Jakarta, 21 Januari 2011
Kebutuhan berkendara khususnya di kota-kota besar akhir-akhir ini serasa sudah menjadi kebutuhan pokok. Bagi yang belum memilikinya tentu bisa menyewa di sejumlah jasa Rental Mobil yang marak dijumpai. Tapi usaha penyewaan yang satu ini cukup unik, pemiliknya bapak Nahdi Subulana bersedia menerima Dinar dan Dirham dalam menyewakan kendaraannya. Usaha jasa penyewaan kendaraan ini beroperasi di Jakarta dan Semarang.
Bapak Nahdi menyempatkan diri menyaksikan FHP Al-Azhar di bulan Muharram 1432 H yang lalu untuk menyaksikan praktek jual beli yang terjadi. Belajar dari FHP yang diprakarsai oleh JAWARA dan Wakala Al-Azhar tersebut, beliau merasakan ada keuntungan lebih yang didapat sebagai pemilik usaha apabila ber-Muamalat dengan Dinar dan Dirham.
Dalam satu kesempatan beliau menulis profile singkatnya kepada JAWARA :
Usaha yang diberi nama CV Trisangga Raya atau Trisangga Raya Rent Car adalah perusahaan jasa penyedia transportasi di bidang penyewaan mobil. Usaha ini melayani sewa harian, mingguan, bulanan/kontrak maupun shuttle service atau antar jemput. Kelebihan kami adalah armada yang prima, layanan 24 jam, perawatan berkala, asuransi, supir yang ramah dan berpengalaman juga harga yang sangat kompetitif.
Perusahaan ini mulai beroperasi pada tahun 2006 di Semarang dengan jangkauan layanan di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Hingga saat sekarang sudah mempunyai banyak pelanggan setia baik itu perorangan maupun perusahaan/instansi baik pelanggan dari wilayah semarang sendiri maupun dari luar kota seperti Jakarta dan Surabaya yang pada saat kunjungan ke Semarang memakai jasa sewa kami. Armada yang kami miliki merupakan kendaraan baru keluaran tahun 2008 sampai tahun 2010 dan selalu dilakukan perawatan rutin baik pada ruang mesin maupun ruang kabin untuk menjaga kondisi kendaraan sehingga selalu siap setiap saat untuk digunakan baik untuk perjalanan dalam maupun ke luar kota. Dengan demikian perjalanan Anda akan tetap merasa aman dan nyaman tanpa terkendala dan khawatir sehingga kami bisa memenuhi salah satu motto kami yaitu tercapainya KEPUASAN PELANGGAN.
Seiring dengan berkembangnya perusahaan dan banyaknya permintaan pelanggan di luar kota Semarang terutama pelanggan-pelanggan kami yang dari Jakarta, maka pada tahun 2010, kami melakukan ekspansi bisnis dengan membuka perwakilan di Jakarta. Perwakilan di Jakarta ini untuk melayani sewa mobil dengan wilayah Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat & sekitarnya.
Demikian paparan bapak Nahdi kepada JAWARA mengenai sekilas usaha yang dijalaninya.
LAYANAN DAN PRODUK
A. LAYANAN
- Sewa Harian
- Sewa Mingguan
- Sewa Bulanan/Kontrak
- Shuttle/Antar Jemput
B. PRODUK
KONTAK KAMI
Alamat Kantor
Semarang : Perum BPI Blok A2 Ngaliyan Semarang 50181
Telepon : +62.24.7601233
Jakarta : Jl. Baing No. 78. Kampung Tengah – Kramat Jati Jakarta Timur 13540
Telepon : +62.21.87782283
Email : info@...
CP : M. Nahdi Subulana (+6281390390693 / +6281546003666)
Email : nahdi.subulana@ trisanggaraya.com ; nahdi_subulana@...
Web site : http://www.trisanggaraya.com
Facebook : http://facebook.com/trisangga.raya
Twitter : http://twitter.com/trisanggaraya

Bagi para pendukung dan pelaku perbankan syariah di Indonesia, peran Perbankan Syariah di Indonesia telah menjadi tolak ukur keberhasilan eksistensi perkembangan ekonomi syariah. Di mana setiap tahunnya sector ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Menurut perhitungan BI, pertumbuhan industri perbankan syariah selama ini di Indonesia adalah 39,8 %. Keunggulan nyata dari perbankan syariah adalah terhindarnya dari risiko negative spread, yakni keuntungan minus akibat bunga yang dibayar lebih tinggi daripada bunga yang didapat.
Bila
dolar, euro, poundsterling, yen dan yuan tiba-tiba terpuruk, lalu bagaimana dengan rupiah? Tentu nasibnya lebih parah dari yang pernah dialami rupiah pada masa krisis moneter 1998 silam. Dan tak seorang pun dapat menduga, kalau besok satu liter beras harus dibeli seharga Rp 20.000-an (kini Rp 5000), melonjak 4 kali lipat dalam tempo singkat! Tentu saja segelintir Yahudi sebagai satu-satunya pihak yang mendulang panen raya di tengah hancurnya ekonomi dunia. Yaitu dengan menciptakan krisis multidimensi bagi enam miliar manusia yang tiba-tiba harus mendadak miskin akibat hiperinflasi. Trilyunan dolar aset manusia berpindah tangan secara licik dalam proses ini.
Prediksi
para analis keuangan dunia semakin kuat, ketika Nicholas Larkin memberita kan tentang Soros yang memborong emas (Bloomberg, 31 Agustus 2010). Bahkan tulisan para ekonom di situs Drschoon, lebih vokal lagi, misalnya: Jordan Roy-Byrne, menulis "Jalan untuk Hiperinflasi". Dan yang
menjadi tanda tanya: kenapa Soros yang dikenal sebagai pemain uang kertas asing dan saham, tiba-tiba borong emas? Ada skenario besar di balik layar yang sedang dimainkan tentunya. Sayangnya, mayoritas ahli ekonomi tidak mampu membaca fenomena ini, mungkin karena kurangnya ilmu mereka atas pengetahuan ilmu mata uang (numismatik).













Namanya memang Asbun. Kalau ditujukan ke politikus kata 'asbun' mungkin menggelikan. Maklumlah, asbun bagi para politikus berarti asal bunyi. Politikus memang tukang janji. Janji yang kerap sulit ditepati. Tapi Asbun yang ini beda. Ia benar-benar Asbun. Bukan politikus, tapi penjual es kueh. Ia kategori pedagang kecil.





