Search the web
Sign In
New User? Sign Up
siaran-pers · Siaran Pers
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want your group to be featured on the Yahoo! Groups website? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Siaran Pers Temu Anak Nasional: Panggung Merdeka di Kebon Agung   Message List  
Reply | Forward Message #921 of 1113 |

Panggung Merdeka di Kebon Agung

 

Pada hari kedua Temu Anak, sekitar 15 karya anak berupa drama dan music dipertunjukkan pada Panggung Merdeka di Kecamatan Imogiri, Bantul. Selain itu juga terdapat 30 lukisan ekspresi anak tentang perdagangan anak. Karya ini merupakan hasil dari workshop yang dilakukan oleh anak-anak selama 4 jam di hari yang sama. Anak-anak yang menjadi peserta senang dan bangga dengan hasil karya mereka. Hal tersebut diungkapkan oleh Risna Purnamasari, Peserta dari Semarang, “saya senang sekali ada kegiatan ini. Saya dan teman-teman lain dapat menunjukkan apa yang kita inginkan, dan  berkreasi memperlihatkan solidaritas kita kepada anak-anak  lain di Indonesia  yang telah menjadi korban perdagangan anak”.

 

Jefri Ananda Prasetyo, peserta dari Cirebon, menyatakan hal yang sama, “saya senang berada disini karena kami diajari cara untuk menentang trafficking. Saya sangat menentang trafficking karena memperlakukan manusia sangat tidak manusiawi.” Workshop yang dilakukan pada Temu Anak Nasional ini, mengajak para peserta untuk saling bekerjasama dalam menghasilkan karya. Meskipun mereka baru bertemu pada kegiatan ini, namun tidak menghambat mereka dalam berkarya. Risna menuturkan, “Saya bersama dengan kawan-kawan dari Solo, Jakarta dan Medan membentuk satu kelompok untuk menciptakan lagu. Meskipun kami baru bertemu, tapi kami dapat menciptakan lagu dalam waktu satu jam.”

 

Para peserta ini  diajarkan bagaimana membuat lagu, drama dan lukisan. Kemudian mereka diminta untuk membuat karya secara berkelompok.   Tujuan dari pembuatan karya secara berkelompok ini adalah untuk mendorong mereka dapat bekerjasama dengan teman-temannya dan mendorong mereka untuk terus menyuarakan aspirasinya kepada teman-teman mereka.  Peserta  Temu Anak Nasional rata-rata telah memiliki pengetahuan tentang perdagangan anak. Jefri menuturkan bahwa setiap minggunya dia aktif didalam Rumah Baca Lentera Dunia. Jefri dan teman-temannya setiap minggu melakukan diskusi mengenai hak dan berbagai kekerasan yang dialami oleh anak.  Melalui pengetahuan yang telah mereka miliki dan kegiatan Temu Anak Nasional ini, tumbuh keberanian mereka untuk bersuara.

 

Di antara peserta  juga ada yang telah memiliki kemampuan untuk bersuara menentang perdagangan anak, seperti yang diungkapkan oleh Risna, “Saya dan beberapa peserta yang hadir disini telah melakukan kampanye dan pendidikan mengenai perdagangan anak. kampanye dan pendidikan ini kita berikan kepada teman-teman kita di sekolah dan tempat kita tinggal.”  Risna merupakan anak yang menyukai musik. Dia dan kawan-kawannya membentuk Band yang bernama Termometer. Melalui lagu, Risna dan rekan-rekannya banyak menyuarakan persoalan perdagangan anak dan mengajak mereka untuk bersama-sama mencegahnya. Harapan Risna setelah kegiatan Temu Anak Nasional ini adalah lagu yang telah diciptakannya bersama dengan teman lainnya dapat diaransemen ulang dan dinyanyikan olehnya bersama dengan band-nya setelah kembali ke Semarang.

 

Menurut Emmy L Smith, “sebagian  besar dari anak-anak ini pernah ikut pendidikan-pendidikan yang diselenggarakan oleh  LSM-LSM yang concern terhadap isu anak. Setelah pendidikan-pendidikan tersebut, timbul kesadaran dari mereka untuk juga menyebarkan pengetahuan yang telah didapatkan kepada anak-anak lainnya.” Anak-anak yang telah memiliki wawasan inilah kemudian dikumpulkan dari berbagai daerah. Hal ini membuat anak-anak yang telah banyak melakukan aktivitas-aktivitas yang berguna di tingkatan masyarakat dapat mengetahui bahwa apa yang dilakukannya juga dilakukan oleh anak lain dari berbagai kota di Indonesia.

 

Esok hari merupakan hari terakhir kegiatan Temu Anak Nasional. Kegiatan penutup dari Temu Anak Nasional ini adalah mereka akan mendeklarasikan Suara Anak Menentang Perdagangan Manusia,  pementasan oleh anak-anak, dialog anak dengan GKR Hemas dan diakhiri dengan penutupan pidato oleh pemerintah setempat. 

 

 

 

Tentang Indonesia ACT:

Indonesia ACT kepanjangan dari Indonesia Against Child Trafficking merupakan jaringan nasional kampanye memerangi perdagangan anak di Indonesia yang beranggotakan 16 LSM se-Indonesia tersebar di 12 kota (Medan, Batam, Jakarta, Indramayu, Bandung, Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Mataram dan Kupang)

 

 

Kontak person:

Dewi Astuti

Advocacy Officer

Kantor Indonesia ACTs

Jalan Kalibata Utara I No. 32

Jakarta Selatan – 12740

Telp/faks: 021-7997036,  HP : 085710818003






Mon Dec 22, 2008 4:16 pm

dewi_astuti_...
Offline Offline
Send Email Send Email

Attachment
siaran
Type:
application/msword
Forward
Message #921 of 1113 |
Expand Messages Author Sort by Date

Panggung Merdeka di Kebon Agung   Pada hari kedua Temu Anak, sekitar 15 karya anak berupa drama dan music dipertunjukkan pada Panggung Merdeka di Kecamatan...
dewi astuti
dewi_astuti_...
Offline Send Email
Dec 23, 2008
3:55 pm
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help