PT. Unilever Indonesia Tbk., melalui merek kecap andalannya, Bango, ingin berbagi di Hari Qurban yang tiap tahunnya dirayakan umat Islam di seluruh dunia. Untuk itu, Bango menggelar acara bertajuk ”Berqurban Sepenuh Hati Bersama Bango” yang kali ini digelar secara serentak di dua kota, Jakarta dan Surabaya.
Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengundang Rekan Media kiranya berkenan untuk meliput acara “Berkurban Sepenuh Hati Bersama Bango“ pada:
Hari/Tanggal: Jumat, 27 November 2009
Tempat: Masjid Raya Pondok Indah, Jl. Sultan Iskandar Muda no 1, Jakarta
Waktu: 14.00 WIB s.d selesai
Bango akan membagikan secara gratis Sate dan Gule yang terbuat dari daging sapi dan kambing. Jumlah kupon yang dibagikan kepada masyarakat sebanyak 3.650 lembar dan sudah dibagikan beberapa hari sebelum dilakukan penyembelihan hewan qurban.
Konfirmasi kehadiran kami tunggu melalui tim BizzComm dengan Rubi di 0858 83561118, atau 0817-9802250. Terima kasih atas perhatian yang diberikan, kami tunggu kehadiran Rekan Media pada acara tersebut.
Salam,
Nurulita Novi Arlaida Media Relations Manager PT. Unilever Indonesia, Tbk
PELUNCURAN KEMITRAAN MEMBANGUN KEWIRAUSAHAAN SOSIAL
INDONESIA
Jakarta,
16
November 2009 – BINUS Entrepreneurship Center (BEC) bekerja
sama dengan Ashoka, KADIN Indonesia, dan Asosiasi Kewirausahaan Sosial
menyelenggarakan Diskusi Panel yang
bertajuk, “Strategi Keberlanjutan dalam
Kewirausahaan Sosial” yang kemudian dilanjutkan dengan malam ”PENGANUGERAHAN
10 Wirausawan Sosial Ashoka
2009 dan Peluncuran Kemitraan Ashoka – KADIN Indonesia – Asosiasi Kewirausahaan
Sosial di Indonesia”. Kedua acara tersebut berlangsung di Auditorium
BINUS UNIVERSITY Kampus Anggrek
Lt. 4, Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27, Jakarta Barat.
Isu keberlanjutan selalu
menjadi tantangan terbesar bagi siapa saja, termasuk para wirausahawan sosial
dalam mewujudkan dan menyebarluaskan ide-ide inovatif mereka. Diskusi Panel ini
ditujukan untuk membedah strategi inovatif dari 3 Wirausahawan Sosial
Senior Ashoka (Bambang Ismawan, Anna Alisjahbana,
dan Willie Smits) dalam mempertahankan, membesarkan dan mengembangkan
gagasan inovatif mereka sehingga kesinambungan secara finansial dan kelembagaan
dapat terjamin bagi terwujudnya dampak sosial di masyarakat.
Diskusi
Panel yang dibuka
dengan pembacaan Makalah Pengantar,
“Kewirausahaan Sosial dalam Dunia
Pendidikan” oleh Wakil Rektor IV BINUS
UNIVERSITY, Wayah S. Wiroto dipandu
oleh Imam Prasojo(Yayasan Cahaya Guru) sebagai
moderator, dan Rhenald Khasali(Universitas Indonesia) sebagai Penanggap.
Dalam Diskusi ini masing-masing pembicara mengangkat topik-topik menarik
seperti,
Usaha Keuangan Mikro – Strategi
Pengembangan Usaha Keuangan Mikro(Bambang
Ismawan); Strategi Membangun
Kemitraan Strategis(Anna
Alisjahbana); dan Membangun
Inisiatif yang Menghasilkan Pendapatan(Willie
Smits).
Pada malam harinya, yakni
mulai pukul 18.00 WIB acara
dilanjutkan dengan MalamPENGANUGERAHAN 10 Wirausawan Sosial Ashoka
2009: serta Peluncuran Kemitraan Ashoka – KADIN Indonesia – Asosiasi
Kewirausahaan Sosial di Indonesia. Acara penganugerahan ini bertujuan untuk
mempromosikan kewirausaan sosial di Indonesia dengan menghadirkan model (contoh)
nyata dari mereka para individu yang mampu mendorong dan menggerakkan masyarakat
untuk melakukan perubahan untuk peningkatan perubahan yang lebih baik. Kegiatan
ini sekaligus dirancang sebagai tonggak awal kerjasama Ashoka – KADIN
Indonesia
– Asosiasi Kewirausahaan Sosial
untuk memajukan sosial entrepreneurship
di Indonesia.
Malam penganugerahan ini dibuka
dengan sambutan dari Rektor BINUS
UNIVERSITY – Prof. Dr. Ir. Harjanto
Prabowo, MM. dan Board of Ashoka – Firman Lubis(“Why Social Entrepreneurship Now?”),
kemudian dilanjutkan dengan perkenalan tentang Ashoka dari Direktur
Entrepreneur to Entrepreneur Ashoka Asia
– Chris Cusano (“Social Entrepreneurship in Global Perspective”).
Sebelum memasuki
acara inti, Wakil Ketua Umum KADIN
Indonesia, Bidang Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi – Sandiago Uno(“The Importance of Social Entrepreneurship in
Indonesia”) memberikan pidato pembuka dan dilanjutkan dengan suatu Art
Performace oleh Fellow Ashoka, Dynand Fariz: Jember
Fashion
Carnival.
Acara puncak PENGANUGERAHAN 10 Wirausahawan Sosial
Ashoka 2009 ditutup dengan : 1) “Peluncuran Kemitraan Ashoka – KADIN Indonesia
– Asosiasi Kewirausahaan untuk kewirausahaan Sosial di Indonesia oleh
Ketua KADIN
Indonesia, Board of Ashoka, dan
Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia
, 2) dan Penganugerahan 10 Wirausahawan Sosial Ashoka 2009, mereka yang mampu
mengubah dunia, yakni:
Lexy
Rambadetta (Jurnalisme Dokumenter untuk Penegakan HAM);
Muchlis Usman (TV Komunitas untuk Partisipasi Masyarakat Sipil);
Luh Putu Upadisari (Layanan Kesehatan Reproduksi di Pasar
Tradisional); Syafi’i Anwar (Pendidikan Pluralisme di Pesantren melalui
Pembelajaran Berbasis Internet); Toto
Sugiarto (Gerakan Bike To Work untuk Mencegah Perubahan
Iklim); Valentinus Heri (Jaringan Madu Hutan untuk Keberlanjutan
Ekonomi dan Lingkungan); Anna
Alisjahbana (Asuh Dini Tumbuh
Kembang Anak); Bambang Ismawan (Keswadayaan bagi Inisiatif
Berbasis Warga);
Roem Topatimasang (Pengembangan Pemimpin Lokal untuk Hak
Sipil, Politik, dan Ekonomi Rakyat); dan Willie Smits (Penciptaan
Hutan
Hujan Tropis untuk Penghidupan Berkelanjutan dan Konservasi Orangutan).
BINUS
Entrepreneurship
Center(BEC) berharap acara Peluncuran Kemitraan Membangun
Kewirausahawan Sosial Indonesia yg dihadiri oleh para wirausahawan sosial,
penggerak UMKM, pemerhati dan pendukung kewirausahaan sosial, termasuk para
Korporasi Filantropi, dan khalayak ini dapat mendorong lebih berkembangnya
kewirausahaan sosial di Indonesia. Upaya promosi, peningkatan keterampilan dan
pengembangan dukungan finansial menjadi bagian dari agenda kerjasama.
Attention:
Editors/Chief Reporters/Correspondents
You are cordially
invited to a Media Briefing on
Greenpeace Climate Defenders Camp in Riau
At
Time: 10.45
At
Hotel Ibis Tamarin, Jakarta
Gumarang Bar, Lobby Floor
Wednesday,
18 November 2009
Speakers:
Nur Hidayati, Indonesia Greenpeace Country
Representative
Yuyun
Indradi, Forest campaigner for Greenpeace Southeast Asia.
For further information, please contact:
Findi Kenandarti: 0816 1681840
Dear rekan-rekan jurnalis,
Berikut merupakan update terbaru dari Kamp Pembela Iklim Greenpeace di Riau dan
siaran pers yang disebar pagi tadi..
salam,
Findi K
UPDATE
Riau Police deports four foreign nationals, including
journalists
17
November 2009, Pekanbaru/Jakarta–This afternoon officials have declared they
will deport four foreign
nationals, including two journalists, in yet another move by the Riau Police to
intimidate Greenpeace following earlier threats to shut down the Climate
Defenders Camp, located in the heart of the Indonesian forest.
Three foreign nationals – an Italian journalist from l’Espresso, an
Italian Greenpeace campaigner and an Indian journalist from Hindustan Times –
were
stopped yesterday along with two Indonesian Greenpeace campaigners while
observing the devastating effects of deforestation on the side of a public road
outside Pekanbaru. They were all immediately taken into custody and driven to
Kerinci police where they were questioned all night. The fourth foreigner, a
Greenpeace activist from Belgium,
was earlier picked for questioning from Teluk Meranti village in the Kampar
Peninsula.
According to police the reason for their deportation, due to occur in
the early hours of tomorrow, varies from “about to undertake an illegal
activity” to “association with illegal activities”. This represents an
attempt
by local authorities to undermine the efforts of Greenpeace to protect
Sumatra’s
forests from complete destruction from climate criminals like APRIL and Sinar
Mas, along with its pulp and paper subsidiary APP.
Tomorrow
morning Greenpeace will hold a Press Conference at 10.30am at Gumarang Bar,
Lobby Floor of Hotel Ibis Tamarin, to discuss the latest developments at the
Climate Defenders Camp.
Greenpeace
is an independent, global campaigning organisation that acts to change
attitudes and behaviour, to protect and conserve the environment, and to
promote peace.
Contacts:
Nur Hidayati, Greenpeace
Country Representative, Indonesia, tel: 08129972642Hikmat Soeritanuwijaya, Media
Campaigner -
Greenpeace Southeast Asia, tel: 08111805394
--------------------------------------------------------------------------------\
---
Masyarakat Sipil Indonesia mengecam
tindakan intimidasi polisi terhadap aktivis Greenpeace dan wartawan di in Riau
Pekanbaru/Jakarta 17
November 2009 - Greenpeace, Walhi, dan Institut Hijau Indonesia hari ini
mengecam taktik intimidasi yang digunakan oleh aparat terhadap aktivis
Greenpeace, media independen dan anggota masyarakat setempat yang mendukung
camp pembela iklim di Semenanjung Kampar, propinsi Riau.
“Menyelamatkan hutan
ini diinginkan oleh masyarakat Indonesia – sebagaimana dibuktikan dengan
banyaknya dukungan yang diterima Greenpeace beberapa minggu terakhir. Hal ini
juga merupakan masalah internasional karena penghancuran hutan ini merupakan
andil besar dalam memperburuk perubahan iklim global,” kata Nur Hidayati,
Perwakilan Greenpeace Asia Tenggara di Indonesia. “Dengan diintimidasinya dan
kemudian menghentikan secara fisik para aktivis dan pengamat internasional,
serta menghukum aktivis Indonesia adalah tindakan yang tidak dapat diterima.”
“Hutan di
Semenanjung Kampar sudah mengalami kerusakan sangat besar akibat ulah
perusahaan pulp dan kertas. Perusahaan-perusahaan ini bertanggung jawab
terhadap kerusakan ini dan seharusnya dikriminalisasi, bukan mereka yang
berusaha menghentikannya seperti yang dilakukan oleh Greenpeace dan
masyarakat,”kata Chalid Muhammad, Direktur Institut Hijau Indonesia.
Kemarin, kepolisian Riau
menahan wartawan berkewarganegaraan India dan Italia serta aktivis Greenpeace
dari
Jerman, Belgia dan Italia dalam perjalanannya menuju camp pembela iklim. Saat
ini mereka masih ditahan aparat dan ditanyai sepanjang malam. Para aktivis dan
wartawan dating dengan menggunakan visa bisnis dan jurnalis yang berlaku dan
dalam perjalanan untuk menemui masyarakat Teluk Meranti, yang telah menggalang
dukungannya untuk para pembela iklim Greenpeace pada hari Minggu.
Petugas imigrasi
telah mendeportasi sebelas aktivis internasional Greenpeace yang berpartisipasi
dalam aksi langsung tanpa kekerasan di lokasi hutan dan lahan gambut yang
ditebang habis oleh APRIL, salah satu perusahaan pulp dan kertas terbesar di
Indonesia.
“Kami mengimbau
Presiden Yudyhono untuk turun tangan dan menghentikan tindakan ekstrim dan
memalukan terhadap para aktivis Greenpeace yang melakukan kegiatan tanpa
kekerasan bersama masyarakat setempat untuk membantu Presiden memenuhi target
pengurangan emisi yang telah diumumkannya ke dunia internasional,” kata Nur
Hidayati.
“Ketika perusahaan
dicegah dari menghancurkan hutan, dan hak-hak masyarakat setempat dipenuhi,
Greenpeace akan meninggalkan camp pembela iklim.”
Secara global,
jutaan hektar hutan dihancurkan tiap bulannya – sebanding dengan ukuran
lapangan bola tiap dua detiknya. Hal ini mengemisi sangat banyak CO2 ke
atmosfir sehingga deforestasi merupakan salah satu sebab utama perubahan iklim
dan menyumbang sekitar seperlima emisi gas rumahkaca global. Konsekuensi utama
dari emisi yang berasal dari deforestasi, Indonesia menjadi negara ketiga di
dunia yang mengotori iklim, setelah Cina dan Amerika Serikat.
Greenpeace mengimbau
dihentikannya deforestasi secara global pada tahun 2020 sebagai hal kunci dalam
perundingan KTT iklim PBB bulan Desember mendatang.
Greenpeace adalah
organisasi kampanye global independen yang bertindak untuk mengubah perilaku
dan tindakan, untuk membela dan mengkonservasi lingkungan dan mempromosikan
perdamaian.
Kontak:
Nur
Hidayati, Perwakilan Greenpeace Asia Tenggara di Indonesia,
Indonesia, tel: 08129972642
Chalid Muhammad, Direktur
Institut Hijau Indonesia, tel: 0811847163
Martin Baker, Direktur Komunikasi Greenpeace Asia Tenggara, tel: 081315829513
Untuk informasi
lebih lanjut silakan klik http://www.greenpeace.or.id
--------------------------------------------------------------------------------\
---------------------------
Indonesian Civil Society condemns police
harassment of Greenpeace activists and Journalists in Riau
Pekanbaru/Jakarta 17
November 2009 - Greenpeace, Walhi, and the Indonesian Green Institute today
condemned the intimidation tactics being employed by the Indonesian authorities
against Greenpeace activists, independent media and local community members
supporting the Climate defenders camp on the Kampar Peninsula on the Indonesian
island of Sumatra.
“Saving these
forests is something that the Indonesian people want – as was demonstrated by
the overwhelming support Greenpeace has been receiving over the last weeks.
It’s also an international issue as the deforestation of these forests is a
major contributor to global climate change. Climate change affects every one of
us,” said Nur Hidayati, Country Representative of Greenpeace Southeast Asia.
“To therefore intimidate and physically stop international activists and
observers and persecute Indonesian nationals is behaviour which cannot be
sanctioned.”
“The forests on the
Kampar Peninsula have already suffered huge damage at the hands of pulp and
paper companies. These companies who are responsible for this destruction
should be criminalised and not those who are trying to stop the destruction
like Greenpeace and the community,” said Chalid Muhammad, Director of the
Indonesian Green Institute.
Yesterday Riau
police detained Indian and Italian journalists along with Greenpeace activists
from Germany, Belgium and Italy, who were en-route to the climate defenders
camp. They are still being held by the authorities and were questioned through
the night. The activists and journalists are travelling on valid business and
journalist visas and were on their way to meet the villagers of Teluk Meranti,
who had mobilised to support Greenpeace climate defenders on Sunday.
Immigration
authorities have already deported eleven international Greenpeace activists who
participated in the non-violent direct action at a site of forest and peatland
clearing by APRIL, one of Indonesia’s largest pulp and paper companies.
“We are calling on
President Yudyhono to step in and stop these extreme and embarrassing actions
against Greenpeace activists who are carrying out their peaceful activities
along with the local communities to help our President fulfil his
internationally announced emission reduction targets,” said Hidayati.
“When the company is
stopped from destroying the forest, and the local community’s rights secured,
Greenpeace will leave the climate defenders camp.”
Globally, a
million hectares of forests are destroyed every month – that’s an area the
size
of a football pitch every two seconds. This emits so much CO2 that
deforestation is one of the main causes of climate change and is responsible for
about a fifth of global greenhouse gas emissions. Largely as a result of
emissions from deforestation, Indonesia is the world’s third largest climate
polluter, after China and the United States.
Greenpeace is
calling for an end to deforestation globally by 2020 as a key part of the UN
climate negotiations this December.
Greenpeace is an
independent, global campaigning organisation that acts to change attitudes and
behaviour, to protect and conserve the environment, and to promote peace.
Contacts:
Nur
Hidayati, Greenpeace Country Representative, Indonesia, tel: 08129972642
Chalid Muhammad,
Director of the Indonesian Green Institute, tel: 0811847163
Martin Baker, Greenpeace Southeast Asia Communications Director, tel:
081315829513
For further information
please visit http://www.greenpeace.or.id
Kepada Rekan-Rekan Jurnalis di
Manapun Berada:
CLIMATE DEFENDERS MOVEMENT
-Gerakan Pembela
Iklim-
Lindungi Hutan Untuk
Masa Depan
Greenpeace mempersembahkan kampanye pembela iklim
dibeberapa kota besar di Indonesia, dimulai dari Surabaya, Semarang, Bandung
dan berakhir di Jakarta. Gerakan ini merupakan bentuk dukungan dari masyarakat
yang peduli akan usaha penyelamatan hutan Indonesia khususnya anak muda yang
diharapkan bisa melahirkan gerakan-gerakan baru lainnya guna melindungi iklim
dunia. Akan ada perwakilan dari setiap daerah yang ikut dalam pergerakan ini.
Mari Kita Antar
Gerakan Pembela Iklim ke Jakarta.
Berangkat Menggunakan
Bis Dari:
Tugu
Pahlawan (Surabaya), 18 November 09 (09.00-10.00);
Tugu
Muda (Semarang), 18 November 09 (18.30-19.30);
Monumen
Perjuangan Rakyat (Bandung), 19 November 09 (08.00-09.00)
Untuk informasi atau konfirmasi,
silahkan kontak:
Juru
Kampanye : Joko Arif
(08170099700/08111805390)
Project
Officer: Didit Haryo
(08159351234/081319815456)
Asov Birry (081371079814)
Media
Persons: Hikmat Soeriatanuwijaya
(08111805394)
Findi
Kenandarti (08161681840)Bus Leader: Teguh
Susanto (081519185099/081314103649)
Kabar terakhir, para aktivis kami tetap diintimidasi.
Imigrasi datang untuk sweeping orang asing dan beberapa aktivis kita
dibawa untuk ditanyai - sampai sekarang belum ada yang dituduhkan tapi
mereka juga belum dilepas.
Untuk perkembangan terakhir bisa hubungi Hikmat - media campaigner
kami, dia berada di lokasi - no hapenya: 0818 930271, 0811 1805394
Salam,
Nabiha
2009/11/15 Nabiha Shahab <nabiha.shahab@...>:
> SIARAN PERS GREENPEACE
>
>
> Didukung Masyarakat, Polisi Izinkan Climate Defender Camp diteruskan
>
> Pekanbaru/Jakarta 18 November 2009: Secara mengejutkan Kepolisian
> Resor Pelalawan kemarin mencabut instruksi dari Gubernur Riau sehari
> sebelumnya untuk mengusir aktivis Greenpeace dari Kamp Pembela Iklim
> (Climate Defender Camp) di Semenanjung Kampar yang sedang terancam,
> dan mengizinkan aktivis untuk tinggal disana menyusul aksi dukungan
> kepada Greenpeace dari masyarakat lokal.
>
> Di hari yang penuh drama dan emosi ini, sekitar 300 masyarakat Teluk
> Meranti mendatangi kamp untuk memberi dukungan dan mencegah para
> aktivis Greenpeace meninggalkan tempat ini di bawah pengawasan polisi.
>
> “Kami sangat senang dan terharu menerima dukungan luar biasa ini dari
> masyarakat Riau, ini menguatkan kepercayaan kami bahwa rakyat
> Indonesia menginginkan hutannya dilindungi,” ujar Zulfahmi,
> jurukampanye hutan Greenpeace Asia Tenggara. “ Ini sinyal yang sangat
> penting kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bahwa rakyatnya
> ingin menolongnya menghormati komitmen menurunkan emisi Indonesia dari
> deforestasi. SBY harus segera menindak pihak-pihak yang merusak hutan,
> dan pada saat bersamaan melindungi hutan, ekosistem dan masyarakat
> yang tergantung pada hutan.”
>
> Greenpeace membuka Kamp tiga pekan lalu untuk menarik perhatian
> pentingnya peran perusakan hutan hujan dan lahan gambut dalam
> perubahan iklim menjelang pertemuan penting Iklim PBB di Kopenhagen
> Desember mendatang
>
> “Kami ingin Greenpeace berada di sini selama mungkin. Keberadaan
> Greenpeace sangat membantu kami dalam mempertahankan hutan kami dari
> kehancuran,” ujar Suwandi, seorang guru di Teluk Meranti. “Jika
> Greenpeace akhirnya dipaksa pergi dari Kampar, kami akan menuntut
> APRIL harus pergi juga dari Kampar.”
>
> Ulah polisi ini menyusul aksi Greenpeace yang membentangkan banner
> raksasa di daerah hutan yang sedang dirusak bertuliskan: “Obama: Anda
> Bisa Menghentikan Ini” dan aktivis lain merantai diri mereka sendiri
> di tujuh eksavator APRIL.
>
> Aksi tanpa kekerasan ini juga bertujuan untuk mengingatkan para
> pemimpin dunia, terutama Presiden Amerika Serikat Barrack Obama yang
> sedang berada di Asia untuk pertemuan APEC, bahwa mereka harus segera
> melakukan aksi nyata untuk menghindari benana perubahan iklim dengan
> cara menghentikan deforestasi dan berkomitmen menurunkan emisi mereka
> secara signifikan dalam Pertemuan Iklim PBB di Kopenhagen Desember
> mendatang.
>
> Secara global, satu juga hektar hutan dirusak setiap bulannya, atau
> sebesar satu lapangan sepak bola setiap detiknya. Mengeluarkan banyak
> sekali CO2 sehingga perusakan hutan menjadi salah satu penyebab utama
> perubahan iklim dan menyumbang seperlima emisi gas rumahkaca global.
> Greenpeace mendesak penghentian deforestasi global hingga 2020.
>
>
> Kontak:
> Hikmat Soeriatanuwijaya, Greenpeace Southeast Asia Media Campaigner,
> tel: +62 (0) 818930271
> Bustar Maitar, Greenpeace Southeast Asia Forest Campaigner, tel: +62
> (0) 813 4466 6135
> Zulfahmi, Greenpeace Southeast Asia Forest Campaigner, tel +62 (0) 813 7858
6336
>
From: Hikmat Suriatanwijaya [mailto:hikmat.suriatanwijaya@...] Sent: 12 Nopember 2009 14:55 To: Subject: SIARAN PERS: Aktivis Greenpeace Merantai diri pada Tujuh Eskavator di Kampar
Kepada rekan-rekan jurnalis,
SIARAN PERS AKSI GREENPEACE
Mulai Pukul 08.30 Pagi ini, sekitar 50 aktivis Greenpeace dari berbagai negara melakukan aksi untuk menghentikan perusakan hutan di Konsesi PT. RAPP di Semenanjung Kampar, Provinsi Riau.
Aktivis berhasil merantai diri pada tujuh eskavator yang sedang melakukan aktivitas penghancuran hutan, dan membentangkan banner berukuran 20 x 30 meter.
Saat ini, pukul 14.00 polisi sudah datang ke lokasi aksi, tetapi aksi masih berlangsung. Berikut adalah Press Release dari aksi ini.
Greenpeace Kirim Pesan Pada Obama dari Jantung Hutan Alam Asia Tenggara
“Indonesia Adalah Kilometer Nol Perubahan Iklim”
Jakarta, 12 November 2009 – Saat Barrack Obama bersiap mengunjungi Asia untuk pertama kali sebagai Presiden Amerika Serikat, Saat Amerika terus menghalangi kemajuan negosiasi jelang pertemuan iklim penting PBB di Kopenhagen Desember mendatang, sekitar 50 aktivis Greenpeace dari berbagai negara melakukan aksi di jantung hutan alam Indonesia yang sedang terancam untuk mendesak Obama segera melakukan langkah nyata.
Satu kelompok aktivis membentangkan banner sebesar 20 x 30 meter di area hutan yang baru saja dirusak bertuliskan: “Obama, Anda Bisa Menghentikan Ini”, menuntut Obama mengambil kepemimpinan kuat dan bekerja sama dengan para pemimpin negara lain demi upaya menghindari krisis iklim dengan cara menghentikan deforestasi, yang merupakan penyumbang seperlima emisi gas rumah kaca global (1).
Kelompok aktivis lainnya merantai diri kepada tujuh excavator, milik Perusahaan Asia Pacific Resources International Holding Limited (APRIL - RGE), salah satu perusahaan kertas terbesar di Indonesia (2), untuk mencegah excavator itu menghancurkan hutan lebih jauh lagi guna dijadikan perkebunan (3), ditanam untuk membuat pupuk dan kertas bagi konsumen internasional, termasuk UPM Kymmene. Aksi ini bertepatan dua hari sebelum Obama bergabung dengan 20 kepala negara lain di Singapura dalam rangka Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dan beberapa minggu sebelum para pemimpin dunia harus sepakat menghasilkan kesepakatan bersejarah untuk menghindari krisis iklim di Pertemuan Iklim PBB, Kopenhagen, Desember mendatang.
“Greenpeace mengirim pesan penting pada Presiden Obama untuk melakukan langkah nyata dari garis depan kehancuran hutan dan iklim. Dia telah berjanji untuk melakukan langkah penting mengenai perubahan iklim, tetapi hingga beberapa minggu jelang pertemuan iklim PBB Desember mendatang, pemerintahannya secara aktif menghalangi dan menunda negosiasi perubahan iklim global (4),” ujar Rolf Skar, Jurukampanye Hutan Greenpeace Amerika Serikat. “Sangat vital bahwa Obama dan para pemimpin dunia lain menghadiri Pertemuan Iklim PBB dan menyetujui perjanjian ambisius, adil dan efektif dimana di dalamnya terdapat penghentian perusakan hutan alam di seluruh dunia.”
Greenpeace memperkirakan bahwa untuk menghentikan perusakan hutan di seluruh dunia dibutuhkan dana dari negara industri sebesar US$42 miliar (30 miliar euro) per tahun untuk program perlindungan hutan. Jumlah ini lebih kecil dari yang diberikan pemerintah Amerika Serikat kepada bank-bank individu dalam masa krisis finansial tahun lalu,
Aksi hari ini bertempat di Semenanjung Kampar di Pulau Sumatra, dimana Greenpeace juga telah membangun Kamp Pembela Iklim (Climate Defenders Camp). Perusakan hutan tropis dan lahan gambut di Indonesia mengakibatkan terlepasnya CO2 ke udara dalam jumlah sangat besar, membuat Indonesia tercatat sebagai negara penyumbang polusi terbesar ketiga di dunia setelah China dan Amerika Serikat (5). Aktivis di Kamp telah melakukan pembangunan dam di kanal-kanal yang dibangun oleh perusahaan kertas untuk menyiapkan lahan perkebunan—dengan tujuan untuk menghentikan pengeringan dan perusakan lahan gambut yang sangat kaya kandungan karbon. Tanah gambut di kawasan ini saja menyimpan paling tidak dua miliar ton karbon yang akan terlepas ke udara jika hutan dihancurkan (6). Aktivis akan tetap bertahan di sana untuk melindungi hutan alam dan gambut hingga beberapa waktu ke depan.
”Presiden Yudhoyono baru-baru ini berkomitmen untuk mengurangi emisi dari deforestasi dan Greenpeace berada di sini di jantung hutan tropis untuk membantunya mewujudkan janji itu menjadi aksi nyata,” ujar Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara Bustar Maitar. “Indonesia adalah kilometer nol perubahan iklim. Menghentikan perusakan hutan di sini dan seluruh dunia tidak hanya merupakan cara paling efektif dan hemat dalam memerangi perubahan iklim tetapi juga sangat penting untuk mencegah bencana iklim di masa hidup kita.”
Para aktivis akan bertahan di Kamp Selama mungkin. “Kami akan bertahan di sini hingga APRIL mengumumkan kepada publik bahwa mereka akan menghentikan rencana penghancuran hutan guna dijadikan perkebunan,” Bustar menutup percakapan.
Kontak: Di Amerika Serikat: Rolf Skar, Greenpeace USA forest campaigner: +1 415 533 2888
Di Indonesia: Bustar Maitar, Greenpeace Southeast Asia forest campaigner at the action: satellite phone +88 165 141 9386 Hikmat Soeritanuwijaya, Greenpeace Southeast Asia media campaigner: +62 (0) 818930271 Di Eropa:
Belinda Fletcher, Greenpeace International Forest campaigner: +44 7801212991
Photos, B roll and a video feature package are available from: Maarten van Rouveroy, Greenpeace International video producer: +31 (0) 646197322
John Novis, Greenpeace International photography: +44 (0) 7801 615 889
Catatan Editor: (1) Dikalkulasi dari: IPCC (2007). IPCC Fourth Assessment Report, Working Group III, Final Chapter 1. Page 104. Figure 1.2: Sources of global CO2 emissions, 1970-2004 (only direct emissions by sector). http://www.ipcc.ch/ipccreports/ar4-wg3.htm (2) Hampir semua perusakan hutan alam Indonesia dan lahan gambut untuk industri pulp and paper disebabkan dua perusahaan raksasa APP – Sinar Mas dan Asia Pacific Resources International Holding Limited (APRIL - RGE). Jika digabungkan dua perusahaan ini menguasai lebih dari 73 persen kapasitas.
(3) Konversi hutan gambut ada tiga tahap:
- biasanya pohon ditebang untuk diproses
- Kanal dibangun untuk memindahkan kayu dan mengeringkan gambut sehingga bisa ditanami kelapa sawit dan akasia.
- Hutan tersisa dibersihkan sehingga gambut makin kering dan melepaskan lebih banyak CO2 (terutama di tahun El Nino)
(4) Target jangka pendek US House of Representatives climate and energy bill is adalah pengurangan emisi 4% dari 1990 level pada 2020. The IPCC merekomendasikan bahwa negara maju harus memotong emisi paling tidak 40 persen pada 2020.
(5) WRI 2008. Climate Analysis Indicators Tool (CAIT) Version 6.0 (Washington, DC: World Resources Institute) http://cait.wri.org
(6) Perhitungan Greenpeace berdasarkan Wahyunto, S. Ritung dan H. Subagjo (2003). Maps of Area of Peatland Distribution and Carbon Content in Sumatera, 1990 - 2002. Wetlands International - Indonesia Programme & Wildlife Habitat Canada (WHC).
Bakrie Telecom (BTEL) terpilih sebagai ”Market Challenger of the Year” pada ajang 2009 Frost & Sullivan Indonesia
Telecom Award di Jakarta, Rabu malam (11/09), lembaga konsultan
dan riset bisnis di Singapura.
Frost & Sullivan memberikan predikat market challenger
of the year kepada Bakrie Telecom karena Bakrie Telecom telah mampu tampil
memberikan kontribusi maksimal dan sangat mempengaruhi industri telekomunikasi
nasional.
Semoga dapat menjadi bahan berita yang cukup menarik.
Terima kasih.
Gina Rahmawati
Corporate Communications
PT Bakrie Telecom Tbk.
SIARAN PERS
Penghargaan 2009 Frost & Sullivan Indonesia Telecom Award
Bakrie Telecom Terpilih
Sebagai
Market Challenger of
The Year
JAKARTA, 12/11 - PENGHARGAAN TELEKOMUNIKASI.
Wakil Dirut PT. Bakrie Telecom, Tbk, M.Danny Buldansyah (kanan) menerima penghargaan
dalam bidang Market Challenger of the Year (Wireless) dari Partner & Asia
Pasific Managing Director Frost & Sullivan Manaj Menon, pada pemberian
penghargaan tahunan Indonesia Telecoms Awards oleh Frost & Sullivan, di
Jakarta, Rabu malam (11/11). [photo by
BTELPR/SYI]
Jakarta, 12
November 2009
Bakrie Telecom (BTEL) terpilih sebagai Market Challenger of the Year di 2009 Frost & Sullivan
Indonesia Telecom Award, lembaga konsultan dan riset bisnis di Singapura. Penghargaan
diserahkan kepada Muhammad Buldansyah
(Danny), Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom di Jakarta, Rabu malam (11/09).
Tahun lalu Bakrie Telecom juga memperoleh penghargaan dari
lembaga yang sama untuk kategori ” Asia Pacific's Most Promising Service Provider of the
Year". Saat itu Bakrie Telecom merupakan penerima award dari Indonesia
pertama selama sejarah Frost & Sullivan ICT Awards tingkat Asia Pasifik
yang tahun 2008 lalu dilaksanakan untuk kelima kalinya di Singapura.
Tahun 2009 ini penghargaan Frost & Sullivan diberikan
kepada perusahaan-perusahaan yang mampu melampaui batasan sebagai perusahaan
dengan kinerja memuaskan tapi juga menunjukkan kontribusinya dalam perkembangan
industri telekomunikasi Indonesia.
Khusus kepada Bakrie Telecom, predikat market challenger
of the year diberikan karena lembaga konsultan internasional ini memandang
Bakrie Telecom mampu tampil memberikan kontribusi maksimal dan sangat
mempengaruhi industri telekomunikasi nasional.
Kriteria penilaian meliputi kinerja dan pertumbuhan
operasional (seperti pendapatan, jumlah pelanggan, ARPU), menciptakan terobosan
berarti dalam setiap produk, layanan atau pun strategi bisnisnya, inovasi yang
tiada henti dalam menciptakan dan memperluas pasar serta telah melakukan
inisitatif luar biasa yang mempengaruhi perkembangan industri telekomunikasi.
Danny Buldansyah mengatakan penghargaan yang kembali
diraih oleh Bakrie Telecom menunjukkan kemampuan perusahaannya untuk
menciptakan berbagai terobosan unik dan mampu mengarahkan perkembangan industri
telekomunikasi nasional. ”Inovasi yang kami kembangkan tidak hanya
memberikan tarif paling murah, tapi terus membuka produk dan layanan baru yang
pertama di Indonesia bahkan di Dunia”.
Sebagai contoh Danny menunjuk pada kesuksesan Esia dalam
mengeluarkan program yang baru saja diperkenalkan Esia Suka-Suka dimana
masyarakat yang memilih sendiri nomor teleponnya, Esia Bispak: Bisa Pake Tarif
Manapun, bundling ponsel yang sesuai dengan komunitas khusus (Hape Esia
Hidayah, Slank atau pun Slim) dan tarif sms Rp 1 per karakter.
Melalui program-program tersebut Bakrie Telecom merubah
paradigma pendekatan pelanggan dengan memberikan kebebasan pada pelanggan untuk
memilih sendiri jenis layanannya, mulai dari nomor telepon, tarif telepon
hingga tarif sms-nya.
”Semangat Bakrie Telecom adalah disruptive
innovation. Semangat ini memacu kami untuk menciptakan produk-produk unggulan
yang belum pernah ada sebelumnya. Disamping itu kami memiliki pula semangat
Faster, Better & Cheaper sehingga mendorong kami bertindak efisien dan
efektif”, ujarnya menambahkan.
Danny berharap penghargaan kedua kalinya dari Frost &
Sullivan akan semakin memacu Bakrie Telecom mengeluarkan produk-produk
inovatifnya. ”Kita tunggu saja inovasi berikutnya dari Bakrie Telecom.
Yang pasti terobosan inovasi di sisi komersial akan kami imbangi pula dengan
kualitas jaringan yang prima. Karena masyarakat butuh akses telekomunikasi yang
murah sekaligus berkualitas”.
http://blog.greenpeace.or.id/
APRIL Masih Terus Menghancurkan Hutan
Posted in Copenhagen, Greenpeace, Hutan, Kamp Pembela Iklim, Riau,
Teluk Meranti, iklim, perdagangan karbon by bloggree on the November
12th, 2009
Aktivis menghentikan 7 excavator di konsesi hutan yang telah dihancur
Aktivis Greenpeace baru saja mengunci diri di ketiga excavator yang
ada di konsesi APRIL salah satu perusahaan pulp dan kertas terbesar di
Indonesia tepatnya di Semenanjung Kampar.
Awal pekan ini Greenpeace merilis bukti bahwa APRIL telah melakukan
pembukaan hutan dan pengerringan lahan gambut di daerah ini. Menurut
pemantau kami kedalam gambut di konsesi ini sangat dalam melebihi tiga
meter.
Hukum yang berlaku di Indonesia melarang pembukaan lahan gambut yang
berada di kedalaman lebih dari tiga meter. APRIL membuat pernytaan
bahwa mereka telah menghentikan operasinya di semenanjung kampar.
Padahal pada kenyataannya….
Para aktivis yang saat cerita ini di turunkan berada di kawasan
konsesi APRIL berusaha untuk menghentikan penghancuran hutan yang
tengah APRIL lakukan.
Bustar Maitar, juru kampanye hutan untuk Greenpeace, telah mengatakan
kepada pihak APRIL bahwa para aktivis tidak akan meninggalkan konsesi
sampai perusahaan tersebut berkomitmen kepada public untuk
menghentikan semua kegiatan deforestasi dan penghancuran lahan gambut
di Semenanjung Kampar.
Hujan sangat lebat turun di semenanjung kampar. Tetapi para aktivis
tetap mencegah perusahaan itu menggunakan kembali alat berat mereka
untuk menghancurkan hutan.
Presiden Amerika Serikat Barrack Obama akan melakukan
kunjunganpertamanya di Asia tenggara dan Amerika Serikat terus
melakukan penolakan pada perjanjian perubahan iklim di PBB.
Perundingan PBB tentang perubahan iklim di Kopenhagen akan terjadi
bulan depan, Greenpeace terus mendesak mereka menyelamatkan hutan.
Greenpeace telah mengeluarkan Siaran Pers menyoroti pentinganya semua
deforestasi. Greenpeace meminta Presiden Yudhoyono dan para pemimpin
dunia untuk melindungi hutan di seluruh dunia untuk mencegah perubahan
iklim.
Aktivis membentangkan spanduk berukuran 20×30 meter di tempat yang
baru saja menghancurkan hutan. Mendesak Obama untuk mengambil
kepemimpinan yang kuat dan bekerja dengan para pemimpin Negara-negara
lain untuk membantu mencegah krisis iklim.
2 Comments
Aktivis Greenpeace Mengunci Alat Berat Milik APRIL di Semenanjung Kampar
Posted in Copenhagen, Greenpeace, Kamp Pembela Iklim, Riau, Teluk
Meranti, iklim by bloggree on the November 12th, 2009
Hari ini aktivis Greenpeace mengunci empat alat berat milik perusahaan
kertas APRIL di Semenanjung Kampar yang kaya akan karbon untuk
menyerukan pentingnya untuk segera menghentikan segala tindak
deforestasi di Indonesia.
Emisi karbon dari tindak deforestasi serta degradasi area hutan dan
lahan gambut merupakan penyebab utama yang membawa Indonesia menjadi
negara ketiga penghasil karbon terbesar di dunia.
Pada pukul 06.15 WIB lebih dari 50 aktivis tiba di lokasi. Setengah
jam kemudian tiga alat berat telah berhasil dikunci yang kemudian
diikuti dengan terpasangnya banner yang berbunyi “OBAMA YOU CAN STOP
(OBAMA ANDA BISA MENGHENTIKAN INI)”.
Dengan tiga tim mengunci alat berat, para aktivis yang lain memegang
tanda kecil yang berbunyi “Climate Crime (Kejahatan Iklim)” mengacu
kepada sumbangan besar APRIL terhadap perubahan iklim melalui
perambahan hutan besar-besaran yang dilakukannya dengan bukti kuat
atas tindak deforestasi ilegal.
SIARAN PERS GREENPEACE
Didukung Masyarakat, Polisi Izinkan Climate Defender Camp diteruskan
Pekanbaru/Jakarta 18 November 2009: Secara mengejutkan Kepolisian
Resor Pelalawan kemarin mencabut instruksi dari Gubernur Riau sehari
sebelumnya untuk mengusir aktivis Greenpeace dari Kamp Pembela Iklim
(Climate Defender Camp) di Semenanjung Kampar yang sedang terancam,
dan mengizinkan aktivis untuk tinggal disana menyusul aksi dukungan
kepada Greenpeace dari masyarakat lokal.
Di hari yang penuh drama dan emosi ini, sekitar 300 masyarakat Teluk
Meranti mendatangi kamp untuk memberi dukungan dan mencegah para
aktivis Greenpeace meninggalkan tempat ini di bawah pengawasan polisi.
“Kami sangat senang dan terharu menerima dukungan luar biasa ini dari
masyarakat Riau, ini menguatkan kepercayaan kami bahwa rakyat
Indonesia menginginkan hutannya dilindungi,” ujar Zulfahmi,
jurukampanye hutan Greenpeace Asia Tenggara. “ Ini sinyal yang sangat
penting kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bahwa rakyatnya
ingin menolongnya menghormati komitmen menurunkan emisi Indonesia dari
deforestasi. SBY harus segera menindak pihak-pihak yang merusak hutan,
dan pada saat bersamaan melindungi hutan, ekosistem dan masyarakat
yang tergantung pada hutan.”
Greenpeace membuka Kamp tiga pekan lalu untuk menarik perhatian
pentingnya peran perusakan hutan hujan dan lahan gambut dalam
perubahan iklim menjelang pertemuan penting Iklim PBB di Kopenhagen
Desember mendatang
“Kami ingin Greenpeace berada di sini selama mungkin. Keberadaan
Greenpeace sangat membantu kami dalam mempertahankan hutan kami dari
kehancuran,” ujar Suwandi, seorang guru di Teluk Meranti. “Jika
Greenpeace akhirnya dipaksa pergi dari Kampar, kami akan menuntut
APRIL harus pergi juga dari Kampar.”
Ulah polisi ini menyusul aksi Greenpeace yang membentangkan banner
raksasa di daerah hutan yang sedang dirusak bertuliskan: “Obama: Anda
Bisa Menghentikan Ini” dan aktivis lain merantai diri mereka sendiri
di tujuh eksavator APRIL.
Aksi tanpa kekerasan ini juga bertujuan untuk mengingatkan para
pemimpin dunia, terutama Presiden Amerika Serikat Barrack Obama yang
sedang berada di Asia untuk pertemuan APEC, bahwa mereka harus segera
melakukan aksi nyata untuk menghindari benana perubahan iklim dengan
cara menghentikan deforestasi dan berkomitmen menurunkan emisi mereka
secara signifikan dalam Pertemuan Iklim PBB di Kopenhagen Desember
mendatang.
Secara global, satu juga hektar hutan dirusak setiap bulannya, atau
sebesar satu lapangan sepak bola setiap detiknya. Mengeluarkan banyak
sekali CO2 sehingga perusakan hutan menjadi salah satu penyebab utama
perubahan iklim dan menyumbang seperlima emisi gas rumahkaca global.
Greenpeace mendesak penghentian deforestasi global hingga 2020.
Kontak:
Hikmat Soeriatanuwijaya, Greenpeace Southeast Asia Media Campaigner,
tel: +62 (0) 818930271
Bustar Maitar, Greenpeace Southeast Asia Forest Campaigner, tel: +62
(0) 813 4466 6135
Zulfahmi, Greenpeace Southeast Asia Forest Campaigner, tel +62 (0) 813 7858 6336
Please come to see my "FASHIONVAGANZA" a Parody of Fashion World @the celebration of the 44th Anniversary of Maranatha Christian University in Bandung @GSG Maranatha on 19:00 SATURDAY 14 Nov 2009
Maranatha Celebrations 2009 : ” A Celebration Night
Serangkaian acara ”Maranatha Celebrations 2009” yang dilakukan pada tanggal 9-14 November 2009, akan ditutup oleh suatu acara prosesi malam penutupan yang bertajuk ”A Celebration Night” yang merupakan persembahan mahakarya terbaik dari civitas akademika Universitas Kristen Maranatha. Mahakarya terbaik ini diantaranya adalah sebagai berikut:
Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Maranatha
Pada kesempatan kali, unit kegiatan Paduan Suara Mahasiswa Maranatha akan memberikan persembahan konser dengan judul “The Champion Concert”. Dalam konsernya kali ini, PSM akan membawakan 5 buah lagu yaitu : Yamko Rambe Yamko, Haleluya Handle, The Lord Bless You and Keep You, Sik Sik Si Batu Manikam dan I’m Gonna Sing. PSM sendiri telah banyak memenangkan berbagai kompetisi diantaranya :
2009 Juara 1 kategori Chamber Choir dan Juara kategori Folklore di 1st Parahyangan International Chamber Choir Competition
2008 Piala bergilir kategori Mixed Choir, Gold Medal kategori Mixed Choir, Gold Medal kategori Female Choir di Festival Paduan Suara ITB XXI; Paduan Suara Pembuka Acara JAMBORE ASEAN
2006 Silver Medal kategori Symphony of Voices, Silver Medal kategori Folklore, Jazz & Spiritual An Internationally Very Good Performance di 6th Internationaler Chorwetbewerb Germany.
2005 Gold Medal & 1st prize kategori Equal Voices, Gold Medal & 1stprize kategori Mixed Choir, Best Performance kategori folklore, Pemenang Grand Prix 7th Rhodes International Music Festival di 7th Rhodes International Music Festival Greece.
Voice of Maranatha (VOM) Ministry
Voice of Maranatha Ministry merupakan salah satu unit kegiatan paduan suara yang bergerak di bidang pelayanan baik di gereja maupun universitas. Pada Celebration Night kali ini, VOM akan menyanyikan lagu “When I Think About The Lord” serta permainan musik ansamble yang akan dibawakan oleh 40 orang anggotanya yang terdiri dari choir, dancer dan band. Berbagai pelayanan telah banyak didedikasikan, baik di wilayah Jawa Barat hingga Perayaan Natal Papua tahun 2004.
Special Performance by TIARMA SIRAIT
“FASHIONVAGANZA: a Parody of Fashion World”
Tiarma Sirait, seorang designer fenomenal yang berani mendobrak idealisme dunia fashion. Designer kenamaan yang juga merupakan staf pengajar di Fakultas Seni Rupa & Design Maranatha ini telah mendapatkan serangkaian penghargaan nasional bahkan internasional melalui karya-karya terbaiknya. Dalam karya yang akan ditampilkan nanti, sebuah parodi tentang masalah estetika keindahan atau kecantikan yang diekspresikan oleh model-model ternama Maranatha. Dalam parodi performance ini, Tiarma Sirait ingin mengekspresikan keberagaman keindahan yang stereotip yang mengutamakan bentuk tubuh yang ideal, proporsional dan selalu tampil cantik yang berbanding terbalik dengan estetika kenyataan kita sehari-hari yang justru mungkin lebih manusiawi. Dalam fashion kali ini, Tiarma Sirait akan menampilkan maskotnya yang sekalipun tubuhnya gemuk, tidak cantik, tapi lucu dan mengundang orang
untuk lebih bersimpati karena kecantikan seperti ini lebih natural dan wajar. Keberagaman estetika ini yang akan ditampilkan melalui model-model pilihan Tiarma Sirait, dimana indah itu tidak selamanya harus bentuk yang ideal tetapi sesuatu yang lucu dan menggugah hati manusia.
Selain acara-acara tersebut, acara “A Celebration Night” juga akan dimeriahkan oleh pementasan Teater Topeng, Mapeka, Accoustic Show, dll. Mahakarya-mahakarya terbaik yang mendapatkan pengakuaan melalui penghargaan internasional ini layak dipersembahakan pada malam penutupan Maranatha Celebrations 2009. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Maranatha Information and Customer Service (MICS) di 022-2012186 ext.801/800.
Subject: Eksibisi KAYAK Internasional di SOLOK SELATAN: 18-26 Nov 2009
Yth. Kawan-kawan Media,
Setelah proses panjang hampir 2 tahun dan sambutan serius Pemda Kab. Solok Selatan, insya allah minggu depan akan dilakukan eksibisi internasional di beberapa sungai di Solok Selatan. Team Pendahuluan sudah berada disana sejak Senin 9 Nov lalu.
Perlu diketahui, keberhasilan inisiatif ini akhirnya bisa diterima di Kab. Sol Sel, tak lepas dari usaha dan perjuangan keras Kepala Disbudparpora nya: DR. Yul Amri.
Kita berharap, hasil eksibisi ini akan bagus sensasinya, krn ada jenis kayak produk baru yang akan di uji cobakan pertama kali khusus untuk karkater sungai-sungai di Solok Selatan ini...! Dampak hasil uji coba ini, otomatis akang ikut mengangkat dan akan lebih dikenalnya nama Solok Selatan di mata dunia internasional, khususnya di dunia olah raga petualangan.
Untuk itu, mohon juga bantuan kawan-kawan media untuk mempublikasikannya demi untuk Industri Pariwisata Sumbar dan Visit Indonesia Years... Press Release kami lampirkan sebagai acuannya.
Terlebih terkurang, mohon maaf sebelumnya. Terima kasih atas bantuan dan dukungan semua pihak, khususnya kawan-kawan media.
Pada hari ini, Selasa (10 November 200) di Jakarta akan digelar Grand Final "Panasonic Kid Witness News 2009". Dalam seremoni nasional ini akan hadir seluruh 10 finalis dari berbagai kota.
Berikut daftar 10 finalis:
1. SMPN 2 Jayapura: "Upacara Bakar Batu Di Lembah Baliemku"
Muji asal Jepang hadirkan toko perdana di Indonesia
Pada hari Sabtu (31/10)lalu, Muji asal Jepang membuka toko bernuansa gaya hidup (life-style shop) yang perdana di Indonesia. Berlokasi di Plaza Indonesia Jakarta, Muji menyasarkalangan anak muda dari kelas menengah atas. Toko seluas 400 meter persegi ini menyediakan sekitar 2,300 item, yang terdiri dari barang keperluan sehari-hari seperti stationery, pakaian, peralatan dapur, perlengkapan tidur, kosmetik dan sepatu. Muji dikenal karena menyediakan produk dengan konsep no brand dan ramah lingkungan. Untuk produk yang disediakan di Muji Plaza Indonesia, sekitar 15 persennya merupakan produk daur ulang.
Dalam acara pembukaan hadir Tadamitsu Matsui, Chairman Ryohin Keikaku Inc., Duta Besar Jepang untukIndonesia Shiojiri Kojiro, Andrianto Suhartono Chief Executive Officer (CEO) Grup AJBS (Anak Jaya Bapak Sejahtera) dan Russell Loh, General Manager Muji Indonesia.
"Pembukaan toko Muji yang perdana di Indonesia ini dapat terwujud berkat dukungan dari Grup AJBS yang memiliki cakupan bisnis yang luas dan pengalaman bisnis yang luar biasa," tutur Tadamitsu Matsui, Chairman Ryohin Keikaku Inc.
Matsui menjelaskan, Indonesia sebagai negara dengan penduduk nomor empat terbesar di dunia punya potensi pasar yang luar biasa. "Meskipun saat ini Muji berkembang di negara maju, namun kami lihat ada kemiripan antara pasar Indonesia dengan pasar Cina. Oleh karena itu, kami menaruh harapan besar, produk Muji bisa diterima di Indonesia seperti halnya di Cina," ungkap Matsui.
Menurut Russell Loh, General Manager Muji Indonesia, untuk tahap awal Muji akan membuka 4 toko di wilayah Jabodetabek. "Lalu dalam tiga tahun Muji akan membuka delapan toko di beberapa kota besar di Indonesia," ujar Loh. Sedangkan Duta Besar Shiojiri Kojiro, saat diminta komentar mengenai pembukaan toko MUJI, menyatakan Indonesia merupakan negara yang penting bagi Jepang. "Saat ini, ekonomi dan kesejahteraan di Indonesia mulai meningkat. Untuk meneruskan situasi ini, Indonesia perlu investasi yang baik, dan sebagian besar investasi Jepang di Indonesia masuk dalam kategori bisnis ritel," ungkap Shiojiri. "Sebagai Dubes Jepang, saya berupaya agar lebih banyak lagi investasi Jepang diIndonesia, dan Muji merupakan salah satu yang tertarik untuk mengembangkan pasarnya di Indonesia. Saya menyambut baik atas kerjasama Muji dan AJBS untuk membuka toko yang perdana ini," papar Dubes Shiojiri.
Saat ini Muji telah hadir di 16 negara dengan jumlah toko sebanyak kurang lebih 500, dan menjual aneka jenis pakaian, aksesoris dan makanan, yang merupakan life-style shop yang dinanti kehadirannya di berbagai negara. Indonesia adalah negara ke-17 dimana Muji hadir.
Bakrie Telecom kembali
mewujudkan rasa terima kasih kepada pelanggan setianya melalui program “Esia Pemburu Untung.”
Dengan mengikuti program ini, pelanggan prabayar Esia
mempunyai kesempatan untuk memenangkan hadiah hingga senilai total 1 Milyar
Rupiah, di antaranya hadiah utama satu unit mobil Toyota Rush yang diundi pada
periode terakhir di bulan Oktober ini.
Program Esia Pemburu Untung merupakan salah satu program
dari sekian banyak program-program yang memberi keuntungan bagi pelanggan yang
dibuat untuk menunjukkan komitmen Bakrie Telecom pada pelanggan Esia.
Semoga dapat menjadi
bahan berita yang cukup menarik.
Program Terbaru Esia Mempertahankan Loyalitas Pelanggan
Hadiah Mobil dari ESIA –
Jakarta, 28
Oktober 2009. PT. Bakrie Telecom, Tbk, pemilik layanan telekomunikasi hemat
Esia, Wifone, dan Wimode, meluncurkan program Esia
Pemburu Untung bagi pelanggan. Hadiah utama satu unit mobil Toyota
Rush, diserahkan hari ini di Jakarta oleh Ridzki Kramadibrata, EVP Marketing,
Product, dan CRM, kepada Abraham, pemenang dari Serang, Banten. Periode selanjutnya,
Esia Pemburu Untung memberikan hadiah-hadiah senilai 1 Milyar Rupiah, termasuk
satu unit mobil Nissan XTrail. [photo by
BTELPR/ yudha]
Jakarta, 28 Oktober 2009
Salah
satu indikator keberhasilan operator telekomunikasi tidak saja terletak pada kemampuannya
memperoleh tambahan pelanggan baru, tapi juga pada keseriusannya mempertahankan
kesetiaan pelanggan. Apalagi iklim persaingan di industri ini juga berjalan
semakin ketat dan membuat pelanggan memiliki banyak alternatif untuk
mendapatkan layanan telekomunikasi. Hal inilah yang disadari benar oleh Bakrie
Telecom sehingga meluncurkan program WIN yang telah berjalan sampai dengan WIN
7. Keberhasilan program ini memacu Bakrie Telecom semakin kreatif, hingga
memunculkan tema baru “Esia Pemburu
Untung” untuk periode WIN 8.
Dengan
mengikuti program ini, pelanggan prabayar Esia mempunyai kesempatan untuk
memenangkan hadiah hingga senilai total 1 Milyar Rupiah. Di antaranya hadiah
utama satu unit mobil Toyota Rush yang diundi pada periode terakhir di bulan
Oktober ini.
Pelaksanaan
program yang sudah kesekian kalinya ini menunjukkan dengan jelas bahwa
pelanggan sangat menggemarinya. Dalam setiap periode, tentu saja dilakukan
berbagai perbaikan dan penambahan benefit bagi pelanggan. Dari sisi distribusi
hadiah yang mencapai nilai 1 Milyar Rupiah, juga jelas terlihat penyebaran yang
merata dan fair bagi seluruh pelanggan. Hadiah utama mobil bahkan diraih
pelanggan Esia di Serang, Banten, sementara hadiah-hadiah besar lainnya diraih
Bandung dan kota-kota lain yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
“Ciri khas program Esia terletak pada
kesederhanaanya. Pelanggan tidak perlu mengikuti berbagai prosedur untuk bisa
merasakan keuntungan Esia. Semuanya dibuat mudah dan langsung bisa dirasakan
manfaatnya”, kata Ridzki Kramadibrata, Executive Vice President Marketing, Product, and CRM.
Menurutnya,
program Esia Pemburu Untung merupakan salah satu program dari sekian banyak
program-program yang memberi keuntungan bagi pelanggan yang dibuat untuk
menunjukkan komitmen Bakrie Telecom pada pelanggan Esia. ”Ini bentuk
penghargaan kami pada pelanggan dan semuanya mengacu pada satu kalimat
sederhana: Untung Pakai Esia”, tegasnya Ridzki.
Cara mengikuti program ini dibuat cukup mudah.
Bagi pelanggan yang telah aktif dapat langsung bergabung, sedangkan yang belum
aktif dapat melakukan registrasi dan mengirimkan kode 4 digit terakhir kartu
isi ulang Esia prabayar. Setelah tergabung pelanggan Esia dapat mengumpulkan
sebanyak-banyaknya poin yang akan diundi dalam 4 periode. Periode pertama 10
– 30 Juni 2009, periode kedua 1 - 31 Juli 2009, periode ketiga 1 –
31 Agustus 2009 dan periode terakhir 1 – 30 September 2009.
Pelanggan
dapat berburu poin melalui beberapa cara. Pertama dengan mengirimkan SMS 4
angka terakhir dari kode voucher isi ulang dan dikirimkan ke 222. Selanjutnya
pelanggan juga dapat mengikuti kuis pertanyaan harian. Disamping itu pelanggan
dengan minimun pemakaian 50 ribu setiap minggunya akan mendapatkan poin khusus.
Poin-poin inilah yang akan diundi pada tiap periodenya untuk mendapatkan hadiah
mobil, motor maupun hadiah harian uang tunai senilai Rp 1 juta untuk 120 orang
pemenang.
Esia
di saat bersamaan juga meluncurkan program “Esia
Pemburu Untung 2” dengan cara yang lebih mudah dan
menarik. Hadiah untuk periode ini juga mencapai nilai 1 Milyar Rupiah, dengan
hadiah utama satu unit mobil Nissan Xtrail. Pelanggan dapat mengikuti kuis
dengan menjawab sebanyak mungkin sehingga bisa mendapat hadiah langsung
perhari, kemudian jika pelanggan menjawab soal Bonus yang dikirimkan pada hari
tertentu, maka pelanggan juga mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan Kupon
yang bisa ditukar dengan berbagai hadiah menarik. Untuk Esia Pemburu Untung 2,
bahkan pelanggan semakin dimudahkan karena dapat memilih tema pertanyaan, di antaranya
: Musik, Selebritis, Sepakbola, Islami, dan Umum.
“Yang
pasti semua pelanggan yang mengikuti Esia Pemburu Untung berhak untuk
mendapatkan Ringtone dan Wallpaper gratis. Selain itu ada hari dimana semua
pelanggan dapat menjawab sebanyak mungkin hanya dengan membayar Rp 2000,-. Bahkan
pelanggan yang sudah menang di periode sebelumnya, tetap berkesempatan
memenangkan hadiah di periode selanjutnya. Jadi ayo ikut Esia Pemburu Untung,
karena pasti akan memberikan keuntungan yang berlipat bagi semua pelanggan
Esia”, himbau Ridzki pada saat acara berlangsung.
“Untung
Pake Esia bukan hanya sekedar slogan. Kami wujudkan dalam berbagai program dan
tawaran yang benar-benar dirasakan pelanggan. Tersedia pula berbagai potongan
harga di restoran atau tempat rekreasi keluarga. Dalam program Pemburu Untung,
pelanggan Esia juga punya kesempatan untuk memenangkan berbagai hadiah”, tutup
Ridzki.
“Humanism in the thoughts of prominent Indonesians: Soekarno, Hatta, Sjahrir, Tan Malaka and Pramoedya Ananta Toer”
Wednesday, 28 October 2009, 19.30 hrs.
Goenawan Mohamad, Budayawan (publicist on culture and philosophy)
Erasmus Huis
On this day, the birthday of the Dutch philosopher Desiderius Erasmus, more than 550 years ago, the Erasmus Huis wants to draw attention to the philosophical heritage of Erasmus and its relevance to the present time by organising a lecture and discussion: in the spirit of Erasmus’ own words â€Civis mundi sum’ / I am a world citizen.
Erasmus is often referred to as â€the humanist’; he has given an important impulse to the development and spreading of this body of thought. The concept â€humanism’ does not have a univocal meaning and will
have different interpretations and relevance depending on time and place. For Erasmus it was foremost the conviction that the spiritual strength, that is needed to take life to its highest potential, is evoked by entering discussion with great thinkers, who have those strengths. Beside that, time and time again he pleaded for tolerance between the different beliefs. He placed common sense above dogmatic standpoints.
At Erasmus Huis Mr Goenawan Mohamad will present the English version of his lecture on humanism in the thoughts of a number of prominent Indonesians: Soekarno, Hatta, Sjahrir, Tan Malaka and Pramoedya Ananta Toer. Mr Goenawan Mohamad has for long been a key figure in the political and cultural world of Indonesia as an editor, curator and publicist, always presenting his own independent views.
Erasmus Huis Jl. H.R. Rasuna Said Kav. S-3, Kuningan Jakarta 12950
----------------
Erasmus
Senin, 26 Oktober
2009
Ini akhir pekan Erasmus. Saya diminta bicara tentang humanisme dalam pandangan Indonesia untuk ulang tahun tokoh humanisme Eropa yang lahir 27 Oktober 1466 itu di Erasmus Huis, Jakarta. Saya tak tahu banyak tentang humanisme abad ke-15 Eropa, dan yang pertama kali saya ingat tentang Erasmus adalah apa yang dikatakan Luther tentang dia. Bagi Luther, pemula Protestantisme yang pada akhirnya mengambil posisi yang tegas keras menghadapi Gereja itu, Erasmus ibarat ”belut”. Licin, sukar ditangkap.
Erasmus memang tak selamanya mudah masuk kategori, tak mudah menunjukkan di mana ia berpihak, ketika zaman penuh hempasan pertentangan keyakinan theologis. Pada mulanya ia membela Luther, ketika pembangkang ini diserang dan diancam, tapi kemudian ia menentangnya, ketika Luther dianggapnya semakin mengganas dalam menyerang Roma. Dalam sepucuk suratnya kepada Paus Adrianus VI, Erasmus sendiri mengatakan, ”Satu kelompok mengatakan hamba
bersetuju dengan Luther karena hamba tak menentangnya; kelompok lain menyalahkan hamba karena hamba menentangnya….”
Bagi Erasmus, sikapnya menunjukkan apa yang disebut di zamannya sebagai civilitas. Dalam kata-kata sejarawan Belanda terkemuka, Huizinga, itulah ”kelembutan, kebaikan hati, dan moderasi”.
Perangai tokoh humanisme abad ke-15 ini agaknya seperti sosok tubuhnya. Kita hanya bisa melihat wajahnya melalui kanvas Holbein di Museum Louvre: kurus, pucat, wajah filosof yang meditatif dan sedikit melankolis. Tetapi ia—yang merupakan pengarang terlaris di masanya ini (seorang penjual buku di Oxford pada 1520 mengatakan, sepertiga bukunya yang terjual adalah karya-karya Erasmus)—juga seorang yang suka dipuji. Dan di balik sikapnya yang santun, ada kapasitas untuk menulis satire yang sangat berat sebelah yang menyerang Paus Julius II. Dalam satire ini, Santo Petrus bertanya kepada Julius di gerbang akhirat: ”Apa ada cara
mencopot seorang Paus yang jahat?” Jawab Julius: ”Absurd!”
Pada akhirnya memang tak begitu jelas bagaimana ia harus diperlakukan. Ia meninggal di Basel, Swiss, pada 1536, tanpa disertai seorang pastor, tanpa sakramen Gereja. Tapi ia dapat kubur di katedral kota itu.
Agaknya itu menggambarkan posisinya: seorang yang meragukan banyak hal dalam agama Kristen, tapi setia kepada Gereja. ”Aku menanggungkan Gereja,” katanya, ”sampai pada suatu hari aku akan menyaksikan Gereja yang jadi lebih baik.”
Mungkin itulah sebabnya yang selalu dikagumi orang tentang pemikir ini adalah seruannya untuk menghadapi perbedaan pikiran dengan sikap toleran dan mengutamakan perdamaian. ”Tak ada damai, biarpun yang tak adil sekalipun, yang tak lebih baik ketimbang kebanyakan perang.”
Dari sini agaknya orang berbicara tentang ”humanisme Kristen” bila berbicara tentang Erasmus—atau, dalam perumusan lain, ”rasionalisme
religius”. Dalam jenis ”rasionalisme” ini, skeptisisme dan rasa ingin tahu, curiositas, diolah dengan baik, tapi pada akhirnya tetap dibatasi oleh apa yang ditentukan agama. Tak mengherankan bila Ralf Dahrendorf menyebut posisi Erasmus sebagai ”leise Passion der Vernunft”, gairah yang lembut untuk akal budi.
Dalam hal itu, Erasmus memang tak bisa diharapkan akan mengatasi pikiran yang umum di zamannya—yang tak amat leluasa dan luas. Di abad ke-21 sekarang, rasa ingin tahu yang dikendalikan oleh iman bukanlah sikap ilmiah maupun filsafat. Itu hanya sikap yang membuat pemikiran buntu.
Dalam kasus lain, Erasmus juga bisa tidak konsisten. Pernah untuk menghadapi kritik pedas Ulrich von Hutten—seorang tokoh Reformasi Jerman yang teguh tapi sengsara—Erasmus ikut bersama para tokoh Gereja di Basel untuk mengusir orang itu dari kota. Dalam kasus lain, Erasmus memang penganjur jalan damai menghadapi Turki, tapi ia tetap memandang
”Turki” sebagai yang tak setara dengan Eropa yang Kristen.
Pendek kata, pada diri Erasmus ada nilai-nilai yang mengagumkan dari humanisme, tapi juga ada unsur yang menyebabkan humanisme itu dikecam. Humanisme ini sejak mula—dengan kegairahannya mempelajari khazanah yang tak hanya terbatas pada kitab agama, tapi juga karya-karya Yunani kuno yang ”kafir”—yakin bahwa kita, sebagai manusia, dapat menangkap dunia obyektif dengan menggunakan akal budi. Di dalamnya tersirat asumsi bahwa (tiap) manusia adalah identitas yang tetap, atau ”diri” dan ”subyek” yang utuh dan tak berubah. Subyek ini menentukan makna dan kebenaran. Pikiran manusia menangkap dunia sebagaimana adanya dan bahwa bahasa merupakan representasi dari realitas yang obyektif.
Dalam perkembangannya kemudian, pandangan seperti ini terbentur kepada apa yang jadi tajam sejak abad ke-19 Eropa. Dan itu ketika manusia, sebagai subyek yang ulung, jadi penakluk
”yang-lain” di sekitarnya. Ternyata sang subyek tak seluruhnya bisa dikatakan utuh, tetap, dan rasional. Tak berarti manusia sia-sia.
Erasmus sendiri menulis sebuah karya satire yang termasyhur, Encomium Moriae, yang dalam bahasa Inggris terkenal sebagai The Praise of Folly. Di dalamnya, folly atau laku yang gebleg, yang tak masuk akal, dipujikan. ”Tak ada masyarakat, tak ada kehidupan bersama, yang dapat jadi nyaman dan awet tanpa sikap gebleg.” Dengan sikap gebleg itulah manusia mencintai, bertindak berani, termasuk berani menikah, apalagi cuma sekali, dan dengan sikap yang tak masuk akal pula ia percaya kepada apa yang diajarkan agama.
Mungkin manusia selalu harus mengakui ada yang lain yang menyertai satu sisi dari dirinya dan satu bagian dari dunianya. Yang lain dan yang tak cocok bahkan tak senonoh itu tak dapat dibungkam—atau manusia hilang dalam kepongahan dan ketidakadilan.
Vesri
Inggris dibawah
Greenpeace: Para
pemimpin Uni-Eropa harus membantu SBY melindungi hutan Indonesia
Jakarta,
29 Oktober 2009- Para aktivis Greenpeace membentangkan spanduk berukuran 20x50
meter dengan
gambar wajah Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicholas
Sarkozy
di lahan gambut yang baru saja diancurkan di Sumatra. Kegiatan ini dilakukan
menjelang konferensi pemimpin Uni-Eropa yang dimulai hari ini di Brussels,
Belgia.
Aksi kemarin di Indonesia menandai peluncuran
rangkaian kegiatan di Kamp Pembela Iklim Greenpeace di Riau yang diharapkan
memancing perhatian para pemimpin dunia akan pentingnya melindungi hutan
sebagai langkah penting mengurangi emisi gas rumah kaca untuk menghindari
perubahan iklim.
“Uni Eropa mengakumulasi utang karbon
historisnya dengan memicu deforestasi dan penghancuran hutan di luar negara
mereka. Saatnya kini para pemimpin Uni Eropa bertanggung jawab untuk
berkomitmen memberi bantuan dana publik dalam jumlah yang sepadan untuk
mencegah hilangnya hutan tropis yang tersisa.” tegas Bustar Maitar, Juru
Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.
Indonesia memiliki laju deforestasi tertinggi
diantara negara-negara yang memiliki hutan di dunia dan menjadi contoh nyata
perlunya rencana matang yang didukung dengan dana bantuan internasional untuk
melindungi hutan tropis. Dimotori permintaan pasar dunia terhadap produk kertas
dan minyak kelapa sawit, sejak 1950 lebih dari 74 juta hektar hutan Indonesia
telah sepenuhnya hancur, ditambah area sekitar yang juga mengalami kerusakan
berat.
Kehancuran lahan gambut di Indonesia saja bertanggungjawab atas 4% emisi global
gas rumah kaca hasil tindakan manusia, menjadikan Indonesia negara ketiga
terbesar penghasil gas rumah kaca setelah Amerika Serikat dan Cina. Tingginya
emisi tersebut disebabkan oleh dua alasan – pesatnya laju deforestasi dan
degradasi serta pembakaran lahan gambut. Lahan gambut di Asia Tenggara
diperkirakan menyimpan 42 milyar ton karbon dan sekitar 80% atau 35 milyar ton
dari jumlah tersebut tersimpan di Indonesia. Lahan gambut di Indonesia mewakili
hanya kurang dari 0,1% dari luas tanah di bumi namun bertanggung jawab akan 1,8
milyar ton emisi per tahun.
Pemerintah Indonesia baru-baru ini mengidentifikasi industri kayu, minyak
kelapa sawit, pertanian, sertapulp (bubur kertas) dan kertas sebagai penyebab
kekeringan lahan gambut, deforestasi
dan emisi yang dihasilkan Indonesia. Dalam laporan disebutkan bahwa bila tidak
ada tindakan tegas yang dilakukan, diperkirakan kadar pelepasan emisi tersebut
akan terus meningkat.
Pada pertemuan negara-negara G20 di
Pittsburgh, Amerika Serikat, Presiden Yudhoyono berkomitmen mengurangi emisi
karbon Indonesia sebesar 26% pada tahun 2020 – meningkat ke angka 41% dengan
dukungan internasional. Dengan melakukan ini, Presiden menunjukkan kemauan
keras dan kepemimpinan yang kuat dari Indonesia. Semangat ini sangat dibutuhkan
untuk membantu dunia menghindari kekacauan iklim.
“Sebagai Presiden dari negara dengan hutan
tropis terbesar yang tersisa, kata-kata Presiden Yudhoyono adalah harapan untuk
jutaan orang yang sudah menderita akan dampak perubahan iklim. Agar beliau
dapat mengubah komitmennya menjadi tindakan, beliau membutuhkan bantuan
finansial dari negara-negara maju untuk mewujudkan komitmennya. Para pemimpin
Uni-Eropa harus menunjukkan sikap kepemimpinan seperti Presiden Yudhoyono dan
berikan dukungan nyata terhadap sesuatu
yang mereka percayai, dengan segera
memberikan dana” jelas Shailendra Yashwant, Direktur Kampanye Greenpeace Asia
Tenggara.
Bagi Greenpeace, dukungan Uni-Eropa harus ditunjukkan setidaknya dengan
komitmen yang jelas dari para pemimin Uni Eropa untuk:
1. Mendukung pengembangan pendanaan global untuk iklim dibawah Perjanjian Iklim
UNFCCC, dijalankan oleh mekanisme finansial baru yang kuat dan mengikat secara
hukum yang akan menggerakkan setidaknya 30 milyar Euro dari pendanaan publik per
tahun untuk periode 2013-2020, ditujukan untuk pembiayaan pengembangan dan
implementasi rencana nol deforestasi di negara-negara tropis.
1. Meniadakan skema kredit pertukaran-emisi pada hutan (forest offset) dari
pasar karbon internasional – REDD harus menjadi tambahan untuk pengurangan
emisi dalam negeri dari negara-negara Annex 1 dan tidak boleh menciptakan
kerugian untuk perubahan yang diperlukan menuju ekonomi masa depan yang rendah
karbon
1. Mempromosikan tujuan membawa laju deforestasi hutan tropis menuju angka nol
sebelum 2020 – Upaya untuk mengurangi namun tidak mengakhiri deforestasi
tropis tidak hanya akan memperpanjang masalah, namun juga tidak akan
menghadirkan hasil yang diperlukan untuk menghindari bahaya perubahan iklim,
kepunahan spesies dan kehancuran ekosistem.
1. Mengutamakan perlindungan hutan alam seutuhnya (REDD), dan meniadakan
subsidi untuk kegiatan hutan untuk industri (REDD+) yang akan mengancam
keanekaragaman hayati dan kesatuan ekologi, serta seringkali menjadi jalan untuk
tindak deforestasi. Sangatlah penting untuk memastikan pendanaan publik untuk
REDD tidak digunakan untuk subsidi perkebunan tanaman industri (“HTI”),
penebangan kayu di hutan tropis dan konversi hutan alam menjadi perkebunan.
2. Menyatakan secara jelas bahwa masa depan mekanisme REDD dikeluarkan dan
dirancang untuk berkontribusi terhadap tujuan Perjanjian PBB terhadap
Keanekaragaman Hayati. Dampak terhadap keanekaragaman hayati harus secara
eksplisit dipertimbangkan dalam segala tata cara, peraturan dan kegiatan REDD.
Greenpeace adalah organisasi kampanye global
independen yang beraksi untuk mengubah sikap dan perilaku, untuk melindungi dan
melestarikan lingkungan, serta mempromosikan perdamaian.
Kontak:
Bustar
Maitar, Jurukampanye Hutan, Greenpeace Asia Tenggara, tel: +6281344666135
Martin
Baker, Direktur Komunikasi, Greenpeace Asia Tenggara, tel +6281315829513
Untuk
infromasi lebih lanjut kunjungi: http://www.greenpeace.or.id
--------------------------------------------------------------------------------\
-------------------------
EU leaders must help SBY to protect Indonesia’s forests:
Greenpeace.
Jakarta,
28 October 2009- Greenpeace activists placed two 20 x 50 meter banners with the
portraits of
German Chancellor Angela Merkel and French President Nicholas Sarkozy on
recently cleared peat land in Sumatra, ahead of the European Union leaders
summit that begins in Brussels on October 29.
Today's action in Indonesia marks the launch
of activities at the Greenpeace Climate defenders Camp in Riau to bring the
world leaders attention to the need for the protection of forests as the most
urgent measure to reduce greenhouse gas emissions to avert climate change.
“The EU has accumulated a historical carbon
debt by fuelling deforestation and forest degradation abroad. It is now the
responsibility of European leaders to commit a substantial amount of public
funding to stop the last remaining tropical forests from going up in smoke.”
Said Bustar Maitar, Greenpeace South East Asia forest campaigner
Indonesia has the fastest rate of
deforestation amongst all major forested countries in the world and provides a
stark example of the need for a robust plan and the provision of international
funds to protect tropical forests. Driven by global market demands for palm oil
and paper products, since
1950 over 74 million hectares of Indonesia’s forest have been destroyed
completely, with additional areas being severely degraded.
The destruction of Indonesia’s peatlands
alone accounts for 4% of global human induced greenhouse gas emissions,
propelling Indonesia to become the world’s third largest greenhouse gas
emitter, after the US and China. The reason these emissions are so high is
twofold – the rapid rate of deforestation and the related degradation and
burning of peatlands. Southeast Asian peatlands are estimated to store 42 Gt of
carbon and of this about 35 Gt (83%) are held by peatlands in Indonesia. These
Indonesian peatlands represent less than 0.1% of the land on earth yet are
responsible for 1.8 billion tones of climate changing emissions per year.
The Indonesian Government recently identified
oil palm, pulp and paper, agriculture, and logging industries as the main
causes of drainage of peatlands, deforestation, and the resulting
emissions. The report predicts, unless
action is taken, that these emissions will continue to increase.
At last month’s G20 meeting in Pittsburgh,
USA, President Yudhoyono pledged a 26% cut in Indonesia’s carbon emissions by
2020 – rising to 41% with international support. By doing so he demonstrated
Indonesia’s willingness and the kind of strong leadership that is critical to
helping the world avoid climate chaos.
“As President of the country with the largest
remaining tropical forests in the region and therefore, with most to lose, Mr.
Yudhoyono’s words are a sign of hope for the millions of people who are
already
suffering the impacts of climate change. For him to be able to turn his
commitment into action, he needs financial assistance from developed countries
to make his commitment real. The EU leaders must show leadership like he has
and put their money where their mouth is.” said Shailendra Yashwant, Campaign
Director, Greenpeace Southeast Asia.
For Greenpeace, a good EU position should
include, as a minimum, a clear commitment by the European leaders to:
1. Support the development of a
global fund for forests under the Climate Convention, replenished through a new
robust and binding financing mechanism, that will mobilize at least EUR 30
billion of public funding annually for the period 2013-2020, to finance the
development and implementation of zero deforestation plans in tropical
countries,
2. Exclude forest offset credits
from the international carbon markets - REDD must be additional to domestic
emissions reductions by Annex I countries and must not create disincentives to
the necessary transformation towards a future low carbon economy,
3. Promote the objective of bringing
gross tropical deforestation rate as close to zero as possible before 2020 -
Efforts to reduce, but not end gross
tropical deforestation, will only prolong the problem and will not provide the
results needed to avoid dangerous climate change, species extinction and
ecosystem breakdown.
4. Prioritise the protection of
intact natural forests (REDD), and exclude subsidies for industrial forestry
activities (REDD+) which pose a threat to biodiversity and ecological
integrity, and often constitute a precursor to deforestation. It is
particularly important to ensure that future public funds for REDD are not used
to subsidise industrial tree plantations, logging activities in tropical
forests,
and the conversion of natural forests to forest plantations.
5. State clearly that the future REDD
mechanism is mandated and designed to contribute to the goals of the UN
Convention on Biological Diversity. Impacts on biodiversity must be explicitly
considered by all REDD activities, rules and modalities.
Greenpeace is an independent, global campaigning
organisation that acts to change attitudes and behaviour, to protect and
conserve the environment, and to promote peace.
Contacts:
Bustar
Maitar, Forest Campaigner, Greenpeace Sotheast Asia, tel: +6281344666135
Martin
Baker, Communications Director, Greenpeace Southeast Asia, tel +6281315829513
For
further information please visit http://www.greenpeace.or.id
Facebook:
Bizzcomm Indonesia
----- Original Message -----
From: "bayquni bayu" <bayquni_bayu@...>
To: "Mediacare" <mediacare@...>; "Groups, Communications Indonesia"
<communicationsIndonesia@yahoogroups.com>; "Groups, Komunikasi"
<komunikasi@yahoogroups.com>; "Groups, Bizzcomm" <bizzcomm@yahoogroups.com>;
<sru@...>; <rudy_handoko@...>;
<fred.hands@...>; <e_komalawati@...>;
<adi_nurmahdi@...>; <hdyanto@...>; <desideria@...>;
<dery-laksmono@...>; <dessy_kania@...>; <dvd_leonardo@...>;
<maltiussitorus@...>; <irwazarkasi@...>;
<d3komuidepok@...>; <d3komui@...>; <imes@...>;
<nasut_z@...>; <chendipriyatna@...>; <kikihakim@...>;
<nurul_haniza@...>; <ketut_mart@...>; <didit@...>;
<tri_diah@...>; <fred.hamds@...>;
<ita_haryono@...>; <arifpsa@...>; <fennyng13@...>;
<hadrian26@...>; <archidena2000@...>; <info@...>;
<dekanfikom@...>; <agustina.zubair@...>
Sent: Wednesday, October 28, 2009 1:34 AM
Subject: Undangan Seminar Citra Pariwara" "It's Time to Kill The Old Tricks".
Dewan Perguruan Periklanan Indonesia
bekerja sama dengan
Kerangka Acuan
LATAR BELAKANG
Periklanan saat ini bukanlah
sekadar upaya menempatkan iklan di media massa konvensional seperti koran,
majalah, radio dan televisi saja, tetapi mempunyai konotasi yang jauh lebih
luas. Meskipun demikian, industri periklanan dalam mengembangkan diri, tetap
mengacu pada kepentingan kelima komponennya; yaitu : pengiklan, perusahaan
periklanan, media periklanan, industri penunjang periklanan (seperti
perusahaan
produksi dan jasa grafika, audio-visual, talenta, riset dan sebagainya) dan
khalayak.
Periklanan
modern tidaklah dapat hanya mengandalkan bakat dan kemampuan yang berkaitan
dengan ilmu komunikasi, seni dan budaya saja. Periklanan modern telah
demikian
kompleksnya sehingga membutuhkan insan-insan periklanan yang mempunyai
dasar-dasar pengetahuan yang luas, seperti: psikologi, pemasaran, filsafat,
riset pemasaran, statistik, manajemen, bahkan ilmu ekonomi dan teknologi
informasi.
Belum
lagi fakta bahwa dunia pemasaran dan periklanan global telah bermutasi
demikian
cepat sehingga bahkan dunia pemasaran dan periklanan nasionalpun tidak mudah
untuk mengikutinya. Perkembangan teknologi informasi, khususnya media
sosial,
telah memberikan peluang-peluang komunikasi pemasaran baru. Komunikasi
bukanlah
sekedar hanya terjadi antara pemrakarsa dengan khalayak penerima pesan, tapi
bahkan khalayak itu sendiri dengan sangat mudah dan cepat menjadi pemrakarsa
(baik dalam konteks meneruskan isi pesan awal, maupun menciptakan sendiri
pesan-pesan baru). Komunikasi pemasaran bukan lagi sekedar hanya satu arah,
bahkan bukan lagi dua-arah, tetapi multi-arah.
Dalam
menghadapi situasi seperti ini dan untuk mengantisipasi perubahan-perubahan
drastis dikemudian hari, maka perlulah seluruh pihak terkait dalam industri
ini
bersatu-padu dan saling bahu-membahu meningkatkan kualitas karya periklanan
di
Indonesia. Termasuk dalam hal ini adalah relasi antara para akademisi dan
praktisi.
Pada
bulan November 2009, PPPI akan menyelenggarakan kegiatan Festival Citra
Pariwara yang merupakan kegiatan rutinnya dan tahun ini adalah tahun ke-23
penyelenggaraan Festival Citra Pariwara. Sampai dengan tahun lalu, kegiatan
ini
telah diikuti oleh ke lima komponen utama industri ini.
Secara
umum, dapat dikatakan bahwa Festival Citra Pariwara bukanlah lagi sekedar
lomba
kreatifitas iklan. Kegiatan tersebut diakui oleh banyak pihak telah
mengambil
peran penting dalam meningkatkan industri periklanan dari segala sisinya.
Kegiatan ini bukanlah hanya khusus bagi insan-insan kreatif periklanan,
tetapi
telah menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh banyak pihak; baik sebagai
suatu forum membina networking,
sebagai kegiatan untuk menambah wacana, bahkan dalam rangka membina dan
mengembangkan hubungan bisnis.
Untuk tahun 2009, Festival
Citra Pariwara mengambil tema: "It's Time to Kill The Old Tricks".
Suatu tema yang menyimbolkan keinginan industri periklanan untuk terus
beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang ada di industri periklanan
sehingga
mampu mengantisipasi perubahan-perubahan nilai-nilai budaya dan perilaku
konsumen. Fokus utama dari Citra Pariwara 2009 adalah dalam mencermati
gejala
makin maraknya media sosial (social media)
yang sangat didukung oleh kemajuan teknologi (seperti Twitter, Facebook,
Kaskus, Youtube, Flicker, dan sebagainya). Belum lagi membanjirnya teknologi
baru untuk beriklan melalui telepon genggam dan teknologi televisi digital
yang
sudah di depan mata.
Dalam konteks ini, kami (DPP)
merasa bahwa kegiatan seminar Citra Pariwara (dan kegiatan-kegiatan
penunjang
lainnya) adalah suatu kesempatan yang sangat penting bagi para akademisi
untuk
dapat menyaksikan dan sekaligus menggali pengetahuan praktis dari berbagai
ahli
yang didatangkan dari berbagai negara. Kegiatan Festival Citra Pariwara
selalu
mendapatkan dukungan baik moral maupun finansial dari berbagai pihak di
industri periklanan sehingga sampai usianya yang ke 23 tahun ini dapat
diikuti
oleh berbagai khalayak dengan biaya yang sangat minim.
DPP dan PPPI telah membina
kesepakatan bahwa dalam rangka melibatkan lebih banyak lagi insan akademisi
dalam kegiatan seminar Citra Pariwara, maka insan akademisi akan diberikan
harga khusus yang sama dengan harga bagi anggota PPPI.
TUJUAN SEMINAR
Dengan berpartisipasinya kalangan insan akademisi dalam
seminar Citra Pariwara 2009, kami mengharapkan bahwa tujuan-tujuan di bawah
ini
dapat tercapai:
1. Memfasilitasi
kesatuan pemahaman tentang perkembangan ilmu periklanan nasional yang
terjadi
dikalangan akademisi dan praktisi
2. Untuk
bersama-sama memahami perkembangan dunia komunikasi pemasaran dan periklanan
global, sehingga akan memunculkan kebutuhan di dunia pendidikan, terutama
dalam
melahirkan kurikulum-kurikulum baru yang dibutuhkan oleh insan periklanan.
3. Meningkatkan
peran akademisi dalam memberikan masukan-masukan baik berupa pandangan
teoritis, empiris maupun praktis kepada dunia praktisi periklanan nasional,
sekaligus untuk membina dan mengembangkan relasi dengan jaringan praktisi
periklanan dari berbagai negara.
BOBOT DAN PENYAJIAN
Seminar Festival Citra Pariwara
2009
Seminar akan dilaksanakan
selama 2 hari penuh dengan mengundang para praktisi dari berbagai bidang;
baik
terkait periklanan maupun media sosial. Mereka berasal dari manca-negara
(penyajian seluruh materi seminar dalam
bahasa Inggris). Dengan nara-sumber yang berkualitas internasional
tersebut, seminar ini dapat dinilai sebagai seminar periklanan berkelas
internasional yang di Indonesia hanya dapat ditemukan di Festival Citra
Pariwara 2009.
Dengan segala upayanya, panitia
Citra Pariwara 2009 akan mendatangkan tokoh-tokoh periklanan yang sudah
maupun
diperkirakan akan membuat "sejarah" di masa yang akan datang. Hal ini
dilakukan demi periklanan Indonesia agar dapat
terus bersaing dalam kompetisi global.
1. Alokasi Tempat
& Waktu:
Senayan City Ballroom - Jakarta
18 & 19 November 2009
Pk. 09.00 - 17.00 WWIB
2. Daftar
Acara:
Seminar Hari I : 18 November 2009
09.00 - 09.30 : Pendaftaran Ulang
09.30 - 10.30 : Digital TV: Facing The Next Change
Pembicara: Supeno Lembang - CEO
Mediatama Anugrah Citra
10.30 - 11.00 : Rehat kopi
11.00 - 12.00 : Planning is About Creating Interaction
Pembicara: Sanchit Sanga - Regional
Director SE Asia GroupM
Interactive
12.00 - 13.00 :
Makan siang
13.00 - 14.00 : Why Do We Need Our Own Media?
Pembicara: Jasmine Lee - Founder
& CEO, MNC Wireless Kuala
Lumpur
14.00 - 14.30 :
Rehat kopi
14.30 - 15.30 : Unlimited Possibilities in Your Hand
Pembicara
1: (dari Research in Motion Asia Pacific, menunggu konfirmasi)
Pembicara 2: (dari Nokia Asia Pacific,
menunggu konfirmasi)
15.30 - 16.00 : Rehat kopi
16.00 - 17.00 : Social Media Explotion in Asia
Pembicara: (dari Nielsen ASPAC,
menunggu konfirmasi)
18.00 - 19.00 : Kopdar Social Media Indonesia (gratis)
Bersama: kaskus.com, koprol.com dan
DagDigDug Group
Seminar Hari II : 19 November 2009
09.00 -
09.30 : Pendaftaran Ulang
09.30 - 10.30 : Understanding Digital Advertising
Pembicara: (dari Leo Burnett ASPAC, menunggu
konfirmasi)
10.30 - 11.00 : Rehat kopi
11.00 - 12.00 : Advertising without An Ad
Pembicara: Jun Fukawa - Exec. Creative Director JWT Tokyo
12.00 - 13.00 :
Makan siang
13.00 - 14.00 : People Powered Advertising
Pembicara:
Melvin Mangada - Managing Partner/CCO dari TBWA/Santiago Mangada Puno,
Philippine
14.00 - 14.30 :
Rehat kopi
14.30 - 15.30 : Creativity Without Borders
Pembicara: Sonal Dabral - Regional Creative
Director Bates 141
Asia
15.30 - 16.00 :
Rehat kopi
16.00 - 17.00 : Production Technology Does Matter
Pembicara 1: Justin Woon - Film Director, Post Production Owner dari
3riple8ight
Designs & Twisted Media, Malaysia
Pembicara 2: Michael Kristian
Wulian - CEO dari Infinite Frameworks Pte Ltd, Singapore
18.00 - 19.00 : Jumpa panel juri Citra Pariwra 2009
(gratis)
Do We Killed The Old Tricks?
[Pada
kesempatan ini juri-juri akan membahas karya-karya yang diperlombakan pada
Citra Pariwara 2009 dari ke 3 kategorinya]
19.00 - 20.00 : Presentasi 3 besar Daun Muda Award 2009
(gratis)
[Karya
ke 3 nominasi pemenang Daun Muda Award 2009; yaitu lomba khusus untuk insan
muda kreatif periklanan, akan ditampilkan pada kesempatan ini]
3. Biaya
Pendaftaran :
Seminar satu hari (hari I atau II) : Rp 500.000,-/orang
Seminar 2 hari (hari I dan II) : Rp 750.000,-/orang
Seminar 2 hari + Malam Anugerah : Rp 1.000.000,-/orang
Catatan:
· Malam Anugerah Festival Citra Pariwara 2009 akan
dilaksanakan di Senayan City - The Hall, Jakarta pada hari Jum'at, 20
November
2009 mulai pk. 20.00 WWIB s/d selesai.
· Harga di atas adalah harga khusus untuk insan akademisi
yang mendaftarkan diri melalui Sekretariat DPP. Pendaftaran tanpa melalui
Sekretariat DPP dapat dilakukan melalui www.citrapariwara.orgdengan harga
yang berlaku untuk khalayak umum (sekitar 50% lebih mahal).
· Jadwal dan detil seminar terbaru dapat dilihat di
www.citrapariwara.org.
4. Tata Cara
Pendaftaran :
· Isilah
formulir terlampir dengan lengkap. Formulir dapat diperbanyak
sendiri bila dibutuhkan.
· Kirimkan formulir tersebut ke Ibu Inge Soebrata melalui:
Email: ingesoebrata@..., atau
Faks : (021)
4585 0719
· Pembayaran biaya seminar dilakukan melalui transfer ke:
PPPI Citra Pariwara
BANK
MANDIRI
Cabang
Jakarta Gedung Tira
A/C:
124-00-9803536-4
· Pendaftaran baru dianggap sah setelah DPP menerima
bukti transfer yang dikirim melalui faksimili atau email.
· Pendaftar yang mendadak batal hadir hanya dapat
digantikan oleh peserta lain dari perguruan tinggi yang sama. Uang
pendaftaran
tidak akan dikembalikan bila ada peserta yang batal dan tidak digantikan.
· Pendaftaran peserta seminar akan ditutup tanggal: 16 November 2009.
· Tempat
terbatas, hanya tersedia 30 (tiga puluh)
tempat; masing-masing untuk seminar hari I dan II.
· Kepada seluruh peserta seminar, DPP akan memberikan
sertifikat partisipasi. Sertifikat akan dikirimkan kepada Institusi peserta
oleh DPP maksimal 1 (satu) bulan setelah penyelenggaraan.
· Bila ada hal-hal yang kurang jelas, dapat menghubungi Ibu
Inge Soebrata di:
Telepon: (021) 4585 0718 atau HP: 0818 77 5712 atau
alamat email di atas.
PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN
· Bpk. RTS Masli -
Direktur Pelaksana DPP
PENUTUP
Demikian proposal ini diajukan.
Kami percaya bahwa kehadiran kalangan akademisi dari institusi pendidikan
sebagai
peserta seminar adalah nilai tambah bagi dunia periklanan nasional untuk
selalu
bercermin dan selalu mengkinikan diri agar dapat membentuk generasi kreatif
bagi industri periklanan Indonesia di masa depan.
Kami sangat mengharapkan bahwa
pada kesempatan yang akan datang, partisipasi insan akademisi pada dunia
periklanan dapat lebih banyak lagi. Untuk itu, kami tunggu saran, kritik dan
dukungan dari rekan-rekan insan akademisi.
Atas perhatiannya kami ucapkan
terima kasih.
Jakarta, 22 Oktober 2009
Rudy Harjanto
Ketua Umum
Dewan
Perguruan Periklanan Indonesia
Apa dia selingkuh? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers.
http://id.answers.yahoo.com
Insto yang peduli pada kesehatan mata, pada Mudik Lebaran lalu menggelar program bertajuk “Posko Bergerak Insto”, sebuah upaya untuk mengajak para pemudik yang pulang kampung – khususnya para pengemudi kendaraan bermotor – untuk lebih memperhatikan kesehatan matanya dan pentingnya keselamatan dalam mengendarai sepeda motor dengan membawa keluarga.
Usai program tersebut, kami atas nama Insto mengundang rekan media hadir di acara Konperensi Pers dan pengumuman pemenang ”Insto Writing Contes” Tahap I yang akan berlangsung pada:
Hari/Tanggal:
Kamis, 22 Oktober, 2009
Waktu:
18.30 WIB s/d selesai
Tempat:
Pizza Marzano, Senayan City, Jakarta
Acara:
Evaluasi pelaksanaan acara “Posko Bergerak Insto”;pengumuman pemenang “Insto Writing Contest” berhadiah Blackberry, Santap Malam.
Menurut rencana akan hadir Marc Manalastas (Brand Manager Insto), Marvy A. Lumentut (Brand Activation Manager GSK Consumer Healthcare) dan dr Putu Sasmika (Medical Marketing GSK Consumer Healthcare).
Terima kasih atas dukungan yang diberikan, kami tunggu kehadiran Rekan Media pada acara tersebut.
Salam,
Radityo Djadjoeri
Atas nama Insto
Konfirmasi kehadiran kami tunggu melalui Bizzcomm (021) 790-2806 dan HP: 0817-9802250.
Mengundang Anda Untuk Meliput Kegiatan Kami
"Pak SBY, Selamat! Lanjutkan, Tapi Jangan
Lanjutkan Penebangan Hutan!"
Selasa, 20
Oktober 2009 Waktu Berkumpul: 10.30 WIB
(Aksi
Berlangsung Pada 11.00 WIB)
Tempat berkumpul : Gerbang Monas Depan Istana Negara, Jakarta Pusat
Please Stand By Your
Camera
Untuk Informasi Lebih Lanjut:
Findi Kenandarti, Asisten Media Campaigner, +62816
1681840
Invitation for our Activity
"Congratulation Mr. SBY! Continue, but Don’t
Continue Forest Destruction!"
Tuesday
October 20th 2009, Time To Gather: 10.30 AM
(The
Activity Will Starts at 11.00)
Meeting Point: Monas Gate in front of the Presidential Palace, Jakarta
Please Stand By Your
Camera
For more information, please contact:
Findi Kenandarti, Assistant Media Campaigner, +62816 1681840
Besok hari minggu tanggal 18 Oktober 2009 jam 15.00-17.00 di ruang
audiovisual univ atmajaya jogjakarta (jl babarsari 40) ada peluncuran buku dan diskusi tentang
"korupsi di daerah; kesaksian, pengalaman dan pengakuan" yang ditulis
oleh Sdr. Hadi Supeno (mantan wakil bupati Banjarnegara). Mohon
kehadirannya jika sempat.
kegiatan tersebut juga dalam rangka kampanye stop pemiskinan ! pada hari MDGs.
Bakrie Telecom telah
mendapatkan Sertifikat ISO 9001:2008.
Dengan diperolehnya
ISO 9001:2008, Bakrie Telecom tercatat sebagai operator telekomunikasi pertama di Indonesia yang
menyesuaikan sistem manajemen mutunya ke versi standar internasional terbaru.
Sekaligus perusahaan telekomunikasi pertama di Indonesia yang menerapkannya secara
terpadu dalam lingkup nasional.
Semoga dapat menjadi
bahan berita yang cukup menarik.
Terima kasih
Gina Rahmawati
Corporate
Communications
PT Bakrie Telecom Tbk.
SIARAN PERS
Perolehan Sertifikat ISO 9001:2008 Dorong Proses Kerja Bakrie
Telecom Lebih Efektif dan Efisien
Jakarta, 16 Oktober 2009
Perolehan sertifikat ISO 9001:2008 mendorong proses
kerja PT Bakrie Telecom Tbk menjadi lebih efektif dan efisien. Selain itu
sertifikat terbaru yang diperoleh oleh operator CDMA ini akan membawa proses
kerja di Bakrie Telecom lebih efektif dan Efisien sehingga kualitas layanan
pada pelanggan menjadi jauh lebih baik. Perolehan sertifikat ini untuk mewujudkan
langkah Bakrie Telecom sebagai perusahaan dengan tata kelola yang baik (good corporate governance)
“Peningkatan kinerja terutama terletak pada sistem
monitoring yang lebih ketat terhadap proses outsourcing sehingga berpengaruh
kuat terhadap peningkatan kualitas produk. Termasuk monitoring untuk kesesuaian
outsourcing di sisi peraturan legal”, jelas Rakhmat Junaidi, Direktur Corporate Services PT. Bakrie Telecom, Tbk pada
penjelasan tertulisnya pada media.
Dengan diperolehnya ISO 9001:2008, Bakrie Telecom tercatat
sebagai operator telekomunikasi pertama di
Indonesia yang menyesuaikan sistem manajemen mutunya ke versi
standar internasional terbaru. Sekaligus perusahaan telekomunikasi pertama di
Indonesia yang menerapkannya secara terpadu dalam lingkup nasional.
Untuk mendapatkan sertifikat ISO ini Bakrie Telecom telah
melakukan serangkaian audit internal dan diakhiri dengan audit eksternal dengan
melibatkan PT TUV Internasional Indonesia, salah satu representatif badan
sertifikasi internasional ISO, TUV Rheinland Group dari Jerman.
“Tidak mudah memang mendapatkan sertifikat ini.
Bahkan jujur saja sangat menantang, karena kami dituntut untuk selalu konsisten
dalam melaksanakan tugas dan semuanya harus tercatat. Padahal situasi mengharuskan
kami bertindak cepat. Namun setelah diterapkan hasilnya sangatlah positif.
Efektivitas dan efisiensi kerja kami meningkat pesat dan akibatnya juga terasa
pada kualitas layanan pada pelanggan”, papar Rakhmat.
Sebelumnya Bakrie Telecom telah mendapatkan ISO 9001 untuk
versi 2000. Diakui Rakhmat, perusahaannya memang melakukan proses audit secara
bertahap dan berkesinambungan. Seperti halnya ketika meraih ISO 9001:2000 upaya
peningkatan kualitas layanan pada pelanggan merupakan rangkaian kegiatan yang
tiada henti. Dilakukan secara terus menerus dengan tata cara yang benar dan
dapat dipertangungjawabkan.
“Perusahaan terus tumbuh dan berkembang, masyarakat
semakin kritis dan iklim persaingan juga berjalan semakin ketat. Mau tak mau,
suka tak suka, kami dituntut untuk semakin profesional dan cerdik. Apalagi
Bakrie telecom adalah perusahaan publik. Pertanggungjawabannya harus
jelas”, kata Rakhmat lebih lanjut.
Sementara itu M.
Bascharul Asana, Direktur Utama PT TUV International Indonesia
sebagai badan sertifikasi ISO menjelaskan Bakrie Telecom memang pantas
mendapatkan sertifikat ini karena menjalankan sistem manajemen mutu yang
terencana dengan baik dan dipantau dengan disiplin, khususnya melaksanakan
semua prosedur proses-proses kunci dengan benar dan taat. Prosesnya memang
butuh waktu karena langkah audit dilakukan di setiap regional perwakilan Bakrie
Telecom yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Hasilnya tidaklah langsung baik, namun kami akui
keinginan dan komitmen besar manajemen perusahaan mendorong mereka melakukan
perbaikan dari waktu ke waktu secara sistematis. Sertifikat ini merupakan
penghargaan yang pantas bagi kerja keras mereka”.
Namun Bascharul Asana tetap mengingatkan agar Bakrie
Telecom tetap menjaga kualitas kerja yang telah mereka peroleh. Akan ada
monitoring dan evaluasi secara berkala. “Bukankah ada ungkapan yang
mengatakan meraih kemenangan adalah suatu hal yang mungkin berat, tapi jauh
lebih berat menjaga kemenangan tersebut, dalam hal ini tantangan beratnya ada
pada implementasi dari sistem manajemen yang sudah disertifikasi
tersebut”, ujarnya.
C/O ATKI-HK, G/F, 2 Jordan Road, Kowloon, Hong Kong SAR Email: pilar.hk@...
SIARAN PERS
18 Oktober 2009
Referensi:Eni Lestari
Koordinator
No. Tel. (852) 96081475 (852) 96081475
“Agen-HK juga lakukan pemerasan terhadap BMI”
Survey PILAR menunjukan 93.5% BMI harus bayar biaya agen sangat tinggi
“Biaya penempatan yang sangat tinggi (overcharging) tidak hanya menyerang BMI pendatang baru di Hong Kong tapi bahkan mereka yang sudah bekerja disini juga dikenakan biaya sangat tinggi oleh agen-agen Hong Kong khususnya ketika memperpanjang kontrak dengan satu majikan atau ganti majikan. Ini menunjukan bahwa virus overcharging dan memanfaatkan kerentanan BMI meluas dan tidak terdeteksi baik oleh pemerintah Indonesia maupun Hong Kong”.
Pernyataan ini disampaikan oleh Eni Lestari, Koodinator Persatuan BMI Tolak Overcharging (PILAR), sebuah aliansi 25 organisasi BMI di Hong Kong, pada saat peluncuran hasil penelitian tentang biaya yang dikenakan agen-agen terhadap BMI di Hong Kong hari ini di tengah-tengah unjuk rasa di depan kantor Konsulat RI bertempat di Causeway Bay, Hong Kong. Aksi yang diikuti sekitar 300 massa sebelumnya berkumpul di sebelah pusat pembelanjaan SOGO kemudian diteruskan berjalan menuju kantor Konsulat.
Setelah melakukan penelitian selama satu bulan penuh dimulai awal September 2009 bertujuan untuk mempelajari lebih dalam tentang pelanggaran dan bentuk pemerasan agen-agen HK terhadap BMI melalui biaya agen ketika memproses kontrak kedua atau berikutnya, PILAR mengeluarkan hasil penelitian tersebut sebagai berikut:
60% responden telah bekerja di Hong Kong selama 2-6 tahun sementara 21% lebih dari 6 tahun.
Dari penelitian ini terkuak bahwa 93% dari 1353 responden pernah ditarik biaya agen amat tinggi sedangkan hanya 4.5% responden yang membayar komisi agen resmi sebesar 10% dari gaji bulan pertama (HK$358) dan 2% berhasil memproses kontrak mereka tanpa biaya. 59% responden dikenakan biaya antara HK$1,000–HK$4,000 untuk perpanjangan kontrak mereka dengan majikan yang sama. Parahnya, ada juga persentase sekitar 15% yang dikenakan biaya antara HK$11,000-12,000 (8%) dan HK$15,000 atau lebih (7%).
Pemerasan agen dengan angka mencapai 280% sampai 4190% diatas komisi resmi yang telah ditetapkan pemerintah HK (HK$358) merupakan skandal besar.
Biaya-biaya ini diambil oleh agen melalui cara langsung atau bank-bank perkreditan dengan sistem potongan gaji dengan ijin dan kerjasama majikan yang kemudian membayarkan gaji BMI langsung ke agen atau bank.
Untuk mencegah jeratan hukum, agen sengaja tidak memberi kwitansi resmi bagi mereka yang membayar biaya lebih dari ketentuan (76%), namun meski ketika mereka meminta, agen juga menolak memberi kwitansi (39%).
Untuk meyakinkan pembayaran biaya ini dan mencegah BMI untuk pindah ke agen lain, agen menahan paspor BMI (69%).
Hasil diatas menunjukan pemerasan dan ketidakadilan yang dihadapi oleh BMI di Hong Kong.
Utamanya, PILAR menyalahkan pemerintah Indonesia yang telah menyebabkan kesengsaraan bagi BMI dengan menerapkan UUPPTKILN No. 39/2004 yang mengingkari hak BMI untuk melakukan kontrak mandiri dan memaksa mereka masuk agen setiap kali memproses kontrak melalui agen.
“Pemerintah Indonesia mengaku bahwa pengaturan ini demi kebaikan kami sendiri, tapi perlindungan macam apa jika kami harus mengorbankan ribuan hasil jerih payah kami untuk diberikan ke agen? jelas Eni”
PILAR juga melaporkan tahun kemarin Konsulat Indonesia juga mengeluarkan Surat Edaran nomor 0356/2008 ditujukan kepada agen-agen Hong Kong, yang tergabung di APPIH, untuk tidak menarik komisi lebih dari 10% dari gaji satu bulan dan segera mengembalikan paspor yang mereka tahan, tapi sampai saat ini tidak pernah ditindaklanjuti dan tidak ada tindakan kongkret yang diambil untuk mengatasi situasi ini.
“Kami minta keadilan dan segera akhiri biaya agen yang memeras ini. Kami tuntut Pemerintah Indonesia untuk mengijinkan kami memilih menggunakan agen atau proses langsung/kontrak mandiri. Tanpa ini, BMI akan selalu dijadikan sapi perahan bagi agen-agen penempatan dan pemerintah Indonesia akan selamanya accomplices dalam kejahatan pemerasan massal BMI oleh agen-agen penempatan,” tegas Eni.
-- Persatuan BMI Tolak Overcharging
(PILAR) c/o APMM, G/F No2, Jordan Road, Kowloon, HKSAR
Diskusi 2 Buku Puisi Serambi Salihara Senin, 19 Oktober 2009 Pukul 16:00 WIB TEMAN-TEMANKU DARI ATAP BAHASA karya Afrizal Malna Pembicara: Adi Wicaksono & Bramantyo Prijosusilo Pukul 19:00 WIB JANTUNG LEBAH RATU karya Nirwan Dewanto Pembicara: Bagus Takwin & Zen Hae Moderator: Nirwan Ahmad Arsuka (untuk dua sesi) GRATIS
Dua
buku puisi Teman-temanku dari Atap Bahasa karya Afrizal Malna (Lafadl
Pustaka, Yogyakarta, 2008) dan Jantung Lebah Ratu karya Nirwan Dewanto
(Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2008) menerima dua penghargaan sastra
pada tahun lalu. Buku pertama ditahbiskan sebagai buku sastra terbaik
2008 versi majalah Tempo, dan buku kedua memperoleh penghargaan
Khatulistiwa Literary Award.
Sementara penghargaan sastra hanyalah
salah satu cara untuk menilai buku sastra—mendudukkannya berdasarkan
kriteria tertentu dalam khazanah sastra yang bersangkutan—yang
diperlukan sesungguhnya lebih dari itu. Yang lebih penting adalah
menilik ke dalam karya itu sendiri, menguji apa sumbangannya untuk
perkembangan sastra dan bahasa.
Diskusi ini berniat menyajikan kritik
sastra, khususnya kritik puisi, yang sangat jarang dikerjakan dewasa
ini. Para pembicara akan menyajikan uraian tertulis tentang aspek
keperajinan (craft) puisi maupun “kelainan” sekaligus keterhubungan
kedua buku puisi termaksud dengan khazanah sastra yang sudah ada.
Dengan kata lain, mereka akan mengajukan argumen tentang kehadiran dua
buku itu dalam sastra (berbahasa) Indonesia terkini.
Adi Wicaksono
(penulis seni) dan Bramantyo Prijosusilo (seniman) akan mengulas
Teman-temanku dari Atap Bahasa, sedangkan Bagus Takwin (penulis) dan
Zen Hae (penyair) akan menilik Jantung Lebah Ratu.
-------------------------
Discussion on 2 Poetry Books Serambi Salihara (Salihara Lounge) Monday, 19 October 2009 04:00 p.m. TEMAN-TEMANKU DARI ATAP BAHASA (My Friends from the Language’s Rooftop) by Afrizal Malna Speakers: Adi Wicaksono & Bramantyo Prijosusilo 07:00 p.m. JANTUNG LEBAH RATU (The Heart of Queen Bee) by Nirwan Dewanto Speakers: Bagus Takwin & Zen Hae Moderator: Nirwan Ahmad Arsuka Free admission
Two
poetry books, Teman-temanku dari Atap Bahasa (My Friends from the
Language’s Rooftop) by Afrizal Malna (Lafadl Pustaka, Yogyakarta, 2008)
and Jantung Lebah Ratu (Heart of the Queen Bee) by Nirwan Dewanto
(Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2008) received two literary awards
last year. The first book was chosen as the best literary book of 2008
by Tempo magazine, and the second book received Khatulistiwa Literary
Award.
While literary award is just one way to value literary works,
what is needed is certainly more than that. The important thing is to
examine the work itself, measuring its contribution to literature and
language development.
This discussion aims to provide literary
criticism, especially that of poetry, that is rarely done nowadays. The
speakers will focus on the craft of poetry and the “anomalies” as well
as the connections of the two books with the existing literature. In
other words, they will propose arguments about the presence of these
two books in Indonesian literature nowadays.
Adi Wicaksono (art critic)
and Bramantyo Prijosusilo (artist) will explore Teman-temanku dari Atap
Bahasa, while Bagus Takwin (pwriter) and Zen Hae (poet) will explore
Jantung Lebah Ratu.
Bakrie
Telecom kembali hadir dengan inovasi
terbarunya produk “Esia Suka-suka“,
masyarakat sekarang bisa pilih nomor telepon sesuai keinginannya. Esia Suka-suka
adalah kartu perdana pertama di dunia yang djual tanpa nomor yang ditentukan
sebelumnya. Pelanggan bisa memilih nomor untuk kartunya dari ratusan ribu
pilihan nomor.
Kehadiran produk baru ini semakin memperkuat langkah Esia
untuk secara konsisten memberikan peran yang lebih besar dan menentukan pada
masyarakat.
Semoga dapat menjadi bahan berita yang cukup menarik.
Terima kasih.
Gina Rahmawati
Corporate Communications
PT Bakrie Telecom Tbk.
SIARAN PERS
Pertama Di Industri
Telekomunikasi Dunia
Dengan Esia Suka-Suka,
Masyarakat Pilih Nomor Sendiri
Pilih Nomor Esia – Jakarta, 7
Oktober 2009. PT. Bakrie
Telecom, Tbk (BTEL) - pemilik layanan telekomunikasi hemat Esia, Wifone, dan
Wimode – hari ini meluncurkan produk inovatif Esia Suka-Suka. Layanan
yang pertama kali ada di dunia ini memungkinkan masyarakat memilih sendiri
nomor telepon sesuai keinginannya. Nampak Wakil Direktur Utama BTEL, Erik
Meijer (kanan) didampingi EVP Marketing, Product & CRM, Ridzki Kramadibrata
menunjukkan paket perdana Esia Suka-Suka pada peluncuran di Jakarta, hari ini.
[photo by Yudha/BTELPR]
Jakarta, 7 Oktober 2009
– Pilih nomor telepon sesuai keinginan memang tidak mudah. Mesti
keliling toko dulu. Sudah itu nomor yang ada juga terbatas. Ribet, makan waktu
dan nyusahin. Untunglah sekarang Esia bikin terobosan lagi.
Dengan
produk “Esia Suka-Suka“, masyarakat sekarang bisa pilih nomor telepon
sesuai keinginannya. Esia Suka-Suka adalah kartu perdana pertama di dunia yang
djual tanpa nomor yang ditentukan sebelumnya. Pelanggan bisa memilih nomor
untuk kartunya dari ratusan ribu pilihan nomor. Nomor yang dipilih bisa
disesuaikan dengan tanggal lahir, hari pernikahan, sesuai nama atau pilih nomor
yang seru-seru seperti pengulangan angka yang mudah diingat. Pokoknya nomor
teleponnya tergantung keinginan pelanggan deh.
“Sekali
lagi Esia buktikan diri sebagai pelopor untuk produk-produk yang seru-seru dan
inovatif. Setelah kemarin kita keluarkan Esia Bispak dimana pelanggan Esia bisa
buktikan sendiri betapa murahnya tarif telepon Esia, nah kali ini masyarakat
luas bisa pilih sendiri nomor teleponnya. Nggak perlu ribet, tinggal pilih mau
telepon, jalur internet atau datang ke gerai Esia, nomor yang dikehendaki
langsung ditangan.“, ujar Erik Meijer,
Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk.
Kehadiran
produk baru ini juga makin memperkuat langkah Esia untuk secara konsisten
memberikan peran yang lebih besar dan menentukan pada masyarakat. Sebuah
inovasi terbaru dalam memilih nomor telepon sekaligus perubahan paradigma dalam
memahami perilaku pelanggan.
Menurut
Erik kini sudah bukan jamannya lagi masyarakat harus keliling toko dan bertanya
kiri-kanan hanya untuk mendapatkan sebuah nomor telepon seperti yang
dikehendakinya. Dengan produk ini, masyarakat tinggal membeli kartu perdana
Esia Suka-Suka dimana saja, sedangkan nomornya pilih sendiri. Ada tiga cara
untuk mendapatkan nomor yang dikehendaki yaitu pertama dengan menghubungi *228
, kedua melalui jalur internet dengan mengklik www.myesia.com/sukasuka atau ketiga
datang sendiri ke gerai Esia yang ada dikotanya masing-masing.
Tentu
Erik mengingatkan nomor yang dikehendaki bisa didapat selama nomor tersebut
tidak digunakan oleh orang lain. Karena itu ia pun mengingatkan untuk segera
membeli kartu perdana Esia secepatnya. Ungkapan “Siapa cepat dia
dapat“ tetap berlaku diproduk ini.
Ditambahkannya
melalui produk Esia Suka-Suka, Bakrie Telecom ingin sekali lagi mengingatkan
komitmennya untuk memberikan ruang yang lebih luas pada masyarakat menentukan
sendiri, baik tarif, nomor telepon atau pun pilihan ponsel dan fitur-fitur yang
dikehendakinya.
Sebagai
contoh Erik menyebutkan inovasi Esia dalam membuat tarif sms berdasarkan karakter.
Besaran tarif sms diukur berdasarkan berapa banyak karakter yang digunakan.
Bukan per pengiriman yang disamaratakan tarifnya. Juga ketika Esia meluncurkan
Esia Bispak, Bisa Pake Tarif Manapun. Pelanggan sendiri yang menentukan tarif
operator mana yang dipilihnya. “Mau pake tarif GSM silahkan kalau
dianggap lebih murah atau kembali menggunakan Esia kalau sudah yakin bahwa
tarif GSM tidak seperti yang diyakini sebelumnya. Tanpa perlu ganti kartu
lagi.“ujarnya.
Intinya,
katanya lebih lanjut, pola perilaku yang hendak Esia ubah. Jika tadinya
operator yang menentukan berapa tarif telepon atau smsnya, nomor berapa yang
dimilikinya atau tipe ponsel mana yang dimilikinya, kini masyarakat sendiri
yang menentukan. “Sekarang jamannya demokrasi. Kekuasaan ada ditangan
rakyat bukan. Nah Esia memfasilitasinya. Silahkan tentukan sendiri“.
Dengan
memberikan pilihan bagi pelanggannya, Esia diyakini akan semakin tampak berbeda
dengan operator lainnya. Karenanya tidaklah mengherankan jika laju pertumbuhan
Esia menunjukkan grafik pertumbuhan yang konsisten dari waktu ke waktu. Brand
awarenes atau kesadaran terhadap merek juga terus meningkat.
Terbukti
Brand Awareness Esia yang menduduki peringkat utama di Bandung maupun Jakarta.
Sementara di kota-kota lainnya juga terus memperlihatkan kesadaran masyarakat
yang semakin meningkat meskipun baru dibuka dalam beberapa tahun belakangan
ini.
Keseluruhan
pencapaian tersebut diyakini Erik tidak terlepas dari kebijakan dan
konsisitensi perusahaan dalam memberikan keleluasaan yang lebih besar bagi
pelanggan. “Pelangganlah stakeholder utama kami sejatinya“, tegas
Erik.
Terlampir rilis
terbaru dari BTEL sehubungan dengan Esia maksimalkan dukungan ke Padang dengan
mendonasikan Rp 500 juta melalui TV One sebagai bagian gerakan Bakrie untuk
Negeri.
Semoga dapat menjadi
bahan berita yang cukup menarik.
Terima kasih.
Gina Rahmawati
Corporate
Communications
PT Bakrie Telecom Tbk.
PRESS RELEASE
Esia Maksimalkan Dukungan Ke Padang
Esia Donasikan Rp 500 juta Lewat TV One
Sebagai Bagian Gerakan Bakrie Untuk Negeri
Jakarta, 8 Oktober 2009 – Mengamati akibat
gempa yang begitu meluas di Sumatera Barat, Esia melalui TV One Satu Untuk
Negeri menyumbangkan donasi sebesar Rp 500 juta. Donasi ini merupakan bagian
dari berbagai aktivitas sosial Esia dibawah payung kegiatan “Duka Padang,
Bakti Esia” sebagai bagian dari Gerakan Bakrie Untuk Negeri.
Selain itu Esia juga telah menempatkan tim relawan yang
berasal dari karyawan Esia di Jakarta, Medan, Pekanbaru dan Jambi untuk
melakukan serangkaian aktivitas social, baik di Padang maupun Pariaman sebagai
daerah yang banyak mengalami kerusakan fisik maupun korban Jiwa. Sejauh ini
mereka telah membagikan sembako dan berbagai keperluan anak dan wanita di
beberapa lokasi di Padang maupun Pariaman.
“Kami memang bergerak All out di Sumatera Barat.
Prioritas pertama waktu terjadi bencana adalah keselamatan karyawan dan
keberlangsungan jaringan. Alhamdullilah semuanya baik sehingga langkah
berikutnya adalah menjaga kualitas jaringan dan sekaligus memberikan bantuan
social kepada masyarakat”, ujar Rakhmat Junaidi,
Direktur Corporate Services PT Bakrie Telecom ketika menyertai kunjungan Basuki
Jusuf Iskandar, Pejabat Pelaksana Tugas Ditjen Postel sekaligus Sekjen
Depkominfo di Padang.
Esia memang memiliki tim tanggap bencana yang dibentuk
disetiap regional. Menurut Rakhmat, keberadaan mereka memang dipersiapkan
untuk mengatasi persoalan jaringan yang merupakan kebutuhan vital ketika
terjadi suatu musibah. Aktivitas mereka tergabung dalam kegiatan BTEL ROCKS (Reaching Out Communities & Kids), sebuah
payung kegiatan social perusahaan. Terbukti langkah antisipasi ini benar-benar
bermanfaat ketika terjadi gempa sehingga Esia relatif dapat memulihkan kualitas
layanan jaringannya baik ketika terjadi gempa di Tasikmalaya maupun kini di
Padang.
Langkah tim tanggap bencana Esia disinergikan pula bersama
tim relawan kelompok usaha Bakrie yang tergabung dalam gerakan Bakrie Untuk
Negeri. Tim ini juga telah berada di Padang sejak hari Jumat lalu membantu
proses evakuasi korban maupun memberikan sumbangan di beberapa tempat.
Selain mengirimkan tim tanggap bencana, Esia juga
mendonasikan Rp 500 juta yang disalurkan melalui TV One Satu Untuk Negeri.
Rakhmat berharap dana ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat langkah recovery,
khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat maupun pendidikan anak-anak.
“Kami sangat prihatin dengan situasi yang terjadi.
Banyak korban dan kerusakan fisik yang terjadi. Tapi bagaimanapun juga hidup
ini mesti berlanjut. Kami yakin, sebagai masyarakat yang memiliki dasar
keagamaan yang kuat dan memiliki semangat wirausahawan tinggi, masyarakat
Sumatera Barat dapat melalui cobaan ini dengan baik. Bahkan lebih baik lagi
kedepannya”, tambah Rakhmat.
Untuk meringankan beban bencana ini, Esia telah
menggratiskan pembicaraan telepon sesama pelanggan Esia, baik di dalam
kota-kota di Sumatera Barat, antar kota di Sumatera Barat maupun dari dan ke
Jakarta. Tidak itu saja Esia juga membagikan 1000 kartu perdana Esia gratis.
Ada dua lokasi pembagian kartu perdana gratis yaitu di rumah sakit M. Djamil
dan Gerai Esia Padang. Bahkan disiapkan pula chargernya agar mereka bisa
memanfaatkan layanan secara optimal
Keseluruhan langkah ini karena Bakrie Telecom sebagai
operator yang menjalankan Esia memandang penting Sumatera Barat dalam
perjalanan perusahaan. “Esia hadir belum lama di ranah minang. Termasuk
kota awal pengembangan Esia ketika Esia mulai memperluas wilayah layanan
dipertengahan tahun 2007. Respons masyarakat juga sangat positif. Sudah pada
tempatnya jika kini Esia melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan untuk
masyarakat Sumatera Barat”, kata Rakhmat.
It has been estimated that 80% of all buying decisions are based on emotion ….
Bagaimanakah cara TERCEPAT meningkatkan Sales Anda?.. Belajar dari yang TERBAIK!!!
Anda Tidak Akan Pernah Kesulitan Lagi Dalam Menjual Apapun, Kapanpun dan Dimanapun..
Menjual Tidak Pernah Semudah Ini Sebelumnya.
Salam Sukses Calon - Calon Super Star Sales Person!!
Jika selama ini Anda merasa kesulitan dalam melakukan penjualan, maka saatnya memberikan kesempatan bagi diri Anda untuk menjadi seorang Super Star Sales Person dengan belajar dari yang terbaik!
Ikutilah Seminar "Mastering The Emotional Selling Technique" menghadirkan dua orang pembicara ternama di Indonesia yakni Mr. James Gwee (Indonesia's Favourite Trainer) Master of Sales Techniques dan Mr. Anthony Dio Martin, Master of Emotional Intelligence yang akan membahas secara praktis Rahasia Teknik Sales dari Salesman tingkat dunia yang berhasil menjual produknya dengan tingkat keberhasilan lebih dari 90%!
Mengapa Anda Harus Mengikuti Seminar Ini?
Anda akan mempelajari:
1.Rahasia mengenali emosi dasar manusia yang merupakan faktor utama yang mempengaruhi keputusan customer untuk membeli suatu produk.
2.Rahasia menggunakan teknik sales tingkat dunia untuk mempengaruhi emosi customer agar membeli produk kita.
3.Rahasia menciptakan penawaran yang nyaris tanpa bisa ditolak oleh customer.
4.Rahasia meningkatkan sales Anda hingga 300% dengan membuat emotional benefits bagi customer.
5.Rahasia menggunakan metode ESP (Emotional Selling Proposition) yang membuat produk Anda sold out dalam waktu sekejap!
6.Rahasia menemukan HOT BUTTON customer sehingga sales process Anda bisa berlangsung dengan singkat dan efektif.
Seminar ini dibawakan oleh:
Mr. James Gwee:
Telah mengadakan lebih dari 1200 In House Training untuk 800 organisasi di seluruh Indonesia. Sampai dengan hari ini Beliau telah berbicara di depan lebih dari 350.000 orang. Beliau juga telah diundang untuk berbicara dalam banyak acara terhormat di seluruh Indonesia, maupun di Singapura, Malaysia, Afrika Selatan, India dan bahkan juga Moskow. Beliau juga merupakan narasumber Radio SMART FM yang didengarkan ribuan pendengar dan disiarkan lebih dari 10 kota di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Semarang, Palembang, Makassar, Manado, Banjarmasin, Balikpapan, Medan dan Pekanbaru)
Mr. Anthony Dio Martin:
Seorang praktisi bisnis, pembicara motivational dan pengembangan personal, trainer, managing director di perusahaan HR Excellency serta penulis dari buku EQ "Emotional Quality Management" (2004), buku Manajemen Intrapreneurship: "Pemburu dan Petani" (2005), "Smart Emotion 1&2" (2006), Pelampung Hati (2008), Toxic Employee (2009, new release) di samping juga menjadi host program "Smart Emotion" di jarigan radio SMART FM 95.9, host program "Inspiration with Anthony Dio Martin" di QTV dan rubrik mingguan "Motivasi" di harian Bisnis Indonesia.
·Swasta, Pegawai Negeri, Mahasiswa, dan semua orang yang ingin meningkatkan skill penjualan mereka.
·Anda yang memiliki kepedulian terhadap upaya peningkatan kemandirian tunanetra dan berkenan bergabung bersama kami untuk membantu mereka.
Tujuan Diadakannya Seminar ini …
Penyelenggaraan seminar sehari "Mastering The Emotional Selling Technique" merupakan bagian dari penggalangan dana untuk keberlangsungan program “Seribu Buku Untuk Tunanetra”
Mr. James Gwee, Mr. Anthony Dio Martin dan PT. Success Spirit mendedikasikan dirinya secara sukarela dalam penggalangan dana ini, untuk itu 100% dana yang terkumpul dari sponsorhip dan penjualan tiket akan digunakan untuk membiayai:
·Pembelian bahan-bahan produksi buku Braille dan buku bicara digital. Buku yang diproduksi akan didistribusikan ke 1,705 tunanetra di seluruh Indonesia.
Untuk mengetahui sekelumit dampak program “SERIBU BUKU UNTUK TUNANETRA” klik link berikut ini: www.mitranetra.or.id/ebook
Investasikan Waktu Anda Pada Sabtu, 5 Desember 2009, Pukul 09.00 - 17.00 WIB Di Gedung BPPT Jl. MH. Thamrin No. 8 Jakarta Pusat 10340
SPECIAL OFFER:
Kami akan memberikan BONUS-BONUS yang LUAR BIASA berupa audio CD dan buku untuk membantu sales Anda!!! Dan penawaran ini khusus untuk Anda yang TAKE ACTION cepat untuk mendaftarkan diri Anda dalam seminar ini.
BONUSES:
#1 CD Smart Business with Smart Emotion" Mr. Anthony Dio Martin, Seharga Rp. 50.000
#2 CD Champion Sales (Postive Business Idea Vol 2)", Mr. James Gwee, Seharga Rp. 40.000
#3 Buku Antologi Puisi Karya tunanetra,Irwan Dwikustanto", "CD Musikalisasi Antologi Karya Endah & Reza, Maudi Kusnaedi dan Cornelia Agatha", Seharga Rp. 78.000
#4 Goody bag, makalah dan sertifikat
Untuk mengikuti seminar ini serta berpartisipasi dalam membantu tunanetra di Indonesia, Anda hanya cukup investasi sebesar:
TIKET PLATINUM
Discount! Pembelian pada tanggal 01– 31 Oktober 2009(Harga Spesial)@ Rp 850.000,-
Pembelian pada tanggal 01 November – 05 Desember 2009 @ Rp 950.000,-
Included Bonus 1 s.d. 4
TIKET GOLD
Discount! Pembelian pada tanggal 01–31 Oktober 2009 (Harga Spesial)@ Rp 650.000,-
Pembelian pada tanggal 01 November – 05 Desember 2009 @ Rp 750.000,-
Included Bonus 2 s.d. 4
TIKET SILVER
Discount! Pembelian pada tanggal 01– 31 Oktober 2009 (Harga Spesial)@ Rp 350.000,-
Pembelian pada tanggal 01 November – 05 Desember 2009@ Rp 450.000,-
ATAU hubungi/ SMS ke salah satu kontak Yayasan Mitra Netra di bawah ini:
·Tri (0815-141-888-90)
·Adi (0811-96-11-95)
·Abi (021-92335666)
·Hananta (021-94046090)
·Rosano (021-96433278)
P.S. Seminar ini merupakan kesempatan langka dan mungkin tidak akan ada kedua kalinya mengingat sibuknya jadwal para pembicara masing-masing. Serta, ini merupakan kesempatan bagi Anda untuk mengikuti seminar sekaligus memberikan bantuan kepada para tuna netra di Indonesia melalui program yang diadakan oleh Yayasan Mitra Netra.
Jadi, jangan lewatkan kesempatan ini, daftar sekarang juga!
Jika Anda ingin ikut serta sebagai sponsor dalam event ini, Anda dapat menghubungi:
Yayasan Mitranetra, kontak Ahmad Nasikhin Telp: 021-7651386 atau Hp: 0858-8585-5078
Atau
Success Spirit, kontak Euginia Erni di nomor telepon 021-5695.8075
Yayasan Mitra Netra Thanks You for Helping Them ... "To See The World"
“This seminar is supported by SUCCESS SPIRIT Seminar Organizer”