Search the web
Sign In
New User? Sign Up
mdex · KL Future Traders Group
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Show off your group to the world. Share a photo of your group with us.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
PRAKIRAAN HARGA CPO Futures TAHUN 2009   Message List  
Reply | Forward Message #1087 of 1101 |

PRAKIRAAN HARGA KONTRAK BERJANGKA CPO

TAHUN  2009

 

Harga minyak Sawit pada tahun 2009 diperkirakan masih akan bergerak dalam range yang lebar dan masih dipengaruhi dua faktor dominan yaitu Harga Minyak Bumi (Crude oil) dan kondisi perekonomian global.

Pada tahun 2009 semua pelaku pasar, tidak hanya pasar keungan tetapi juga komoditi akan fokus pada kinerja perekonomian. Kinerja perekonomian sangat mempengaruhi perkembangan demand, ekspektasi akan kondisi perekonomian juga merupakan ekspektasi akan demand minyak sawit. Ancaman resesi dunia sangat menentukan trend harga di tahun 2009,  diperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2009 masih sangat rendah.

Harga minyak bumi (crude oil) diperkirakan akan tetap menjadi lead market komoditas termasuk minyak sawit, kendati permintaan minyak sawit untuk substitusi bahan bakar biodisel masih belum signifikan, namun sentimen market antar komoditi masih sangat dominan.

Perkiraan harga Minyak Sawit (CPO BMD) berdasarkan dua faktor diatas:

 

 

Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Crude Oil (NYMEX)

Palm Oil (CPO MDEX)

-1  s/d  0%

US$40 - US$50 per-barrel

RM 1000 – RM 1200 per-ton

  0  s/d  1%

US$50 - US$60 per-barrel

RM 1200 – RM 1500 per-ton

  1 s/d  1,5%

US$60 - US$70 per-barrel

RM 1500 - RM 1700 per-ton

  1,5  s/d  2%

US$70 - US$80 per-barrel

RM 1700 - RM 2000 per-ton

   2% s/d  3%

US$80 - US$100 per-barrel

RM 2000 - RM 2500 per-ton

   > 3%

US$100-US$120 per-barrel

> RM 2500 per-ton

 

Secara umum diperkirakan benchmark harga Minyak Sawit (CPO BMD) pada tahun 2009 per-ton, diperkirakan akan berkisar:

RM 1200 -  RM 2500

 

 

 

 

 

=====================  /// =====================

 

 

 

 

 

 

 

 

REVIEW MARKET TAHUN 2008

PERTIMBANGAN FAKTOR-FAKTOR FUNDAMENTAL

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


HARGA MINYAK BUMI

Gejolak harga minyak bumi mempengaruhi semua sisi aktifitas perekonomian, tidak hanya kegiatan yang berhubungan dengan energi & barang tambang tetapi juga pada komiditi perkebunan dan bahan pangan.

Kenaikkan harga minyak karena meningkatnya demand untuk konsumsi energi, sulit dihindari dimana supply semakin terbatas oleh mulai berkurangnya kapasitas & tambang-tambang minyak baru. Kebijakan diversifikasi energi pada sumber yang bisa terbaharui khususnya minyak nabati, awalnya sangat tepat dan berbagai insentif diberikan untuk mendorong konversi energi tersebut. Namun pengalihan bahan baku minyak nabati menjadi bahan bakar, ternyata berdampak lain dan luas. Semakin besarnya konsumsi minyak nabati untuk bahan bakar membuat supply semakin berkurang dan sebaliknya demand semakin meningkat, sehingga harga bergerak naik dengan cepat. Dampak negatif ini semakin meluas lagi setelah berbagai lahan untuk produksi bahan makanan dikonversi menjadi tanaman yang menghasilkan biodisel & etanol sehingga harga bahan pangan juga meningkat drastis. Demikian hal dengan minyak sawit, sebagaimana minyak nabati lainnya yang dapat digunakan sebagai substitusi minyak bumi, maka kenaikkan harga minyak bumi sangat berkorelasi positif terhadap harga minyak sawit. Minyak bumi menjadi lead market, selain adanya korelasi baik langsung maupun tidak langsung seperti diatas, volatilitas harga minyak bumi (crude oil) juga mempengaruhi harga berbagai komoditi lain yang tidak ada korelasinya. 

 

 

 

MINYAK KEDELAI  2008

Sebagai substitusi terdekat minyak sawit, maka harga minyak kedelai (soybean oil) memiliki korelasi yang positif dan signifikan terhadap harga minyak sawit. Perkembangan penggunaan minyak sawit sebagai substitusi minyak kedelai dan harga yang cenderung lebih murah, membuat minyak sawit tidak lagi menjadi follower harga minyak kedelai saat ini, namun harga kedua komoditi ini saling mempengaruhi.  

Sebagaimana diuraikan diatas konversi lahan tanaman kedelai menjadi lahan jagung untuk pemenuhan kebijakan diversifikasi energi dan substitusi bahan bakar minyak bumi dengan etanol, menjadi faktor utama yang memicu harga komoditas soy complex ternasuk soy oil didalamnya mengalami kenaikkan signifikan dan membuat hraga minyak kedelai berkorelasi positif terhadap harga minyak bumi (crude oil).

 

 

FUNDAMENTAL MINYAK SAWIT MALAYSIA 2008

Bahwa trend harga minyak sawit tahun 2008, lebih banyak dipengaruhi faktor-faktor eksternal dan cenderung tidak sejalan dengan kondisi fundamental minyak sawit itu sendiri.

Produksi  

Dari sisi produksi, trend harga tidak sejalan dengan trend produksi tahun 2008, dimana rata-rata produksi bulanan tahun 2008 berada diatas rata-rata produksi bulanan pada tahun sebelumnya. Trend kenaikkan produksi berlangsung sejak bulan Maret hingga Agustus 2008, namun hal ini tidak searah dengan trend kenaikkan harga yang jutsru mengalami trend up pada saat produksi juga mengalami hal yang sama (lihat grafik perkembangan produksi).

Sebaliknya disaat trend produksi mulai memgalami penurunan, harga juga menunjukkan trend penurunan (Agustus-September).

 

 

Kendati rata-rata bulanan tahun 2008 berada diatas rata-rata produksi bulanan pada tahun-tahun sebelumnya, produksi bulanan tertinggi masih berada dibawah produksi bulanan tertinggi sepanjang sejarahnya yaitu pada bulan Nopember 2007 yang mencapai 1.650.004 ton.

Rata-rata produksi bulanan pada tahun 2008 (s/d September) yang mencapai 1.437.696 ton berada diatas rata-rata produksi bulanan pada tahun-tahun sebelumnya bahkan dibandingkan tahun 2006 dimana pada tahun 2006 tersebut tercapai produksi bulanan yaitu 1.610.040 ton di bulan September.

Rata-rata produksi tertinggi bulanan pada tahun 2008 (s/d September) mengalami peningkatan 12,5% dibandingkan rata-rata produksi bulanan tahun sebelumnya 2007 yang hanya 1.277.761.

 

Ekspor  

Dari sisi ekspor, trend harga juga tidak konsisten dengan trend volume ekspor tahun 2008, kendati volume ekspor berfluktuasi cukup tajam selama tahun 2008 (lihat chart perkembangan ekspor). Pada saat kinerja ekspor mencapai volume tertinggi (1.467.797 ton) selama tahun 2008 bahkan selama 5 tahun terakhir, pada saat tersebut trend harga justru mengalami penurunan.

 

Rata-rata ekspor bulanan selama tahun 2008 (s/d September) memang menunjukkan peningkatan  10,7% menjadi 1.232.837 ton dibandingkan rata-rata ekspor bulanan pada tahun sebelumnya 2007 yang hanya 1.114.034 ton, namun peningkatan tersebut tidak cukup signifikan untuk mendorong kenaikkan harga yang begitu tinggi.

 

Ending Stock  

Demikian juga dengan perkembangan stock akhir (ending stock) bulanan, bahwa selama tahun 2008 ending stock bulanan berada diatas ending stock bulanan tahun-tahun sebelumnya (5 tahun terakhir), hal sangat kontra dengan perkembangan harga yang justru mencapai level tertinggi sepanjang masa ditahun 2008.

 

 

MINYAK SAWIT INDONESIA

Kendati produk kontrak berjangka CPO Bursa Malaysia masih menjadi benchmark harga minyak sawit global, namun perkembangan harganya sendiri pada tahun 2008 tidak lagi dominan dipengaruhi kondisi fundamental minyak sawit Malaysia. Salah satu faktor yang mempengaruhi harga kontrak CPO Bursa Malaysia adalah perkembangan supply & demand di Indonesia sebagai penghasil terbesar minyak sawit dunia saat ini.

Pengaruh market Minyak sawit Indonesia terhadap harga CPO Malaysia, selain disebabkan karena Indoensia sudah menjadi penghasil dan pengekspor CPO terbesar didunia, juga karena perkembangan supply & demand di Indonesia sangat fluktuatif dibandingkan di pasar Malaysia, hal ini disebabkan diantaranya kebijakan perdagangan pemerintah Indonesia yang cepat berubah khususnya mengenai tarif pajak ekspor, Domestic Market Obligation (DMO)dan subsidi maupun juga fluktuasi kurs nilai tukar mata uang Rupiah (IDR) terhadap US Dollar, dsb. 

WORLD MAJOR PRODUCERS OF PALM OIL : 1998 - 2007 ('000 TONNES)

 

Country

2003

2004

2005

2006

2007

Indonesia

10,600

12,380

14,100

16,050

16,800

Malaysia

13,355

13,976

14,962

15,881

15,824

Thailand

690

735

700

860

1,020

Nigeria

785

790

800

815

835

Colombia

527

632

661

713

780

Papua New Guinea

326

345

310

365

395

Ecuador

262

279

319

352

385

Cote d'Ivoire

240

270

320

330

320

Costa Rica

155

180

210

198

215

Honduras

158

170

180

195

205

Brazil

129

142

160

170

190

Guatemala

85

87

92

125

137

Vanezuela

41

61

63

65

76

Others

906

940

969

1,023

1,064

TOTAL

28,259

30,987

33,846

37,142

38,246

Source  : Oil World Annual (1999 - 2007) Oil World Weekly (14 December, 2007)

MPOB - For data on Malaysia

Produksi total Crude Palm Oil Indonesia pada tahun 2008 diperkirakan mencapai lebih dari 18 juta ton.

Ekspor CPO ke Pasar Dunia Tahun 2006

 

Country

CPO

Volume (juta ton)

%

Indonesia

4,84



(Message over 64k, truncated.)
Mon Nov 17, 2008 4:46 am

arisman11
Offline Offline
Send Email Send Email

Attachment
Prakiraan CPO 2009.doc
Type:
application/octet-stream
Attachment
Prakiraan CPO 2009.doc
Type:
application/msword
Attachment
Prakiraan CPO 2009.doc
Type:
application/msword
Forward
Message #1087 of 1101 |
Expand Messages Author Sort by Date

PRAKIRAAN HARGA KONTRAK BERJANGKA CPO TAHUN  2009   Harga minyak Sawit pada tahun 2009 diperkirakan masih akan bergerak dalam range yang lebar dan masih...
Aris Man
arisman11
Offline Send Email
Nov 17, 2008
4:46 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help