Benedict Sulaiman bukan bos dan juga bukan pejabat Grup Lippo

benedict sulaiman (sumber: facebook.com)
Kuasa hukum mantan pimpinan First Media Billy Sindoro, Humphrey Djemat meluruskan pemberitaan media massa yang menyebutkan Benedict Sulaiman sebagai salah satu pejabat di Grup Lippo. "Secara struktural, Benedict bukan pejabat di Lippo. Ketika peristiwa penangkapan berlangsung, kapasitas Benedict saat itu hanyalah sebagai asisten pribadi Billy," kata Humphrey di Jakarta.
Bene - panggilan akrab Benedict Sulaiman - adalah asisten pribadi Billy seperti halnya Gentar Rahma Pradana, dimana keduanya akan dijadikan saksi dalam persidangan berikutnya. Sebagai asisten pribadi Billy, ia diantaranya membantu terkait masalah IT, mulai dari mengajari membuka, mengirimkan email, kirim sms dsb-nya, mengingat Billy agak 'gaptek' (gagap teknologi).
Humphrey menambahkan, Benedict sudah diperiksa KPK dalam kapasitas sebagai orang yang selama ini bertugas membantu kelancaran kerja Billy Sindoro yang dijadikan tersangka kasus gratifikasi pejabat KPPU M Iqbal.
Persidangan kasus Billy - Iqbal saat ini sudah memasuki sidang ketiga. Dari sidang yang menghadirkan saksi petugas KPK Hendy Kurniawan dan Rachmad Nur Hidayat, diketahui penangkapan Iqbal dan Billy tidak disertai surat perintah penangkapan dan penggeledahan.
Atas kejadian itu, penasehat hukum Billy bermaksud menyampaikan tanggapan resmi ke KPK setelah mendengar keterangan saksi petugas KPK Hendy dan Rachmad yang ternyata tidak dibekali surat perintah penangkapan maupun penggeledahan.
"Kami akan menyampaikan tanggapan resmi soal ini ke KPK karena petugas KPK hanya memegang surat perintah penyelidikan saat melakukan penangkapan," katanya.
Billy dijadikan tersangka kasus gratifikasi oleh KPK dengan barang bukti uang tunai Rp500 juta yang didapat saat penangkapan Billy dan M Iqbal 16 September 2008 di Hotel Aryaduta Jakarta.
Sekilas tentang Billy Sindoro
Billy Sindoro lahir di kota Solo (Surakarta), Jawa Tengah, pada 25 Februari 1960. Di masa kecilnya, Billy termasuk anak yang cerdas di sekolah dan cukup aktif dalam berbagai kegiatan ekstra kurikuler. Di kalangan teman-teman lamanya, Billy juga dikenal sebagai sosok yang santun, pemurah, punya jiwa kepemimpinan dan kerap jadi motivator buat mereka.
Usai lulus sekolah dari SMA Karang Turi Semarang, dibantu pendanaan dari para kerabat dekatnya, Billy melanjutkan studi perguruan tinggi ke Amerika Serikat. Di sela-sela kesibukan kuliah, ia bekerja paruh waktu guna menopang biaya hidup yang tinggi selama mukim di negeri Paman Sam.
Usai meraih gelar Master di bidang Administrasi Bisnis (MBA) dari The University of South Dakota, AS, Billy kembali ke Indonesia. Pada 1986 ia mulai meniti karier di bidang perbankan dengan bergabung di LippoBank. Pada 1994, ia keluar dari LippoBank dengan jabatan terakhir sebagai Managing Director.
Pada Maret 2005 ia kembali bergabung di LippoBank sebagai wakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer (COO). Di Grup Lippo, sebelumnya Billy pernah menduduki berbagai jabatan eksekutif antara lain sebagai Presdir PT AIG Lippo Life, Presdir PT Broadband Multimedia Tbk dan Presdir PT. Natrindo Telepon Seluler (Axis).
Secara bertahap, kini Billy telah mengundurkan diri dari semua posisi eksekutif di beberapa perusahaan milik kelompok bisnis Lippo. Tujuh bulan lalu, tepatnya pada 9 Juni 2008, Billy mengundurkan diri dari posisi Presiden Direktur PT First Media Tbk. Info lain yang terkait dengan PT. First Media Tbk. silakan klik: www.firstmedia.com
Posisi Billy Sindoro sebagai komisaris independen non-eksekutif di Bank Lippo yang ia sandang sejak 26 Agustus 2005 juga tak lagi ia emban. Terhitung sejak 1 November 2008 lalu, dengan adanya penggabungan Bank Lippo dan Bank Niaga menjadi CIMB Niaga Bank, namanya tak lagi tercantum. Jajaran komisaris CIMB Niaga Bank kini diduduki oleh: Dato' Mohd Shukri Hussin, Roy Edu Tirtadji, Sri Hartina Urip Simeon, Ananda Barata, Abdul Farid Alias, dan Zulkifli M. Ali. Info lain yang terkait dengan CIMB Niaga Bank, silakan klik: www.cimbniaga.com
Billy memang berencana akan meninggalkan dunia bisnis yang selama ini ia geluti, dengan target pada 2010 mendatang ia sepenuhnya akan menerjuni bidang sosial kemasyarakatan dan aktivitas spiritual yang lebih menenangkan jiwa. Kini Billy sibuk bergiat dalam bidang sosial kemasyarakatan di CSM (Community Services Ministry) Basilea yang berkantor sementara di kawasan Lippo Karawaci, Tangerang. Dalam waktu dekat, kantor CSM akan pindah ke kawasan Serpong, Tangerang.
Kuasa Hukum Billy Sindoro
Humphrey Djemat
Gani Djemat & Partners
Advocates/Solicities
Plaza Gani Djemat lt. 8
Jl. Imam Bonjol 76-78, Jakarta 10310
T: (021) 390-3603
F: (021) 315-0386
E-mail: Humphrey@...
Website: www.ganidjemat.com