentralisasi kartu tanda penduduk (KTP) digital, dan rencana redenominasi rupiah. Semua ini merupakan benang merah yang saling terkait. Namun tak satupun ekonom yang mau peduli.
Harga Emas Bukan Harga Cabai
Akhir Agustus lalu, sejumlah analis pasar AS - Eropa, yakin harga emas $ 1500/oz pada akhir 2010. Kenaikan emas sebesar 25-30% ini terjadi
dalam tempo singkat, mengejutkan banyak pihak. Sebab pasca krisis Subprime Mortgage dan krisis Eropa, emas tertahan dikisaran $1200/oz, bahkan stabil $1230/oz pada awal September 2010. Tapi tiba-tiba meroket menjadi $ 1292/oz 23 September 2010. DI bulan Oktober 2010 sudah naik lagi di atas $1360/oz. Lebih jauh, Bloomberg memprediksi emas akan tembus $2000/oz pada tahun 2011.
Prediksi para analis tidaklah berlebihan, sebab kurun waktu delapan tahun saja, emas terapresiasi lebih dari 400%, atau naik 4 kali lipat dari harganya semula. Pada 2002 emas $ 300/oz menjadi $ 1360/oz di tahun
2010. Andai saja, para spekulan tidak membela mati-matian kepentingan bos mereka - para bankir, harga emas sudah lama tembus $7000/oz saat Subprime Mortgage, 2008. Hal serupa juga terjadi terhadap rupiah. Saat dolar lemah, spekulan valas membela rupiah agar tetap perkasa, begitu pula saat euro tersungkur! Aneh? Sebab saat Soeharto dulu mulai dekat dengan umat Islam, para spekulan ramai-ramai merontokan nilai rupiah (krismon, 1998). Kenapa hal ini terjadi?
Jawabnya: karena Indonesia adalah lahan subur bagi pelarian modal (hot money) ketika krisis Amerika dan Eropa terjadi! Bumi pertiwi ini begitu kaya raya, sedangkan para pemimpinnya bangga menjadi kacung investor besar. Saking kayanya, semua aset negara (BUMN) di jual murah. Sumber daya alam mudah dirampok oleh investor asing maupun lokal melaui kontrak karya, tanpa harus membayar mahal pajak dan royalti kepada rezim
yang berkuasa.
Kenaikan harga emas, oleh ahli ekonom kacung investor raksasa, dimanipulasi sebagai laiknya perubahan harga cabai. Yang mudah naik dan mudah turun mengikuti musim. Kenapa? Tentu saja agar publik tidak panik,
lalu menarik rekening mereka untuk membeli emas, termasuk membeli dinar
dirham. Tapi ingat! Harga emas sejatinya tidak akan pernah kembali ke posisi semula, $ 35/oz, saat Richard Nixon melepas ikatan dolar dengan emas, 1971. Bahkan Nixon-lah yang meresmikan Pasar Valas pertama di Chicago, 1972 silam. Coba Anda hitung berapa besar apresiasi emas hingga
saat ini?
Emas Ditimbun, Uang Kertas Dihancurkan
Kapitalis raksasa terus mengeruk kekayaan dari bumi, berupa komoditas
apa saja, yang penting bisa merampok. Ketika emas perak yang mereka timbun dirasa cukup. Lalu mereka memulai permainan baru, sebuah sistem uang digital. Sistem baru ini, adalah ekonomi Riba berbasis byte, sebuah
sistem canggih yang belum pernah dibayangkan oleh kebanyakan orang. Sistem ini, tentu saja akan membentuk sebuah peradaban yang sama sekali baru, kekuasaan dan distribusi kemakmuran yang tidak dikenal sebelumnya.
Dengan membentuk kelas sosial, kaya dan miskin yang berbeda dari yang kita tahu saat ini.
Dalam sistem baru ini, korporasi raksasa akan membentuk konsorsium, dan korporasi-korporasi kecil mati karena kalah bersaing atau akibat krisis global. Konsorsium perlahan akan menggusur sistem pemerintahan negara, menjadi sistem pemerintahan korporasi. Para pegawai negeri mutlak menjadi karyawan korporasi. Tentara menjadi satpam penjaga pabrik-pabrik, tambang-tambang, perkebunan, pelabuhan, hutan, sungai, laut, laboratorium, bandara dan pergudangan. Polisi, hakim juga jaksa menjadi satpam sekuriti kepentingan hukum para elit korporasi. Sedangkan
rakyat, diubah menjadi aset industri, pembayar sewa dan pajak, sasaran pemasaran produk, juga merangkap menjadi hamba sahaya yang wajib patuh kepada kepentingan perusahaan. Bagaimana mereka memulainya?
Tentunya dengan menghancurkan sistem Riba lama, sistem uang kertas sudah dianggap usang, maka harus dimusnahkan. Jalannya dengan hiperinflasi. Lalu ahli ekonomi mereka segera mendapat kambing hitam untuk disalahkan dan disembelih. Bank sentral perlahan-lahan di satukan (seperti di Eropa), agar saham dan kebijakannya mudah dikontrol. Islam harus tetap disudutkan, tetapi doktrin Salafi pro Saudi harus terus dipelihara, agar muslim tidak menjadi radikal (maksud mereka Islam secara kaffah), dan ulama menjadi bertambah bodoh karena tidak mengerti Riba. Bila hal ini berhasil, maka perbudakan manusia oleh segelintir elit korporasi semakin sempurna kelicikannya.
Kita Berpacu Dengan Waktu
Hingga tulisan ini dimuat, tak ada satu pun media massa yang meresponnya, kecuali situs WIN ini. Untuk menulisnya sebagai buku, membutuhkan waktu yang lebih lama lagi. Minimal empat bulan lamanya, yaitu satu bulan untuk menulis naskah, dan tiga bulan proses penerbitan buku. Ini belum termasuk proses pemasaran. Mungkin saat buku ini dibedah
beberapa tahun kemudian, orang-orang sudah merasakan pahitnya hiperinflasi. Lain halnya bila artikel ini ditulis oleh tokoh nasional, tentu orang segera meresponnya.
Hal ini sudah maklum terjadi, misalnya sebelum peristiwa hiperinflasi
Jerman, depresi dolar Amerika, dan banyak kasus serupa di negara-negara
lainnya. Karena peniup alarm hanya orang kecil yang tidak populer, maka
peringatan tanda bahaya diabaikan dan sia-sia. Sehingga puluhan juta manusia harus merasakan dampak kolapsnya ekonomi, menjadi korban dari kebijakan moneter yang merugikan publik.
Dakwah untuk kembali menegakkan zakat dan muamalah dengan dinar dirham terus digencarkan. Bahkan di Kelantan, Malaysia, pada 12 Agustus 2010, telah dimaklumatkan penggunaan dinar dirham dengan standar internasional yang baru, yang berlaku universal. Tanggal 23 Oktober 2010, Zona Wisata Dinar Dirham Cilincing, Jakarta Utara, diresmikan. Inilah saatnya Anda segera mengambil keputusan, ikut Sunnah Nabi Muhammad SAW dengan muamalah dinar dirham, atau bertahan dengan sistem riba bank dan uang kertas?
Kita kini berpacu dengan waktu, di tengah upaya gencar korporasi raksasa mewujudkan makar mereka. Inilah pertempuran yang sesungguhnya! Pertempuran yang tidak dimengerti oleh khalayak ramai, tentang masa depan kemerdekaan hampa manusia. Subhanallah! Bulan Ramadhan 1431 H (Agustus 2010) adalah awal dimulainya perang ini. Wa Allahu 'alam bishawab.[SF]
Alhamdulillah bedah buku "Tidak Syar'inya Bank Syariah" yang diadakan hari Sabtu yang lalu tgl 6 November 2010 di UIN Syarif Hidayatullah berlangsung semarak. Peserta bedah buku tampaknya membeludak melebihi kapasitas ruangan yang disediakan panitia.
Bedah buku kali ini dihadiri oleh anggota MES (Masyarakat Ekonomi Syariah), mahasiswa Universitas Islam dan kalangan umum yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai praktek-praktek perbankan syariah khususnya di Indonesia. Mereka tergelitik dengan judul buku tersebut yang terdengar aneh ditengah-tengah maraknya bermunculan Bank-Bank Syariah yang dikampanyekan sebagai solusi penghapusan praktek riba dalam dunia perbankan Penjelasan mengenai Perbankan syariah dan apa yang menyebabkannya tidak sesuai syariah dipaparkan oleh Bapak Zaim Saidi selaku penulis buku. Kemudian
dilanjutkan oleh Bapak Riawan Amin (mantan Direktur Bank Muamalat) yang menjelaskan tentang sistem "Satanic Finance" disambung oleh Bapak Agustianto Mingka selaku pakar Ekonomi Syariah dari UIN.
Terbitnya buku ini banyak mengusik praktisi-praktisi perbankan syariah di Indonesia seperti yang diutarakan Bapak Zaim Saidi di fb-nya, "Rupanya peredaran buku Tidak Syar'inya Bank Syari'ah, bagi sebagian orang, merupakan sesuatu yang sangat berbahaya, yakni keberlangsungan bisnis riba bernama perbankan syariah. Solusi bagi riba yang merajalela dari perbankan memang bukan lalu menyeret Umat Islam ke Bank Syariah. Solusinya adalah bubarkan seluruh industri perbankan, syariah atau bukan."
Sebagian besar peserta, yang notabene berasal dari kalangan perbankan syariah, masih mengharapkan perbaikan kinerja bank-bank syariah sehingga diharapkan yang saat ini masih 30% syariah nantinya bisa 100% menerapkan prinsip-prinsip syariah. Banyak pula yang
mengutarakan kesulitan-kesulitan apabila dihapuskannya perbankan syariah, seperti bagaimana menyimpan uang, melakukan transfer dan kemudahan-kemudahan lain yang ditawarkan dunia perbankan. Dalam hal ini perlu kita renungkan nasihat Mawlana Rumi:
"...Tidak mungkin Allah menjadikan sesuatu yang halal itu sulit untuk dilakukan, jika ada yang menyatakan bahwa yang halal lebih sulit dilaksanakan maka hal yang demikian inilah tanda-tanda dari kemunafikan..."
Perlu diketahui bahwa Muslim di Eropa telah lebih dahulu mengeluarkan fatwa mengenai Perbankan (baik konvensional maupun syariah) sebagaimana yang dapat dibaca pada link berikut:
Ketika menghadiri bedah buku ini, saya jadi teringat kembali kata-kata Rasulullah, sallallahu alayhi wassallam
:
“Sesungguhnya Islam itu pada mulanya datang dengan asing (tidak umum), dan akan kembali dengan asing lagi seperti pada mulanya datang. Maka berbahagialah bagi orang-orang yang asing“. Beliau ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang yang asing itu ?”. Beliau bersabda, “Mereka yang memperbaiki dikala rusaknya manusia”. Dan di lain riwayat beliau ditanya (tentang orang-orang yang asing), beliau menjawab, “Yaitu orang-orang yang menghidup-hidupkan apa-apa yang telah dimatikan manusia daripada sunnahku”. [HR. Muslim, Ibnu Majah dan Thabrani]
Bagi yang tidak sempat membaca atau ingin mengetahui lebih jauh mengenai isi buku "Tidak Syar'inya Bank Syariah" dapat menghubungi kios WIN atau toko buku online Dinar Shop (http://www.dinar-shop.com) dan dapat dibeli dengan dinar dirham.
Prancis, 29 November 2010 Revolusi Sosial 7 Desember 2010: Tarik Uang dari Bank!
Seruan untuk menarik uang pribadi dari rekening bank, yang dimulai di Perancis, bergema di seluruh dunia. Akankah Revolusi itu terjadi?
Hampir
40.000 orang telah mengklik klip YouTube yang diterbitkan oleh sebuah gerakan sosial yang berbasis di Perancis - StopBanque (http://Stopbanque.blogspot.com).
Isinya adalah kampanye terkoordinasi untuk penarikan besar-besaran uang dari bank, serentak pada tanggal 7 Desember 2010. Dikatakan bahwa
lebih dari 14.000 orang sudah berkomitmen untuk mencairkan deposito mereka.
Gerakan ini juga mendapat perhatian yang terus meningkat di berbagai negara: dari Inggris sampai Israel. Facebook gerakan ini telah tampil di dan dalam lebih dari lima belas bahasa lain. Trio pengguna Facebook Prancis yang kini memimpin kampanye ini menyeru seluruh warga Eropa untuk mengendalikan perbankan. "Adalah kita yang mengontrol bank-bank, bukan sebaliknya," tulis mereka.
Dalam pernyataan lebih lengkap di situs Bankrun2010.com, panitia menulis "Seruan
kami ternyata lebih berhasil dari yang kita berani perkirakan. Kami tidak ingin menghancurkan orang tertentu, tetapi adalah sistem yang korup, jahat, dan mematikan. Kami telah memutuskan untuk menentangnya dengan cara yang kita bisa, dengan tekad dan dalam koridor hukum."
Pernyataan itu ditandatangani oleh Geraldine Feuillien 41 th, seorang pembuat film Belgia, dan Yann Sarfati, 24, seorang aktor dan sutradara dari Perancis.
Pada mulanya Sarfati dan teman-temannya hanya ingin menyampaikan video klip dari pebola Eric Cantona, yang menyerukan "Revolusi Sesungguhnya" ini (baca: Eric Cantona: "Inilah Revolusi Yang Sesungguhnya"), tetapi mereka justru menemukan diri mereka telah berada dalam sebuah gerakan "warga dunia".
"Kami terkejut dengan minat yang muncul dan diampaknya yang besar dalam internet. Gerakan ini benar-benar telah menyebar, dan akan
terjadi di Italia, Rumania, Bulgaria dan bahkan Korea," kata Sarfati
"Kami tidaklah anarkis atau terkait dengan pihak politik tertentu atau serikat buruh, kami bahkan tidak memiliki organisasi. Kami hanya berpikir ini adalah cara lain untuk memprotes," tambahnya.
Akankah "Revolusi Sosial" ini juga berdampak di Indonesia?
Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh Yth Anggota milis Dinar Dirham Indonesia dan Jawara Dinar,
Dalam rangka memeriahkan memasuki bulan Muharram 1432, insha ‎​​اَللّهُ akan diadakan Festival Hari Pasaran
(FHP) di berbagai tempat.
FHP Depok (Wakalah Al-Kautsar) (7 hari lagi) Waktu: Selasa, 7 Desember 2010 (1 Muharram 1432 H, Tahun Baru Islam) Tempat: Gedung MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Depok, Jl. Nusantara Raya No.5-7 Pancoranmas - Depok Pendaftaran: H. Ahmad Saifuddin 081808435714.
FHP Al Azhar Kebayoran Baru (19 hari lagi) Waktu: 19 & 24 DESEMBER 2010 Tempat: Kompleks Masjid Agung Al-Azhar, Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta
Selatan 12110 Pendaftaran: Riki Rokhman 081802992959 / Ikhsan Basha 0811191676
Masukkan tanggal-tanggal tersebut dalam kalender kegiatan Anda Dan segera daftarkan diri Anda.
Semoga ‎​​اَللّهُ senantiasa menjaga kelurusan niat dan amal kita bersama.
Yth Anggota milis Dinar Dirham Indonesia dan Jawara Dinar,
Dalam
rangka memeriahkan memasuki bulan Muharram 1432, insha ‎​​اَللّهُ akan diadakan
Festival Hari Pasaran
(FHP) di berbagai tempat.
FHP Depok (Wakalah Al-Kautsar) (4 hari lagi) Waktu: Selasa, 7 Desember 2010 (1 Muharram 1432 H, Tahun Baru Islam) Tempat: Gedung MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Depok, Jl. Nusantara Raya No.5-7 Pancoranmas - Depok Pendaftaran: H. Ahmad Saifuddin 081808435714.
FHP Al Azhar Kebayoran Baru (16 hari lagi) Waktu:
19 & 24 DESEMBER 2010 Tempat: Kompleks Masjid Agung Al-Azhar, Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta
Selatan 12110 Pendaftaran: Riki Rokhman 081802992959 / Ikhsan Basha 0811191676 (SMS)
Masukkan tanggal-tanggal tersebut dalam kalender kegiatan Anda Dan segera daftarkan diri Anda.
Semoga ‎​​اَللّهُ senantiasa menjaga kelurusan niat dan amal kita bersama.
Masjid Agung Al Azhar - Jakarta, 04 Desember 2010 Festival Hari Pasaran Masjid Agung Al Azhar Abdarrahman Rachadi - Wakil Direktur Wakala Induk Nusantara Minggu, 19 Desember & Jumat, 24 Desember Masjid Agung Al Azhar - Kebayoran
Baru
Dalam rangka merayakan Muharram serta tutup tahun ajaran, Wakala Masjid Agung Al Azhar mengadakan Festival Hari Pasaran (FHP) Dinar Dirham.
Jadwal FHP Al Azhar Hari: Minggu, 19 Desember 2010 Tempat: Parkir Utara Masjid Agung Al Azhar, Jl. Sisingamangaraja - Keb. Baru Waktu: 07.00 - 15.30 WIB
Hari: Jum'at, 24 Desember 2010 Tempat: Parkir Utara Masjid Agung Al Azhar, Jl. Sisingamangaraja - Keb. Baru Waktu: 08.00 - 15.30 WIB
Susunan Acara DETAIL MENYUSUL
Pendaftaran Pedagang Sewa tempat GRATIS, tempat terbatas untuk 30 pedagang Riki Rokhman Azis - 0818 0299 2959 Ikhsan Basha - 0811 191 676 Abdarrahman Rachadi - 0818 7171 01
Festival Hari Pasaran Masjid Agung Al Azhar Minggu, 19 Desember & Jumat, 24 Desember Masjid Agung Al Azhar - Kebayoran Baru
Dalam rangka merayakan Muharram serta tutup
tahun ajaran, Wakala Masjid Agung Al Azhar mengadakan Festival Hari Pasaran (FHP) Dinar Dirham.
Jadwal FHP Al Azhar Hari: Minggu, 19 Desember 2010 Tempat: Parkir Utara Masjid Agung Al Azhar, Jl. Sisingamangaraja - Keb. Baru Waktu: 07.00 - 15.30 WIB
Hari: Jum'at, 24 Desember 2010 Tempat: Parkir Utara Masjid Agung Al Azhar, Jl. Sisingamangaraja - Keb. Baru Waktu: 08.00 - 15.30 WIB
Susunan Acara DETAIL MENYUSUL
Pendaftaran Pedagang Sewa tempat GRATIS, tempat terbatas untuk 30 pedagang Riki Rokhman Azis - 0818 0299 2959 Ikhsan Basha - 0811 191 676 Abdarrahman Rachadi - 0818 7171 01
Saya kirimkan hasil percakapan saya dg Luthfi Muttaqi, satu di antara 140an siswa SMPIT Ummul Quro, Bogor, yang hadir dalam ceramah saya ttg penerapan Dinar dan Dirham. Umurnya baru sekitar 14 tahun, kelas 9. Semoga memberikan inspirasi buat kita semua.
Zaim
*****
Today
11:20am
pak Zaim
saya boleh nanya gak?
11:22am
silakan
11:28am
saya boleh bekerja sama dengan bapak tidak untuk memperjuangkan Dinar & Dirham?
11:41am
bagaimana pak?
1:50pm
bapak
1:51pm
ya, boleh saja. apa yg bis asay abantu?
ide kegiatannya apa?
1:58pm
mungkin bisa diawali di UQ, adakan bazar
1:58pm
betul, itu yg terbaik. waktu itu saya udah bicara sama pak Kepseknya
Pak Arie, ya?
dia setuju
biasanya kita sebut sebagai Festival Hari Pasaran Dinar Dirham
sekalian mengembalikan tradisi hari pasaran
di mana para peagng berjualan di pasar
tanpa dipajaki, tanpa ditarik sewa,
jadi harga barang bisa lbh murah, tidak diganggung oleh pajak dan sewa
2:01pm
cuma bapak bisanya kapan?
2:03pm
any time
asal tdk bentrok dg agenda lain
2:04pm
ok pak, akan saya tanyakan pada pak Kepsek UQ
2:04pm
baik, terima kasih atas dukungannya
2:05pm
sama-sama pak
tapi itu memang sudah seharusnya saya lakukan untuk mengembalikan Dinar & Dirham sebagai alat jual beli
2:07pm
alhamdulillah. Berkah Allah untuk Luthfi, yg berniat mengamalkan pengetahuan yang Lutfhi dapatkan
RasuL SAW mengatakan, orang yang mendapat ilmu, kalau tak diamalkan seperti lilin yg membakar dirinya
Alhamdulillah, Semangat mengembalikan sunnah yang hilang telah dicontohkan oleh teman kita siswa SMPIT Ummul Quro. Harusnya yang sudah dewasa bisa lebih terbuka.
Saya kirimkan hasil percakapan saya dg Luthfi Muttaqi, satu di antara 140an siswa SMPIT Ummul Quro, Bogor, yang hadir dalam ceramah saya ttg penerapan Dinar dan Dirham. Umurnya baru sekitar 14 tahun, kelas 9. Semoga memberikan inspirasi buat kita semua.
Zaim
*****
Today
11:20am
pak Zaim
saya boleh nanya gak?
11:22am
silakan
11:28am
saya boleh bekerja sama dengan bapak tidak untuk memperjuangkan Dinar & Dirham?
11:41am
bagaimana pak?
1:50pm
bapak
1:51pm
ya, boleh saja. apa yg bis asay abantu?
ide kegiatannya apa?
1:58pm
mungkin bisa diawali di UQ, adakan bazar
1:58pm
betul, itu yg terbaik. waktu itu saya udah bicara sama pak Kepseknya
Pak Arie, ya?
dia setuju
biasanya kita sebut sebagai Festival Hari Pasaran Dinar Dirham
sekalian mengembalikan tradisi hari pasaran
di mana para peagng berjualan di pasar
tanpa dipajaki, tanpa ditarik sewa,
jadi harga barang bisa lbh murah, tidak diganggung oleh pajak dan sewa
2:01pm
cuma bapak bisanya kapan?
2:03pm
any time
asal tdk bentrok dg agenda lain
2:04pm
ok pak, akan saya tanyakan pada pak Kepsek UQ
2:04pm
baik, terima kasih atas dukungannya
2:05pm
sama-sama pak
tapi itu memang sudah seharusnya saya lakukan untuk mengembalikan Dinar & Dirham sebagai alat jual beli
2:07pm
alhamdulillah. Berkah Allah untuk Luthfi, yg berniat mengamalkan pengetahuan yang Lutfhi dapatkan
RasuL SAW mengatakan, orang yang mendapat ilmu, kalau tak diamalkan seperti lilin yg membakar dirinya
Karanganyar, D.I. Yogyakarta, 22 Desember 2010 FHP Dinar Dirham Karanganyar Riki Rokhman Azis - IT Officer Wakala Induk Nusantara Karanganyar 26 Desember 2010.
Hadiri Festival Dinar - Dirham... Mari datang dan bertransaksi dengan dirham dan dinar di pasar Islam Karanganyar 26 Desember 2010.
Bagi para pedagang yang berminat untuk berpatisipasi silahkan hubungi Call center diatas atau ke 085729525111 (ghulam mishbah) 08112510828 (ahmad musthofa), Stand free (terbatas)... Tehnical Meeting pedagang di Masjid AL-Irsyad tanggal 24 Desember 2010 pk 19 : 30 setelah Shalat Isya'....
Di awal tahun 1432 H ini kami membuka kesempatan kepada seluruh member JAWARA untuk mempromosikan usahanya baik berupa produk / jasa dengan mencantumkan harga/biaya dalam Dinar Emas dan Dirham Perak. Promosi merupakan salah satu kunci suksesnya suatu usaha sehingga usaha kita dapat lebih dikenal oleh member milis lainnya.
Semoga dengan bertransaksi menggunakan Dinar dan Dirham, Allah subhana wa ta'ala meridhoi usaha bapak/ibu sekalian.
Untuk mendaftar di milis JAWARA, kirimkan email kosong tanpa subject ke jawaradinardirham-subscribe@yahoogroups.com dan tunggu
konfirmasi dari Admin.
Pemakaian Dinar dan Dirham di Jakarta Utara akan semakin luas melalui sebuah FHP yang merakyat, di Kelurahan Semper, Koja.
Alhamdulillah wa shukrulillah pada hari Ahad, 9 Januari 2010 akan kembali diadakan Festival Hari Pasaran, kali ini bertempat di Gang 8 Blok F RT 011/008 Kel. Semper Barat,
Cilincing - Jakarta Utara. Ini adalah FHP yang diharapkan tampil merakyat, karena langsung berada di tengah krumunan kediaman penduduk. Sebagian besar pedagangnya pun adalah warga setempat.
Lokasi Gang 8 sendiri ada di samping Islamic Center yang megah. Jadi, diharapkan FHP rakyat ini suatu saat dapat diadopsi dan diselenggarkan oleh pengurus Islamic Center dalam format yang lebih besar. Kali ini FHP Semper ini digerakkan oleh para pemuda setempat yang bernaung di bawah Baitul Mal Keluarga Indonesia (BMKI).
Selain kegiatan niaga dan perdagangan, seperti biasa BMN akan membagikan zakat mal, kepada warga mustahik sekitar pasar, sekitar 100 Dirham. Acara juga akan dilengkapi dengan kajian, dengan fokus sepitar pemahaman tentang hiperinflasi dan redenominasi rupiah, yang akan disampaikan oleh Pak Sufyan al Jawi. Pada pagi harinya, juga akan diselenggarakan bedah buku Tidak Syar'inya Bank Syariah karya Pak Zaim
Saidi, langsung oleh penulisnya.
Untuk informasi lebih lanjut hubungi panitia: Andi Kaisar: 021-98212205 Endang Permana: 021-95989275 M. Ashari: 081904433327
Asalamualaiku, Wr Wb.
Tadi pagi saya baru mau membeli dinar/dirham dari geraidinar, nah saya bingung
kok dinar nya berbeda dengan dinar dari WIN. saya konfirmasi lagi ke pak Zaim
Saidi, memang benar geraidinar memproduksi sendiri dinar nya.
Kemudian dari link di WIN juga ada konfirmasi bahwa dinar dari geraidinar tidak
diakui. Kalo begitu apakah dinar nya dari gerai dinar bukan mata uang tetapi
perhiasan ? dan lagi di geraidinar terdapat selisih jual dan beli dinar,
sedangkan dirham kena ongkos cetak sebesar Rp10.000 (tahun 2007-2008), dan lagi
ada layanan m-dinar, dan terakhir ada investasi qirad.
Apakah yang dilakukan gerai dinar sudah menyimpang atau belum ? karena menurut
saya layanan m-dinar cukup bagus, walaupun nanti nya ada kecendrungan menjadi
uang fiat lagi karena transaksi dilakukan secara elektronik bukan secara tunai
dengan coin nya.
Apakah boleh membeli dinar melalui m-dinar yang mungkin kita tidak dapat
mnyimpan sendiri coin dinar nya
Bagaimana nih apakah kita hindari membeli dinar dari geraidinar atau bagaimana
sikap kita ?
Kurniadi
Assalamu'alaikum wr wb
Bagi yang berminat untuk membeli motor honda cbr 150 tahun 2008 warna biru,
kilometer 11000-an. Harga 16,5 dinar. Bagi yang minat silahkan hubungi
08111777233
Wassalamu'alaikum wr wb
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Salah satu hal yang terbersit dibenak saya ketika berniat untuk menjauhi kredit-kredit dari Perbankan (baik itu berupa KTA, kartu kredit, KPR dll) adalah bagaimana saya dapat berwirausaha tanpa mengharapkan bantuan permodalan dari BANK. Jaman sekarang, mungkin hal inilah yang paling umum dilakukan oleh pengusaha-pengusaha baru yang ingin memulai usahanya. Baru belakangan saya menyadari bahwa Riba benar-benar musuh yang nyata setelah saya secara pribadi terlibat dan kemudian terlilit hutang KTA dan kartu kredit yang modus operandinya 'gali lubang tutup lubang'.
Singkat cerita Allah mengatur pertemuan saya dengan Amir Devid Hardi, al-wakil Wakala Sauqi dan penggerak Dinar
Dirham di Jawa Barat. Beliau menyarankan saya agar memulai sebuah usaha untuk lebih memahami muamalat dan Dinar Dirham. Saran Amir Devid langsung saya ikuti lantaran sudah sejak lama saya ingin mempunyai usaha sebuah toko buku Islam yang kemudian bernama Dinar Shop.
Langkah selanjutnya adalah bagaimana memperoleh modal untuk mengembangkan usaha. Syariat Islam ternyata turut mengatur perkara ini salah satunya dengan kontrak kerja sama Syirkat dan Qirad menggantikan system RIBA yang ditawarkan Perbankan Konvensional maupun Syariah. Penjelasan mengenai dua kontrak ini bisa dibaca di link berikut :
Semoga ulasan mengenai Syirkat dan Qirad tersebut dapat membantu
rekan-rekan member JAWARA yang ingin mengembangkan usahanya dengan bentuk permodalan yang halal sesuai syariat Islam.
Dallas College, Cape Town, kembali membuka kesempatan bagi kaum muda Muslim untuk belajar kepemimpinan. Tersedia beasiswa.
Dallas College adalah perguruan tinggi yang didirikan oleh Shaykh Abdalqadir as Sufi, yang menawarkan program pasca-SLA, untuk tiga tahun dalam kepemimpinan untuk pemuda Muslim. Kuliah difokuskan pada pengetahuan Islam, pemahaman politik dan komunikasi.
Dallas College 5 Leeuwen Street - Cape Town 8001 Afrika Selatan www.dallascollegect.com info@... Telp: +27 (0) 721 851 566
Khusus untuk calon mahasiswa dari Indonesia untuk keterangan lebih lanjut, termasuk kemungkinan fasilitas beasiswa, dapat pula menghubungi:
Bapak Abdarrahman Rachadi Baitul Mal Nusantara (BMN) Jl. M Ali no 2 Rt 003/Rw 04. Kel Tanah Baru - Kota Depok 16426. Telp. 7756071-7752699/ email: abdarrahman@...
Bagi kebanyakan orang, buku merupakan sumber terbaik
untuk menggali informasi berharga. Dalam hal pengembalian sunnah Rasulullah,
sallallahu alayhi wa sallam, terutama di bidang Muamalat dengan Dinar-Dirham-Fulus,
ada beberapa buku yang dapat dijadikan referensi utama bagi yang ingin
mengetahui lebih jauh bagaimana memahami dan menerapkannya.
Tidak Syar’inya Bank Syariah (Zaim Saidi)
Harga Rp 48.000,- (1 Dirham)
Buku ini yang terakhir di-rilis oleh bapak Zaim Saidi.
Karena isinya yang menguak kebenaran sempat dianggap “buku berbahaya” oleh
kalangan praktisi perbankan syariah. Pengantar yang ditulis oleh bapak Mukti
Asikin dapat disimak di website WIN : http://www.wakalanusantara.com/detilurl/Kita.Bahkan.Sudah.Korupsi.Pikiran/342
Ilusi Demokrasi (Zaim Saidi)
Harga Rp 37.500,- (4 Daniq)
Ini merupakan buku yang spektakuler mengulas secara
lengkap praktek Amal Madinah yang dipelajari bapak Zaim Saidi setelah selama 2
tahun belajar di Cape Town, Afrika Selatan. Buku ini wajib dibaca oleh siapa
saja yang ingin memulai ber-Muamalat dengan Dinar dan Dirham.
Kitab ini dianggap
literatur paling awal yang ditemukan dari koleksi hadits yang membentuk dasar
hukum Islam di samping Al Qur'an. Meskipun demikian, bukan hanya kumpulan
hadis; banyak juga mengandung ajaran hukum yang didasarkan bukan pada hadits
sama sekali. Kitab ini mencakup ritual, upacara, adat, tradisi, norma
dan hukum dari zaman Nabi Muhammad SAW.
DVD : Islamic Muamalat Vs Islamisation of Capitalism
Harga Rp 45.000,- (1
Dirham)
DVD ini merupakan
rekaman kuliah Prof Umar Ibrahim Vadillo yang disampaikan disalah satu kelas
Muamalatnya di Islamic International
University of Malaysia di bulan November 2009.
Semoga ulasan singkat
ini bermanfaat bagi saudara-saudaraku yang ingin memahami labih jauh tentang
pengamalan Dinar dan Dirham.
Bagi kebanyakan orang, buku merupakan sumber terbaik untuk menggali informasi berharga. Dalam hal pengembalian sunnah Rasulullah, sallallahu alayhi wa sallam, terutama di bidang Muamalat dengan
Dinar-Dirham-Fulus, ada beberapa buku yang dapat dijadikan referensi utama bagi yang ingin mengetahui lebih jauh bagaimana memahami dan menerapkannya.
Tidak Syar’inya Bank Syariah (Zaim Saidi)
Tidak Syar'inya Bank Syariah
Harga Rp 48.000,- (1 Dirham)
Buku ini yang terakhir
di-rilis oleh bapak Zaim Saidi. Karena isinya yang menguak kebenaran sempat dianggap “buku berbahaya” oleh kalangan praktisi perbankan syariah. Pengantar yang ditulis oleh bapak Mukti Asikin dapat disimak di website WIN :http://www.wakalanusantara.com/detilurl/Kita.Bahkan.Sudah.Korupsi.Pikiran/342
Ilusi Demokrasi (Zaim Saidi)
Ilusi Demokrasi
Harga Rp 37.500,- (4 Daniq)
Ini merupakan buku yang spektakuler mengulas secara lengkap praktek Amal Madinah yang dipelajari bapak Zaim Saidi setelah selama 2 tahun belajar di Cape Town, Afrika Selatan. Buku ini wajib dibaca oleh siapa saja yang ingin memulai ber-Muamalat dengan Dinar dan Dirham.
Kitab ini dianggap literatur paling awal yang ditemukan dari koleksi hadits yang membentuk dasar hukum Islam di samping Al Qur’an. Meskipun demikian, bukan hanya kumpulan hadis; banyak juga mengandung ajaran hukum yang didasarkan bukan pada hadits sama sekali. Kitab ini mencakup ritual, upacara, adat, tradisi, norma dan hukum dari zaman Nabi Muhammad SAW.
DVD : Islamic Muamalat Vs Islamisation of Capitalism
Islamic Muamalat
Harga Rp 45.000,- (1 Dirham)
DVD ini merupakan rekaman kuliah Prof Umar Ibrahim Vadillo yang disampaikan disalah satu kelas Muamalatnya di Islamic International University of Malaysia di bulan November 2009.
Semoga ulasan singkat ini bermanfaat bagi saudara-saudaraku yang ingin memahami labih jauh tentang pengamalan Dinar dan Dirham.